cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Framing Pemberitaan Kasus Munir Pada Edisi Khusus 10 Tahun Munir Di Situs Web Tempo.co Mario S. Pattiwael
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.646 KB)

Abstract

Edisi khusus “10 Tahun Munir” yang dikeluarkan Tempo, baik dalam bentuk majalah cetak maupun artikel digital pada situs edsus.tempo.co, berisi kumpulan berita mengenai kasus Munir yang ditulis pada tahun 2014, 10 tahun sejak Munir dibunuh pada tahun 2004. Dalam situs edsus.tempo.co, terdapat 40 artikel yang peneliti ambil sejumlah 10 artikel sebagai sampel penelitian. Penelitian ini sendiri dilakukan menggunakan metode framing milik Robert Entman.Peneliti menemukan bahwa dalam membingkai kasus ini, Tempo menuliskan berita-berita yang didominasi oleh jenis berita soft news. Selain itu, peneliti melihat Tempo membingkai kasus ini dengan perspektif yang berimbang, yakni Tempo melihat dari pihak-pihak yang terlibat, baik itu keluarga korban, pemerintah, aktivis HAM, dan tersangka pembunuhan.
PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP NILAI NASIONALISME DALAM FILM “TANAH SURGA KATANYA” Ruthantika Cahya Linadi
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.611 KB)

Abstract

Nasionalisme menjadi hal yang mulai pudar maknanya, padahal nasionalisme itu sendirii diperlukan untuk menjaga negaranya sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan khalayak terhadap nilai nasionalisme dalam film “Tanah Surga Katanya”. Teori yang digunakan adalah reception analysis. Penelitian deskriptif kualitatif ini memberikan gambaran bagaimana informan yang berstatus sebagai masyarakat perbatasan, calon TKW, dan yang berprofesi sebagai TKW menerima nilai nasionalisme yang dibentuk dalam film “Tanah Surga Katanya. Hasil penelitian ini adalah informan 1 dan 3 memiliki penerimaan negotiated sedangkan penerimaan informan 2 berada di posisi dominant terhadap nilai nasionalisme dalam film “Tanah Surga Katanya”. Penerimaan ketiga informan ini dilatarbelakangi oleh pengalaman, budaya, prinsip hidup, dan kemampuan informan dalam mengonsumsi pesan dalam media.
REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM FILM COMIC 8 Aan Munandari Natalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.573 KB)

Abstract

Penelitian ini menggambarkan bagaimana representasi kekerasan simbolik dalam film Comic 8. Comic 8 merupakan film Indonesia terlaris tahun 2014 dengan genre action comedy dengan jumlah penonton sebanyak 1.624.067 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi kekerasan simbolik dalam film Comic 8. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode semiotika John Fiske. Subjek dalam penelitian ini adalah film Comic 8, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah representasi kekerasan simbolik dalam film Comic 8.Hasil penelitian ini menemukan representasi kekerasan simbolik banyak terjadi melalui bahasa dengan menghasilkan adanya dominasi dari kaum terdidik, perempuan sebagai komoditas seksualitas, dan LGBT yang terjadi dalam masyarakat.
MAKNA SIMBOLIK SALAM TIGA JARI PADA BAND HEAVY METAL DAN PADA PARA PENGGEMARNYA DI SURABAYA Yulius Bastian
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.435 KB)

Abstract

Silahkan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna apa saja yang ada di dalam pelaku musik Heavy Metal dan juga pada para penggemar dari masing – masing band tersebut di Surabaya. Banyaknya pemakaian simbol salam tiga jari di masyarakat luas dan munculnya komunitas “Salam Satu Jari” di komunitas Heavy Metal yang menolak untuk memakai salam tiga jari membuat peneliti tertarik untuk menelisik pengalaman dan makna yang terkandung pada anggota band dan penggemarnya mengenai salam tiga jari. Simbol atau lambang – lambang adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang lainnya, berdasarkan kesepakatan suatu kelompok orang tertentu. Menurut beberapa opini dari orang – orang yang ahli didalam genre musik ini, simbol ini masih belum dimengerti artinya oleh banyak orang baik dari kalangan pecinta musik ini sendiri dan dari masyarakat awam sendiri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi untuk mengetahui pengalaman dan bagaimana mereka memaknai simbol salam tiga jari ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol ini merupakan bentuk solidaritas, persahabatan, kebersamaan, simbol untuk bersosialisasi, simbol kebebasan, dan simbol untuk mengekspresikan diri, seperti senang, seru-seruan dan bahkan untuk meluapkan rasa marah.
Stereotipe Perempuan Indonesia dalam film horror “Pengabdi Setan” Niken Prawiranauli; Agusly Irawan Aritonang; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.042 KB)

