cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Penerimaan Penggemar K-pop terhadap Sensualitas dalam Video Klip Girls Day “Something” Ratna Kartika Dewi Madayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.111 KB)

Abstract

              Penerimaan penggemar terhadap media massa seperti video klip berbeda satu dengan lainnya. Seperti dalam video klip Girls Day “Something” terdapat sensualitas yang diterima secara berbeda-beda oleh penggemar K-pop baik penggemar Girls Day. Penelitian ini menggunakan teori resepsi dan konsep sensualitas, di mana dalam sensualitas itu sendiri terdapat tiga unsur yaitu tampilan tubuh, perilaku, dan aktivitas.            Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian ini adalah para penggemar K-pop baik perempuan dan laki-laki. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh informan dominan dengan tampilan sensualitas yang ada dalam video klip Girls Day “Something”.
EFEKTIVITAS PESAN IKLAN TELKOMSEL “KARTU AS WOW GRATIS 100X LIPAT” TERHADAP CUSTOMER TELKOMSEL DI SURABAYA Robby Soetikno
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.78 KB)

Abstract

Pesan Iklan merupakan sarana komunikasi massa yang dapat menimbulkan efek komunikasi. Salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, yaitu Telkomsel lewat produknya kartu AS mengirimkan pesan iklan melalui televisi untuk bersaing merebut pasar konsumen maka menuntut iklan harus efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Iklan yang efektif adalah iklan yang memiliki dampak. Efektivitas pesan iklan televisi dapat diukur dengan Direct Rating Method atau Metode Penentuan Peringkat Langsung. Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat attention, readthrougness, cognitive, affective dan behavior. Semakin tinggi peringkat yang diperoleh berarti iklan tersebut makin efektif dan hasilnya iklan tersebut efektif.
Evaluasi Program Employee Relations di Hotel Majapahit Surabaya Managed by Accorhotels Tahun 2017 Stefanus Teguh; Yustisia Ditya Sari; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.844 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Hotel Majapahit Surabaya Managed by Accorhotels. Departemen Talent and Culture (nama lain untuk Human Resources Department di bawah manajemen Accorhotels), menjalankan salah satu fungsi Public Relations yakni employee relations. Dalam pelaksanaannya, program ini mengalami beberapa kendala, terutama di dua program yang peneliti jadikan fokus yakni training dan Best Talent of the Month. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program employee relations di Hotel Majapahit Surabaya Managed by Accorhotels. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus, dimana penelitian evaluasi ini mengacu pada teori proses pembuatan program public relations yakni mendefinisikan masalah/peluang, perencanaan dan pemrograman, mengambil tindakan dan berkomunikasi, dan mengevaluasi program. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya program employee relations tidak berjalan dengan baik diakibatkan oleh departemen Talent and Culture sebagai pihak pelaksana tidak melakukan pengidentifikasian publik sasaran, budaya organisasi, serta menyosialisasikan program employee relations yang baru sebelum menjalankan program employee relations tersebut.
Self Disclosure Mengenai Latar Belakang Keluarga yang Broken Home kepada Pasangannya Yessica Agustina
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.713 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui self disclosure seseorang mengenai latar belakang keluarga yang broken home kepada pasangannya.Self Disclosure dilihat berdasarkan beberapa aspek menurut DeVito yaitu informasi tentang (1) nilai – nilai, keyakinan dan keinginan (2) perilaku atau (3) karakteristik dan kualitas diri.Selain itu Selfdisclosure seringkali dilakukan karena berbagai alasan misalnya untuk melepaskan tekanan emosi yang dirasakan seseorang, kebutuhan untuk melepaskan rasa bersalah.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Metode yang digunakan adalah metode studi kasus yang melibatkan peneliti dan subjek dalam penelitian yang lebih mendalam. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara kepada informan dan observasi dalam mendapatkan data tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melakukan self discoslure tentang latar keluarga broken home memiliki kekurangan seperti perubahan perilaku dari pasangan, selain itu juga trauma dari anak yang mengalami broken home.
Penokohan Homoseksual Dalam Film Legend 2015 Rendi Delaprima Bastari
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.579 KB)

Abstract

Pada penelitian Analisis Naratif Homoseksual dalam film Legend 2015 ini bertujuan untuk mengetahui tokoh homoseksual dinarasikan dalam film Legend 2015. Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian ini karena banyaknya fenomena sosial yang berkaitan dengan homoseksual serta pandangan masyarakat kepada orang homoseksual yang dianggap aneh dan harus diasingkan.Metode yang digunakan adalah analisis naratif, dimana peneliti akan melihat alur cerita dalam film agar mengetahui pesan dibalik cerita dalam film ini. Melalui penelitian menemukan bahwa narasi homoseksual dalam film ini menggambarkan tokoh homoseksual sebagai orang yang setara bahkan lebih baik dari seorang heteroseksual, dapat menjadi pemimpin, memiliki keberanian dan tanggung jawab serta disegani banyak orang. Manfaat penelitian ini untuk membantu kita memahami pengetahuan, makna dan nilai film ini diproduksi dan disebarluaskan ke khalayak dan mengetahui maksud tertentu produser film dalam membuat film dengan fenomena homoseksual.
KOMUNIKASI INTERPESONAL ANTARA TERAPIS DENGAN ANAK PENYANDANG ADHD Stephannie Caroline
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.143 KB)

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendiskripsikan proses komunikasi interpersonal antara terapis dengan anak penyandang ADHD di sekolah khusus AGCA Center. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Dalam penelitian mengenai komunikasi interpersonal yang telah dilakukan, peneliti menggunakan elemen-elemen komunikasi menurut DeVito : sumber-penerima, pesan, umpan balik, hambatan komunikasi, etika komunikasi, dan kompetensi komunikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa anak penyandang ADHD lebih mudah menerima pesan verbal yang disertai dengan pesan nonverbal.
Representasi Perempuan Dalam Film “Star Wars VII: The Force Awakens” Joane Priskila Kosakoy
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.912 KB)

