cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Karakteristik Informasi Grapevine dalam Penyebaran Budaya Organisasi di Total Life Clinic Surabaya Prayoga, Precilia
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.215 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik informasi grapevine dalam penyebaran budaya organisasi di Total Life Clinic Surabaya.Peneliti menggunakan studi kasus sebagai metode penelitian dan observasi non – partisipan serta wawancara mendalam dengan informan penelitian sebagai teknik pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi mampu menyebar melalui grapevine karena tipe budaya organisasi yang ada di sana adalah tipe kekeluargaan. Karakteristik grapevine yang muncul dalam penyebaran budaya organisasi Total Life Clinic adalah penyebarannya yang cepat, penyebarannya yang akurat, dipercaya oleh sebagian besar karyawan, penyebaran secara cluster dan all channel, adanya ketertarikan individu, dan terakhir grapevine memuat informasi yang berlebih.
Analisis Isi Brand Identity Traveloka Melalui Iklan Televisi Irawan, Clarissa
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.912 KB)

Abstract

Semakin meningkatnya pengguna smartphone membuat munculnya Travel Agent yang dioperasikan secara online. Online Travel Agent memberikan kemudahan pada penggunanya untuk melakukan pemesanan via online dimanapun dan kapanpun. Meningkatnya jumlah tersebut membuat persaingan antar Online Travel Agent menjadi lebih kuat. Untuk itu Online Travel Agent perlu mengkomunikasikan brand yang dimilikinya kepada konsumen. Brand identity yang dimiliki brand dapat dikomunikasikan melalui iklan. Salah satu media iklan yang dapat menjangkau khalayak banyak di waktu yang bersamaan adalah iklan televisi. Traveloka merupakan brand yang banyak menggunakan iklan televisi sebagai media promosinya. Metode penelitian menggunakan analisis isi. Tujuannya untuk mengetahui elemen brand identity yang ditampilkan melalui elemen iklan di dalam iklan televisi Traveloka. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara mengkoding iklan-iklan televisi Traveloka. Dari hasil penelitian diketahui bahwa elemen iklan yang paling banyak ditampilkan adalah elemen seen words. Sedangkan elemen iklan yang paling sedikit ditampilkan adalah elemen color dan music.
Penerimaan Penonton Terhadap Diskriminasi Etnis Tionghoa Dalam Film “Ngenest” Yulianto, Maria Angelia
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.326 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan penonton mengenai diskriminasi etnis tionghoa di film Ngenest. Teori yang digunakan adalah teori resepsi, dan diskriminasi.Metode yang digunakan adalah reception analysis.Ada empat kategori yaitu definisi, bentuk, dampak, penyebab dari diskriminasi. Diskriminasi merupakan perlakuan tidak adil yang dirasakan oleh seseorang atau kelompok menyangkut persoalan suku/etnis.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat informan yaitu dua informan perempuan keturunan Tionghoa, satu informan laki-laki, dan satu informan perempuan keturunan Pribumi (Jawa) di Masa Orde Baru dan Reformasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa satu informan memiliki penerimaan dominant yang artinya menerima perihal diskriminasi etnis Tionghoa yang ditunjukkan dalam film Ngenest. Sedangkan dua informan lain mempunyai penerimaan negotiated, yang artinya tidak menolak tetapi memberikan pandangan tersendiri mengenai diskriminasi etnis Tionghoa. Sementara itu, satu informan lagi mempunyai penerimaan oppositional, yang artinya menolak perihal diskriminasi etnis Tionghoa.Setiap informan memberikan pemaknaan berdasarkan culture setting masing-masing. Satu informan secara konteks cultural setting ditentukan oleh pengalaman dan tiga informan lain dikarenakan lingkungan.
Analisis Isi Implementasi Elemen Competitive Identity pada Nation Branding “Imagine Your Korea” di Facebook Setiadi, The Agnes Angelita
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.38 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi elemen competitive identity pada nation branding “Imagine Your Korea” yang dilakukan melalui media sosial Facebook. Menurut pakar nation branding, Simon Anholt, ada 6 elemen competitive identity yang seharusnya ada pada nation branding yaitu promosi pariwisata, budaya, brand yang diekspor, kebijakan, masyarakat, dan investasi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi. Hasilnya, peneliti mendapatkan data bahwa keenam elemen competitive identity terimplementasikan pada nation branding “Imagine Your Korea”, hanya saja tidak merata jumlahnya. “Imagine Your Korea” lebih menekankan pada elemen promosi pariwisata, budaya, dan masyarakat, yang memang sesuai dengan nilai-nilai yang ingin diperkenalkan sejak awal. Peneliti juga melakukan tabulasi silang antara elemen competitive identity dengan perolehan feedback, dan didapati bahwa memang lebih banyak feedback yang terdapat pada elemen promosi pariwisata, budaya, dan masyarakat. Dalam prakteknya, nation branding “Imagine Your Korea” telah melaksanakan tujuan utama public relations, yaitu menyampaikan pesan yang sesuai dengan kebutuhan publiknya dan mencapai kesepahaman.
Pengambilan Keputusan Konsumen Semarang dalam Memilih Vendor Pesta Pernikahan Widjaja, Mila Anggraini
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.111 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengambilan keputusan konsumen di Kota Semarang dalam memilih vendor pesta pernikahan. Memahami proses pengambilan keputusan konsumen merupakan tugas penting Marketing Public Relations di setiap perusahaan penyedia jasa. Pengambilan keputusan itu dilihat pada 7 dimensi pernikahan yaitu wedding organizer; venue; catering; decoration; documentation; bride and groom costume & makeup and beauty.                Jenis penelitian ini menggunakan Kuantitatif Deskriptif dan menggunakan metode penelitian survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan konsumen diawali dengan identifikasi kebutuhan, dengan kebutuhan tertinggi yaitu kebutuhan akan kenyamanan. Tahap berikutnya adalah tahap pencarian informasi dengan sumber informasi tertinggi pada sumber kelompok. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi alternatif dengan bahan pertimbangan tertinggi pada atribut harga. Tahap terakhir adalah tahap di mana konsumen sudah memutuskan vendor mana yang mereka pilih. 
Representasi Perempuan Dalam Film “Star Wars VII: The Force Awakens” Kosakoy, Joane Priskila
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.912 KB)

