cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Male Gender Role Pada Karakter Superhero Dalam Film Produksi Marvel Studios Ridwan, Ridwan
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.783 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja male gender role yang terdapat pada karakter superhero dalam film produksi Marvel Studios. Male gender role  sendiri memiliki arti sebagai sebuah script yang digunakan sebagai “pedoman” bagaimana seharusnya, seorang pria berprilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan menggunakan 28 film layar lebar produksi Marvel Studios mulai tahun 2000 hingga 2013 sebagai recording unit. Peneliti menggunakan 24 male gender role yang diklasifikasikan dalam 5 kategori utama yaitu standard bearers, workers, lovers, bosses, dan rugged individuals. Hasil penelitian ini adalah male gender role yang dominan pada karakter superhero dalam film produksi Marvel Studios adalah bosses, yaitu seorang pria yang dapat mengendalikan orang lain, berani, suka mengambil resiko, rela berkorban demi orang lain, melindungi orang yang tidak bersalah, berjuang untuk keadilan dan menjadi panutan bagi orang lain, seorang yang suka menolong dan membantu sesamanya, mendahulukan kepentingan orang lain, menjadi contoh / panutan yang baik bagi masyarakat, tangguh, mandiri, dan berjuang untuk mencapai keinginan / cita-citanya. 
Kompetensi Komunikasi Manajer Projek Mozart Interior Saat Presentasi Dan Lobby Dengan Klien Malute, Reny Djajanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.886 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi komunikasi Manajer projek Mozart Interior saat bertemu langsung dengan klien. Tugas Manajer Projek sebagai penjembatan antara Mozart dengan klien dalam menyampaikan informasi desain melalui presentasi, kontrak projek serta melakukan lobi yang membutuhkan negosiasi. Sehingga, Manajer Projek harus mampu untuk mengomunikasikan secara tepat dan sesuai. Untuk itu dibutuhkan aspek kompetensi komunikasi yang dapat dilihat dari keterampilan sosial dalam mendukung kompetensi komunikasi Manajer Projek.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk menjelaskan gambaran-gambaran kompetensi komunikasi seorang komunikator yang dimiliki oleh Manajer Projek saat bertemu langsung dengan klien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran kompetensi komunikasi yang dilihat dari aspek dan dimensi kompetensi komunikasi yang ada dan ditemukan pula satu aspek yang mempengaruhi kompetensi komunikasi yaitu aspek konsep diri dan pengalaman yang mendukung kompetensi komunikasi Manajer Projek saat bertemu langsung dengan klien.
Relationship Maintenance Strategies Pemimpin Partai Politik Peserta Pemilihan Umum 2014 Melalui Website Stephanie, Marcella
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.971 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relationship maintenance strategies pemimpin partai politik peserta pemilihan umum 2014 dengan publiknya melalui website. Hubungan merupakan tujuan utama dari praktik public relations politik dan di era digital saat ini, pemimpin partai politik menggunakan website sebagai salah satu media untuk menjalin hubungan dengan publiknya. Pemimpin partai politik menerapkan strategi-strategi dalam membangun dan memelihara hubungan melalui website. Metode penelitian yang digunakan ialah metode analisis isi dengan pendekatan kuantitatif untuk melihat relationship maintenance strategies dalam artikel dan fitur website. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi assurances merupakan strategi yang paling sering digunakan, sedangkan strategi sharing of tasks merupakan strategi yang paling jarang digunakan oleh pemimpin partai politik. 
Konstruksi Gender pada Tokoh Minions dalam Film Despicable Me 2 Yulidya, Sisca
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.145 KB)

