cover
Contact Name
ANDIKA SETIAWAN
Contact Email
andika.setiawan@umj.ac.id
Phone
+6281283964089
Journal Mail Official
konstruksia@umj.ac.id
Editorial Address
Gedung Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jl. Cempaka Putih Tengah 27, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Konstruksia
ISSN : 20867352     EISSN : 2443308X     DOI : http://dx.doi.org/10.24853/jk.12.2.14-23
Core Subject : Engineering,
Lingkup Jurnal 1. Struktur 2. Keairan 3. Manajemen Proyek dan Konstruksi 4. Material 5. Transportasi 6. Geoteknik
Articles 416 Documents
PENCEGAHAN PENDANGKALAN ALUR PELAYARAN ANTARA DUA BREAKWATER, DENGAN SYSTEM SAND BYPASSING Kartohardjono, Aripurnomo
Konstruksia Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendangkalan alur pelayaran yang terletak diantara dua breakwater, merupakan fenomena alam yang biasa terjadi, sehingga upaya mengatasinya harus menggunakan solusi yang tepat agar alur pelayaran dapat berfungsi sebagaimana mestinya dengan biaya yang memadai. Upaya pencegahan pendangkalan yang disebabkan oleh sedimen transport yang datang dan masuk ke alur pelayaran harus dipindahkan agar tidak terjadi pengendapan, dalam hal ini dibahas dengan menggunakan sistem sand by passing. Material yang masuk melalui breakwater diupayakan agar dapat terus berlalu dan tidak mengendap di alur, tentunya dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas material sedimen.
PERBANDINGAN PELAKSANAAN DINDING PRECAST DENGAN DINDING KONVENSIONALDITINJAU DARI SEGI WAKTU & BIAYA (STUDI KASUS GEDUNG APARTEMEN DI JAKARTA SELATAN) Yulistianingsih, Yulistianingsih; Trijeti, Trijeti
Konstruksia Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yangberfungsi memisahkan / membentuk ruang. Pada bangunan rumah tinggal maupun bangunan gedung sampai sekarang masih banyak yang menggunakan dinding bata / bata ringan (metode konvensional).  Seiring kemajuan teknologi, maka banyak pilihan metode pekerjaan dinding yang diciptakan, salah satunya adalah dinding pracetak (panel precast).  Pada proyek pembangunan gedung apartemen di Jakarta Selatan, dinding perimeter luarnya menggunakan panel precast. Penelitian yang dilakukan untuk menganalisa apakah metode precast lebih efisien dari segi waktu dan biaya dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil perhitungan menunjukkan variasi tingkat efisiensi dari metode pekerjaan dinding precast dan konvensionalKata Kunci :precast, konvensional , waktu , biaya
PENGARUH TERJADINYA FIRST CRACK TERHADAP LAJU PENINGKATAN MOMEN NEGATIF TUMPUAN PADA BALOK BETON Rokhman, Abdul
Konstruksia Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur balok beton bertulang relatif memiliki nilai kekakuan struktur yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis struktur balok dari material yang lain. Dengan nilai kekakuan yang tinggi ini menyebabkan defleksi struktur balok akibat beban yang bekerja mempunyai nilai yang relatif kecil. Apabila pada suatu struktur balok beton dilakukan pembebanan yang terus meningkat maka pada suatu saat modulus of rupture beton akan terlampaui sehingga berakibat terjadinya retak awal (first crack) pada beton. Penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan tiga buah model balok beton bertulang dengan dimensi balok 150 mm x 200 mm dengan panjang balok tengah 2250 mm. Agar terjadi nilai first crack yang berbeda dilakukan perbedaan variasi penulangan balok yang digunakan yaitu dengan membedakan sambungan lewatan ( lap splice) pada tulangan tarik tengah bentang yang masing masing bernilai 1,0 ld (500 mm), 0,5 ld (250 mm), dan balok referensi dengan menggunakan tulangan tanpa sambungan. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan beban statis terpusat pada tengah bentang dengan memberikan kekangan pada kedua ujung tumpuannya sehingga akan didapatkan selain momen positif lapangan juga momen negatif tumpuan. Hasil penelitian dari ketiga model balok menunjukkan bahwa momen negatif tumpuan baru akan terjadi atau mempunyai peningkatan nilai yang cukup signifikan jika pada balok telah terjadi retak awal (first crack). Dengan terjadinya retak awal tersebut berakibat pada penambahan nilai momen negatif akan lebih besar dibandingkan dengan penambahan momen positif lapangan dalam hal ini telah terjadi redistribusi momen dari lapangan ke tumpuan.Kata Kunci : Sambungan lewatan, First crack, Momen negatif tumpuan, Redistribusi momen
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN EKONOMI TERHADAP PELABUHAN SUMBA TENGAH Suyuti, Hermawati