Abstract

“Star Wars VII: The Force Awakens” merupakan film science fiction yang berlatar belakang pertarungan bintang di luar angkasa.Film yang diproduksi oleh Disney ini berbeda dengan film Hollywood lainnya karena mengambarkan perempuan mengambil beberapa peran yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.Dalam hubungannya dengan realita pekerjaan atau kegiatan, sifat, tingkah laku, dan penampilan, peneliti berusaha menjawab kaitan dengan representasi perempuan.Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang dipergunakan adalah semiotika televisi John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti menemukan pergeseran penggambaran perempuan sebagai karakter zero to hero, perempuan dengan sifat feminine mampu untuk memimpin, perempuan tak lagi dilekatkan dengan menampilkan sesualitas, dan karakter-karakter dalam film ini sebagai bentuk komodifikasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan representasi perempuan dalam film “Star Wars VII: The Force Awakens” bahwa perempuan mengambil pekerjaan atau kegiatan, sifat, tingkah laku, dan penampilan yang sebelumnya diperankan oleh laki-laki dalam film baik secara narasi maupun karakter.
Strategi Komunikasi Bidang Advokasi Dan KIE Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Dalam Menyosialisasikan Program Kampung KB di Panggungrejo Kota Pasuruan Nathalia, Nathalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.995 KB)

Abstract

Organisasi yang berada dibawah wewenang kebijakan Pemerintah memiliki tugas-tugas untuk mengedukasi dan membuat adanya perubahan yang positif pada publiknya. Program merupakan salah satu strategi komunikasi yang dapat dilakukan untuk menyampaikan informasi, edukasi dan komunikasi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Bidang Advokasi dan KIE Badan Pemberdaya Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Pasuruan dalam Mensosialisasikan Program “KampungKB” di Panggungrejo Kota Pasuruan.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan metode penelitian indepth interview. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebuah strategi komunikasi harus melihat target yang akan menjadi sasaran, untuk memudahkan komunikator memilih media sebagai alat untuk berkomunikasi. 
Representasi Gaya Hidup Perempuan Perkotaan Pada Komedi Situasi “Tetangga Masa Gitu” Tanasale, Beatriz Bridget
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi gaya hidup perempuan perkotaan yang ditampilkan oleh komedi situasi Komedi Situasi “Tetangga Masa Gitu?” yang ditayangkan oleh NET TV. Jenis Penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, dengan menggunakan metode Analisis Teks Semiotika , sedangkan objek penelitian yang akan dianalisis adalah representasi gaya hidup perempuan perkotaan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Komedi Situasi “Tetangga Masa Gitu?” mencoba menggambarkan gaya hidup perempuan perkotaan baru namun masih melanggengkan beberapa penggambaran gaya hidup perempuan perkotaan sesuai dengan standar media televisi Indonesia pada umumnya 
Representasi Maskulinitas dalam Iklan Televisi Umild “Kode Cowo” Linggosiswojo, Samuel Gilbert
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.929 KB)

Abstract

Iklan Umild “Kode Cowo” merupakan salah satu iklan rokok yang mengedepankan maskulinitas. Iklan ini menampilkan laki-laki dalam kehidupan sehari-hari. Maskulinitas adalah sifat-sifat berdasarkan gender yang dilekatkan pada laki-laki. Media massa dalam hal ini iklan televisi rupanya juga berperan dalam pengukuhan pandangan tersebut. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan melihat bagaimana iklan televisi khususnya iklan Umild “Kode Cowo” merepresentasikan maskulinitas. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode semiotika khususnya kode-kode televisi John Fiske yang terbagi dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran stereotip maskulinitas dalam iklan televisi Umild “Kode Cowo” laki-laki yang macho dan sukses, namun juga menggambarkan maskulinitas yang tidak stereotipikal seperti laki-laki “nerd” dan laki-laki yang manipulatif dan penyayang.
Evaluasi Special Event Temu Pelanggan di PT. Jasa Marga (Persero),Tbk Cabang Surabaya-Gempol Virganantie, Septiani
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.661 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui evaluasi special event Temu Pelanggan di PT. Jasa Marga (Persero), Tbk Cabang Surabaya-Gempol. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah melihat dan menganalisis evaluasi dari empat aspek yaitu aspek manajemen, aspek organisasi, aspek komunikasi, dan aspek umpan balik.

Page 35 of 134 | Total Record : 1336