Abstract

Film Despicable Me 2 bercerita mengenai pria bernama Gru, yakni seorang mantan penjahat yang menyesuaikan diri dengan kehidupan keluarga dan mencoba peruntungan di bisnis selai. Suatu hari, sebuah laboratorium rahasia dicuri, sehingga sebuah kelompok bernama Anti-Villain League merekrut Gru untuk melakukan penyelidikan. Dalam melakukan aksinya, Gru tidak sendiri. Ia dibantu oleh minions, yaitu makhluk kecil berwarna kuning. Dalam film ini, minions sering bertingkah lucu dengan menggunakan wig, gaun, pakaian pelayan, kostum putri, dan lain-lain.Penelitian ini berjenis deskriptif, serta menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan untuk analisis dan interpretasi adalah semiotika milik John Fiske, dimana terdapat kode-kode televisi dalam tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi gender pada tokoh minions ditampilkan melalui queer theory dalam berbagai cara. Pertama, kreator tokoh meniadakan jenis kelamin pada minions, sehingga gender minions pun menjadi buram karena mereka tidak mempunyai acuan jenis kelamin tertentu. Kemudian, peneliti menemukan bahwa gender menjadi sesuatu yang minions perankan, bukan menjadi hal paten dalam pribadi mereka. Peneliti melihat bahwa gender telah menjadi suatu aktivitas yang dilakukan daripada suatu identitas yang dimiliki. Dengan kata lain, gender adalah hal performatif, dimana gender cenderung mengacu pada apa yang individu lakukan pada waktu tertentu. Queer theory pun dapat membuat individu memiliki lebih banyak kebebasan untuk berekspresi, yang bermakna bahwa individu semakin bebas untuk memilih gender performance yang ingin ditunjukkan. Pada minions, gender layaknya atribut yang mereka gunakan sesuai kondisi yang ada. Peneliti menemukan bahwa hal ini menjadi wujud dari kebebasan untuk berekspresi dalam menentang hegemoni patriarki. 
Online Social Network Dependency Pada Digital Immigrant Pengguna Path Di Jakarta Tanring, Vini
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.649 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Online Social Network (OSN) Dependency pada Digital Immigrant pengguna Path di Jakarta. Indikator yang digunakan untuk mengukur OSN Dependency yaitu Generalized Problematic Internet Use Scale (GPIUS), terdiri dari mood alternation, social benefit, negative outcome, compulsivity, excessive time, withdrawal, dan interpersonal control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSN Dependency pada Digital Immigrant pengguna Path  merupakan hal yang tidak disadari bahkan cenderung disangkal karena jawaban dari responden yang tidak konsisten. Hal ini terlihat dari nilai dependency yang mendekati skor ketergantungan, dan interpersonal control yang merupakan indikator dengan nilai skor paling tinggi dan dibuktikan melalui cognitive-behavioral dan intrapersonal level and social components. Cognitve-behavioral berbentuk seperti iceberg, yang membuktikan bahwa ketergantungan yang tampak terdapat pada behavior dan interpersonal control tergolong dalam behavior. Sedangkan komponen intrapersonal level and social components menunjukkan cepatnya ketergantungan karena kecenderungan dari indikator interpersonal control ke arah social components yang tinggi.
Strategi Komunikasi Internal PT X Dalam Membina Employee Engagement Wijaya, Filemon
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.505 KB)

Abstract

Sebuah perusahaan outsourcing (alih daya) yang beroperasi dengan sumber daya yang bermodalkan manusia membutuhkan pembinaan Employee Engagement sebagai upaya perusahaan dalam mempertahankan modal utama tersebut. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi internal dari PT X dalam membina Employee Engagement ditengah kondisi perusahaan yang memiliki permasalahan dalam turnover dengan kondisi karyawan yang mayoritas berlatar belakang ekonomi dan pendidikan yang rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dimana peneliti menemukan bahwa inti dari strategi komunikasi internal dalam pembinaan Employee Engagement yang dilakukan PT X adalah dengan menyampaikan pesan untuk menanamkan kesadaran, dan mengarahkan cara berpikir karyawan. Perwujudan dari strategi komunikasi internal perusahaan adalah melalui taktik komunikasi internal, yaitu acara penghargaan, pelatihan resmi, kunjungan manajemen, media internal, dan pendekatan internal. Keseluruhan dari implementasi strategi dalam pembinaan Employee Engagement secara spesifik dikelola oleh tiga departemen khusus dalam perusahaan.
Evaluasi Event “X” di Yayasan “Y” Kusuma, Christina
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.097 KB)

