Articles
1,336 Documents
Motif Penonton Surabaya Menonton Program Acara Highlights Otomotif Di Trans7
Wardani, Fenny
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1095.864 KB)
Teori Uses and Gratifications merupakan teori yang mengasumsikan bahwa penggina mempunyai pillihan alternative untuk memuaskan kebutuhannya. Teori ini menekankan pada khalayak yang aktif menentukan pilihan atas media massa yang dipilihnya. Program “Highlights Otomotif” merupakan subjek penelitian yang dipilih peneliti. Hal ini dikarenakan program satunya-satunya membahas otomotif dari tema informasi, pengetahuan, hiburan dan olahraga. Penelitian ini bertujuan mengetahui motif penonton Surabaya dalam menonton program “Highlights Otomotif” yang tayang di televisi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengukuran motif information, entertainment, status-enhancement, pass-time, escape, relaxation. Motif tertinggi dari hasil penelitian adalah entertainment.
Komunikasi Interpersonal Antara Pelanggan Dengan Calon Pelanggan Dalam Merekomendasikan Event Organizer
Aurellia, Frida
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.18 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan pada komunikasi interpersonal antara pelanggan dengan calon pelanggan dalam merekomendasikan event organizer. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada Fairytale Organizer, diperoleh data bahwa mayoritas calon pelanggan perusahaan ini berasal dari rekomendasi para pelanggan sebelumnya, sehingga peneliti ingin melakukan penelitian terhadap komunikasi interpersonal yang terjadi antara pelanggan dengan calon pelanggan. Komunikasi interpersonal yang memiliki delapan elemen komunikasi dari DeVito, dijadikan acuan dalam penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode fenomenologi untuk menjabarkan komunikasi interpersonal yang terjadi. Komunikasi interpersonal yang terjadi dimaknai pelanggan sebagai bentuk persuasi serta pesan yang memberikan kenyamanan dan nasihat saat merekomendasikan event organizer kepada calon pelanggan. Ada pula hubungan keluarga dan persahabatan yang mempengaruhi proses komunikasi di antara mereka sehingga pesan yang disampaikan seorang aktor lebih dapat dipercaya oleh aktor lainnya dalam studi fenomenologi ini. Dalam proses komunikasi ini pula, mereka mengalami hambatan komunikasi antara lain yaitu hambatan fisik, psikologis, dan semantik.
Bingkai Berita Penangkapan Kasus Suap Rudi Rubiandini di Koran Tempo, Jawa Pos, dan Kompas
Lombogia, Luna Persis
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.965 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bingkai berita mengenai penangkapan kasus suap Rudi Rubiandini di Koran Tempo, Jawa Pos, dan Kompas. Dengan menggunakan elemen-elemen dalam berita, media massa membentuk bingkai tertentu dengan cara menonjolkan atau mengaburkan fakta. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing yang dikembangkan Pan dan Kosicki untuk melihat bingkai pemberitaan media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bingkai berita Koran Tempo mengarah pada SKK Migas sebagai institusi yang melakukan korupsi meskipun ketuanya adalah seorang akademisi. Jawa Pos membingkai berita sebagai pejabat (individu) yang melakukan kasus suap dengan jumlah tertinggi. Kompas membingkai berita sebagai terbongkarnya kasus suap yang terjadi sejak lama di SKK Migas.
Ekspresi Emosi Melalui Computer Mediated Communication Pada Pengguna Social Network Sites Di Kota Surabaya
Pranata, Amalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.314 KB)
Sejak awal tahun 2000an, ribuan digital natives di Kota Surabaya saling terkoneksi melalui komunikasi termediasi, khususnya situs jejaring sosial. Namun studi terdahulu menemukan bahwa computer mediated communication (CMC) memiliki keterbatasan dalam hal ekspresi emosi. CMC dianggap sebagai media yang tidak kaya karena tidak memiliki social presense dan social visibility seperti pada face to face communications. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penggunaan penanda emosi pada pengguna situs jejaring sosial di Kota Surabaya. Penanda emosi tersebut adalah: tanda seru atau tanda tanya, tanda titik, kapitalisasi, huruf tambahan dan emoticon. Berdasarkan hasil survei pada digital natives, pengguna berada pada level slightly expressive. Hal ini merupakan awal yang baik bagi pengguna dalam pengembangan penanda emosi. Pengguna ditemukan lebih banyak menggunakan penanda emosi yang memiliki karakteristik visual dan multivarian.
Manajemen Komunikasi Privasi Seorang Mantan Pria Simpanan
Njotorahardjo, Felicia
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.083 KB)
Penelitian ini berangkat dari sebuah fenomena yakni ketika seorang mantan pria simpanan melakukan pengungkapan informasi tentang dirinya terhadap komunitas gereja. Biasanya orang menceritakan informasi diri pada orang yang dekat dan dikenalnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai proses manajemen komunikasi privasi seorang mantan pria simpanan. Peneliti menggunakan tinjauan pustaka yang terkait dengan teori Communication Privacy Management (CPM), Asumsi dasar CPM, dan definisi pria simpanan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, serta metode studi kasus dengan cara observasi dan wawancara mendalam yang kemudian dipaparkan secara deskriptif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa individu menutup rapat informasi privat terhadap keluarga tentang tindakan yang pernah dilakukannya sebagai seorang pria simpanan. Alasan penutupan informasi tersebut adalah karena individu takut bila terjadi penyesalan dalam keluarganya. Individu melakukan pengungkapan kepada sahabat, mantan pacar, dan komunitas gereja. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadinya beberapa gangguan batasan yang dialami oleh individu atas privasi yang dimilikinya.
