cover
Contact Name
Ade Wahyudin
Contact Email
adewahyudin@mmtc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
adewahyudin@mmtc.ac.id
Editorial Address
Jl. Magelang Km. 6 Yogyakarta 55284
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pekommas
ISSN : 25021893     EISSN : 25021907     DOI : 10.56873
Core Subject : Science, Education,
Pekommas is a journal published by the BBPSDMP Kominfo Makassar with the aim of disseminating information on scientific developments in communication, informatics and mass media. The manuscript published in this journal is derived from research and scientific study conducted by researchers, academics and observers of communication, informatics and mass media. Rises with frequency of 2 times a year, namely in April, October.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): April 2017" : 10 Documents clear
Quality Measurement of Ministry of RI Website with Combination of Linear Weightage Method and Consistent Fuzzy Preference Relations (Mengukur Kualitas Website Kementerian RI dengan Kombinasi Metode Linear Weightage dan Consistent Fuzzy Preference Relations) Ridwan Pandiya; Emi Iryanti
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020101

Abstract

This paper provides a new approach in combining the quality of some ministry websites through quantitative and qualitative approach. Quantitative data are obtained by performing measurement using web diagnostic tools while the qualitative approach is carried out through expert judgement. Then the weights will be calculated from the data obtained both quantitatively and qualitatively by applying linear weightage for quantitative data and using consistent fuzzy preference relations method for qualitative data. In the final stage, those two methods will be combined so that we will obtain the final weights which are the representation of the quality of websites measured.The results obtained by this research can be considered by the relevant ministry to develop their websites.Artikel ini memberikan pendekatan baru dalam membandingkan kualitas beberapa laman kementerian RI melalui  pendekatan  kuantitatif  dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan dengan melakukan pengukuran menggunakan web diagnostic  software sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui expert judgement. Data yang didapatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif akan dihitung bobot (weight) dengan mengaplikasikan metode linear weightage. Data kualitatif  dengan metode consistent fuzzy preference relations digunakan untuk menghitung bobot dari expert judgement yang telah didapatkan. Kemudian kedua metode tersebut akan dikombinasikan sehingga akan didapatkan bobot akhir yang merupakan representasi dari kualitas website yang telah diukur. Hasil pembobotan yang didapatkan dalam penelitian ini dapat dijadikan rujukan dan pertimbangan untuk pihak kementrian terkait untuk melakukan pengembangan website yang dikelolanya.
Rural Population Administration Management System Based on RESTful API in Bone District (Sistem Manajemen Administrasi Kependudukan Tingkat Pedesaan Berbasis RESTful API di Kabupaten Bone) nfn Rismayani
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020102

Abstract

Bone district is one of region in South Sulawesi province. There are 27 sub-districts and 374 villages in Bone district. A villages sampled in this study is Barakkae village Lamuru Bone district. The problem in this research is how to make the management system  administration at rural level in Bone district and how to apply information technology based on RESTful API on rural administration of Bone district. The technology or method used is the RESTful API, RESTful API is REST (REpresentational State Transfer) is a communication method architecture that is often applied in the development of web-based services. Web-based services that use the REST architecture are called RESTful API (Application Programming Interfaces) or REST API. The are result research is with the existence of management administration system can set a rural institution and give processing data population and implementation technology based  on RESTful API in rural management system administration can bridge various access information which connection at management system  administration of rural population level Bone district and RESTful API also provide data management with a simple process that make it easy for rural instance staff.Kabupaten Bone adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Bone memiliki 27 Kecamatan dan  374 desa dan  kelurahan, Desa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Desa Barakkae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat sistem manajemen administrasi kependudukan pada tingkat pedesaan di Kabupaten Bone dan bagaimana menerapkan teknologi informasi berbasis RESTful API pada administrasi pedesaan di Kabupaten  Bone.  Metode dan Teknik yang digunakan adalah RESTful API, RESTful API adalah REST (REpresentational State Transfer) yaitu  suatu arsitektur  metode komunikasi yang sering diterapkan dalam pengembangan layanan berbasis web. Layanan berbasis web yang menggunakan  arsitektur  REST dinamakan RESTful API (Application Programming Interfaces) atau  REST  API.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dengan adanya sistem manajemen administrasi kependudukan, instansi pedesaan dapat mengatur serta memberikan kemudahan  pengolahan data kependudukan.  Dengan  menerapkan  teknologi berbasis RESTful API  pada sistem manajemen  administrasi pedesaan maka dapat menjembatani beragam akses informasi yang terhubung pada sistem manajemen administrasi kependudukan di tingkat pedesaan  kabupaten Bone dan RESTful API juga menyediakan  manajemen data dengan proses yang lebih sederhana sehingga memudahkan staf  instansi pedesaan.  
KOMUNIKASI KELUARGA MASYARAKAT KOTA DAN DESA DI ERA TEKNOLOGI KOMUNIKASI Vience Mutiara Rumata
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020105

