cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Representasi Kekuasaan dalam film The Fox Exploits The Tiger’s Might Rachmawati Artono
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.315 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kekuasaan direpresentasikan melalui film The Fox Exploits The Tiger’s Might. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika Barthes. Berdasarkan kode-kode dan simbol-simbol dalam film ini, peneliti melihat bahwa makna dari adegan-adegan dalam film ini tidak bisa lepas dari situasi di Indonesia pada zaman Orde Baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuasaan direpresentasikan melalui kedudukan, kekayaan, kekerasan dan seksualitas yang lekat dengan stereotipe dan konstruksi yang berkembang di masyarakat. Dalam film ini, dominasi laki-laki terhadap perempuan menjadi stereotipe yang ditunjukkan melalui karakter perempuan yang menjadi objek seks. Sementara dominasi antara warga Tionghoa dan Pribumi digambarkan melalui persaingan keduanya. Warga pribumi digambarkan dekat dengan kekuasaan karena menduduki posisi-posisi di pemerintahan. Sementara warga Tionghoa yang menerima kekerasan melalui pembatasan terhadap kebebasan, memanfaatkan kekayaannya untuk mendapat perlindungan dari warga pribumi yang memiliki jabatan. Jadi, secara tidak langsung, dalam film ini warga Tionghoa menguasai warga Pribumi.
Sikap Mahasiswa Universitas Kristen Petra Mengenai Pesan Kampanye “No Tas Kresek dan No Styrofoam” Dalam Media X-Banner Christina Octaviani
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.44 KB)

Abstract

Pada tanggal 21 Oktober 2013, Universitas Kristen Petra mencanangkan diri sebagai Green Campus. Program Green Campus sendiri terbagi menjadi lima macam efisiensi yaitu efisiensi kertas, efiensi sampah, efisiensi lahan atau oksigen, efisiensi energi dan efisiensi air. Salah satu efisiensi yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu efisiensi sampah, dengan salah satu kampanyenya yaitu gerakan “No Tas Kresek dan No Styrofoam” yang sudah ada sejak 1 Maret 2014. Lalu pada tahun 2016, Universitas Kristen Petra semakin mengukuhkan dengan adanya SK Rektor perihal kantin, café, koperasi, dan toko buku di dalam kampus tidak lagi menyediakan tas kresek dan Styrofoam, dan sekaligus Universitas Kristen Petra mencanangkan diri sebagai kampus bebas tas kresek dan Styrofoam pertama di Indonesia. Dalam menyampaikan kampanye ini, salah satu media yang digunakan oleh Universitas Kristen Petra sebagai komunikator, adalah x-banner yang diletakkan pada kantin-kantin Universitas Kristen Petra. Komunikan dalam penelitian ini mahasiswa Universitas Kristen Petra dengan jumlah total populasi 7446 mahasiswa. Dengan jumlah 100 mahasiswa tersebut, peneliti meminta mahasiswa untuk memberikan pernyataan-pernyataan dalam kuesioner yang telah peneliti buat dibagi menjadi lima indikator yaitu material pendukung, visualisasi pesan, pendeketan kelompok rujukan, sisi pesan dan penyajian kesimpulan yang sehubungan dengan sikap mahasiswa mengenai pesan kampanye “No Tas Kresek dan No Styrofoam” dalam x-banner tersebut. Kuesioner tersebut diberikan kepada mahasiswa dari angkatan 2012 hingga angkatan 2015. Teknik analisis yang digunakan peneliti adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis distribusi frekuensi dan analisis tabulasi silang hasil jawaban mahasiswa yang ada pada kuesioner. Dari hasil kuesioner tersebut dapat ditemukan hasil penelitian yang baik, karena menunjukkan sikap mahasiswa mengenai pesan kampanye “No Tas Kresek dan No Styrofoam” dalam media x-banner adalah positif.  
PROPAGANDA UNIFIKASI KOREA UTARA DAN KOREA SELATAN DALAM SERIAL DRAMA TELEVISI KOREA THE KING 2 HEARTS Josephine Prisilia
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.808 KB)