Analisis Faktor Kepuasan Komunikasi Organisasi di Apartemen Metropolis Surabaya
Yantara, Jani Lay
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.136 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor analisis yang memiliki kontribusi terbesar dalam kepuasan komunikasi organisasi di Metropolis Apartemen Surabaya. Kepuasan komunikasi Organisasi pada Apartemen Metropolis diukur oleh delapan faktor yaitu: iklim komunikasi, komunikasi atasan, Integrasi Organisasi, Kualitas media, komunikasi horizontal informal, komunikasi bawahan, dan umpan balik, informasi mengenai organisasi secara keseluruhan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor dan juga metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang memiliki kontribusi terbesar dalam kepuasan komunikasi di Apartemen Metropolis adalah faktor komunikasi dengan atasan.
Service Quality Banquet Novotel Surabaya Hotel And Suites
Kusuma, Jeffry
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.746 KB)
Kualitas layanan banquet Novotel Surabaya Hotel and Suites menjadi topik yang dipilih karena Novotel merupakan satu-satunya hotel yang memiliki ruangan meeting terbanyak dibandingkan dengan hotel lainnya. Service Quality yang disampaikan oleh Banquet Novotel Surabaya Hotel and Suites kepada pelanggan memiliki 5 indikator yaitu keterandalan, kecepatan dan ketanggapan, kepercayaan, perhatian serta bukti fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori service quality dan teori mengenai banquet. Dalam hal ini, penyampaian kualitas layanan banquet Novotel Surabaya Hotel and Suites sudah baik
Proses Komunikasi Kelompok Antara Pendamping Dengan Anak Pinggiran Di Sanggar X
Sutedjo, Halena Stephanie
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.317 KB)
Proses komunikasi kelompok antara pendamping dengan anak pinggiran di Sanggar X adalah topik yang peneliti angkat dalam penyusunan penelitian ini. Topik ini dipilih karena adanya penyampaian lima prinsip dasar Sanggar X yang disampaikan oleh pendamping ke anak pinggiran, dimana pendamping dan anak-anak tidak semuanya memeluk agama yang sama dengan agama dasar Sanggar X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini menemukan bahwa penyampaian kelima nilai dasar tersebut disesuaikan dengan dengan situasi yang terjadi dengan berbagai bentuk pesan. Penyampainnya juga tidak secara teoritis melainkan langsung pada implementasi di kehidupan sehari-hari. Penyampaiannya tidak menyangkut agama apapun karena anak pinggiran yang ada di Sanggar X beragama Islam sedangkan dasar dari Sanggar X adalah agama lain. Dan yang paling banyak mengajarkan prinsip tersebut adalah dua pendamping yang dua-duanya beragama Islam. Terdapat tiga prinsip dari lima prinsip dasar Sanggar X yang paling sering diajarkan yaitu martabat manusia, subsidaritas, dan solidaritas.
Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Pasangan Khofifah-Herman Dalam Pilgub Jawa Timur 2013
Octorianty, Reni
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.368 KB)
Saat ini dunia politik makin dikenal melalui media massa. Media online juga turut mengambil andil dalam dunia politk. Hal ini yang menjadi alasan kuat peneliti untuk melihat bagaimana media massa, secara khusus media online dalam membingkai sebuah peristiwa terkait politik, dalam hal ini adalah peristiwa yang dialami oleh pasangan Khofifah - Herman yang pernah gagal dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013. Detik.com menuliskan berita berjudul “Khofifah Gagal Bertarung di Pemilihan Gubernur Jatim, Dicoret KPU”, kompas.com menuliskan berita berjudul “Khofifah Indar Parawansa Tak Lolos Jadi Cagub Jatim”, viva.co.id menuliskan berita berjudul “Eggi Sudjana Lolos, Khofifah Gugur dalam Pilkada Jatim” dan okezone.com menuliskan berita berjudul “Khofifah - Herman Akhirnya Gagal Maju di Pilgub Jatim”. Setelah dianalisis menggunakan perangkat Pan-Kosicki (Sintaksis, Skrip, Tematik dan Retoris), keempat media membingkai bahwa pasangan Khofifah – Herman adalah pasangan yang memang pantas tidak lolos dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013. Proses penulisan dalam berita online mempengaruhi pembingkaian dalam suatu berita.
Penggunaan Anggun C. Sasmi sebagai Celebrity Endorser dalam iklan Pantene versi “Bersinarlah Bersama Anggun”
Sidharta, Cynthia
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1018.247 KB)
Seorang celebrity endorser didefinisikan sebagai seorang figure yang dikenal baik oleh publik dan memerankan dirinya sebagai konsumen dalam iklan. Selebriti meliputi bintang film maupun bintang televisi, bintang olahraga, penyanyi dan orang-orang tertentu lainnya yang berpengaruh. Iklan menciptakan suatu pesan dan pengiriman pesan kepada seseorang atau target market dengan harapan orang tersebut akan bereaksi. Jika hal itu terjadi dapat dikatakan iklan tersebut efektif. Endorser yang merupakan salah satu elemen penting dalam iklan memiliki peran terhadap kesuksesan perusahaan, salah satu mempengaruhi brand image dimana merupakan suatu kesan yang ada di benak konsumen atas suatu merek. Brand image seorang celebrity endorser mencakup 5 indikator yaitu Trustworthiness, Expertise, Attractiveness, Respect dan Similarity. Teori dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori celebrity endorser dimana ada keterkaitan dengan teori brand image. Peneliti melihat brand image Anggun di dalam iklan terhadap target market dalam penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling dimana peneliti mempunyai syarat tersendiri dalam memilih responden yang akan diberi kuisioner. Berdasarkan hasil analisis yang disimpulkan bahwa ada brand image yang positif dari Anggun C. Sasmi sebagai celebrity endorser dalam iklan Pantene versi “Bersinarlah Bersama Anggun”