cover
Contact Name
Ade Wahyudin
Contact Email
adewahyudin@mmtc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
adewahyudin@mmtc.ac.id
Editorial Address
Jl. Magelang Km. 6 Yogyakarta 55284
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pekommas
ISSN : 25021893     EISSN : 25021907     DOI : 10.56873
Core Subject : Science, Education,
Pekommas is a journal published by the BBPSDMP Kominfo Makassar with the aim of disseminating information on scientific developments in communication, informatics and mass media. The manuscript published in this journal is derived from research and scientific study conducted by researchers, academics and observers of communication, informatics and mass media. Rises with frequency of 2 times a year, namely in April, October.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014" : 7 Documents clear
Penilaian Tingkat Adopsi Aplikasi ePuskesmas dengan Perspektif Technology Acceptance Model Tasmil Tasmil
Jurnal Pekommas Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.114 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat adopsi penggunaan aplikasi ePuskesmas pada pegawai Puskesmas Batua Makassar. Techonlogy Acceptance Model (TAM) digunakan untuk menggambarkan empat konstruk dalam penelitian ini yang meliputi perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention to use, dan usage actual. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perceived usefulness memiliki hubungan positif dengan behavior intention to use  dimana pengaruhnya tidak signifikan dengan  nilai sig. 0.338 > 0.05. Perceived ease of use memiliki hubungan positif dengan behavior intention to use  dimana pengaruhnya tidak signifikan dengan nilai sig. 0.083 > 0.05. Behavior intention to use memiliki hubungan positif dan pengaruhnya sangat signifikan dengan nilai sig. 0.000 < 0.05. Perceived usefulness dan perceived ease of use memiliki hubungan positif dengan behavior intention to use akan tetapi pengaruhnya tidak signifikan dengan nilai sig. > 0.05, begitupun juga hubungan antara perceived ease of use  dengan actual usage memiliki hubungan yang sama. 
Permasalahan, Solusi dan Model Komunikasi Humas dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung Iman Mukhroman; Rangga Galura Gumelar; Iksan Ahmad
Jurnal Pekommas Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.049 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170305

Abstract

Penetapan Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di satu sisi memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan kawasan destinasi unggulan di Provinsi Banten, tetapi disisi lain menimbulkan permasalahan yang harus segera dituntaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi pasca ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 Tahun 2012 tersebut, solusi apa yang dilakukan terkait masalah tersebut, serta model komunikasi yang seperti apa yang tepat untuk bisa diimplementasikan terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersumber pada data hasil wawancara mendalam, observasi di lapangan, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari data tersebut kemudian dijadikan sebagai Model Komunikasi Humas Pemerintahan Provinsi Banten dan Masyarakat. yang berlandaskan pada model two way communication Schramm, dan model komunikasi Devito. Hasil penelitian menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi adalah lemahnya koordinasi dan sinkronisasi kerja sebagai imbas  dari  belum berfungsiya dewan kawasan sebagaimana mestinya. Solusi atas masalah tersebut adalah adanya Humas Dewan Kawasan  yang mengatur distribusi koordinasi dan sinkronisasi yang lebih terarah di antara pihak terkait, terutama pada pelaksana di tingkat kawasan nasional, propinsi dan daerah. Model komunikasi humas yang ditawarkan dalam penelitian ini  kiranya bisa memberikan ruang publik bagi semua pemangku dalam hal pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung.
Analisis Kebijakan Terkait Prioritas Pilot Project Implementasi Sistem Informasi Menggunakan Analytical Hierarchy Process Catur Setiawan; Esti Septina Emirsa
Jurnal Pekommas Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.675 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan prioritas pilot project implementasi sistem informasi yang baru di lingkungan pemerintah yang dikembangkan melalui pendekatan multi kriteria sebagai bahan pertimbangan. Dalam penelitian ini diperlukan suatu alat analisis yang disebut Analytical Hierarchy Process (AHP). Multiple Criteria Decision Making (MCDM) dapat membantu decision maker dalam mengambil keputusan terstruktur, sehingga diharapkan memperoleh hasil yang optimal dari adanya implementasi sistem tersebut. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Dalam metode AHP, hal yang paling pokok dilakukan adalah dekomposisi masalah yang terdiri dari lima level, yaitu level satu (tujuan utama), level dua (kriteria), level tiga (sub kriteria), dan level empat (alternatif satuan kerja). Kriteria yang digunakan adalah usulan para ahli, yaitu menggunakan framework STOPE (Strategy, Technology, Organization, People, Environment) yang telah dimodifikasi. Untuk pengolahan data digunakan perangkat lunak Expert Choice 11 untuk mensimulasikan permasalahan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan suatu urutan prioritas satuan kerja yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pilot project.
Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi pada Erupsi Merapi 2010 di Sleman Yogyakarta Didik Haryadi Santoso
Jurnal Pekommas Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.632 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170306