Abstract

Rumah produksi Korea Selatan Kim Jonghak memproduksi serial drama televisi fiktif menggunakan setting pemerintahan Korea Selatan monarki konstitusional dan mengangkat tema sensitif negara Korea mengenai unifikasi Korea. Serial drama televisi berjudul The King 2 Hearts, dengan topik unifikasi Korea diangkat sebagai penelitian karena melihat adanya hubungan antara usaha unifikasi Korea Utara dan Korea Selatan dengan pernikahan antara Raja Korea Selatan dan Wanita Korea Utara. Di mana serial drama televisi ini digunakan sebagai alat propaganda. Untuk mengetahui propaganda unifikasi Korea Utara dan Korea Selatan, penelitian ini menggunakan representasi melalui narasi dalam serial drama televisi Korea The King 2 Hearts. Narasi serial drama televisi The King 2 Hearts menggunakan metode analisis naratif Vladimir Propp : Morphology of the Folk Tale. Metode analisis naratif ini melihat narasi unifikasi Korea melalui penokohan dan fungsi-fungsi dari penokohan.Penelitian ini menghasilkan unifikasi Korea Utara dan Korea Selatan dalam serial drama televisi The King 2 Hearts melalui pernikahan. Pernikahan dalam serial drama televisi menjadi salah satu alat propaganda. Propaganda ini direpresentasikan melalui adanya kesepakatan pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan, kepercayaan dan kerja sama, penyelesaian permasalahan dalam negara Korea Utara dan Korea Selatan, serta dukungan dari rakyat Korea sendiri dan negara Amerika-Cina. Unifikasi Korea Utara-Korea Selatan dalam The King 2 Hearts juga dipengaruhi oleh pemberitaan media, khususnya media televisi.
Gaya Komunikasi Pemimpin Gereja Sidang Jemaat Kristus Subabaya Priskila Cayadi
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.05 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi organisasi yang dipimpin oleh lebih dari satu orang pemimpin, yaitu sepuluh orang. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta metode studi kasus, single setting.Penelitian ini juga menggunakan enam objek sebagai narasumber wawancara. Temuan dari penelitian ini adanya gaya komunikasi yang bervariasi di antara ketiga pemimpin Gereja Sidang Jemaat Kristus Surabaya dilihat dari setiap ekspresi yang ditunjukkan, baik secara komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Hal tersebut membentuk variasi dalam memimpin rapat organisasi di antara para pemimpin. Ada pemimpin yang cenderung menonjolkan gaya komunikasi Assertive, Agressive dan Passive.
PREDIKTOR PERILAKU USER DALAM MENGADOPSI AKUN TWITTER RADIO DI SURABAYA Imanuel Dendy Yuwono
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.437 KB)

Abstract

Twitter adalah salah satu social media yang perkembangannya sangat cepat beberapa tahun terakhir, dan stasiun radio berusaha mengadopsi twitter sebagai sarana untuk menjaring pendengar. Prediktor Perilaku menjadi perangkat yang penting yang bisa membuat seseorang akhirnya mau mengadopsi atau follow akun twitter radio tersebut. Prediktor Perilaku adalah bagian dari Theory of Planned Behavior. Gambaran tentang apa prediktor perilaku user dalam mengadopsi akun twitter radio di Surabaya menjadi menarik untuk diteliti. Penelitian ini dibatasi dengan user yang follow satu atau lebih 5 akun radio yang punya followers terbanyak di Surabaya. Metode yang digunakan adalah survei secara online. Dan dari hasil penelitian, diambil kesimpulan bahwa variable Outcome Assesment pada penelitian ini adalah variabel yang memiliki nilai mean tinggi yang berarti, followers dari akun twitter radio mendapatkan sesuatu yang positif selama mereka follow akun twitter tersebut. Kemudahan untuk follow akun twitter tersebut menjadi alasan mengapa Communication Efficacy juga memiliki nilai mean yang tinggi pada penelitian ini. Sementara itu, Partner’s Communication Desire adalah variabel yang mempunyai nilai mean rendah, dikarenakan seseorang yang akan mengadopsi social media akan cenderung tidak mendengarkan orang lain untuk memutuskan dia akan mengadopsi social media tersebut atau tidak. Bisa dibilang juga, social media, yang dalam hal ini adalah akun twitter dari radio memunculkan sifat individualistis dari followers-nya.
Bingkai Berita Reklamasi Teluk Jakarta di Media Daring Melina Ikwan; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.508 KB)