Konstruksia Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendukung penerapan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah maka sebagai konsekuensinya dari penerapan peraturan tersebut perlu membagi kewenangan kepada Pemerintah Daerah baik Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. Pembagian kewenangan berupa desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan, kewenangan tersebut juga dimaksud dan agar setiap daerah berusaha mengejar ketertinggalannya dari daerah lain yang lebih maju dan agar dapat berkembang sesuai kemampuannya. Dari perhitungan analisa ekonomi, diperoleh tolok ukur kelayakan ekonomi, yaitu: EIRR (14,14 %); NPV (Rp. 37.115 juta,- pada discount rate 10%) dan BCR (1,59 pada discount rate 10%). Dinyatakan, proyek pembangunan pelabuhan laut Kabupaten Sumba Tengah, dinilai layak secara ekonomis. Dari perhitungan analisa finansial, diperoleh tolok ukur kelayakan finansial, yaitu: FIRR (Tidak Tercapai); NPV (- Rp. 59.672 juta,- pada discount rate 10%); BCR (0,047 pada discount rate 10%) dan Payback Period (tidak terdifinisi). Dinyatakan proyek pengembangan jangka pendek Pelabuhan Kabupaten Sumba Tengah, dinilai tidak layak secara finansial.Kata Kunci: kelayakan ekonomi, kelayakan finansial, Sumba Tengah, pelabuhan
ANALISA PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA BANGUNANGEDUNG PENATAAN RUANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM Handoko, Dwi; Sunaryo, Sony
Konstruksia Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah K3 secara umum di Indonesia masih sering terabaikan terutama pada pelaksanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dengan konstruksi bangunan sederhana, hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja pada penyelenggaraan konstruksi, tenaga kerja di sektor jasa konstruksi mencakup sekitar 7-8% dari jumlah tenaga kerja di seluruh sektor, dan menyumbang 6.45% dari PDB di Indonesia. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat beberapa faktor penyebab terjadi kecelakaan kerja, antara lain tidak dilibatkan ahli teknik konstruksi, penggunaan metoda pelaksanaan yang tepat, lemahnya pengawasan pelaksanaan konstruksi di lapangan, belum sepenuhnya melaksanakan peraturan-peraturan menyangkut K3 yang telah ada, lemahnya pengawasan penyelenggaraan K3, kurang memadainya baik dalam kualitas dan kuantitas ketersediaan alat pelindung diri (APD), faktor lingkungan sosial ekonomi dan budaya pekerja dan kurang disiplinnya para tenaga kerja didalam mematuhi ketentuan mengenai K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepatuhan dan pengawasan terhadap kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengujian hipotesis, sedangkan subjek penelitian ini adalah pekerja bangunan Gedung Penataan Ruang  Kementerian Pekerjaan Umum yang dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumplan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) menggunakan bantuan program statistik SPSS, namun sebelum dilakukan pengujian regresi berganda terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak kontraktor dan kementerian Pekerjaan Umum dalam upaya meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja dalam proses pelaksanaan kontruksi.Kata Kunci:Peraturan, Pengawasan, Kesadaran K3
PERAN ENJINIR TERHADAP TERJADINYA KLAIM KONSTRUKSI DI PROYEK INFRASTRUKTUR PINJAMAN LUAR NEGERI (DENGAN REFERENSI FIDIC MDB 2006) Salindri Hardjito, Marlia Dyah; Hardjomuljadi, Sarwono
Konstruksia Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klaim didunia konstruksi adalah suatu tuntutan dari pihak yang merasa hak-haknya belum diterima sehingga meminta kompensasi baik itu berupa uang atau tambahan waktu yang mana belum dituliskan dalam kontrak. Untuk meminimalisasi terjadinya klaim, penulis bermaksud untuk melihat pengaruh dari peran enjinir yaitu wewenang, tugas dan tanggung jawab yang dominan apa saja didalam FIDIC MDB 2006 terhadap  terjadinya klaim konstruksi di proyek infrastruktur pinjaman luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan dari 66 peran enjinir didapatkan 7 peran enjinir yang dominan dan berpengaruh terhadap  terjadinya klaim konstruksi yaitu : (a) melakukan verifikasi data atas klaim yang diajukan oleh kontraktor (b) melakukan perhitungan terhadap pekerjaan yang diselesaikan oleh kontraktor sampai dengan terjadinya force major dan menerbitkan Berita Acara Pembayaran (c) melakukan perhitungan terhadap pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh kontraktor terkait dengan pemutusan kontrak (d)  melakukan penetapan sesuai dengan kontrak atas permintaan kontraktor (e) menetapkan sertifikat pembayaran sementara yang diajukan oleh kontraktor (f) menerbitkan gambar rencana sesuai waktu tertentu yang wajar (g) melakukan peninjauan terhadap usulan perpanjangan waktu penyelesaian oleh kontraktor. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi  terjadinya klaim konstruksi akibat peran enjinir adalah: (a) Perusahaan konsultan menyediakan personil sesuai dengan kualifikasi yang tertera di kontrak (b) dalam pengadaan konsultan supervisi, pengguna jasa dapat menggunakan metoda lelang QBS (Quality Base Selection) dengan konsukuensi nilai kontrak menjadi lebih tinggi dan melakukan tes kemampuan personil (c) disarankan adanya revisi sub-klasula 3.1(c) yaitu penambahan sanksi kepada enjinir apabila enjinir lalai (d) di dalam kontrak antar pemilik proyek dan konsultan perlu ditambahkan sanksi berupa biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan konsultan bukan hanya sanksi berupa penundaan pembayaranKata kunci : Enjinir, Kontraktor, Klaim, FIDIC MDB 2006, Pinjaman Luar Negeri
