Articles
1,336 Documents
Anxiety Uncertainty Management (AUM) Remaja Timor Leste di Kota Malang dalam Membangun Lingkungan Pergaulan
Gozali, Melyana;
Tjahyo, Judy Djoko W.;
Vidyarini, Titi Nur
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.266 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji fenomena komunikasi antarbudaya, yaitu anxiety uncertainty management (AUM) remaja Timor Leste yang merantau di kota Malang. Mereka memiliki penyebab yang berbeda ketika merantau di Malang, yaitu desakan orang tua dan keinginan dari diri sendiri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal yang menyebabkan keduanya memiliki cara berperilaku dan respon yang berbeda ketika mengalami anxiety uncertainty, yaitu pola asuh orang tua, karakter, dan pengalaman trauma. Cara pengelolaan yang dilakukan oleh remaja Timor Leste tersebut dengan mengetahui siapa diri mereka dan meyakinkan diri agar berperilaku sesuai gambaran diri dengan berbicara pada diri sendiri. Kedua membangun kepercayaan diri, dukungan besar dari orang tua dijadikan sebagai motivasi dan menanamkan pikiran positif. Ketiga, membangun hubungan dengan orang baru. Terakhir adalah belajar memahami budaya/lingkungan.
Evaluasi Kemudahan Audiens Dalam Menggunakan Aplikasi NET.Connect Sebagai Sarana Mengevaluasi Program di NET.
Herawati, Yosevin
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1200.616 KB)
NET.Connect adalah aplikasi smartphone yang dapat digunakan audiens untuk memberikan pesan / feedback mengenai program televisi yang sedang ditayangkan di NET. Aplikasi ini adalah aplikasi pertama di Indonesia yang menghubungkan penonton televisi dengan tim programmer tayangan televisi. Aplikasi ini belum pernah dievaluasi, oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk menguji kemudahan audiens dalam menggunakan aplikasi NET.Connect. Pengujian ini juga penting dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas pesan yang dikirimkan menggunakan channel ini agar pengguna dapat menggunakan aplikasi NET.Connect dengan baik. Data diambil dari 100 responden yang mengisi kuesioner yang telah disebarkan. Kuesioner tersebut berisi 27 pertanyaan yang digolongkan dalam indikator-indikator usability dari teori yang dikemukakan Jakob Nielsen. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan NET.Connect mendapatkan skor rata-rata sebesar 77,06%, di mana nilai tersebut tergolong dalam kategori usability tingkat tinggi. Meskipun demikian, berdasarkan data yang didapatkan, peneliti menemukan bahwa ada beberapa masalah yang terjadi berkaitan dengan kesalahan sistem / noise yang dapat berdampak pada proses komunikasi dan penyampaian pesan tersebut. Hal ini disebabkan karena NET.Connect tidak menyediakan solusi ketika ada error terjadi, dan pengguna merasa kesulitan untuk mengatasi masalah error tersebut.
Respon Kaum Muda Gereja Katolik Redemptor Mundi mengenai Isi Instagram Redemptor Mundi
Wijaya, Elio Adriano;
Sari, Yustisia Ditya;
Monica, Vita
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.482 KB)
Gereja Katolik Redemptor Mundi merupakan salah satu gereja Katolik yang ada di Surabaya. Gereja ini memiliki salah satu media komunikasi bagi pihak internal yaitu media sosial Instagram. Instagram ini ditujukan bagi kaum muda gereja. Kaum muda gereja memiliki respon yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya dan selain itu belum pernah diadakan pengukuran terkait respon kaum muda mengenai isi instagram ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon kaum muda Gereja Katolik Redemptor Mundi mengenai isi Instagram Redemptor Mundi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei untuk mendeskripsikan respon kaum muda Gereja Katolik Redemptor Mundi mengenai isi Instagram Redemptor Mundi. Hasil penelitian menunjukkan respon kaum muda Gereja Katolik Redemptor Mundi mengenai isi Instagram Redemptor Mundi berada di antara skala nilai interval netral.