Abstract

Pada 5 Oktober 2017, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mencabut moratorium pembangunan reklamasi Teluk Jakarta sehingga proyek yang telah berhenti selama setahun ini dapat berjalan kembali. Tetapi, gubernur DKI Jakarta yang baru terpilih, Anies Baswedan selama masa kampanye, berjanji untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Thejakartapost.com dan Tirto.id turut memberitakan proyek yang sudah direncanakan sejak tahun 1995. Media berperan aktif dalam memberitakan realitas dan dapat memiliki bingkai tertentu. Analisis bingkai berita ini untuk meneliti lebih dalam dari berita. Penelitian pada berita reklamasi di Tirto.id dan Thejakartapost.com terkait reklamasi Teluk Jakarta, dilakukan dengan metode Entman. Metode ini melihat bingkai dalam dua dimensi besar yaitu seleksi isu dan penekanan. Hasil penelitian dari Tirto.id menonjolkan reklamasi Teluk Jakarta sia-sia dan hanya mendatangkan kerugian untuk nelayan dan lingkungan, pemerintah pusat sebagai sumber masalah dari reklamasi Teluk Jakarta. Thejakartapost.com menonjolkan isu reklamasi dipakai sebagai isu politik dan rasial dalam kampanye pemilihan kepala daerah tingkat provinsi dan proyek reklamasi dapat berjalan asal sesuai dengan syarat dan ketentuan.
Motif dan Kepuasan Subscriber Menonton Channel ‘Kok Bisa’ di YouTube William Gunawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.33 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan kepuasan subscriber dalam menonton Channel ‘Kok Bisa’ Di YouTube. channel ‘Kok Bisa’ merupakan channel edukasi yang dengan Subscriber terbanyak di Indonesia untuk kategori edukasi di YouTube. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan empat indikator, yaitu hiburan dan relaksasi, hubungan antar pribadi, mencari informasi, dan persahabatan. Metode dalam penelitian ini adalah online survei, dengan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan uji validitas, uji reabilitas, uji deskriptif, serta Crosstab untuk menghubungkan identitas responden dengan indikator-indikator motif dan kepuasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif dan kepuasan tertinggi adalah pada indikator Informasi. Sedangkan yang terendah adalah pada indikator Persahabatan.
Male Gender Role Pada Karakter Superhero Dalam Film Produksi Marvel Studios Ridwan Ridwan
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.783 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari apa saja male gender role yang terdapat pada karakter superhero dalam film produksi Marvel Studios. Male gender role  sendiri memiliki arti sebagai sebuah script yang digunakan sebagai “pedoman” bagaimana seharusnya, seorang pria berprilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan menggunakan 28 film layar lebar produksi Marvel Studios mulai tahun 2000 hingga 2013 sebagai recording unit. Peneliti menggunakan 24 male gender role yang diklasifikasikan dalam 5 kategori utama yaitu standard bearers, workers, lovers, bosses, dan rugged individuals. Hasil penelitian ini adalah male gender role yang dominan pada karakter superhero dalam film produksi Marvel Studios adalah bosses, yaitu seorang pria yang dapat mengendalikan orang lain, berani, suka mengambil resiko, rela berkorban demi orang lain, melindungi orang yang tidak bersalah, berjuang untuk keadilan dan menjadi panutan bagi orang lain, seorang yang suka menolong dan membantu sesamanya, mendahulukan kepentingan orang lain, menjadi contoh / panutan yang baik bagi masyarakat, tangguh, mandiri, dan berjuang untuk mencapai keinginan / cita-citanya. 
Taktik Self-Presentation Merry Riana Melalui Akun Twitter @MerryRiana Monica Kiannto
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.607 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui taktik self-presentation yang digunakan Merry Riana di dalam Tweet yang dipost melalui akun Twitter @MerryRiana. Tidak seperti motivator umumnya yang hanya memberi motivasi dalam bentuk seminar, Merry Riana aktif menggunakan akun media sosial untuk menyentuh masyarakat Indonesia. Dari ketiga akun media sosialnya, Twitter merupakan media sosial yang paling aktif diupdate oleh Merry Riana sendiri. Di Twitter, ia bersedia me-reply, retweet, dan following back followers akunnya. Aktivitas tersebut menunjukkan taktik presentasi diri Merry Riana melalui media sosial teraktif yang ia gunakan untuk menyentuh masyarakat Indonesia.              Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis isi deskriptif untuk mendeskripsikan taktik yang digunakan oleh Merry Riana pada akun Twitter @MerryRiana. Hasil penelitian menunjukkan taktik yang paling sering digunakan olehnya ialah taktik assertive self-presentation, khususnya ingratiation. Meski begitu, Merry Riana juga menggunakan taktik defensive self-presentation dalam presentasi dirinya melalui akun Twitter @MerryRiana.
SIKAP MASYARAKAT SURABAYA MENGENAI IKLAN DANCOW VERSI ‘DOKTER KECIL’ DI TELEVISI Michelle Virginia Gunawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.139 KB)

Abstract

Iklan Dancow versi “Dokter Kecil” berisikan pesan tentang memberikan perhatian dan perbaikan gizi anak melalui kegiatan dokter kecil mahir gizi. Iklan Dancow versi “Dokter Kecil” sesuai dengan Misi Nestle Indonesia untuk turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, memfokuskan diri untuk senantiasa memberikan informasi dan pendidikan bagi konsumen, serta berusaha untuk selalu menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat dan menciptakan manfaat. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap masyarakat Surabaya mengenai pesan iklan Dancow Versi “Dokter Kecil” di televisi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian  ini adalah masyarakat Surabaya, sampel yang digunakan berjumlah 100 responden, teknik penarikan sampel menggunakan non probability sampling, teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan sikap masyarakat Surabaya mengenai pesan iklan Dancow Versi “Dokter Kecil” di televisi adalah positif

Page 76 of 134 | Total Record : 1336