Abstract

“Pengabdi Setan” merupakan film horor yang merupakan remake dari film horor terdahulu dengan judul yang sama pada tahun 1980. Film yang diproduksi oleh Rapi Films ini merupakan film horor terlaris Indonesia dan identik dengan karakter utama perempuan yaitu Ibu dan Rini. Dalam hubungannya dengan realita pekerjaan atau kegiatan, sifat, dan penampilan, peneliti berusaha menjawab hubungan film ini dengan stereotipe perempuan terutama dalam film horor di Indonesia. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang dipergunakan adalah semiotika televisi John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti menemukan pergeseran stereotipe perempuan dalam film horor Indonesia, perempuan pemberani yang rela melakukan apa saja demi keluarganya, perempuan tak lagi dilekatkan dengan menampilkan sensualitas, dan karakter-karakter perempuan dalam film ini yang mendukung pergeseran stereotipe perempuan terutama dalam film horor. Hasil penelitian ini memperlihatkan stereotipe perempuan Indonesia dalam film “Pengabdi Setan” bahwa perempuan mengambil pekerjaan atau kegiatan, sifat, tingkah laku, dan penampilan yang sebelumnya diperankan oleh laki-laki dalam film baik secara narasi maupun karakter.
Evaluasi Event “X” di Yayasan “Y” Christina Kusuma
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.097 KB)

Abstract

Event “X” muncul dikarenakan ada isu kemiskinan pada tahun 1998. “X” adalah acara yang memiliki publik sasaran yaitu gelandangan dan pengemis dengan tujuan mengubah perilaku gelandangan dan pengemis. Dari 150 gelandangan dan pengemis hanya 20 orang yang berhasil mengalami perubahan perilaku. Maka dari hal itu, peneliti melakukan evaluasi event “X”. Penelitian ini memberikan deskripsi secara kualitatif mengenai evaluasi event “X” di Yayasan “Y”. Metode yang digunakan adalah audit mini komunikasi dengen pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data peneliti melakukan wawancara, observasi pada acara “X” Hasil penelitian menunjukkan bahwa Event “X” yang diadakan oleh Yayasan “Y”ditemukan beberapa titik rawan. Titik rawan pada aspek manajemen, organisasi, komunikasi dan umpan balik disertai rekomendasi. Titik rawan pada aspek manajemen adalah tidak adanya riset terhadap kebutuhan gelandangan dan pengemis, tetapi hanya melihat pada trend acara serupa. Titik rawan aspek organisasi adalah aktivis yang tidak konsisten. Titik rawan pada aspek komunikasi adalah tidak adanya rundwon acara dan media komunikasi internal. Titik rawan pada aspek umpan balik adalah komunikasi yang terjalin hanya satu arah. Namun secara keseluruhan event “X” telah berjalan dengan baik dan disukai oleh gelandangan dan pengemis sebagai publik sasaran. 
Hambatan Komunikasi Horizontal Pekku Instant website Surabaya dengan Menggunakan Skype Christian Jansen
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.076 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hambatan komunikasi horizontal di Pekku Instant website Surabaya ketika menggunakan Skype. Pekku Instant website Surabaya merupakan salah satu perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak di bidang platform website dengan jumlah pengguna mencapai tiga puluh ribu user dan bertambah setiap harinya. Peneliti menggunakan teori hambatan komunikasi horizontal dengan empat hambatan, yaitu penyaringan (filtering), persepsi selektif, perasaan, dan bahasa. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, chat history skype, dan alur komunikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada hambatan komunikasi yang terjadi di Pekku Instant website Surabaya ketika menggunakan Skype yaitu hambatan penyaringan (filtering), persepsi selektif, perasaan, dan bahasa.
Efektivitas Komunikasi Humas dalam Sosialisasi Program SIM Online oleh Satlantas Polrestabes Surabaya Sharon Handaru
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.775 KB)

