cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Evaluasi Kegiatan Employee Gathering 2017 Lombok Epicentrum Mall Nusa Tenggara Barat Devy Caroline Harianto; Titi Nur Vidyarini; Yustisia Ditya Sari
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.033 KB)

Abstract

Gathering merupakan salah satu kegiatan Employee Relations. Kegiatan ini merupakan cara untuk menjalin hubungan baik antara pimpinan dengan karyawan. Tujuannya agar karyawan termotivasi sehingga berdampak pada kinerja. Berdasarkan pengamatan dari manajemen, kegiatan employee gathering 2017 dinilai tidak memberikan dampak pada 50 persen karyawannya. Jumlah karyawan PT. Sriwijaya Propindo Utama sebanyak 75 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode audit mini komunikasi, dan dengan teknik pengumpulan data wawancara. Setelah melakukan evaluasi pada kegiatan Employee Gathering 2017, peneliti menemukan beberapa titik rawan. Pertama, tidak adanya dasar yang jelas yang digunakan dalam penyusunan tujuan kegiatan seperti visi dan misi perusahaan. Kedua, kegiatan ini dilepas sepenuhnya kepada EO tanpa pengawasan dan koordinasi dari HRD, sehingga EO memegang andil penuh dalam kegiatan. Ketiga, tujuan kegiatan tidak disampaikan kepada EO sehingga memunculkan perbedaan pemahaman. Keempat, tidak dilakukannya evaluasi untuk menilai keberhasilan kegiatan hanya evaluasi pada budget saja. Hal ini lah yang menyebabkan kegiatan ini tidak memberikan dampak pada 50 persen karyawan.
RELATIONSHIPS DEVELOPMENT DALAM KONTEKS PERSAHABATAN YANG DIBANGUN ANTARA PEREMPUAN LESBIAN DENGAN PEREMPUAN HETEROSEKSUAL Wahyudi Yuwono
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.254 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relationships development dalam konteks persahabatan yang dibangun antara perempuan lesbian dengan perempuan heteroseksual. Dimana kondisi kaum lesbian lebih cenderung tertutup untuk menjalin suatu persahabatan, karena masih banyak yang berpikir secara umum bahwa lesbian dianggap perilaku yang menyimpang.Relationships development merupakan suatu model pengembangan yang di dalamnya ada beberapa element yaitu : contact, involvement, intimacy, detertioration, dan dissolution. Peneliti juga menggunakan beberapa teori pendukung  yaitu : komunikasi interpersonal, social penetration theory, dan homoseksualitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus.
SELF DISCLOSURE GAY TERHAPAD KELUARGA MENGENAI ORIENTASI SEKSUALNYA Jessica Kusiki
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.526 KB)

Abstract

Orientasi seksual gay dianggap menyimpang dari kehidupan normal dan keberadaannnya cenderung ditolak oleh masyarakat. Meskipun pada awalnya orang-orang  dengan orientasi seks sesama jenis berusaha untuk menyembuyikan identitas orientasi seks mereka. Namun seiring dengan perubahan dinamika budaya dan perilaku, orang-orang dengan orientasi seksual gay yang dianggap menyimpang tersebut berusaha untuk menunjukkan keberadaannya  kepada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan self disclosure gay pada orang tuanya mengenai orientasi seksualnya. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses orientasi diketahui bahwa kedua informan memilih untuk diam dan menutupi identitasnya sebagai seorang gay kepada orang terdekat termasuk orang tua. Pada tahap pertukaran penjajakan afektif mulai memiliki keinginan untuk mengungkapkan status dirinya sebagai seorang gay dikarenakan adanya perasaan bersalah. Dalam proses pertukaran afektif menunjukkan mulai terjadi interaksi yang lebih santai dan tanpa beban pada kedua informan. Dan tahap terakhir pada proses pertukaran stabil menunjukkan bahwa kedua informan berusaha menciptakan komunikasi yang efisien, dalam hal ini berusaha lebih terbuka dan jujur sehingga komunikasi terjalin dengan nyaman, tenang dan santai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa self disclosure dapat dilakukan melalui empat tahapan penetrasi sosial, dimana ketika seseorang telah mencapai tahap terakhir maka informasi bisa diungkapkan dengan mudah.
Representasi Desakralisasi Tokoh Yesus dalam Film “The Last Temptation of Christ” Yuni Sari Kristi
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.288 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana desakralisasi Tokoh Yesus direpresentasikan dalam film The Last Temptation of Christ. Film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama memperlihatkan bagaimana desakralisasi digambarkan dalam kehidupan tokoh Yesus. Suatu nilai yang tepat untuk disematkan pada agama adalah nilai sakral. Tokoh Yesus sebagai tokoh sentral dari agama Kristen, mempunyai nilai sakral. Nilai sakral pada diri tokoh Yesus mempunyai ciri-ciri yaitu sikap yang khas menurut pandangan Kristen. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang dipergunakan adalah semiotika televisi John Fiske dengan tiga level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut peneliti menemukan dalam film ini, dimana terdapat penyimpangan nilai dan norma tokoh Yesus dalam agama kristen, pro LGBT, dan penyimpangan penampilan.
Strategi Komunikasi Bidang Advokasi Dan KIE Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Dalam Menyosialisasikan Program Kampung KB di Panggungrejo Kota Pasuruan Nathalia Nathalia
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.995 KB)

