cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Efektivitas Instagram Axioo Sebagai Media Iklan Dhanurgrah, Bramantyo; Sidik, Amelia; Goenawan, Felicia
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.03 KB)

Abstract

Efektivitas Instagram Axioo merupakan rumusan masalah yang dipilih dalam penelitian ini. Efektivitas Instagram diukur dengan menggunakan Customer Response Index (CRI), dimana responden diukur dalam berbagai tingkatan, mulai dari awareness, comprehend, interest, intentions dan action. Tingkatan respons inilah yang nantinya digunakan untuk mengukur efektivitas Instagram Axioo. Teknik pengumpulan yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode survei , dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yang ada di Jakarta, dimana sesuai dengan target perusahaan, dan diberikan kepada yang belum menikah. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang disesuaikan pada target perusahaan, bahwa pada tingkatan awareness Instagram dinilai efektif, dan begitu juga pada tahap comprehend
Konstruksi Image Rich Chigga di media sosial dan media online Andrew, David
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.981 KB)

Abstract

Rich Chigga adalah seorang bintang muda Indonesia yang ingin menunjukkan kepada publik bahwa ia adalah penyanyi rap yang bisa memasuki dunia musik internasional. Dalam penelitian ini, peneliti melihat Rich Chigga sedang mengkonstruksikan image-nya sebagai penyanyi rap muda yang berstandar insternasional atau Barat (Amerika) melalu cara berbicara dan berbahasa. Melalui pilihan fashion, Rich Chigga memposisikan dirinya sebagai rapper jenius yang elegan dan berkelas. Penelitian ini menggunakan metode star studies dengan melihat video musik dan video wawancara yang ada di YouTube. Image yang dibentuk Rich Chigga terhegemoni oleh budaya Amerikanisasi yang diadopsi bintang- bintang Hollywood baik secara visual, verbal dan non-verbal. Rich Chigga mengkonstruksikan citra dirinya sebagai penyanyi rap yang berbeda (lebih unggul) dibandingkan penyanyi rap Indonesia lainnya, karena selalu menggunakan standar Barat (Amerika) dalam penampilannya.
Analisis isi pesan bullying dalam serial Netflix “13 Reasons Why” Prawiyadi, Lisyeana; Aritonang, Agusly Irawan; Wijayanti, Chory Angela
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.56 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk bullying yang terdapat dalam serial Netflix “13 Reasons Why”. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori bullying dengan indikator bullying verbal, bullying fisik, bullying relasional, bullying seksual verbal, bullying seksual fisik, dan bullying seksual relasional yang dicetuskan oleh Barbara Coloroso (2006); bullying emosional atau psikologis oleh Marcel Lebrun (2009); dan cyberbullying oleh Chisholm (2014). Selain itu ada pula variabel tambahan yakni tempat terjadinya bullying. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Peneliti mengoding dan menganalisis pesan bullying dalam seluruh populasi yakni sebanyak 13 episode, yang diuraikan seluruhnya menjadi satuan scene. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam serial Netflix “13 Reasons Why”, bentuk bullying yang paling banyak dimunculkan adalah bullying verbal dan relasional dengan jumlah yang sama. Bullying verbal paling banyak muncul karena dilakukan dengan cara komunikasi sehingga begitu mudah dilakukan, tanpa terdeteksi. Sedangkan bullying relasional juga banyak terdapat karena merupakan jenis yang paling sulit dideteksi dari luar sehingga sulit dicegah atau ditangani. Bullying sebagian besar terjadi ketika tidak ada pengawasan yang memadai dan tingkat kesadaran (awareness) guru dan murid di sekolah yang masih rendah terhadap bullying.
Tingkat Pengetahuan Karyawan PT X Mengenai Corporate Identity X Yang Baru Putrianty, Aprillia
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.247 KB)

Abstract

Corporate Identity adalah realita dan keunikan dari sebuah organisasi yang diintegrasikan dan berhubungan dengan citra dan reputasinya di mata publik internal dan eksternal melalui komunikasi korporat. Tiga klasifikasi corporate identity adalah communications, behaviour dan symbolism. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan karyawan PT X mengenai Corporate Identity X yang baru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei menggunakan kuesioner, menggunakan skala likert dan menggunakan teknik penarikan sampel total sampling karyawan PT X yang berjumlah 73 orang. Indikator yang mendapatkan nilai tertinggi adalah indikator symbolism. Nilai indikator yang terendah adalah pada behaviour yaitu yang berhubungan dengan budaya perusahaan. Hasil yang didapatkan melalui penelitian ini adalah tingkat pegetahuan karyawan PT X mengenai corporate identity X dari indikator communications, behaviour dan symbolism tinggi.
Analisis Isi Kekerasan Dalam Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 Hartono, Lukas; Wijayanti, Chory Angela; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.694 KB)

