cover
Contact Name
ANDIKA SETIAWAN
Contact Email
andika.setiawan@umj.ac.id
Phone
+6281283964089
Journal Mail Official
konstruksia@umj.ac.id
Editorial Address
Gedung Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jl. Cempaka Putih Tengah 27, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Konstruksia
ISSN : 20867352     EISSN : 2443308X     DOI : http://dx.doi.org/10.24853/jk.12.2.14-23
Core Subject : Engineering,
Lingkup Jurnal 1. Struktur 2. Keairan 3. Manajemen Proyek dan Konstruksi 4. Material 5. Transportasi 6. Geoteknik
Articles 416 Documents
ANALISIS PEMAMPATAN SEKUNDER PADA TANAH GAMBUT JAMBI DENGAN METODE GIBSON-LO Rahayu, Tanjung
Konstruksia Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perilaku pemampatan sekunder pada tanah gambut Jambi dengan melakukan percobaan konsolidasi dan analisa data. Percobaan konsolidasi dilakukan di laboratorium dengan menggunakan alat uji oedometer digital dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Metode Gibson-Lo.Tahapan pembebanan pada percobaan konsolidasi dilakukan dengan rasio penambahan beban sebesar 1, dengan beban awal 0,05 kg/cm2 dan beban akhir 6,4 kg/cm2. Tiap tahapan beban diberikan selama 24 jam, kecuali untuk dua tahap beban di sekitar tekanan prakonsolidasi yaitu 0,4 kg/cm2 dan 0,8 kg/cm2, beban diberikan selama 7 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva pemampatan tanah gambut Jambi menyerupai kurva pemampatan tipe I dan II menurut Lo (1961). Hasil analisis data dengan Metode Gibson-Lo menunjukkan bahwa nilai parameter a dan b mengecil dengan meningkatnya beban, sedangkan nilai 1/ membesar dengan meningkatnya beban.Kata Kunci : tanah gambut, konsolidasi sekunder
ANALISIS PENGARUH BETON DENGAN BAHAN ADMIXTURE NAPHTALENE DAN POLYCARBOXILATE TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Nadia, Nadia; Aprilianti, Seti
Konstruksia Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Beton sebagai bahan bangunan semakin meningkat, karena sifatnya yang mudahdibentuk dan memiliki kuat tekan yang tinggi. Masalah yang sangat berpengaruh pada beton adalah adanyaporositas yang dapat menyebabkan turunnya kuat tekan beton. Porositas sangat dipengaruhi oleh besarnyanilai faktor air semen (fas). Agarporositas kecil, diperlukan fas yang rendah. Untuk menghasilkan beton denganfas rendah namun tetap mudah dikerjakan, dibutuhkan bahan tambah, salah satunya adalah menggunakanadmixture superplasticizer. Dalam penelitian ini dianalisa kuat tekan beton yang dihasilkan denganmenggunakan superplasticizer type Napthalene dan Polycarboxilate dibandingkan dengan beton normal tanpamenggunakan admixture. Target mutu beton rencana adalah 35 MPa, dosis admixture yang digunakan sebesar1% dari berat semen, dan target slum adalah 12  2 cm. Hasil penelitian didapatkan bahwa kuat tekan betonnormal tanpa admixture adalah sebesar 40,2 MPa, kuat tekan Beton + Napthalene sebesar 43,13 MPa dan kuattekan Beton + Polycarboxilate sebesar 64,99 MPa. Superplasticizer jenis Napthalene mampu mengurangi airsebesar 24,88 %, sedangkan jenis Polycarboxilate dapat mengurangi air sebesar 40,98 %. Dengan kemampuanmengurangi penggunaan air yang lebih tinggi, campuran beton dengan bahan tambah Polycarboxilate mampumenghasilkan kuat tekan beton yang lebih tinggi dibandingkan dengan Napthalene.Kata Kunci: Napthalene, Polycarboxilate, superplasticizer, beton normal
PERAN PENILAI AHLI DALAM PENANGANAN KEGAGALAN BANGUNAN DAN KEGAGALAN KONSTRUKSI (MENURUT UU NO 18 TAHUN 1999 JO PP 29 TAHUN 2000) Hardjomuljadi, Sarwono
Konstruksia Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Undang Undang No 18 tahun 1999 jo Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 mendefinisikan bagi dua kegagalan dalam upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur, yaitu kegagalan bangunan dan kegagalan pekerjaan konstruksi. Dalam  penanganan kedua kegagalan di atas, sesuai amanat perundangan, melibatkan  seseorang dengan kualifikasi penilai ahli. Pada kegagalan bangunan sesuai Undang Undang No 18 Tahun 1999 pasal 25, penilai ahli adalah pelaku utama yang memberikan penetapan atas kegagalan bangunan. Pada kegagalan konstruksi sesuai dengan definisi pada Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Pasal 31, maka penilai ahli akan berperan membantu bilamana diperlukan seperti dinyatakan pada Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Pasal 49.Kata kunci: kegagalan bangunan, kegagalan pekerjaan konstruksi, penilai ahli.
