cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Dari Multi-Disorder hingga Multimedia Journalism - Sebuah Catatan Sejarah Media Kurniawati, Mariana
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui elemen penyebab munculnya multimedia journalism di berbagai media online. Multimedia journalism merupakan konten yang mengkombinasikan audio, video, foto, teks, dan animasi grafis dalam satu kemasan. Konten ini marak diproduksi berbagai situs dan kantor berita sejak tahun 2001. Penelitian sejarah realisme kritis selaras dengan tujuan awal di atas. Pendekatan ini menyebut elemen penyebab munculnya multimedia journalism dengan istilah mekanisme generatif. Setelah melakukan penelusuran data, peneliti menyimpulkan mekanisme generatif multimedia journalism adalah situasi multi-disorder. Situasi ini merupakan kombinasi ketidakteraturan yang dipengaruhi inovasi teknologi, jurnalis foto, organisasi bisnis media, khalayak, dan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB INVESTOR RELATIONS PADA CORPORATE WEBSITE 9 PERUSAHAAN FORTUNE 2012 Rebecca, Patricia
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Implementasi Tanggung Jawab Investor Relations pada Corporate Website: 9 Perusahaan Terbaik Fortune Indonesia 2012 dengan menggunakan Metode Analisis Isi Kuantitatif. Sample penelitian ini merupakan corporate website dari 9 Perusahaan Fortune Indonesia Terbaik 2012, yaitu perusahaan-perusahaan tercatat dengan peringkat tertinggi dari setiap jenis industri berbeda menurut pembagian IDX (Indonesia Exchange Index). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Tanggung Jawab Investor Relations, yang terdiri atas Financial Reporting and Disclosure, Pemasaran Tesis Investasi Perusahaan, Komunikasi Tata Kelola Perusahaan, serta Public Presence. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa enam dari sembilan Perusahaan Terbaik Fortune Indonesia 2012 tersebut telah mengimplementasikan Tanggung Jawab Investor Relations pada Corporate Website-nya yaitu Astra International, Telekomunikasi Indonesia, United Tractors, Bank Mandiri, Bumi Resources, dan Wijaya Karya. Tiga perusahaan lainnya yaitu HM Sampoerna, SMART dan Indah Kiat Pulp and Paper belum mengimplementasikan Tanggung Jawab Investor Relations Pada Corporate Website-nya. Lebih lanjut, Implementasi Tanggung Jawab Investor Relations Pada Corporate Website Pada Corporate Website: 9 Perusahaan Terbaik Fortune Indonesia 2012 dipengaruhi oleh beberapa faktor, selain pendapatan perusahaan. Hal tersebut diantaranya visi, misi, strategi dan budaya perusahaan, governmental ownership, jenis industri perusahaan (keuangan dan teknologi), latar belakang direksi perusahaan (sekretaris perusahaan), strategi orientasi pasar saham perusahaan (domestik atau internasional), tipe investor (individual atau institutional investor), kepemilikan saham mayoritas, serta faktor eksternal perusahaan.
Representasi Banalitas Kejahatan dalam Film “The Act of Killing” Setiawan, Patricia Evangeline
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.8 KB)