Abstract

Organisasi yang berada dibawah wewenang kebijakan Pemerintah memiliki tugas-tugas untuk mengedukasi dan membuat adanya perubahan yang positif pada publiknya. Program merupakan salah satu strategi komunikasi yang dapat dilakukan untuk menyampaikan informasi, edukasi dan komunikasi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Bidang Advokasi dan KIE Badan Pemberdaya Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Pasuruan dalam Mensosialisasikan Program “KampungKB” di Panggungrejo Kota Pasuruan.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan metode penelitian indepth interview. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebuah strategi komunikasi harus melihat target yang akan menjadi sasaran, untuk memudahkan komunikator memilih media sebagai alat untuk berkomunikasi. 
HAMBATAN KOMUNIKASI DOWNWARD DAN UPWARD PADA DIVISI SALES & MARKETING BUKIT DARMO GOLF SURABAYA Emilia Defince Simu
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.993 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah hambatan komunikasi downward dan upward pada divisi sales & marketing di Bukit Darmo Golf Surabaya. Dalam penelitiannya, peneliti menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dalam melakukan analisis serta menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh informasi secara mendalam dari para informan yang telah ditentukan. Hambatan komunikasi downward dan upward yang diteliti oleh peneliti adalah meliputi hambatan perilaku, hambatan struktur, hambatan bahasa, hambatan latar belakang, hambatan teknis dan hambatan jarak.Peneliti menemukan bahwa dalam divisi sales & marketing Bukit Darmo Golf terjadi hambatan komunikasi yang dilakukan dari atasan ke bawahan maupun dari bawahan ke atasan. Dimana antara atasan dengan bawahan kurang adanya kedekatan sehingga hubungan yang terjalin pun kurang harmonis dan komunikasi pun menjadi tidak efektif. Tidak adanya meeting antara atasan dengan bawahan sehingga bawahan tidak dapat memberikan umpan balik / masukan berupa kritik dan saran. Atasan hanya berkomunikasi dengan bawahan jika ada pekerjaan yang ingin diberikan kepada bawahan.
Analisis Framing Sosok Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dalam Majalah Digital Detik Edisi 182 Thomas Benmetan
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.288 KB)

Abstract

Untuk pertama kalinya seorang perempuan di Keraton Yogyakarta mendapat gelar “Mangkubumi” (sebuah gelar bagi kaum pria yang akan menjadi penerus tahta kesultanan). Polemik mulai muncul, mengingat dalam tatanan patriarki yang dianut dalam budaya Jawa tidak memungkinkan seorang perempuan memegang jabatan sebagai sultan.  Dengan stereotip mengenai ketidakmampuan perempuan memegang jabatan publik, media massa hadir sebagai salah satu agen dalam mengukuhkan pandangan – pandangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media massa membingkai sosok Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dalam pemberitaan yang dilakukan oleh Majalah Digital Detik edisi 182. Dengan menggunakan model framing Pan-Kosicki serta teknik analisis deskriptif, peneliti menemukan adanya stereotip gender pada berita – berita tentang sosok Pembayun yakni feminin, emosional, dependen, domestik dan inkompeten di ranah publik.  
CITRA TELKOMSEL PASCA KASUS PAILIT DALAM BISNIS INDONESIA DAN INVESTOR DAILY Ratnasari Puspa Wijaya
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.527 KB)