Abstract

This is a research to explore the familial communication pattern in the era of communication technology. There are three domains that being explored in this research: the face to face communication, internet mediated communication, and the family communication pattern theory. This is a quantitative research. The primary data derives from survey in 12 provinces with sample of 1,189 respondents. There are two hypotheses that being tested: 1) the usage of communication technology (internet) has profund impact to the face to face communication; 2 )the usage of communication technology (internet) has profund impact to the family communication pattern. The Pearson chi-square is conducted to test the significant relations of these hypotheses. The result: the communication technology has profund impact to the family communication pattern, but not to the face to face communication. The internet communication duration in family is relatively low both in urban and rural. However, high duration and frequency of face to face communication in family is found in urban than rural. The dominant family communication type is consensual which means high dialogue and conformity.Penelitian ini mengeksplorasi kecenderungan tipe komunikasi dalam lingkungan keluarga di era teknologi komunikasi. Setidaknya tiga hal yang dieksplorasi dalam penelitian ini: pola komunikasi tatap muka, pola komunikasi via internet, serta tipe komunikasi keluarga berdasarkan teori pola komunikasi keluarga. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei pada 12 provinsi dengan jumlah sampel responden mencapai 1.189 orang. Dua hipotesis yang diuji: 1) penggunaan teknologi komunikasi (internet) berdampak signifikan terhadap komunikasi tatap muka; dan 2) penggunaan teknologi komunikasi berdampak pada komunikasi keluarga. Hasil temuan penelitian ini adalah uji kedua hipotesis dengan pearson chi-square terdapat teknologi komunikasi berdampak signifikan terhadap tipe komunikasi keluarga, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap komunikasi tatap muka. Hasil survei menemukan bahwa durasi komunikasi via internet dengan anggota keluarga rendah, baik di kota maupun desa. Durasi dan frekuensi komunikasi tatap muka yang tinggi hanya ditemukan di kota, tidak di desa. Tipe komunikasi keluarga yang dominan adalah konsensual baik di kota maupun desa. Artinya, komunikasi dialogis antara orang tua dan anak tinggi, tetapi orang tua memegang kendali dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga. 
The Role of Self-efficacy and Communication Skills of Researchers to Organizational Climate at Research Center X (Peran Efikasi Diri dan Kemampuan Komunikasi Peneliti Terhadap Iklim Organisasi di Pusat Penelitian X) Mia Rahma Romadona
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020106