Abstract

Film “The Act of Killing” membawa gaya dan pandangan baru yang membahas persoalan tragedi 1965 dengan mengambil sudut pandang algojo 1965. Film ini menampilkan kesaksian langsung dari para pelaku pembunuhan dan penyiksaan orang-orang komunis pada 1965-1966 dengan berbagai rekonstruksi, wawancara dan juga adegan yang mengikuti kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini, yaitu bagaimana representasi banalitas kejahatan dalam film “The Act of Killing”. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode yang dipakai adalah semiotika khususnya kode-kode televisi John Fiske. Penelitian ini menggunakan teori milik Hannah Arendt (1963) mengenai banalitas kejahatan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa representasi banalitas kejahatan melalui penggambaran tokoh yang diangkat dalam film ini memiliki karakteristik, seperti semua kategori tidak dipikirkan, tidak mampu berpikir secara mandiri, kepatuhan pada otoritas dan memercayai kejahatan sebagai tindakan kepahlawanan. Gambaran karakteristik ini menonjol pada sosok algojo 1965, yaitu Anwar Congo dan Adi Zulkadry serta tokoh lainnya melalui kode tingkah laku dalam level realitas, kode dialog dan aksi dalam level representasi dan film ini membawa ideologi di mana sebuah kekuasaan bersandar pada performance para pelaku kejahatan yang memanfaatkan logika impunitas total.   
Komunikasi Keluarga Antara Anak Dengan Ibu Dalam Upaya Mencari Pasangan Baru Ludianto, Paulina Permatasari
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.676 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga yang terjadi antara anak dengan Ibu dalam upaya mencari pasangan baru. Unsur-unsur dari komunikasi keluarga adalah sumber komunikasi, pesan, media, penerima, dan pengaruh hal ini dapat menentukan bagaimana komunikasi keluarga yang terjadi.Metode penelitian ini adalah studi kasus, teknik analisa yang digunakan adalah model Miles dan Huberman untuk mendapatkan data yang berkualitas dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga itu tidak hanya anak ke orang tua, tetapi orang tua juga terbuka kepada anak. Data yang ditemukan adalah anak-anak memberi tanggapan kepada orang tua yang ingin mencari pasangan baru, orang tua meminta saran kepada kedua anaknya tentang upayanya mencari pasangan baru, mendiskusikan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan pasangan baru, membicarakan kriteria pasangan baru, membicarakan upaya pencarian pasangan baru itu kapan dan bagaimana di dalam komunikasi keluarga yang dilakukan, anggota keluarga merasa nyaman untuk saling berkomunikasi satu sama lain, ibu merespon tanggapan kedua anaknya dalam upaya mencari pasangan baru, anak memberikan masukan kepada Ibu.
Relationship Management Tenant Relations Mal XYZ Suciawan, Felicia Janice
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.755 KB)

Abstract

Pada 20AA, manajemen Mal XYZ. melakukan renovasi gedung yang melibatkan tenant. Selama masa renovasi, terdapat pembongkaran lantai, ceiling, dan railing, yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi pihak tenant. Ketidaknyamanan ini disampaikan pihak tenant ke manajemen mal melalui tenant relations Mal XYZ Tenant relations merupakan penghubung antara manajemen mall dengan tenant dan bertanggungjawab untuk mengusahakan adanya hubungan yang baik dengan pihak tenant, sekalipun terdapat ketidaknyamanan selama masa renovasi.Peneliti menggunakan teori relationship management Grunig dan Ledingham sebagai panduan dasar penelitian. Peneliti menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teori. Sebagai hasil penelitian, peneliti menemukan hal-hal yang penting dalam pengelolaan hubungan oleh tenant relations berdasarkan control mutualism, trust, dan commitment. Dalam pengelolaan hubungan tersebut, ditemukan pentingnya two-way symmetrical communication, mutual understanding, koordinasi, dan professionalism in work and communications. Dalam melakukan hal-hal tersebut, terdapat strategi komunikasi yang digunakan tenant relations.   
Motif masyarakat Surabaya dalam menonton acara berita kriminal Kecrek MHTV Setyawati, Natalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.207 KB)

