cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Pasangan Khofifah-Herman Dalam Pilgub Jawa Timur 2013 Reni Octorianty
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.368 KB)

Abstract

Saat ini dunia politik makin dikenal melalui media massa. Media online juga turut mengambil andil dalam dunia politk. Hal ini yang menjadi alasan kuat peneliti untuk melihat bagaimana media massa, secara khusus media online dalam membingkai sebuah peristiwa terkait politik, dalam hal ini adalah peristiwa yang dialami oleh pasangan Khofifah - Herman yang pernah gagal dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013. Detik.com menuliskan berita berjudul “Khofifah Gagal Bertarung di Pemilihan Gubernur Jatim, Dicoret KPU”, kompas.com menuliskan berita berjudul “Khofifah Indar Parawansa Tak Lolos Jadi Cagub Jatim”, viva.co.id menuliskan berita berjudul “Eggi Sudjana Lolos, Khofifah Gugur dalam Pilkada Jatim” dan okezone.com menuliskan berita berjudul “Khofifah - Herman Akhirnya Gagal Maju di Pilgub Jatim”. Setelah dianalisis menggunakan perangkat Pan-Kosicki (Sintaksis, Skrip, Tematik dan Retoris), keempat media membingkai bahwa pasangan Khofifah – Herman adalah pasangan yang memang pantas tidak lolos dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013. Proses penulisan dalam berita online mempengaruhi pembingkaian dalam suatu berita.   
Motif Subscriber Dalam Menonton KVLOG di Channel Youtube Yohanes Handinata
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.027 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif para subscriber dalam menonton KVLOG Awkarin di Channel Youtube. Awkarin merupakan youtuber yang bermasalah, sehingga akun Youtube nya dihapus, namun ketika Awkarin membuat akun Youtube yang baru, Subscriber yang mengikuti meningkat sebesar 66.830. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan empat indikator, yaitu hiburan, hubungan antar pribadi, mencari informasi, dan persahabatan. Metode dalam penelitian ini adalah online survei, dengan jenis penelitian deskriptif kuantitaif yang menggunakan uji validitas, uji reabilitas, serta crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator-indikator motif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif tertinggi adalah pada indikator Mencari Informasi. Sedangkan yang motif terendah ada pada indikator Antar Pribadi.
Efektivitas Billboard dan Signboard sebagai Media Promosi Suroboyo Carnival Park Sylvia Melinda
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.942 KB)