Abstract

Citra perusahaan terbentuk dari segala pengalaman publik akan organisasi. Sebuah krisis dapat mempengaruhi citra perusahaan di mata publiknya, sehingga perlu dilakukan evaluasi citra setelah krisis. Salah satu cara untuk melakukan evaluasi citra perusahaan yaitu melalui pemberitaan di media massa, karena media massa memiliki peran dalam membentuk opini publik. Penelitian ini melakukan evaluasi citra Telkomsel pasca kasus pailit dalam berita-berita yang dimuat dalam Bisnis Indonesia dan Investor Daily. Evaluasi citra ini menggunakan teknik analisis isi kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah Telkomsel mendapatkan citra positif baik dari Bisnis Indonesia maupun Investor Daily.
EVALUASI PROGRAM TOYOTA CONTEST COMMUNITY 2017 AUTO 2000 CABANG AHMAD YANI SURABAYA Monica Wijaya Hutama Woe; Titi Nur Vidyarini; Monica Rusdianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.422 KB)

Abstract

Program Toyota Contest Community 2017 ini dibuat untuk menjalin dan menjaga hubungan baik dengan komunitas-komunitas Auto 2000 cabang Ahmad Yani, memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa komunitas Auto 2000 adalah komunitas yang peduli lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program Toyota Contest Community 2017 Auto 2000 cabang Ahmad Yani Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Adapun hasil dalam tahapan evaluasi ini, yaitu komunitas tidak dilibatkan dalam proses perencanaan, pihak pelaksana seperti Auto 2000 cabang Ahmad Yani Surabaya tidak mengetahui hasil evaluasi akhir dari pihak Auto 2000 Jakarta Pusat, komunitas merasa waktu yang diberikan perusahaan terlalu singkat serta hadiah berupa dana dirasa masih kurang untuk mengimplementasikan kegiatan dari masing-masing komunitas tersebut, dan komunitas tidak dilibatkan juga dalam tahapan evaluasi. Komunitas tersebut hanya diminta untuk mengirim laporan keuangan dan laporan kegiatan kepada pihak Auto 2000 cabang Ahmad Yani Surabaya. Komunitas-komunitas ini merasa bahwa selama ini tidak ada evaluasi dalam bentuk komunikasi, seperti menanyakan pendapat, mendengarkan kekurangan dan saran dari komunitas-komunitas mengenai program Toyota Contest Community 2017.
PENERIMAAN PENONTON TERHADAP PRAKTEK EKSORSIS DI DALAM FILM CONJURING Handi Oktavianus
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.217 KB)

Abstract

Eksorsis itu sebagai topik praktek pengusiran setan yang masih sering terjadi pro dan kontra di masyrakat. Hal ini terlihat dari pandangan para ilmuan dan juga masyarakat awam yang mempunyai pandangan tersendiri akan eksorsis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerimaan penonton terhadap praktek eksorsis di dalam film Conjuring. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Informan terpilih berdasarkan kriteria sasaran yakni mengalami kejadian eksorsis, keempat  informan tersebut : Pdt Fredik, Evan, Rony dan Taose Jongki. Sedangkan pengumpulan data dengan wawancara untuk memperoleh data yang diperlukan. Temuan penelitian menunjukkan pada langkah-langkah pengusiran sebagian besar dominan, dimana informan sependapat atau memiliki pandangan yang sama seperti yang dirasakan. Sedangkan negosiasi sebagian besar terjadi pada atribut, dimana adanya kesamaan pendapat, namun ada catatan atau pendapat yang berbeda dengan jalan cerita film. Sedangkan pasca pengusiran terdapat terdapat satu negotiated dan dua dominant. Pada penelitian ini juga terdapat pendapat oposisi akan langkah-langkah dan atribut.  Perbedaan kontras yang ada pada film tersebut, dimana terdapat perbedaaan yang kontras yang ada pada film tersebut dengan apa yang dialami oleh informan empat. Selain itu, ada perbedaan keyakinan, dan pengalaman yang mempengaruhi penerimaan informan keempat.

Page 74 of 134 | Total Record : 1336