PENGARUH VARIASI PANJANG SAMBUNGAN LAS TERHADAP KAPASITAS KUAT TARIK BAJA TULANGAN Rokhman, Abdul; Supriatna, Adi
Konstruksia Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses suatu konstruksi bangunan sering menggunakan adanya sambungan tulangan baja terutama untuk struktur dari beton bertulang. Sambungan yang sudah umum dilakukan yaitu dengan memakai sambungan lewatan dengan mengikuti aturan panjang lewatan sebesar 14D dari tulangan yang dipakai. Dengan pemasangan sambungan seperti ini berakibat akan terjadi pemborosan tulangan yang dipakai sebagai akibat adanya panjang lewatan tersebut. Alternatif sambungan yang dipakai yaitu dengan pengelasan antara tulangan baja yang disambung.Penelitian ini menggunakan tiga buah model untuk setiap sampel panjang pengelasan. Variasi panjang pengelasan yang digunakan masing masing bernilai 6 cm, 8 cm, 10 cm, 12 cm, 16 cm, 20 cm dan tulangan referensi dengan tanpa sambungan. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan beban statis terpusat pada tengah bentang dengan memberikan kekangan pada kedua ujung tumpuannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hampir semua benda uji menunjukkan daerah leleh terjadi pada daerah tulangan utuhnya bukan pada sambungan las namun ada satu benda uji yaitu pada panjang pengelasan 6 cm mengalami kegagalan pada sambungan lasnya.Kata kunci : Sambungan Las, Kapasitas Tarik Baja Tulangan
ANALISIS PERKERASAN JALAN KABUPATEN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA Sholeh, Ir, MT, Ibnu
Konstruksia Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor terpenting dalam pengembangan suatu daerah. Ketika infrastruktur rusak, distribusi aliran antar daerah akan terganggu dan menyebabkan biaya operasi menjadi tinggi dan tidak nyaman bagi pengguna jalan. Untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan, penelitian yang dilakukan diutamakan jalan-jalan kabupaten/kota dan analisis menggunakan metode Bina Marga. Lokasi penelitian dipilih adalah jalan-jalan di daerah Purworejo, Provinsi jawa Tengah. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu masukan bagi para pemegang otoritas dalam pengelolaan jalan Kabupaten / Kotamadya untuk mengkompilasi sebuah daftar prioritas perkerasan jalan, apakah harus dipertahankan atau diperbaiki, sehingga sedini mungkin untuk menghemat anggaran.Kata kunci: Perkerasan Lentur, Bina Marga method, perawatan, infrastuktur
POLA HUBUNGAN ANTARA KINERJA BIAYA PROYEK DAN DAMPAK PENYIMPANGAN BIAYA PROYEK DENGAN PENDEKATAN INDIKATOR COST OVERRUN PADA PENGELOLAAN SUB KONTRAKTOR Achirwan, Achirwan; Latief, Yusuf
Konstruksia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kinerja biaya proyek agar tetap berjalan sesuai dengan rencana adalah penting. Penelitian ini membahas mengenai pola hubungan antara kinerja biaya proyek dengan dampak penyimpangan biaya proyek dengan pendekatan indikator cost overrun,  terutama pada pengelolaan sub kontraktor, studi dikhususkan pada proyek gedung  bertingkat terutama dikota Jakarta, Bogor, Tanggerang dan Bekasi. Berdasar dari bahan hasil penelitian  yang sebelumnya, didapat 4 indikator cost overrun pada pengelolaan sub kontraktor, yang masing masing atau kombinasi diantaranya sebagai ukuran dari dampak yang menyebabkan turunnya kinerja proyek, dari indikator tersebut akan dikaji dengan menggunakan perangkat pengolah data SPSS, pada bagian mana penyebab paling significant mempengaruhi penurunan kinerja biaya. Dari dampak yang significant selanjutnya diindentifikasi penyebabnya, untuk kemudian dilakukan corrective action (langkah perbaikan).KATA KUNCI: kinerja biaya proyek, gedung bertingkat, subkontraktor, indicator cost overrun,  dampak, penyebab, tindakan koreksi.