Abstract

Suroboyo Carnival Park merupakan theme park pertama yang ada di Surabaya. Sebagai tempat hiburan yang tergolong baru di Surabaya, Suroboyo Carnival Park gencar melakukan promosi di berbagai media, mulai dari billboard, signboard, media massa, menyebarkan voucher potongan harga, social media, mengadakan pameran hingga menyelenggarakan event. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas media promosi dengan biaya terbesar yang digunakan oleh Suroboyo Carnival Park, yaitu billboard dan signboard. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengukur efektivitas billboard dan signboard dengan menggunakan metode CRI (Customer Response Index) pada tahap awareness hingga comprehend saja. Sehingga dapat diketahui faktor-faktor komunikasi dalam billboard dan signboard manakah yang membuat responden aware dan memahami Suroboyo Carnival Park. Namun ternyata, hasil nilai dari kelima tahapan dalam CRI yaitu awareness, comprehend, interest, intention, hingga action pada billboard dan signboard telah melebihi 50%, hingga dapat disimpulkan bahwa billboard dan signboard merupakan media promosi yang efektif digunakan hingga membuat responden pada akhirnya memutuskan untuk datang (action) ke Suroboyo Carnival Park. Pada media promosi billboard, tahapan intentions merupakan tahapan dengan prosentase tertinggi, yaitu 89%. Pada media promosi signboard, prosentase terbesar terdapat pada tahap intentions pula, yaitu 95%. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan menggunakan survei, dan jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden. Target penelitian ini adalah masyarakat Surabaya dengan usia 15-29 tahun dan pernah melewati Jalan Ahmad Yani Surabaya.
PESAN MORAL PROSOSIAL DAN ANTISOSIAL DALAM VIDEO KLIP LAGU ANAK-ANAK INONESIA TAHUN 1990-2013 Ike Meliana
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.205 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja pesan moral prososial dan antisosial dalam video klip lagu anak-anak Indonesia tahun 1990-2013. Video klip ini ditujukan bagi anak-anak.  Sejatinya lagu anak-anak mengandung pesan yang positif, mendidik, mengajarkan moral yang baik kepada anak-anak. Tidak menutup kemungkinan  dalam video anak-anak terdapat konstruksi pesan moral prososial dan antisosial. Subjek penelitian ini adalah 67 video klip lagu anak-anak Indonesia. Jenis penelitian yang dipakai adalah kuantitatif deskriptif dengan metode analisis isi untuk menganalisis indikator pesan moral prososial dan antisosial. Hasil penelitian menunjukkan pesan moral prososial pada tahun 1990-1999 adalah memuji, menasehati dan dermawan  sedangkan pada tahun 2000-2013 pesan moral prososial yang banyak ditunjukkan memuji, menasehati dan dermawan. Pesan moral antisosial yang banyak ditunjukkan pada video klip lagu anak-anak Indonesia tahun 1990-1999 adalah curang, mengejek, menakuti, memukul sedangkan pada tahun 200-2013 pesan moral antisosial yang banyak ditemukan adalah menyerang dengan senjata, mengejek, memukul, berkelahi, dan menakuti.
Penerimaan Penonton Terhadap Diskriminasi Etnis Tionghoa Dalam Film “Ngenest” Maria Angelia Yulianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.326 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan penonton mengenai diskriminasi etnis tionghoa di film Ngenest. Teori yang digunakan adalah teori resepsi, dan diskriminasi.Metode yang digunakan adalah reception analysis.Ada empat kategori yaitu definisi, bentuk, dampak, penyebab dari diskriminasi. Diskriminasi merupakan perlakuan tidak adil yang dirasakan oleh seseorang atau kelompok menyangkut persoalan suku/etnis.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat informan yaitu dua informan perempuan keturunan Tionghoa, satu informan laki-laki, dan satu informan perempuan keturunan Pribumi (Jawa) di Masa Orde Baru dan Reformasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa satu informan memiliki penerimaan dominant yang artinya menerima perihal diskriminasi etnis Tionghoa yang ditunjukkan dalam film Ngenest. Sedangkan dua informan lain mempunyai penerimaan negotiated, yang artinya tidak menolak tetapi memberikan pandangan tersendiri mengenai diskriminasi etnis Tionghoa. Sementara itu, satu informan lagi mempunyai penerimaan oppositional, yang artinya menolak perihal diskriminasi etnis Tionghoa.Setiap informan memberikan pemaknaan berdasarkan culture setting masing-masing. Satu informan secara konteks cultural setting ditentukan oleh pengalaman dan tiga informan lain dikarenakan lingkungan.
Representasi Pesan LGBT Dalam Video Musik Populer "Born This Way" dan "If I Had You"" Tobias Aprin Dese
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.489 KB)

Abstract

Teori analisis isi adalah analisis isi media kualitatif yang lebih banyak dipakai untuk meneliti dokumen yang berupa teks, gambar, simbol, dan sebagainya untuk memahami budaya dari seuatu konteks sosial tertentu. Dokumen dalam analisis isi kualitatif ini terletak pada metode analisis integratif (penggabungan antar dokumen) dan konseptual untuk menemukan, mengidentifikasi, mengolah dan menganalisa dokumen untuk memahami makna, signifikansi dan relevansinya. Analisis isi dapat didefinisikan sebagai suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-nferensi yang dapat ditiru dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya (Kirpendorff, 1991, p.15). Born This Way dan If I Had You merupakan subjek penelitian yang dipilih peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pesan LGBT  dan bentuk representasi kode-kode LGBT yang dipakai dalam kedua video musik populer ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gender bending adalah cara untuk memudarkan nilai-nilai feminitas dan maskulinitas.
Efektivitas Product Placement Tas JanSport Dalam Film Spider-Man: Homecoming Eunike Setiawan; Felicia Goenawan; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.467 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari product placement tas JanSport di dalam film Spider-Man: Homecoming. Film Spider-Man: Homecoming sendiri adalah salah satu film Spider-Man yang untuk pertama kalinya diproduksi oleh Marvel Cinematic Universe. Dalam film ini product placement tas JanSport muncul paling banyak yaitu sebanyak 19 kali. Dalam penelitianini, peneliti akan mengukur efektivitas dari product placement dengan menggunakan metode CRI (Costumer Response Index) yang terdiri dari 5 elemen awareness, comprehend, interest, intention, dan action. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling . Sampel dari penelitian ini adalah 100 orang yang pernah menonton film Spider-Man: Homecoming. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa product placement tas JanSport di dalam film Spider-Man: Homecoming tidak efektif. Tingkat awareness yang rendah yakni sebesar 27% disebabkan oleh logo yang tidak nampak jelas di dalam layar serta di dalam film Spider-Man: Homecoming tidak dijelaskan manfaat dan keunggulan dari JanSport.
Star Studies terhadap Kontruksi Image Androgynous YouTuber “Jovi Adhiguna Hunter” Gabrielle Julietta Pradika
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.366 KB)

