cover
Contact Name
Sucipto
Contact Email
sucipto@unpkediri.ac.id
Phone
+6285655654555
Journal Mail Official
jbp@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Address Laboratorium Zoologi Univeritas Nusantara PGRI Kediri Jln. KH. Achmad Dahlan No 76 Mojoroto- Kota Kediri 64112, telp (0354) 771503, Fax. (0354)771576
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JBP)
ISSN : 24068659     EISSN : 27460959     DOI : https://doi.org/10.29407/
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya is a blind peer-review published by Research Institutions and Community Services, University of Nusantara PGRI Kediri and the media for researchers and lecturers who will publish the results of their research. The aim of the Journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Journal Biologi dan Pembelajarannya published twice a year in April and October with the scopes of the research areas that can be published in the Journal Biologi dan Pembelajarannya are : Biology Education, Action Research Class, Microbiology, Systematics and Taxonomy, Environmental science, Biology, Biodiversity, Ecology, Zoology, Botany.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017" : 7 Documents clear
Peranan β-karotendalam Sistem Imun untuk Mencegah Kanker kondororik, federika
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v4i1.667

Abstract

β-karoten merupakan salah satu jenis karotenoid yang melimpah pada buah dan sayuran dialam. β-karoten memiliki potensi sebagai antioksidan membuat beta-karoten dapat berperan sebagai agen antikanker secara langsung, dan juga memiliki potensi membantu meningkatkan sistem imun untuk membantu para pejuang kanker. Beta(β)-karoten dapat bekerja sama dengan sistem imun sebagai faktor kausatif untuk mencegah kanker. β-karoten dapat menjaga sistem imun dari kerusakan yang disebabkan oleh ROS (Reactive Oxygen Species) sehingga sistem imun dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal agar dapat mengenali sel-sel abnormal dalam tubuh yang nantinya dapat menyebabkan penyakit, antara lain kanker.
dwi nur Efektivitas Antifungi Ekstrak Daun Kakao (Theobroma cacao L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Fungi Patogen Indegenous Phytophtora palmivora dengan Metode Dilusi Padat rikhma, dwi nur
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v4i1.668

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak daun kakao (Theobroma cacao L.) dalam menghambat pertumbuhan patogen indegenous Phytopthora palmivora dengan menggunakan metode dilusi padat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan secara invitro dengan 4 taraf perlakuan konsentrasi 0%,50%,75% dan 100% dan pengulangan sebanyak 5 kali. Berdasarkan analisa statistik menggunakan uji Kruskall Wallis diperoleh hasil bahwa pemberian ekstrak daun kakao berpengaruh terhadap besar rata-rata diameter zona hambat pertumbuhan bakteri (sig 0,01 dengan α adalah 0,05) dan menunjukkan hasil yang berbeda nyata antar perlakuan konsentrasi 0% (0,00 ± 0,000a); 50% (3,00 ± 1,581b); 75% (4,20 ± 2,950b) dan 100% (8,20 ± 1,483c) dengan konsentrasi optimal sebesar 100% (8,20 ± 1,483c). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kakao (Theobroma cacao L.) efektif menghambat pertumbuhan patogen indegenous Phytopthora Palmivora pada tanaman kakako.
septarini Persiapan Tanaman Donor Kultur Mikrospora Brokoli Kultivar BL 10001 anitasari, septarini dian
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v4i1.669

Abstract

Persiapan tanaman kultur mikrospora penting dilakukan untuk menghasilkan tahapan perkembangan mikrospora yang layak digunakan sebagai tanaman donor mikrospora. Tahap perkembangan mikrospora merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kultur dalam menghasilkan embriogenesis mikrospora. Metode yang dilakukan yaitu perawatan kultivar BL 10001 pada suhu rendah pada greenhouse serta pengamatan mikrospora pada mikroskop. Hasil pengamatan dihitung menggunakan hemaecytomete kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase tahapan perkembangan mikrospora. Hasil penelitian didapat bahwa tahapan mikrospora yang layak digunakan sebagai tanaman donor yaitu fase uninukleat pada kuncup ukuran 4 mm sebanyak 98%.
happy Pengaruh Dosis dan Waktu Aplikasi Azolla pinnata terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea (L.) Merr.) daniarti, happy; Nurmilawati, Mumun
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v4i1.671