Abstract

Many previous studies explain that self-efficacy can directly support individual and organizational productivity, the R & D or research center as well as other organizations also have performance targets that must be achieved. Many cases of R & D is the difficulty of managing human resources researcher with the characteristics of creative people to be able to support the productivity of individuals and institutions. Self efficacy and communication skills good organization on the researcher is required to support the achievement of the objectives of R & D. The purpose of this study is to measure the level of self-efficacy that can impact the communication skills of researchers that will affect productivity with a conducive organizational climate. The method used in the study using case studies sector in R & D with a quantitative approach to measure the level of self-efficacy and to explain and interpret qualitative communication skills and self-efficacy on the researcher at the research center X. The result is the level of self efficacy of each researcher based on the level of functional position has a very significant difference. Self efficacy in high researchers is not accompanied by the communication skills of the organization, so that the organization's climate becomes less conducive to sharing knowledge or information. As for personal communication researchers do not have constraints and even good enough to be able to communicate. It illustrates that high self-efficacy but poor communication skills will make the productivity of the organization be less than the optimum.Banyak kajian sebelumnya yang menjelaskan bahwa efikasi diri dapat secara langsung mendukung produktivitas individu dan organisasi, untuk itu sebagaimana organisasi lainnya litbang atau pusat penelitian juga memiliki target yang  harus dicapai. Salah satu kasus litbang adalah kesulitan untuk mengelola SDM penelitinya dengan karakteristik creative people untuk dapat mendukung produktivitas individu ataupun lembaga. Efikasi diri dan keterampilan komunikasi organisasi yang baik pada peneliti dibutuhkan untuk dapat mendukung pencapaian tujuan litbang. Tujuan kajian ini adalah mengukur tingkat efikasi diri yang dapat memberikan dampak pada keterampilan komunikasi peneliti yang akan berdampak produktivitas dengan iklim organisasi yang kondusif. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan studi kasus di suatu litbang dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur tingkat efikasi diri dan kualitatif untuk menjelaskan dan menginterpretasikan keterampilan komunikasi dan efikasi diri pada peneliti di pusat penelitian X. Ada pun hasilnya adalah tingkat efikasi diri setiap peneliti berdasarkan jenjang jabatan fungsionalnya memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Efikasi diri pada peneliti yang tinggi tidak dibarengi dengan keterampilan komunikasi organisasinya, sehingga iklim organisasi menjadi kurang kondusif untuk melakukan sharing knowledge ataupun informasi. Adapun dalam komunikasi personal peneliti tidak memiliki kendala dan bahkan cukup baik untuk dapat berkomunikasi. Hal itu menggambarkan bahwa efikasi diri yang tinggi namun keterampilan komunikasi yang kurang baik akan menjadikan produktivitas organisasi menjadi kurang optimum.
MEMAHAMI STRUKTUR JARINGAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI CARA STRATEGIS PERIKLANAN DI ERA EKONOMI DIGITAL Christiany Juditha
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020110

Abstract

Advertising in online media is now a modern business phenomenon, along with the growing e-commerce in the era of digital economy. The penetration of social media is so high provides an opportunity for manufacturers to promote products/services through social media. Still not directly drive the purchase intentions of social media users themselves to a product due to some problems that arise, among others, issues of privacy and trus and incomprehension manufacturer of the structure of social media networks make a small promotional impact. The purpose of this study was to determine the structure of social media networks as a strategic way of advertising in the era of digital economy (Instagram of Tokopedia, Traveloka, Lazada, Ayu Ting Ting, Syahrini, Riaricis and Hanggini). This study uses content analysis with qualitative approach that uses the concept of social media structures network category by Shin et al. The results showed that tie srenght, density network, centrality network, and homophile intertwined in the overall studied Instagram account when promoting a product/service. It's just that there are similarities and differences between the accounts of companies and individuals. Seventh this account has the power relationships and network congestion during the promotion process occurs. But the company accounts tend to be less receiving comments. Instead of interactions that occur tend to be higher on account of the company. The entire account owner is also a key man as the main channel of information play an important role in the network sale of product/service. The similarity of characteristics between the account owner and followers are also reflected in the promotion process.Periklanan di media online kini menjadi fenomena bisnis modern, seiring dengan tumbuh pesatnya e-commerce di era ekonomi digital. Penetrasi media sosial yang begitu tinggi juga memberikan peluang bagi produsen untuk mempromosikan produk/jasa melalui medsos. Meski demikian tidak langsung menggerakan niat beli pengguna karena beberapa masalah antara lain soal privasi dan kepercayaan juga ketidakpahaman produsen terhadap struktur jaringan media sosial membuat dampak promosi kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur jaringan media sosial sebagai cara strategis periklanan di era ekonomi digital (iklan di Instagram Tokopedia, Traveloka, Lazada, Ayu Ting Ting, Syahrini, Riaricis dan Hanggini). Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif dengan konsep kategori struktur jaringan media sosial Shin dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kekuatan hubungankepadatan jaringansentralitas jaringanserta kesamaan karekteristik terjalin dalam keseluruhan akun Instagram yang diteliti saat mempromosikan  produk/jasa. Hanya saja ada kesamaan dan perbedaan antara akun perusahaan dan perorangan. Ketujuh akun ini memiliki kekuatan hubungan dan kepadatan jaringan pada saat proses promosi terjadi. Tetapi akun perusahaan cenderung lebih sedikit menerima komen. Sebaliknya interaksi yang terjadi cenderung lebih tinggi pada akun perusahaan. Semua pemilik akun juga merupakan orang kunci sebagai saluran utama informasiyang berperan penting dalam jaringan promosi produk/jasa. Kesamaan karekteristik  antara pemilik akun dan followers juga tergambar dalam proses promosi. 
Parenting Patterns for Children in Accessing Television in Indonesia (Pola Asuh Orang Tua Terhadap Akses Televisi Anak di Indonesia) Darman Fauzan Dhahir
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020107