Abstract

Penelitian star studies terhadap YouTuber Jovi Adhiguna Hunter dengan pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan dengan melihat bagaimana konstruksi image yang dibentuk oleh Jovi Adhiguna. Melalui analisa menggunakan metode star studies milik Richard Dyer, Christine Gledhill, dan Jane Stokes ditemukan bahwa Jovi Adhiguna menggunakan pendekatan dramaturgi untuk menciptakan citra positif bagi dirinya. Jovi mendukung kaum LGBT, namun tidak mengakui sebagai bagian dari kaum LGBT. Jovi Adhiguna Hunter menjadikan dirinya sebagai komoditas laki-laki androgini yang cantik dalam profesinya sebagai YouTuber.
Kompetensi Komunikasi Manajer Projek Mozart Interior Saat Presentasi Dan Lobby Dengan Klien Reny Djajanti Malute
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.886 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi komunikasi Manajer projek Mozart Interior saat bertemu langsung dengan klien. Tugas Manajer Projek sebagai penjembatan antara Mozart dengan klien dalam menyampaikan informasi desain melalui presentasi, kontrak projek serta melakukan lobi yang membutuhkan negosiasi. Sehingga, Manajer Projek harus mampu untuk mengomunikasikan secara tepat dan sesuai. Untuk itu dibutuhkan aspek kompetensi komunikasi yang dapat dilihat dari keterampilan sosial dalam mendukung kompetensi komunikasi Manajer Projek.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk menjelaskan gambaran-gambaran kompetensi komunikasi seorang komunikator yang dimiliki oleh Manajer Projek saat bertemu langsung dengan klien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran kompetensi komunikasi yang dilihat dari aspek dan dimensi kompetensi komunikasi yang ada dan ditemukan pula satu aspek yang mempengaruhi kompetensi komunikasi yaitu aspek konsep diri dan pengalaman yang mendukung kompetensi komunikasi Manajer Projek saat bertemu langsung dengan klien.
Komunikasi Kelompok “Social Climber” Pada Kelompok Pergaulan di Surabaya Townsquare (Sutos) Nadia Ayu Jayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.208 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara berkomunikasi dalam kelompok “social climber” pada saat berada dalam lingkungan pergaulan mereka di Surabaya Townsquare (Sutos). Skripsi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah studi kasus dengan observasi serta wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data. Pada akhirnya penelitian studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran serta pemahaman terhadap proses komunikasi kelompok “social climber”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aktivitas komunikasinya, kelompok Climber menggunakan media untuk menyampaikan pesan mereka, berupa pesan verbal (istilah-istilah) maupun juga pesan non verbal (isyarat gerakan tubuh, fashion, gadget, dan aktivitas di sosial media).  Setiap pesan dipilih sesuai dengan apa yang ingin disampaikan kepada anggota kelompok Climber ataupun publik lingkungan pergaulan mereka dengan cara menunjukkan peran tertentu, yaitu mereka berada di dalam kelas sosial menengah keatas. Kesan ini dimunculkan oleh kelompok Climber sebagai suatu pertunjukan agar sudut pandang yang melihat ini (publik lingkungan pergaulan dan anggota kelompok) sesuai dengan tujuan mereka yaitu "dipandang" berasal dari kalangan menengah ke atas dan mereka dapat diterima oleh anggota kelompok maupun publik dalam lingkungan pergaulannya.

Page 73 of 134 | Total Record : 1336