Abstract

Event “X” muncul dikarenakan ada isu kemiskinan pada tahun 1998. “X” adalah acara yang memiliki publik sasaran yaitu gelandangan dan pengemis dengan tujuan mengubah perilaku gelandangan dan pengemis. Dari 150 gelandangan dan pengemis hanya 20 orang yang berhasil mengalami perubahan perilaku. Maka dari hal itu, peneliti melakukan evaluasi event “X”. Penelitian ini memberikan deskripsi secara kualitatif mengenai evaluasi event “X” di Yayasan “Y”. Metode yang digunakan adalah audit mini komunikasi dengen pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data peneliti melakukan wawancara, observasi pada acara “X” Hasil penelitian menunjukkan bahwa Event “X” yang diadakan oleh Yayasan “Y”ditemukan beberapa titik rawan. Titik rawan pada aspek manajemen, organisasi, komunikasi dan umpan balik disertai rekomendasi. Titik rawan pada aspek manajemen adalah tidak adanya riset terhadap kebutuhan gelandangan dan pengemis, tetapi hanya melihat pada trend acara serupa. Titik rawan aspek organisasi adalah aktivis yang tidak konsisten. Titik rawan pada aspek komunikasi adalah tidak adanya rundwon acara dan media komunikasi internal. Titik rawan pada aspek umpan balik adalah komunikasi yang terjalin hanya satu arah. Namun secara keseluruhan event “X” telah berjalan dengan baik dan disukai oleh gelandangan dan pengemis sebagai publik sasaran. 
Opini Masyarakat Surabaya Mengenai Corporate Identity ARTOTEL Surabaya Eddison, Christin
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.528 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya mengenai corporate identity ARTOTEL Surabaya. ARTOTEL merupakan sebuah hotel butik yang bertema seni rupa kontemporer Indonesia pertama di Surabaya. Dengan memilih identitas yang berbeda dari hotel lain, sangat penting bagi ARTOTEL untuk membentuk opini positif dari masyarakat Surabaya, yakni tempat hotel ini berada. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode survei. Hasil dari penelitian ini menunjukkan opini masyarakat Surabaya mengenai corporate identity ARTOTEL Surabaya cenderung netral. Netral disini bukan berarti responden tidak memihak setuju atau tidak setuju, mereka memberikan tanggapan positif bagi sebagian corporate identity, dan sebagian lagi mereka beri tanggapan negatif.
Konstruksi Pesan Penegakan Hukum Di Indonesia Dalam Film “Java Heat” Saleh, Terrence Moulida
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.648 KB)

Abstract

Melalui metode analisis narasi, penelitian ini bermaksud melihat konstruksi  pesan penegakan hukum di Indonesia dalam film. Selain menarasikan penegakan hukum yang lemah di Indonesia, narator juga memunculkan atribusi-atribusi yang mengindikasikan adanya hegemoni media Hollywood. Penelitian ini menemukan perbedaan substansial antara Letnan Hashim dan Jake Travers sebagai aparat penegak hukum dari dua negara berbeda. Jake Travers digambarkan sebagai sosok Polisi Marinir AS yang heroik, sebaliknya Letnan Hashim digambarkan sebagai sosok Polisi Indonesia yang berlaku seperti pahlawan kesiangan. Narasi aparat penegak hukum dari dua negara berbeda tersebut menegaskan bahwa media Hollywood melakukan pengukuhan mitos heroisme dan penanaman ideologi bahwa aparat penegak hukum Amerika sangat hebat dan kuat.
Strategi Impression Management Pasangan Suami Istri Yang Berbeda Budaya Melalui YAHOO! Messenger Harijanto, Vanessa Christasia
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.158 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan strategi pengelolaan kesan suami istri yang berbeda budaya dan hidup jarak jauh melalui Yahoo! Messenger. Tujuan pengelolaan kesan yang dilakukan pasangan ini adalah untuk menjaga hubungan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan jenis penelitian deksriptif kualitatif. Yang menjadi simpulan penelitian ini adalah, suami istri yang hidup jarak jauh dan hanya menggunakan Yahoo! Messenger dalam mengelola kesan mereka, lebih banyak menggunakan pesan verbal dalam mengelola kesan. Mereka selalu mengutarakan semua isi pikiran dan perasaan mereka secara verbal dan didapat tujuh tujuan dan strategi pengelolaan kesan, yaitu untuk dipercaya: strategi konsistensi chatting, merencakan masa depan; untuk merasa intim: strategi cybersex, mengingat kebersamaan mereka, membuat kode dan saling terbuka; untuk dicintai: strategi mengatakan cinta, memuji, memanjakan, menunjukkan perhatiannya; agar cintanya dapat dipercaya: strategi meyakinkan, cemburu dan cemas; untuk dihormati: strategi mempengaruhi dan memahami; untuk menyembunyikan kesalahan: strategi pemantauan diri; dan untuk dapat berdamai dan memperbaiki keadaan: strategi meyakinkan dan menenangkan. Kesalahan penggunaan tata bahasa dan typo error tidak menjadi masalah dalam hubungan mereka. Penanda emosi dan culture sensitive merupakan faktor penting dalam upaya menunjukkan strategi pengelolaan kesan pasangan suami istri ini.

Page 16 of 134 | Total Record : 1336