Penerimaan Remaja Manado Terhadap Peran Ayah Dalam Film Senjakala Di Manado
Tumundo, Dian Prawira Libertina
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (633.884 KB)
Film Senjakala di Manado merupakan film pertama Sulawesi Utara (Manado) yang tayang di layar lebar. Film ini menceritakan kisah seorang ayah yang bernama Jhony, bekerja sebagai pelaut dan kembali ke Manado setelah 18 tahun. Remaja membutuhkan ayah mereka bukan hanya sebagai sumber materi, tetapi juga sebagai pengarah perkembangannya terutama perannya dikemudian hari. Di Manado, pelaut merupakan salah satu pekerjaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Manado, karena Manado adalah daerah pesisir pantai. Dalam film ini. Jhony memiliki anak bernama Pingkan, namun Pingkan tidak mau mengakui Jhony sebagai ayahnya karena Jhony tidak pernah memberikan kabar selama dia pergi melaut. Subjek dari penelitian ini adalah Remaja Manado yang dipilih sesuai dengan kriteria tertentu. Sedangkan objek penelitiannya adalah penerimaan remaja Manado terhadap peran ayah pada Jhony. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode resepsi. Hasil penelitian menunjukan penonton terorganisasi kedalam tiga kategori yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi. Dalam penelitian ini keempat informan memberikan penerimaan negosiasi terhadap peran ayah yang disampaikan dalam film Senjakala di Manado. Hal tersebut dipengaruhi oleh culture setting, field of experience dan frame of reference dari setiap informan. Karena secara umum mereka memahami dan menerima pesan peran ayah yang tegas, memberi rasa aman, karena mereka memiliki pengetahuan seorang pelaut dari teman dan perkataan orang mengenai pelaut di Manado.
Penerimaan Penonton terhadap Adegan Kekerasan pada Film Komedi Hangout Karya Raditya Dika
Cristianingtias, Nova;
Hadi, Ido Prijana;
Aritonang, Agusly Irawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (748.232 KB)
Penelitian penerimaan penonton terhadap adegan kekerasan pada film komedi Hangout karya Raditya Dika dengan penedekatan kualitatif deskripstif dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan penonton yang masih tergolong usia remaja awal terhadap kekerasan yang ada pada film komedi Hangout. Melalui analisa menggunakan metode reception analysis milik Stuart Hall ditemukan bahwa penerimaan yang berbeda dari informan mengenai adegan kekerasan dalam film komedi Hangout. Penerimaan informan terhadap kekerasan dilatar belakangi oleh pengalaman masing-masing.
Analisis Isi Kekerasan dalam Film Animasi Despicable Me 3
Wahyuni, Poppy;
Wijayanti, Chory Angela;
Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.148 KB)
Dengan adanya fenomena film animasi anak yang menampilkan kekerasan dan beredar di masyarakat, penelitimenemukan satu film animasi yang menarik untuk diteliti yaitu Despicable Me 3.Film ini menimbulkan konspirasi Freemason dan menimbulkan pro kontra dalm masyarakat, namun mampu meraih beberapa penghargaan dan berada di puncak Box Office Amerika dan bioskop Indonesia pada juli 2017, hingga meraih 3,8 juta penonton dalam dua pekan. Dengan menggunakan metode analisis isi, peneliti menghitung frekuensi dan jenis atau bentuk kekerasan yang muncul dalam film ini supaya dapat mengetahui bentuk kekerasan apa beserta frekuensinya yang muncul dalam film dnegan rating Semua Umur (SU). Dari penelitian ini ditemukan frekuensi kekerasan fisik menduduki yang tertinggi yaitu sebanyak 45 kali dari total 66 kali muncul adegan kekerasan dalam 28 scene dengan total scene 78.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa film ini menampilkan kekerasan meskipun memiliki rating Semua Umur (SU) yang berarti dapat dikonsumsi oleh anak dibawah umur.
Pola Komunikasi Keluarga Pasca Perselingkuhan
Halim, Amelia
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (570.012 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang terjadi dalam keluarga pasca terjadinya perselingkuhan. Adapun skema yang menentukan bagaimana anggota keluarga saling berkomunikasi ialah : seberapa dekat keluarga tersebut, tingkat individualitas dalam keluarga, faktor faktor eksternal terhadap keluarga, misalnya teman, jarak, geografis, pekerjaan, dan masalah keluarga lainnya. Dalam mendeskripsikan pola komunikasi keluarga juga akan bergantung pada dua hal penting yakni: orientasi komunikasi, komunikasi konformitas. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskripstif dengan metode studi kasus. temuan penelitian ini adalah pola komunikasi yang terjadi adalah komunikasi secara langsung dan dengan menggunakan perantara sesuai dengan orientasi mereka saat sedang berkomunikasi.