Abstract

Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 akrab dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi. Antara relawan, donatur dan masyarakat saling bekerjasama. Bagaimana pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi pada saat erupsi Merapi pada tahun 2010 di kabupaten Sleman Yogyakarta? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam tulisan ini. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus Robert K.Yin. Inti pembahasan terbagi menjadi tiga yaitu; (1) Kemudahan penggunaan (perceived ease of use), (2) Persepsi kemanfaatan (perceive of usefulness). (3) Pemakaian aktual (actual usage). Hasil penelitian ini yaitu Pertama, kemudahan pengguna pada erupsi Merapi tahun 2010 terletak pada teknologi komunikasi seperti handphone dan handy talky. Sedangkan kemudahan pengguna teknologi digital internet sangat bergantung pada dua hal; kemampuan pengguna atau user dan kemampuan akses jaringan internet. Kedua, kemanfaatan TIK dalam kasus erupsi Merapi 2010 bermuara pada manfaat peningkatan kinerja, produktivitas dan efektifitas kerja dalam menangani pra erupsi dan pasca erupsi Merapi. Ketiga, pemakaian aktual TIK pada erupsi Merapi yaitu teknologi media baru yang digunakan secara optimal pada saat recovery Merapi. Melalui website Jalin Merapi, relasi dan interaksi antara relawan, pencarian dana dan warga masyarakat menjadi efektif dan efisien.
Penilaian Masyarakat Sulawesi Selatan Terhadap Kredibilitas Komunikator Politik Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 Christiany Juditha
Jurnal Pekommas Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.403 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170302

Abstract

Pemilihan umum merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat Indonesia setiap 5 tahun. Kenyataan yang ada saat ini, masyarakat wajib memilih semakin berkurang atau angka golput semakin meningkat. Salah satu alasan karena pemilih tidak percaya terhadap figur-figur calon presiden/calon wakil presiden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kredibilitas komunikator calon presiden/calon wakil presiden RI 2014 berdasarkan penilaian masyarakat Sulawesi Selatan (Makassar, Pare-Pare dan Palopo). Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Jusuf Kalla mendapatkan penilaian tertinggi dari responden terhadap daya tarik dirinya (fisik dan kepribadian) dan dapat dipercaya sebagai calon wakil presiden. Sedangkan untuk variabel keahlian, calon presiden Joko Widodo mendapat penilaian tertinggi dari responden. Mayoritas responden juga sangat menyukai sosok Jokowi. Sementara pasangan lainnya yaitu Prabowo dan Hatta Rajasa, meski mendapat nilai yang relatif tinggi namun menduduki urutan ketiga dan keempat dalam penilaian responden terhadap kredibilitas mereka.
Potensi Penggunaan Koneksi Internet Instansi Pemerintah Bersama Masyarakat di Kota Makassar Nur Alam
Jurnal Pekommas Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.02 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170307

Abstract

Saat ini hampir seluruh instansi pemerintah maupun swasta telah melakukan penyewaan koneksi internet untuk memenuhi kebutuhan informasi masing-masing tak terkecuali pemerintah kota Makassar. Dengan sistem  pembayaran dan pemakaian internet bulanan membuat instansi pemerintah tetap mendapatkan koneksi internet diluar jam kantor atau hari libur. Hal ini minimbulkan kemubassiran mengingat pada waktu-waktu tersebut koneksi internet tidak termanfaatkan sementara kebutuhan masyarakat akan akses internet belum tercukupi dengan baik. Berdasarkan hal itu maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi bandwidth internet instansi, Sumber Daya Manusia (pengelola jaringan), kebiasaan manajemen jaringan,waktu dan tanggapan terhadap ide pemakaian internet bersama masyarakat diluar jam kantor dan hari libur. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan observasi secara langsung di 12 instansi pemerintah kota Makassar. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan potensi-potensi tersebut. Potensi bandwidth internet instansi adalah sebesar 26,5 MBps, terdapat 5 instansi yang terbiasa melakukan manajemen dan monitoring bandwidth dan hanya 3 instansi terbiasa melakukan filtering website. Ketersediaan pengelola jaringan sudah 100% dengan 85% yang berlatar belakang pendidikan teknologi informasi, potensi waktu rata-rata 15-16 jam perhari dan 24 jam pada hari libur. Sepuluh dari dua belas instansi setuju apabila penggunaan internet bersama masyarakat diimplementasikan.
Kesiapan E-Skills Pemerintah Daerah dalam Implementasi E-Government di Kawasan Mamminasata Firdaus Masyhur
Jurnal Pekommas Vol 17, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.929 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170303

Abstract

Aspek penting  dalam pengembangan eGov di Indonesia adalah sumber daya manusia yang terampil dalam bidang teknologi informasi (e-Skill) dan kompeten dalam mengimplementasikan konsep-konsep pelayanan berbasis elektronik. Kombinasi Parameter SKKNI yang dipetakan ke dalam ICT user skills, ICT practitioner skills, e-business skills menghasilkan konsep keterampilan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah akan SDM di bidang kominfo (Gevernment ICT Skills). Penelitian ini menggambarkan kesiapan SDM bidang TIK yang dilaksanakan menggunakan strategi survei dengan populasi pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkup pemerintah daerah yang tersebar di 4 wilayah dalam kawasan Mamminasata yaitu Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Hasil penelitian menyatakan bahwa kesiapan e-Skills di Kawasan Mamminasata berada pada indeks 52% yang berarti SDM memahami dan siap dalam pemanfaatan dasar TIK, memahami operasional TIK, memiliki pengetahuan teknis, serta mampu mengeksploitasi penggunaan TIK pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai aparat pemerintah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7