Abstract

“Star Wars VII: The Force Awakens” merupakan film science fiction yang berlatar belakang pertarungan bintang di luar angkasa.Film yang diproduksi oleh Disney ini berbeda dengan film Hollywood lainnya karena mengambarkan perempuan mengambil beberapa peran yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.Dalam hubungannya dengan realita pekerjaan atau kegiatan, sifat, tingkah laku, dan penampilan, peneliti berusaha menjawab kaitan dengan representasi perempuan.Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang dipergunakan adalah semiotika televisi John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Berdasarkan kode-kode tersebut, peneliti menemukan pergeseran penggambaran perempuan sebagai karakter zero to hero, perempuan dengan sifat feminine mampu untuk memimpin, perempuan tak lagi dilekatkan dengan menampilkan sesualitas, dan karakter-karakter dalam film ini sebagai bentuk komodifikasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan representasi perempuan dalam film “Star Wars VII: The Force Awakens” bahwa perempuan mengambil pekerjaan atau kegiatan, sifat, tingkah laku, dan penampilan yang sebelumnya diperankan oleh laki-laki dalam film baik secara narasi maupun karakter.
REPRESENTASI AFRO AMERIKA DALAM FILM “DJANGO UNCHAINED” Gabriel Evelin Fabrina
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.298 KB)

Abstract

“Django Unchained” adalah sebuah film produksi Weinstein Company dan Sony Columbia Pictures tahun 2012 yang menceritakan kehidupan dan perjalanan seorang budak bernama Django di jaman sebelum perang saudara. Film ini membawa karakteristik-karakteristik Afro Amerika dalam film. Peneliti melakukan analisis naratif terhadap film “Django Unchained” menggunakan 12 tahapan narasi menurut Christopher Vogler, untuk mengetahui bagaimana representasi  Afro-Amerika dinarasikan di dalam film. Naratif adalah rangkaian peristiwa melalui hubungan sebab-akibat yang terjadi dalam lingkup ruang dan waktu. Peneliti menemukan bahwa “Django Unchained” merepresentasikan orang Afrika-Amerika melalui karakteristik penampilan, emosional, perilaku, intelegensi, seksual, dan posisi orang Afro-Amerika dalam film. Melalui analisis narasi, peneliti menemukan adanya konstruksi karakter kulit hitam dalam kemampuan orang kulit hitam dalam mengambil keputusan, superioritas intelegensi orang Afro-Amerika, dan juga ditemukan hero kulit hitam menjadi loner hero yang mampu berjuang sendiri tanpa orang kulit putih. Melalui analisis naratif, film “Django Unchained” ini juga menampilkan orang kulit hitam dapat menunjukkan sisi keburukan moral dari orang kulit putih pada masa perbudakan di Amerika.
Analisis Citra Korporat Radio Suara Surabaya menurut Pengunjung Jazz Traffic Festival Natha Bella Angella; Ido Prijana Hadi; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.798 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana citra radio Suara Surabaya menurut pengunjung Jazz Traffic Festival. Radio Suara Surabaya merupakan salah satu radio lokal yang berisikan berita atau sering kali disebut sebagai radio berita. Jazz Traffic yang merupakan program siaran dari radio Suara Surabaya merupakan titik awal dibuatnya acara konser musik jazz dengan nama Jazz Traffic Festival. Selama 7 tahun penyelenggaraannya, acara ini memiliki tujuan untuk mengapresiasi pendengar dan musisi jazz yang banyak berasal dari Surabaya serta mem- branding radio Suara Surabaya yang erat dengan musik Jazz. Peneliti tertarik melihat bagaimana citra radio Suara Surabaya yang ditangkap oleh pengunjung Jazz Traffic Festival. Menggunakan survei sebagai metode penelitian dan data primer maupun sekunder dengan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Pengukuran citra perusahaan yang digunakan adalah 5 elemen citra Vos yaitu : primary impression,familiarity,perception,preference dan position. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra radio Suara Surabaya menurut pengunjung Jazz Traffic Festival adalah positif. Dengan elemen citra tertinggi terdapat pada elemen perception sedangkan elemen citra terendah yang membutuhkan perhatian terdapat pada elemen position.
Manajemen Komunikasi Privasi Seorang Mantan Pria Simpanan Felicia Njotorahardjo
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.083 KB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sebuah fenomena yakni ketika seorang mantan pria simpanan melakukan pengungkapan informasi tentang dirinya terhadap komunitas gereja. Biasanya orang menceritakan informasi diri pada orang yang dekat dan dikenalnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai proses manajemen komunikasi privasi seorang mantan pria simpanan. Peneliti menggunakan tinjauan pustaka yang terkait dengan teori Communication Privacy Management (CPM), Asumsi dasar CPM, dan definisi pria simpanan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, serta metode studi kasus dengan cara observasi dan wawancara mendalam yang kemudian dipaparkan secara deskriptif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa individu menutup rapat informasi privat terhadap keluarga tentang tindakan yang pernah dilakukannya sebagai seorang pria simpanan. Alasan penutupan informasi tersebut adalah karena individu takut bila terjadi penyesalan dalam keluarganya. Individu melakukan pengungkapan kepada sahabat, mantan pacar, dan komunitas gereja. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadinya beberapa gangguan batasan  yang  dialami oleh individu atas privasi yang dimilikinya. 

Page 86 of 134 | Total Record : 1336