PENGARUH KADAR SILIKA (SiO2) PADA AGREGAT HALUS TERHADAP PERMEABILITAS BETON Prayitno, Nadia; Ramdhon, Ahmad Ghani
Konstruksia Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan additive Silika (SiO2)  merupakan salah satu senyawa yang sangat berpengaruh pada proses hidrasi Beton, sehingga dapat mempengaruhi Kuat Tekan maupun Permeabilitasnya. Campuran Beton yang utama merupakan campuran yang terdiri dari Agregat halus (Pasir)+ Agregat kasar (Split/Kerikil) + Semen + Air + Bahan additive.  Umumnya Bahan Silika yang ditambahkan pada Beton berupa bahan additive. Sedangkan Pasir setelah diteliti dari beberapa jenis, ternyata Pasir mengandung Silika dalam jumlah yang bervariasi. Sehingga perlu penelitian, apakah kandungan Silika pada Agregat Halus (Pasir) berpengaruh terhadap Beton, dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian dilakukan pada campuran beton normal, dimana agregat halus (pasir) yang digunakan mengandung unsur Silika (SiO2) sebesar 13,12% (rendah < 20%), 35,09% (sedang 20%-40%) dan 50,40% (tinggi >50%) dan beton telah melalui umur rendaman 28 hari. Penelitian dilakukan dalam hal permeabilitasnya, dengan maksud supaya dapat diketahui kerapatan atau porositas beton pada campuran  yang dipengaruhi oleh kandungan Silika pada agregat halusnya. Pengukuran dilakukan pada  nilai koefisien permeabilitasnya. Nilai koefisien permeabilitas yang diperoleh adalah  1,55x10-7 cm/det untuk kadar SiO2 = 13,12%, 1,17x10-7 cm/det untuk kadar SiO2 = 35,09% dan 8,11x10-8 cm/det untuk kadar SiO2 = 50,40%. Dari hasil penelitian yang diperoleh, ternyata makin tinggi kandungan Silika pada Pasir, semakin rendah nilai koefisien permeabilitasnya.
ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR KOLOM BAJA PIPE RACK TINJAUAN DAMPAK STRUKTUR BAWAH Setiyono, Tri; Khoeri, Heri
Konstruksia Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Proyek Oil & Gas Plant biasanya terdapat struktur civil yang berfungsi sebagai penunjang sistem pemipaan, salah satu struktur tersebut yaitu Struktur Baja Pipe Rack.Perhitungan struktur baja Pipe Rack ini menganalisa perubahan struktur kolom baja pada struktur Pipe Rack, yang akhirnya akan berdampak pada struktur bawahnya. Perubahan struktur kolom baja Pipe Rack di modelkan dalam bentuk Model-1, Model-2 & Model-3. Dari analisa didapatkan bahwa perubahan penambahan dan pengurangan allowable stress rasio pada baja Pipe Rack sebesar 1.19%-80% per item Profil Baja, perubahan defleksi Kolom sebesar 1.14%, perubahan defleksi balok sebesar 61.7% dan berat struktur total mengalami perbahan sebesar 1.11%-5.91%.Dari analisa dampak pada tinjauan struktur bawah di dapat rasio tulangan pada kolom pedestal sebesar 1.14% atau masih sama dengan kondisi normal, akan tetapi terjadi penambahan penulangan pada balok tie-beam sebesar 40%, di tinjau dari struktur tiang pancang terjadi perubahan prilaku pada tiang pancang, yaitu terjadi defleksi tanah pada tiang pancang sebesar 1.35cm – 10.5cm. Dari semua analisa model struktur baja Pipe Rack dengan perubahan struktur kolom maka dapat ditinjau bahwa baja Pipe Rack yang di modelkan secara stabilitas strukturnya terhadap beban pipa dan stabilitas struktur terhadap struktur bawahnya.Kata kunci : Struktur Pipe Rack, Baja Pipe Rack, Baja ASD dan LRFD
STUDI ANALISIS LENTUR BALOK YANG MENGALAMI PROSES PENGEROPOSAN BETON TINJAUAN DAERAH LAPANGAN Firmansyah, Firmansyah; Nadia, Nadia
Konstruksia Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan bangunan yang paling penting dalam setiap pembangunan, terutama dalam hal-hal kemudahan pengerjaanya dan juga pelaksanaanya serta perawatannya.Tap idalam pelaksanaan pengecoran, penuangan kecetakannya dan pemadatan yang tidak sempurna, maka campuran beton tidak akan menjadi homogen. Hal ini yang mengakibatkan rongga-rongga didalam beton yang menyebabkan beton menjadi keropos.Maka dari itu akan diteliti, bagaimana pengaruh keropos pada posisi didaerah lapangan balok beton ini terhadap kuat lenturnya. Dan apakah grouting dapat menyelesaikan masalah ini. Berdasarkan hasil dari sejumlah pengujian, dengan SNI 03-4431-1997, Metode Pengujian Kuat Lentur Normal dengan Dua Titik Pembebanan. analisis dan pembahasan di dapatkan Tegangan lentur pada balok beton keropos mengalami penurunan kuat lentur sebesar 20% terhadap kuat lentur balok yang tanpa mengalami keropos (normal). Tegangan lentur pada balok beton yang sudah di-grouting mengalami penurunan kuat lentur sebesar 13.33% terhadap kuatlenturbalok yang tanpa mengalami keropos (normal).Tegangan lentur pada balokbeton yang keropos mengalami penurunan kuat lentur sebesar 6.67% terhadap kuatl entu rbalok yang sudah di-grouting.Kata kunci : Beton, SNI, Keropos, grouting, Kuat Lentur, Normal
ANALISIS PERBEDAAN KUAT TEKAN BETON TAMBAHAN ABU TERBANG DENGAN BETON NORMAL YANG DIRENDAM DALAM ASAM SULFAT UNTUK BETON MUTU RENDAH Ahmad, Irza
Konstruksia Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sulfat merupakan unsur padat yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur beton yangterutama pada bagian langsung yang berhubungan dengan air laut maupun tanah yang bersifat asam.Abu terbang mempunyai sifat pozzolan yang merupakan bahan alami atau buatan yang mengandung senyawasilica atau alumina yang tidak mempunyai sifat seperti semen.Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh asam sulfat terhadap kuat tekan beton yangmengandung abu terbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton campuran abu terbang mempunyaiketahanan terhadap pengaruh asam sulfat.Kata kunci : abu terbang, asam sulfat

Page 7 of 42 | Total Record : 416


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025 Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024 Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023 Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 1 Tahun 2022 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 2 Tahun 2022 Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 1 Tahun 2021 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 2 Tahun 2021 Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 1 Tahun 2020 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 2 Tahun 2020 Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 1 Tahun 2019 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 2 Tahun 2019 Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 1 Tahun 2018 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 2 Tahun 2018 Vol 9, No 1 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 1 Tahun 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 2 Tahun 2017 Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 1 Tahun 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 7 No. 2 Tahun 2016 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2001) More Issue