Abstract

Komunikasi dikatakan efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang dimaksudkan pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima. Sosialisasi program SIM online merupakan program dari Humas Polrestabes Surabaya. Dalam melakukan sosialisasi ini diperlukan tujuh unsur pada proses komunikasi dalam program Public Relations yang digunakan untuk membantu sosialisasi dalam menyampaikan pesan atau informasi sosialisasi program SIM online kepada masyarakat. Dalam hal ini dipilih responden yang berusia 17-64 tahun yang telah mengikuti sosialisasi SIM online dan mengetahui brosur, media sosial yang digunakan dalam SIM online. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Jika dilihat dari ketujuh unsur yang digunakan dalam sosialisasi program SIM online didapatkan hasil penelitian bahwa ketujuh unsur tersebut memiliki hasil yang efektif. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menilai bahwa sosialisasi program SIM online adalah sosialisasi yang efektif.
PENERIMAAN PEMIRSA PEREMPUAN TERHADAP PESAN GAYA HIDUP DALAM IKLAN-IKLAN KOPI DENGAN ENDORSER PEREMPUAN Janice Ambara
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.905 KB)

Abstract

Penelitian ini melihat penerimaan pemirsa perempuan terhadap gambaran gaya hidup dalam iklan-iklan kopi dengan endorser perempuan. Ada empat bentuk gambaran gaya hidup yang diteliti yakni, status, mobilitas tinggi, bercengkrama di tempat-tempat tertentu, dan gaya hidup instan. Analisis penerimaan (reception analysis) encoding-decoding Stuart Hall digunakan untuk melihat pemaknaan lima informan peminum kopi perempuan yang terdiri dari Coffee Gourmet (peminum kopi dengan makanan tertentu), Task Master (peminum kopi untuk mempertahankan fokus), Coffee Addict (pecandu kopi), Social Drinker (peminum kopi untuk berkumpul bersama teman), Comfort Lover (penyuka minuman hangat untuk di genggam). Penelitian ini menemukan bahwa hanya Coffee addict dan Task Master yang Oposisi pada gaya hidup instan. Sedangkan Coffee Gourmet dan Comfort Lover saja yang Negosiasi  pada gaya hidup bercengkrama di tempat-tempat tertentu sembari mengkonsumsi kopi. Penerimaan ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan informan dalam mengkonsumsi kopi pada kehidupan sehari-hari dan pengetahuan mereka tentang iklan-iklan kopi lainnya.
EVALUASI KEGIATAN MEDIA RELATIONS PT. PEMBANGKITAN JAWA – BALI TAHUN 2015 Stefanie Salaka
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.82 KB)

Abstract

PT. Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) melakukan kegiatan media relations. Adapun kegiatan media relations yang dijalankan ialah press release, press conference, press tour, press briefing, public luncheon, special event dan wawancara pers. Kegiatan media relations yang dilakukan PT. Pembangkitan Jawa – Bali belum pernah dievaluasi. Penelitian ini meneliti tentang kegiatan media relations yang dilakukan PT. Pembangkitan Jawa – Bali.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan ialah metode studi kasus single case intrinsik. Hasil dari evaluasi kegiatan media relations tahun 2015 ialah bahwa kegiatan yang dilakukan belum maksimal.Evaluasi memiliki tiga tahap, yaitu evaluasi tahap persiapan, evaluasi tahap pelaksanaan, dan evaluasi terhadap dampak.Dalam evaluasi tahap persiapan, PT. Pembangkitan Jawa – Bali tidak pernah melakukan riset besar.Riset yang dilakukan PT. Pembangkitan Jawa – Bali bersifat sederhana dan berupa analisis media serta rapat bersama.Dalam evaluasi tahap pelaksanaan, kegiatan media relations yang dilakukan perusahaan tidak memiliki SOP secara tertulis, jadi SOP tersebut hanya berupa kesepakatan bersama.Kemudian dalam evaluasi terhadap dampak, dampak yang diperoleh ialah reputasi yang baik, hubungan yang baik dengan media dan informasi dari perusahaan kepada publik dapat tersampaikan. Untuk kedepannya PT. Pembangkitan Jawa – Bali merencanakan untuk melakukan evaluasi setiap satu tahun sekali dan bentuk evaluasi yang akan digunakan berupa kuesioner, wawancara, bahkan keduanya.

Page 66 of 134 | Total Record : 1336