Abstract

Film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss: Part 1 merupakan film komedi Indonesia yang cukup digemari dimasyarakat hal itu ditandai dengan adanya prestasi sebagai film terlaris sepanjang perjalanan perfilman di Indonesia. Akan tetapi film tersebut tidak terlepas dari adanya muatan pesan kekerasan yang timbul didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk kekerasan dan jenis kelamin pelaku dan juga korban kekerasan yang terdapat dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan definisi kekerasan milik Weiner, Zahn dan Sagi dengan indikator kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, kekerasan finansial, kekerasan spiritual, dan kekerasan fungsional yang diutarakan oleh Poerwandari. Selain itu untuk indikator jenis kelamin pelaku dan korban kekerasan dengan indikator laki-laki, dan perempuan yang terdapat dalam Sunarto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, kekerasan psikologis menjadi indikator kekerasan yang mendominasi dalam film ini sejumlah 49 pesan kekerasan dari seluruhan adegan dan 64% dari keseluruhan pesan kekerasan. Jenis kelamin pelaku serta korban kekerasan keduanya didominasi oleh pemeran berjenis kelamin laki-laki. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki terjadi sebanyak 70 kali dan tindak kekerasan yang dialami korban kekerasan adalah sebanyak 66 kali dalam total keseluruhan adegan.
Representasi Kekerasan Dalam Film “The Secret Life Of Pets” Prayogo, Fransisca; Wijayanti, Chory Angela; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.714 KB)

Abstract

Sebagai salah satu media komunikasi massa, film dapat memberikan manfaatnya dalam berbagai materi ajar. Film animasi secara khusus dianggap oleh orang tua sebagai film yang aman untuk anak, Namun sangat disayangkan bahwa film animasi sebenarnya bisa memaparkan tindakan – tindakan kekerasan dan dapat ditiru oleh anak – anak. Film “The Secret Life of Pets” yang merupakan film unggulan dari Illumination Entertaiment di tahun 2016 tentunya tidak luput untuk di kaji. Dimana tujuan penelitian ini nantinya untuk mengetahui representasi kekerasan dalam film “The Secret Life of Pets”. Kekerasan itu sendiri adalah semua bentuk tindakan, intensional atupun pembiaran dan kemasa bodohan yang menyebabkan pihak lain mengalami luka, sakit, penghancuran, dan bukan hanya artian fisik. Dengan menggunakan penelitian semiotika dibantu dengan kode – kode televisi John Fiske, peneliti dapat menemukan lima kategori kekerasan yakni, kekerasan sebagai upaya melindungi, kekerasan sebagai bagian dari naluri, kekerasan sebagai ekspresi kekecewaan, kekerasan yang terjadi tanpa disadari, dan kekerasan yang dilakukan secara legal. Selain itu kekerasan juga didasari karena adanya ideologi feminisme radikal, dan liberalisme utilitarian.
Penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film kartini Minanlarat, Kevin Vielden; Hadi, Ido Prijana; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.029 KB)

Abstract

Pada norma masyarakat di Indonesia mengenai hak-hak yang didapat oleh kaum adam dan hawa, sebagian besar akan berpihak pada posisi laki-laki dan semakin merugikan peran serta posisi dari perempuan. Setelah banyaknya penindasan dan stereotip terhadap kaum feminim, maka lahirlah stereotipe baru. Hal tersebut ditandai dengan munculnya pergerakan feminisme di seluruh dunia. Adapun pergerakan ini ditandai dengan kampanye yang didalamnya termasuk film. Meskipun masyarakat sekarang yang majemuk, tetapi terdapat film yang masih mengangkat kisah penindasan tradisional kaum feminim. Salah satunya melalui kisah pahlawan nasional Indonesia yaitu Kartini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film Kartini. Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah reception analysis dengan menggunakan paradigma encoding-decoding. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka hasil penelitian yang diperoleh adah Mellisa dan Kustivah berada pada penerimaan dominant, sedangkan Barbalina memiliki penerimaan negotiated. Adapun penerimaan mereka dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni Feel of experience, frame of reference, komunikasi sosial, significant others, serta konteks yang dimiliki setiap informan seperti budaya, pekerjaan, dan pendidikan.
Evaluasi Program CSR “Youth Entrepreneurship Academy by Hanwha Life” YEAH 2016 yang Dilaksanakan Oleh Lembaga Wahana Visi Urban Surabaya Purnomo, Paramitha Putri
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.914 KB)