Abstract

Pemanfaatan tanaman paku air Azolla pinnata yang memiliki kandungan unsur hara nitrogen cukup tinggi dapat diaplikasikan pada media tanam sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea (L.) Merr.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu aplikasi A. pinnata terhadap pertumbuhan kacang tanah serta untuk mengetahui dosis dan waktu aplikasi yang paling efektif. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor 1, dosis A. pinnata (terdiri dari 4 level: D0 = 0% mmt, D1 = 1% mmt, D2 = 1,5% mmt, D3 = 2% mmt). Faktor 2, waktu aplikasi (terdiri dari 4 level: W1 = 14 hbt, W2 = 7 hbt, W3 = 0 hwt, W4 = 7 hst). Penelitian diulang sebanyak 3 kali di Desa Jabon Utara, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri selama 4 bulan. Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan umur berbunga. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) menggunakan program STATS 6.2. yang dilanjut dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan dosis dan waktu aplikasi A. pinnata berpengaruh terhadap jumlah daun dan umur berbunga, sedangkan untuk tinggi tanaman dipengaruhi oleh masing-masing perlakuan dosis dan waktu aplikasi. Pemberian A. pinnata dengan konsentrasi 1,5% mmt pada 14 hbt, dan konsentrasi 2% mmt pada 7 hbt menghasilkan jumlah daun paling banyak. Umur berbunga paling cepat dengan pemberian konsentrasi 1,5% mmt pada 14 hbt. Tinggi tanaman paling tinggi dengan pemberian konsentrasi 1,5% dan 1% mmt, sedangkan pengaplikasiannya pada 14 hbt dan 0 hwt.
abd rahman Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Meningkat Melalui Penerapan Model Jigsaw jarre, abd rahman
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v4i1.672

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang direncanakan atas dua siklus dan bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Batang dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII-2. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara kualitatif dan kuantitatf. Terdapat perbedaan persentase aktivitas siswa antara siklus I dan siklus II. Hal ini terlihat bahwa siswa yang tergolong dalam kategori tidak tuntas berjumlah 9 siswa (56,25%) dan siswa yang berada pada kategori tuntas hanya berjumlah 7 (43,75%). Ketuntasan belajar siswa pada siklus II juga mengalami peningkatan yaitu 100%. Kenaikan persentase siswa yang tuntas diiringi dengan penurunan jumlah siswa yang berada pada kategori tidak tuntas yaitu pada siklus I berjumlah 9 siswa (56,25%) menjadi 0 siswa pada siklus II (0%). Kesimpulan berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan bahwa; Aktivitas dan hasil belajar sains biologi siswa selama pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
silvia Upaya Peningkatan Keterampilan Inkuiri dan Interaksi Sosial Siswa Kelas X – U IIS 2 MAN Tulungagung 1 melalui Model Group Investigation Dipadu Number Heads Together anggraini, silvia
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v4i1.673

Abstract

Pembelajaran Biologi di kelas X-U IIS 2 MAN Tulungagung 1 lebih berpusat kepada guru yang menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang mandiri dalam memahami materi yang diajarkan sehingga keterampilan inkuiri, interaksi sosial rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perpaduan model pembelajaran GI dan NHT dapat meningkatkan keterampilan inkuiri, interaksi sosial, dan motivasi belajar siswa kelas X-U IIS2 MAN Tulungagung 1. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Taggart dengan subjek penelitian siswa kelas X-U IIS 2 MAN Tulungagung 1 yang berjumlah 27 siswa. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi inkuiri proses siswa, lembar keterampilan inkuiri produk siswa, angket interaksi sosial siswa serta angket motivasi belajar siswa. Kesimpulan hasil penelitian yaitu penerapan model GI yang dipadukan dengan NHT dapat meningkatkan keterampilan inkuiri, interaksi sosial.
taslim Potensi Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Solving Dipadu Kooperatif Jigsaw pada Konsep Ekosistem di SMP Negeri 3 Kota Ternate nur, taslim
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 4 No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v4i1.674

Abstract

Siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami materi ekosistem, oleh karena itu, perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang memungkinan siswa berpartisipasi aktif sehingga dapat memahami materi secara bermakna. Cara yang dianggap tepat dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif Jigsaw. Problem solving merupakan suatu metode pembelajaran yang menekankan pada kemampuan, cara memecahkan masalah yang dilaksanakan melalui tahapan: 1) pemahaman terhadap masalah/analisis masalah, 2) pemikiran suatu rencana pemecahan, 3) pelaksanaan pada suatu rencana pemecahan/implementasi dan, 4) peninjauan kembali hasil pemecahan/verifikasi. Model Jigsaw memiliki banyak kelebihan yakni; meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan meningkatkan keahlian dalam penyampaian ide-ide, meningkatkan kemampuan bekerjasama, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghargaai perbedaan serta meningkatkan proses dan hasil belajar serta respons siswa. Kesulitan guru dewasa ini dalam mencari metode yang tepat dalam proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa banyak mengalami kendala diantaranya implementasi materi atau konsep yang berhubungan dengan biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran problem solving dipadu kooperatif jigsaw dapat meningkatkan proses dan hasil belajar serta respons siswa pada konsep ekosistem di kelas VII siswa SMP Negeri 3 Ternate tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain mengacu pada model Kemmis dan Taggart. Hasil penelitian siswa SMP Negeri 3 Pada kelas VII-1 menunjukkan bahwa (1) Proses belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II, antara lain, (a) keaktifan siswa: nilai rata-rata 62,9 menjadi 66,9. (b) keterampilan kooperatif siswa secara klasikal 3,3 menjadi 3,7 (2) peningkatan hasil belajar serta respons siswa dari siklus I dan Siklus II antara lain (a) kemampuan kognitif siswa dari 64,1 menjadi 71,2 (b) keterampilan berpikir kritis 3,1 menjadi 4,5 (c) sikap siswa 62,9 menjadi 74,1.

Page 1 of 1 | Total Record : 7