Abstract

Television is a medium of communication that can be used for education, but at the same time may threaten the future of children's education. Therefore, the informations broadcasted by the television need to be managed as well as translated by parents to children. The treatment is also essential for children in Indonesia, where most of population are watching TV. It is why the adopted parenting style in Indonesia becoming essential too to be determined. It has been found that there are four types of parenting in Indonesia.Some of parents are aware of information, and vice versa. Besides, also found that every parents are ever silent.Televisi adalah media komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, namun sekaligus mengancam masa depan pendidikan anak. Oleh karena itu, informasi dari televisi yang menerpa anak memerlukan pengendali dan penerjemah, yaitu orang tua. Pengasuhan ini juga penting bagi anak di Indonesia yang mayoritas penduduknya mengakses televisi. Berdasakan hal tersebut, maka menjadi penting untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di Indonesia sehubungan dengan akses anak terhadap televisi. Di Indonesia ditemukan empat tipe penerapan pola asuh. Pada masing-masing tipe pola asuh, terdapat orang tua yang peduli informasi, maupun sebaliknya. Selain itu,semua orang tua pernah bersikap diam.
Kontestasi Frame Surat Kabar National dalam Liputan “Aksi Bela Islam” nfn Karman
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020109

Abstract

This article deals with how daily newspapers of Indonesia frame reality of the collective action of Muslims. That action becomes a magnet for national and international mass media because involving a large number of Muslim, and has a problem complexity (legal, politic, religion) and political interests (contestation for Jakarta governor). The media gets involved in that complexity because they are harnessed as a political instrument, by conducting framing. This study aims to find daily newspaper frame by analyzing the content qualitativly. Those newspapers are Kompas, Republika, Suara pembaruan, and Media Indonesia during November 2016. By analyzing their editorials, we find that their frames regarding Muslim collective action are different to each other. Even, frames of Republika and Suara Pembaruan are contested. Republika regards the Muslim action as a respond to get justice and basic right because of their religion blasphemy. Republika considers it as a legal issue. Suara Pembaruan views the Muslim action as a political issue (governor election of DKI Jakarta), which makes use of religion issue. Media Indonesia sees the action as a political issue as well. Kompas regards it as political and religion issue. We conclude that although expected to be impartial –as part of democratic values, mass media keep in-partiality in crucial issues e.g., religion. This study gives our understanding that mass media can be partial in the certain contexts. Tulisan ini membahas bagaimana surat kabar harian membingkai realitas aksi umat Islam. Aksi tersebut menarik pemberitaan media massa nasional dan internasional karena melibatkan muslim dalam jumlah besar, memiliki kompleksitas persoalan (hukum, politik, agama, dan kepentingan), yaitu kontestasi pemilihan gubernur Jakarta 2017. Media terlibat dalam kompleksitas tersebutdan digunakan sebagai instrumen, yaitu politik pemberitaan. Kajian ini bertujuan menemukan bingkai surat kabar harian nasional dengan melakukan analisis isi kualitatif terhadap surat kabar nasional, yaitu: Kompas, Republika, Suara Pembaruan, dan Media Indonesia selama periode November 2016. Dengan menganalisis tajuk rencana mereka, kajian menemukan bahwa frame surat kabar di Indonesia berbeda satu sama lain. Frame surat kabar Republika dan Suara Pembaruan bahkan saling bertentangan. Republika menganggap aksi umat Islam sebagai respon untuk memperoleh keadilan dan hak asasi karena penistaan agama mereka (masalah hukum). Suara Pembaruan melihat aksi sebagai masalah politik (pemilihan gubernur DKI Jakarta) yang menggunakan isu agama. Media Indonesia melihat aksi juga sebagai masalah politik. Kompas melihat aksi sebagai persoalan agama dan politik. Kajian  menyimpulkan bahwa walaupun diharapkan tidak memihak sebagai bagian dari nilai-nilai demokrasi, media massa tetap saja memihak dalam isu yang krusial seperti agama. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa media umum sekalipun bisa menjadi media partisan pada konteks tertentu.
Simulation of Social Reality Through New Media Study on Yogyakarta Students Smartphones Users (Simulasi Realitas Sosial Melalui New Media Studi pada Mahasiswa Yogyakarta Pengguna Smartphone) Yanti Dwi Astuti
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020108