Representasi Feminisme Dalam Film “Hidden Figures”
Monica, Cindy Ayu;
Hadi, Ido Prijana;
Wijayanti, Chory Angela
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1535.607 KB)
Feminisme merupakan sebuah fenomena yang terjadi sejak lama dan masuk kedalam kehidupan masyarakat di era ini. Feminisme tidak hanya beredar dalam masyarakat tetapi ditampilkan pula kedalam dunia perfilman. Penelitian ini menggambarkan bagaimana representasi Feminisme dalam Film Hidden Figures. “ Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode semiotika John Fiske. Subjek dalam penelitian ini adalah film “Hidden Figures”,sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Representasi Feminisme.Hasil penelitian ini menemukan bagaimana representasi feminisme terjadi melalui film“Hidden Figures”. secara keseluruhan, film “Hidden Figures” ingin menyampaikan, adanya feminisme multikultural yang terjadi pada tahun tersebut. Yang mana tidak hanya perempuan yang ditindas oleh laki-laki tetapi perempuan kulit putih menindas perempuan kulit hitam. Perempuan dalam film ini juga menampilkan sosok perempuan yang dapat melawan adanya dikriminasi ras sesama gender yang membedakan kulit putih dengan kulit hitam dengan melalui kecerdasaan dan kemampuan yang mereka miliki.
Representasi Kekerasan Simbolik terhadap Tubuh Perempuan pada tokoh Harley Quinn dalam film Suicide Squad
Dami, Dellarosa Pascalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1114.573 KB)
Fenomena demam Harley Quinn, tahun 2016 tepatnya setelah rilis film Suicide squad pada tanggal 3 Agustus 2016. Hal ini berhubungan dengan cara media mengeksploitasi tubuh perempuan sebagai objek. Tubuh perempuan berpotensi untuk dieksploitasi karena hal ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dalam dunia industri media. Eksploitasi tubuh perempuan yang dilakukan media, memunculkan bentuk kekerasan yang disebut kekerasan simbolik. Kekerasan simbolik tubuh perempuan yang ada pada penelitian ini direpresentasikan pada tokoh Harley Quinn. Kekerasan simbolik adalah kekerasan yang kasat mata, tak tampak tapi berdampak besar namun sebenarnya bentuk kekerasan ini mudah untuk diamati. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks semiotika milik John Fiske meliputi level realitas, level representasi dan level ideologi dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa, Atribut – atribut yang digunakan pada tokoh Harley Quinn merupakan mekanisme kekerasan simbolik yang diletakkan pada tubuh perempuan. Selain itu tubuh perempuan masih sebagai objek sensualitas dan mengarah pada lekuk tubuhnya. Parsial pada tubuh perempuan juga terlihat, tokoh Harley Quinn digambarkan sosok penjahat super yang kuat namun masih terbelenggu pada tubuh perempuan yang lemah. Pada tokoh Harley Quinn, kekerasan simbolik tubuh perempuan mengarah pada pelanggengan ideologi kapitalisme dan idelogi erotism. Kapitalisme melihat tubuh perempuan sebagai objek yang dapat menghasilkan dan erotism meihat tubuh perempuan sebagai pengungkapan hasrat sensualitas.
INTERAKSI KOMUNIKASI KELOMPOK DI CONNECT CONNECT GROUP SOUTH YOUTH 31 DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI POSITIF ANGGOTA
Santoso, Beryl;
Tjahyo, Judy Djoko W.;
Indrayani, Inri Inggrit
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (681.189 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana interaksi komunikasi kelompok di connect group south youth 31 dalam membentuk konsep diri positif anggota. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kasus karena penelitian ini unik dan kontemporer. Konsep diri yang berhasil dibentuk terhadap anggota connect group south youth 31 dikarenakan beberapa faktor antara lain ; intensitas interaksi, pandangan individu terhadap kelompok, kemauan individu untuk berproses dalam pembentukan konsep diri yang terjadi. Interaksi yang terjadi di dalam connect group south youth 31 berjalan secara aktif dimana setiap individu tidak hanya pasif menjadi komunikan, namun juga bisa menjadi komunikator. Proses komunikasi yang terjadi ialah transaksional karena setiap individu dapat menjadi komunikator dan komunikan pada saat yang bersamaan.