cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Pengaruh Penggunaan Celebrity Endorser Isyana Sarasvati Dalam Iklan “Isyana vs Gangster” Terhadap Brand Awareness Masyarakat Surabaya Laurencia Sintani
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.952 KB)

Abstract

Komunikasi pemasaran adalah cara yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan, mempersuasi, dan mengingatkan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai produk dan merek yang mereka jual. Periklanan merupakan salah satu komponen dari komunikasi pemasaran yang dapat menjadi sebuah stimulus kepada khalayak dalam menyampaikan pesan iklan. Setiap perusahaan merancang strategi kreatif dalam periklanan agar pesan iklan memiliki daya tarik dan dapat tersampaikan tepat pada sasaran. Salah satu daya tarik iklan yang dipercaya dapat menimbulkan dan memengaruhi brand awareness dari konsumen adalah penggunaan celebrity endorser. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk menjelaskan Pengaruh Penggunaan Celebrity Endorser Isyana Sarasvati dalam Iklan Tokopedia “Isyana vs Gangster” terhadap Brand Awareness Masyarakat Surabaya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan celebrity endorser Isyana Sarasvati dalam Iklan Tokopedia “Isyana vs Gangster” memiliki pengaruh terhadap Brand Awareness Masyarakat Surabaya.
Representasi Gaya Hidup Perempuan Perkotaan Pada Komedi Situasi “Tetangga Masa Gitu” Beatriz Bridget Tanasale
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi gaya hidup perempuan perkotaan yang ditampilkan oleh komedi situasi Komedi Situasi “Tetangga Masa Gitu?” yang ditayangkan oleh NET TV. Jenis Penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, dengan menggunakan metode Analisis Teks Semiotika , sedangkan objek penelitian yang akan dianalisis adalah representasi gaya hidup perempuan perkotaan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Komedi Situasi “Tetangga Masa Gitu?” mencoba menggambarkan gaya hidup perempuan perkotaan baru namun masih melanggengkan beberapa penggambaran gaya hidup perempuan perkotaan sesuai dengan standar media televisi Indonesia pada umumnya 
TAKTIK SELF PRESENTATION PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) MELALUI AKUN TWITTER (@SBYUDHOYONO) Olivia Jap
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.452 KB)

Abstract

Self presentation merupakan bagaimana kita membentuk apa yang orang lain pikirkan tentang kita dan apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri. Taktik dalam Self presentation itu sendiri terbagi menjadi 13 kategori yaitu Exemplification, Entitlement, Ingratiation, Enhancement, Disclaimer, Intimidation, Apology, Self-Handicapping, Excuse, Supplication, Justification, Basking, dan Blasting. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui taktik self presentation apa saja yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui tweet-tweet yang ditulis di akun Twitter resminya (@SBYudhoyono) selama tiga bulan, terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2013 hingga 13 November 2013. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif dengan menganalisis 547 tweets SBY selama tiga bulan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa taktik self presentation yang paling sering dilakukan oleh presiden SBY adalah taktik Exemplification dimana Presiden SBY berusaha untuk menunjukan bahwa ia memiliki integritas dan nilai moral yang tinggi.
Representasi Maskulinitas dalam Iklan Televisi Umild “Kode Cowo” Samuel Gilbert Linggosiswojo
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.929 KB)

Abstract

Iklan Umild “Kode Cowo” merupakan salah satu iklan rokok yang mengedepankan maskulinitas. Iklan ini menampilkan laki-laki dalam kehidupan sehari-hari. Maskulinitas adalah sifat-sifat berdasarkan gender yang dilekatkan pada laki-laki. Media massa dalam hal ini iklan televisi rupanya juga berperan dalam pengukuhan pandangan tersebut. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan melihat bagaimana iklan televisi khususnya iklan Umild “Kode Cowo” merepresentasikan maskulinitas. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode semiotika khususnya kode-kode televisi John Fiske yang terbagi dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran stereotip maskulinitas dalam iklan televisi Umild “Kode Cowo” laki-laki yang macho dan sukses, namun juga menggambarkan maskulinitas yang tidak stereotipikal seperti laki-laki “nerd” dan laki-laki yang manipulatif dan penyayang.
TEKNIK-TEKNIK HUMOR DALAM PROGRAM KOMEDI DI TELEVISI SWASTA NASIONAL INDONESIA Sicilia Anastasya
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.307 KB)

Abstract

Program komedi telah ada sejak era kemunculan televisi nasional, TVRI, dan tetap diminati hingga kini ketika bermunculan banyak stasiun televisi swasta di Indonesia. Peneliti ingin mengetahui teknik humor apa saja yang digunakan dalam program komedi di Indonesia dengan meneliti 12 program komedi dengan share di atas 10.0 dengan tujuan praktis yaitu agar hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi praktisi televisi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kuantitatif dan teori teknik humor menurut Berger. Peneliti mendapat hasil 54% untuk teknik humor kategori language yaitu humor yang bersifat verbal, 27% action yaitu humor yang bersifat fisik atau nonverbal, 13% logic yang bersifat ideasional, dan 6% identity yaitu humor yang bersifat eksistensial.
Iklim komunikasi organisasi di PT. Starindo Anugerah Abadi Surabaya Alvis Sugiarto; Gatut Priyowidodo; Inri Inggrit Indrayani
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.157 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui iklim komunikasi organisasi PT. Starindo Anugerah Abadi Surabaya. Iklim komunikasi organisasi merupakan gabungan dari persepsi-persepsi anggota organisasi mengenai pengaruh komunikasi, analisa iklim komunikasi dilakukan dengan menguraikan lima dimensi iklim yang membentuk iklim komunikasi organisasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan dengan program SPSS Hasil penelitian yang didapat oleh peneliti menunjukkan bahwa iklim komunikasi organisasi yang ada di PT. Starindo Anugerah Abadi adalah tinggi.
Gaya Komunikasi Kepala Cabang Perusahaan X di Kantor Cabang Surabaya dalam Mendukung Kinerja Karyawan Sharla Angelina Gunawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.146 KB)