Abstract

This research is tries to uncover thesimulation of social reality of social media and instant messaging application through smartphone that removed the student communication landscape become borderless in Yogyakarta. Smartphone application has creating a new space which brought a second reality for the student to communicate. Transformation phenomena from the real interaction society towards virtual society are important and interesting study further. In terms of analyzing this study uses the theory of symbolic interactionism, CMC and simulacra with descriptive qualitative method. The data came from observation, interviewing, documentation by snowball and purposive sampling techniques and Yogyakarta student as the primary source. The research result shows that social networking and instant messenger have created social reality simulation of Yogyakarta students in new media  through a sign which are the reflection of the reality. Another invention also told us that the smartphone advantages have changed the action and mindset pattern of the Yogyakarta student, they usually used it to communicating, doing study task, entertainment, online shopping business, spreading some information, posting some selected and edited pictures, downloading scientific journals, e-book, producing and spreading memes character, symbol, picture and videos that they deliberately created.Penelitian ini mengungkap simulasi realitas sosial pada aplikasi jejaring sosial dan instant messaging melalui new media yang mengubah lanskap komunikasi mahasiswa Kota Yogyakarta yang menjadi tanpa batas. Ruang buatan yang diciptakan oleh aplikasi smartphone menjadi realitas kedua bagi mahasiswa untuk berkomunikasi. Fenomena transformasi dari interaksi masyarakat nyata menuju interaksi masyarakat virtual ini penting dan menarik untuk diteliti. Penelitian ini melihat realitas virtual yang diciptakan mahasiswa melalui smartphone bersanding dengan realitas nyata yang menggunakan teori interaksionisme simbolik, CMC dan simulakra dengan pendekatan kualitatif yang berjenis deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik snowball dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring sosial dan instant messaging telah membentuk simulasi realitas mahasiswa Yogyakarta di media baru melalui tanda/citraan yang merupakan refleksi dari realitas, bahkan menutupi realitas yang sebenarnya dan menciptakan simulakrum yang terkadang tidak ada hubungannya dengan realitas. Temuan lain juga mengatakan bahwa pemakaian smartphone banyak mengubah pola pikir dan tindakan mahasiswa Yogyakarta lebih untuk melakukan komunikasi, mengerjakan tugas kuliah, mencari hiburan, bisnis online shopping, menebarkan informasi, mengunggah foto, mengunduh jurnal dan e-book, memproduksi dan menyebarkan gambar-gambar meme yang lucu atau yang berkaitan dengan aktivitas tertentu dan melakukan pencitraan diri melalui simbol, gambar dan video yang sengaja mereka ciptakan.
Analisis Kebutuhan Model Media Audio Cerita Wayang Bagi Remaja Mariana Susanti; Sri Wahyuni
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020104