Abstract

Program YEAH 2016 adalah program yang dibentuk dari tiga organisasi yaitu Hanwha Life Korea, World Vision Korea, dan Wahana Visi Surabaya. Program CSR ini bertujuan memberdayakan anak-anak muda untuk menjadi seorang entrepreneur, menyasar anak-anak yang putus sekolah dan memerlukan bekal untuk bekerja. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah audit mini komunikasi dengan pendekatan kualitatif, yang meninjau tiga aspek yaitu manajemen, organisasi, dan komunikasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa evaluasi program CSR YEAH sudah dilaksanakan dengan memenuhi elemen-elemen yang diperlukan, dengan beberapa titik rawan disetiap aspeknya. Masalah yang ada disetiap elemen adalah sistem komunikasi dalam birokrasi, tidak ada pelatihan untuk panitia pelaksana, dan tidak adanya indikator feedback. Dengan dasar titik rawan tersebut, peneliti memberikan rekomendasi pembuatan sistem komunikasi khusus pihak penyelenggara sebagai solusi untuk masalah tersebut.
Classroom communication process dalam pendidikan inklusif Sekolah Dasar Galuh Handayani Efendy, Kezia Angelica; Moerdijati, Sri; Yoanita, Desi
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.343 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana classroom communication process dalam pendidikan inklusif di Sekolah Dasar Galuh Handayani. Pendidikan inklusif merupakan pendidikan untuk developing children dan anak berkebutuhan khusus di dalam kelas yang sama, mempunyai empat kurikulum yaitu, duplikasi, modifikasi, subsitusi dan omisi. Peneliti tertarik melihat bagaimana classroom communication process yang terjadi di dalam kelas. Peneliti menggunakan studi kasus sebagai metode penelitian dan menggunakan observasi non-partisipan serta wawancara mendalam dengan informan penelitian sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa classroom communication process dalam pendidikan inklusif di Sekolah Dasar Galuh Handayani berlangsung satu arah menjadi dua arah dan transaksional. Proses komunikasi satu arah lebih banyak terjadi ketika guru berperan sebagai penceramah saat menjelaskan materi di depan kelas. Sedangkan proses komunikasi dua arah dan transaksional banyak terjadi ketika guru berperan sebagai moderator dan pembimbing baik kepada siswa developing children dan anak berkebutuhan khusus. Latar belakang guru sangat membantu ketika penyampaian pesan kepada siswa developing children dan anak berkebutuhan khusus
Efektivitas Media Promosi Led Signage pada Pengunjung Pakuwon Mall Surabaya Tallo, Oktavianus Filemon; Goenawan, Felicia; Monica, Vita
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.501 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas media promosi LED Signage yang ada di Pakuwon Mall Surabaya. Media ini digunakan oleh tim promosi untuk menyampaikan informasi seputar promosi dan kegiatan yang akan diadakan. Selain itu, media ini juga menjadi fasilitas untuk seluruh penyewa tenant di Pakuwon Mall untuk bisa melakukan promosi. Promosi melalui media merupakan suatu aktivitas marketing communications yang dilakukan oleh Marketing Public Relations. Dalam hal ini, peneliti melihat bahwa tim promosi Pakuwon Mall melakukan hal tersebut. Media promosi LED Signage menjadi salah satu sarana penyalur komunikasi pemasaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Teknik yang digunakan adalah quota sampling dengan menyebarkan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media promosi LED Signage di Pakuwon Mall efektif. Dengan menggunakan model CRI (Customer Response Index), penelitian menunjukkan bahwa 76% responden aware, 84% responden comprehend, 80% responden interest, 84% responden intentions, dan 74% responden action setelah melihat media LED Signage tersebut. Sebagian besar hal ini disebabkan karena adanya diskon dan tampilan harga pada iklan. Hal tersebut menarik minat pengunjung untuk akhirnya melakukan pembelian pada toko.

Page 45 of 134 | Total Record : 1336