Abstract

Motif merupakan sesuatu yang menggerakkan tingkah laku dan dapat menimbulkan intensitas dalam bertindak, serta merupakan kunci pemuas kebutuhan. Dalam hal ini seseorang yang menggunakan media memiliki motif tertentu yang timbul karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif masyarakat Surabaya dalam menonton acara berita kriminal Kecrek MHTV.Kecrek merupakan program berita kriminal yang formatnya berbeda dengan program berita yang lainnya. Daya tarik program ini terletak pada pantun dan nasihat-nasihat lucu yang diberikan host. Penelitian ini menggunakan indikator dari Uses and gratifications dengan metode survey.Jenis penelitian ini adalah penelititan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Surabaya yang berusia 20-49 tahun dan pernah menonton Kecrek sebanyak 2 kali. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa motif tertinggi dalam menonton acara berita kriminal Kecrek MHTV adalah motif hiburan. Hal ini dikarenakan penyampaian program acara berita kriminal Kecrek dikemas dengan humor sehingga masyarakat Surabaya tertarik dengan hiburannya.
Citra Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Pasca Deklarasi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Wiranto-Hary Tanoesoedibjo di Harian Seputar Indonesia dan Media Indonesia Setiawan, Laurensia Imelda
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.897 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana citra Partai  Hanura pasca deklarasi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Wiranto dan Hary Tanoesodibjo melalui surat kabar Seputar Indonesia dan Media Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pemaknaan pesan dalam pemberitaan Partai Hanura yang dilakukan oleh media partisan dan non partisan untuk membentuk citra di masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif Hsieh & Shannon dengan pendekatan directed content analysis melalui prosedur induksi. Hasil penelitian ini adalah, untuk Seputar Indonesia Partai Hanura digambarkan sebagai partai yang nasionalis, partai yang jujur, partai perubahan, dan untuk Media Indonesia partai yang keras
Komunikasi kelompok di kampung kapasan dalam Surabaya Tanakajaya, Gracia Avosma
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.535 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara yang dilakukan oleh warga kampung Kapasan Dalam Surabaya dalam menjaga pluralisme mengingat bahwa kampung Kapasan Dalam terdiri dari warga Jawa, Tionghoa dan Madura. Pluralisme sendiri adalah keterlibatan secara aktif dan interaksi positif dalam menerima perbedaan suku dan agama (kemajemukan) dan berujung pada kerukunan. Metode yang digunakan adalah studi kasus.Peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pluralisme di kampung Kapasan Dalam dapat tetap terjaga karena pertemuan intens yang terjadi antar anggota kelompok yang merupakan bagian dari kampung Kapasan Dalam, penggunaan bahasa arek/Jawa Suroboyo rusuh dengan tujuan bercanda sebagai bahasa sehari-hari mereka serta adanya sikap saling menghormati,menghargai dan toleransi yang tinggi antar warga Jawa, Tionghoa dan Madura di kampung ini.
Strategi Komunikasi Public Relations PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Juanda Surabaya Dalam Menyosialisasikan Terminal Baru (T2) Melita, Melita
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.57 KB)

Abstract

Pada 14 Februari 2014, terminal dua (T2) Bandara Internasional Juanda Surabaya telah resmi beroperasi. Mega proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 946 miliar tersebut merupakan solusi dari over capacity pada terminal satu (T1). Dalam menyosialisasikan T2, pihak pengelola memiliki strategi komunikasi sebagai pedomannya. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Juanda Surabaya dalam menyosialisasikan terminal baru (T2). Hasil dari penelitian ini adalah penjelasan dari strategi komunikasi perusahaan yang sesuai dengan teori Cutlip, Center dan Broom mengenai tahapan strategi komunikasi. Public Relations bersama Top Management memiliki tahapan-tahapan guna menyosialisasikan T2, dimana Public Relations bersama Top Management menentukan terlebih dahulu tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang, diikuti dengan tahapan perencanaan, lalu tahapan pelaksanaan sosialisasi dan dilanjutkan dengan evaluasi. Fokus strategi Public Relations untuk menyosialisasikan T2 adalah melalui media massa. Strategi komunikasi Public Relations di koordinasikan dengan Corporate Coomunication kantor pusat. Sosialisasi telah berjalan efektif namun masih didapati komplain dari Stakeholders. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dan deskriptif sebagai jenis penelitiannya dengan menggunakan studi kasus sebagai metodenya. 
Konstruksi Genre dalam Film “The Lego Movie” Natalia, Vivi
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.175 KB)

Abstract

“The Lego Movie” adalah film animasi dari produsen film Warner Bros yang menceritakan kehidupan dan petualangan Emmet, seorang konstruksi bangunan yang salah terdeteksi sebagai orang spesial yang mampu menyelesaikan masalah dunia. Film ini adalah sebuah film yang membawa konvensi-konvensi genre yang berbeda dibanding film-film animasi lainnya. Peneliti melakukan analisis genre terhadap film “The Lego Movie” menggunakan 6 elemen menurut Jane Stoke, yaitu setting, lokasi, peristiwa naratif, plot, ikonografi, serta karakter-karakter, dari situlah akan digunakan untuk mengetahui genre apa yang dikonstruksikan dalam film. Melalui analisis genre ini, peneliti menemukan bahwa “The Lego Movie” mengkonstruksi genre fantasi, aksi, dan dengan 10 genre lain. Peneliti juga menemukan bahwa adanya pergeseran konvensi dan juga pastiche pada genre fantasi terutama dari pembentukan karakter utama. Melalui genre fantasi dan juga dukungan genre aksi Warner Bros membawa anti-diskriminasi sebagai nilai yang yang akan diperkenalkan pada penonton yang belakangan menjadi isu penting di Amerika. Dengan demikian, genre dan diskriminasi dipakai sebagai komoditas untuk mendatangkan keuntungan industri

Page 15 of 134 | Total Record : 1336