Abstract

Puppet was the cultural heritage of Indonesia and a world heritage whose many advantages and some disadvantages. Indonesian youth was considered away from the puppet. Unit of Educational and Culture of Radio Media Development addressed this phenomenon by conducting a needs analysis of puppet stories as audio media character education for the younger generation, in particular adolescent ages 12-18 years. The analysis was conducted to uncover the adolescent perception about the puppet and how their need about the puppet which was broadcasted through the radio. This study used the survey method and involved radio stations in Middle Java and Eastern Java, which had been partnered with BPMRPK and had founded school and student community. The results showed that teens are considered the main attractive of the puppet performances was at the story. Teens considered puppet stories would be interesting if the radio broadcast program was made by adjusting the present context. Most teens need a puppet story radio broadcast in the form of a recording, duration of 30 minutes, and aired every day.Wayang merupakan warisan budaya Nusantara sekaligus warisan budaya dunia yang memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Sekarang ini generasi muda Indonesia dianggap tidak lagi memerhatikan keberadaan wayang. Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) menyikapi fenomena ini dengan melakukan analisis kebutuhan tentang cerita wayang sebagai media audio pendidikan karakter bagi generasi muda, khususnya remaja usia 12-18 tahun. Analisis dilakukan untuk mengungkap pandangan remaja tentang kesenian wayang dan bagaimana kebutuhan remaja tentang kesenian wayang yang disiarkan melalui media radio. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melibatkan stasiun radio mitra di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki sekolah binaan atau komunitas pelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja menganggap daya tarik utama pertunjukan wayang adalah pada cerita. Remaja menganggap cerita wayang akan menarik bila dijadikan program siaran radio dengan menyesuaikan konteks masa kini. Sebagian remaja membutuhkan siaran radio cerita wayang dalam bentuk rekaman yang berdurasi 30 menit dan disiarkan setiap hari. 
Penentuan Kualitas Pembelajaran Guru Sekolah Dasar Penggunaan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Indra Samsie; Kamna Mujahid; Resti Rante Lembang
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020103

Abstract

The system determining the quality of classroom learning at primary school teachers still done conventionally so the decision was taken to determine the quality of teachers by learning that sometimes does not correspond to the criteria set by the school and its analysis was not optimal. The method used for data collection were observation and interviews, while the methods used to determine the quality of classroom learning using Simple Additive weighting method (SAW). After going through the process of testing and assessment of the obtained results that the process of inputting the data with the average value of 94%, see the system as a whole with the average value of 92%, the ease of use of the system with an average value of 94%, the results of the analysis criteria with value an average of 84%, and the provision of the decision by the SAW method with an average value of 96%. The system determining the quality of learning by SAW method with the overall function testing resulted in an average value of 92% thus concluded the system determining the quality of teaching elementary school teachers using SAW method feasible to implement.Sistem penentuan kualitas pembelajaran kelas pada guru-guru sekolah dasar masih dilakukan secara konvensional sehingga keputusan yang diambil untuk menentukan guru dengan pembelajaran yang berkualitas terkadang  tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh sekolah dan analisisnya tidak maksimal. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan wawancara sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan kualitas pembelajaran kelas menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).  Setelah melalui proses pengujian dan penilaian maka diperoleh hasil yaitu proses penginputan data dengan nilai rata-rata 94%, tampilan sistem secara keseluruhan dengan nilai rata-rata 92%, kemudahan dalam penggunaan sistem dengan nilai rata-rata 94%, hasil analisis kriteria dengan nilai rata-rata 84%, dan pemberian hasil keputusan dengan metode SAW dengan nilai rata-rata 96%. Sistem penentuan kualitas pembelajaran dengan metode SAW dengan pengujian fungsi secara keseluruhan menghasilkan nilai rata-rata sebesar 92% sehingga disimpulkan sistem penentuan kualitas pembelajaran guru sekolah dasar menggunakan metode SAW layak untuk diterapkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10