Abstract

Perusahaan X yang bergerak di bidang finance ini tidak hanya berlokasi di Jakarta, tetapi juga mendirikan kantor cabang di luar Jakarta. Setiap kantor cabang dan kantor representatif akan dipimpin oleh seorang kepala cabang Dengan adanya target yang diberikan oleh perusahaan, maka perusahaan X membutuhkan pemimpin yang memiliki gaya komunikasi tertentu dalam mendukung kinerja karyawannya. Dimana gaya komunikasi merupakan suatu ciri khas dari seseorang dan kombinasi dari keterampilan dan sifat dalam mempengaruhi kinerja karyawannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah gaya komunikasi kepala cabang perusahaan X di kantor cabang kota Surabaya dalam mendukung kinerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin meneliti bagaimana gaya komunikasi yang digunakan oleh kepala cabang dalam mendukung kinerja karyawannya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Melalui hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat penggunaan variasi gaya komunikasi assertive dan aggresive dalam mendukung kinerja karyawannya. Keterbatasan dalam penelitian dimana penelitian ini hanya mengacu pada studi kasus yang berlangsung pada saat ini saja.
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PELATIH YANG MERANGKAP SEBAGAI ATLET DENGAN ATLET PANJAT TEBING YANG DILATIHNYA Sherly Kurniasari Saputro
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.979 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan proses komunikasi interpersonal antara pelatih dengan atlet panjat tebing. Pelatih panjat tebing yang memiliki peran ganda yakni pelatih sekaligus atlet masih jarang ditemui, sehingga peneliti meneliti proses komunikasi yang terjadi dengan atlet asuhnya. Proses komunikasi interpersonal dengan enam elemen komunikasi dari Pederson, Miloch dan Laucella, menjadi acuan dalam penelitian ini.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode fenomenologi untuk menjabarkan proses yang terjadi. Dalam penelitian ini ditemukan bagaimana pelatih yang merangkap atlet dan atlet yang dilatihnya memaknai proses komunikasi interpersonal di antara mereka. Komunikasi interpersonal yang terjadi dimaknai pelatih sebagai forum untuk saling memotivasi dan berdiskusi bersama mengenai strategi penyelesaian jalur, dengan tujuan untuk mendapat kemenagan dalam PON 2012. Dalam proses ini mereka mengalami hambatan komunikasi fisik dan psikologis. Melalui komunikasi interpersonal tatap muka yang terjadi, pelatih dan atlet melangsungkan pembicaraan secara langsung di tempat latihan, pengiriman pesan tersebut disertai komunikasi secara non verbal.
Motif Masyarakat Surabaya Menonton Program Acara Indonesia Lawak Klub Di Trans 7 Ivendo Siswanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.445 KB)

Abstract

Pada dasarnya, kebutuhan individu berbeda antara satu individu dengan lainnya. Oleh karena itu aktivitas penonton, tujuan, kebutuhan yang ingin dipenuhi pun akhirnya akan berbeda pula. Jika individu merasa dengan menonton acara tersebut dapat memenuhi kebutuhannya, maka ia akan mengkonsumsinya. Salah satu media yang digunakan individu untuk memenuhi kebutuhannya dalam televisi. Program “Indonesia Lawak Klub” adalah salah satu komediyang ditayangkan di televisi dengan memiliki ratting tertinggi di Surabaya. Untuk itulah dilakukanlah penelitian ini untuk mengetahui apakah motif yang mendorong pemirsa Surabaya untuk menonton program acara “Indonesia Lawak Klub” yang ditayangkan di Trans 7. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah masyarakat Surabaya yang berusia 15-59 tahun dan sampel yang digunakan adalah masyarakat Surabaya yang pernah menonton acara “Indonesia Lawak Klub” minimal dua kali. Dari analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa motif Informasi adalah motif yang paling melatar belakangi responden untuk melihat program Indonesia Lawak Klubyang ditayangkan di Trans 7. Kemudian secara berturut-turut dari motif tertinggi sampai motif terendah yang mempengaruhi responden untuk melihat program Indonesia Lawak Klub adalah motif informasi, motif hiburan, motif identitas pribadi, dan motif integrasi dan interaksi sosial.  
MOTIVASI PASIEN DALAM MEMILIH NATIONAL HOSPITAL SEBAGAI TEMPAT BEROBAT: (SEBUAH PENDEKATAN TEORI EXPECTANCY – VALUE MODEL) Melviana Aurelia Lianto
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.447 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja motivasi pasien dalam memilih National Hospital sebagai tempat mereka berobat. Pendekatan penelitian ini memakai teori expectancy value model yang kemudian diturunkan menjadi teori motivasi. Sehubungan dengan adanya peraturan menteri kesehatan yang melarang rumah sakit untuk melakukan promosi, maka ini menjadi kendala National Hospital dalam memperkenalkan rumah sakitnya yang masih baru, sehingga penelitian mengenai motivasi pasien diperlukan. Dimensi dari motivasi tersebut adalah motif fungsional, motif estetika – emosional, motif sosial, motif situasional, dan motif keingintahuan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik analisis choice model prediction dan metode survei untuk mendeskripsikan motivasi pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tertinggi dari motivasi pasien dalam memilih National Hospital sebagai tempat berobat adalah motivasi fungsional.

Page 84 of 134 | Total Record : 1336