CHANCE AND DESIRE, THE ROOT OF CONSTRUCTION CLAIMS Hardjomuljadi, Sarwono
Konstruksia Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In a construction project contract activities, can certainly be differences of opinion over theinterpretation of contract clauses that develop into disputes. In the event of any dispute, anyparty that ultimately wins through the process ofarbitration or litigation, the loss will always be in the service user.Differences of opinion, where one side feels the contractor services provider mustsubmit a claim to be eligible fordoing something or because they feel harmed by the behavior ofthe service users, all while the service users do notfeel obligated to pay because they do not feel or not feel commanded complicate or lead to the existence ofbarriers to the contractor.Pre-contract strategy from the service user, which is preparing a general conditions of contract which has beenstandardized as FIDIC General Conditions of Contract, known as a fair and balanced conditions that canbe done to reduce the possibility offiling a claim from the contractor that occurs because ofthe "opportunity" , but the second leading cause of "desire" to get more profits, up to now has not been assessed.However "lust" This requires special handling, of course, with the development ofconscience.Key words: claims, disputes, conditions ofcontract, opportunity, desire
KAJIAN KAPASITAS SERAP BIOPORI DENGAN VARIASI KEDALAMAN DAN PERILAKU RESAPANNYA Aziz, Umar Abdul
Konstruksia Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat dari adanya pembangunan yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan serta semakin banyaknya penggundulan hutan sehingga menyebabkan aliran infiltrasi menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan daerah run off. Sebagai salah satu usaha untuk mengurangi potensi banjir serta untuk menjaga air tanah agar tetap seimbang maka dibuatlah lubang resapan biopori buatan (LRB). Penelitian yang dilaksanakan di lapangan Garnizun bertujuan untuk menganalisa perilaku resapan pada variasi kedalaman LRB kedalaman 25 cm, 50 cm, dan 75 cm dengan cara mengadakan pengujian properties tanah di laboratorium serta melaksanakan penelitian utama di lapangan untuk mengetahui volume resapan, debit pada masing-masing variasi kedalaman LRB serta mencari luasan penyebaran per- 10 cm pada kedalaman 50 cm. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa semakin lama tinjauan waktunya maka daya resap air semakin kecil karena tanah mengalami proses penjenuhan. Pada kondisi tanah yang relatif homogen maka semakin dalam galian LRB maka semakin banyak daya resapnya, karena pengaruh beda tinggi serta luas tampang resapan semakin besar. Pada kondisi tanah yang relatif homogen maka semakin dalam tinjauan kedalaman LRB maka debit air yang dihasilkan akan semakin besar karena beda tinggi energi yang terjadi pada LRB 25 cm, 50 cm dan 75 cm. Hal ini ditunjukan dengan data debit yang terjadi pada masing-masing variasi kedalaman. Dari kedalaman 10 cm menuju 20 cm, 30 cm, 40 cm, 50 cm, maka tekanan semakin besar, kecepatan resapannya ikut meningkat sehingga luasan penyebarannya semakil luas. Hasil penelitian menunjukan bahwa luasan resapan yang terjadi pada kedalaman 10 cm adalah 427.4 cm2, 20 cm adalah 645.1cm2, 30 cm adalah 1474.1 cm2, 40 cm adalah 2068.6 cm2, 50 cm adalah 2763.5 cm2.Kata Kunci : Biopori, LRB, kedalaman, infiltrasi
ANALISA LENDUTAN DAN DISTRIBUSI GAYA LATERAL AKIBAT GAYA LATERAL MONOTONIK PADA PONDASI TIANG KELOMPOK Ahmad, Irza
Konstruksia Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini diawali dengan pembahasan tiang tunggal karena merupakan dasar untuk interaksi dua tiang yang akan dikembangkan menjadi analisa pondasi tiang kelompok, dengan menggunakan metode Elastis dan metode Penyederhanaan Perhitungan Gaya Horisontal. Kedua metode ini digunakan untuk beban dan jarak antar tiang yang bervariasi. Kesimpulannya bahwa tiang pada sudut menanggung beban lebih besar dari yang di tengah dan distribusi gaya untuk masing-masing tiang semakin merata serta lendutan yang terjadi makin kecil dengan bertambahnya jarak antar tiang.Kata Kunci: lendutan, monotonik, gaya lateral, pondasi tiang
ANALISIS PENGARUH SHEAR WALL TERHADAP SIMPANGAN STRUKTUR GEDUNG AKIBAT GEMPA DINAMIS Al Hanif, Basit; Buwono, Haryo Koco
Konstruksia Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu bangunan tinggi sangatlah rentan terhadap gaya lateral. Gaya lateral yang terjadi pada bagunan, salah satunya adalah beban yang ditimbulkan akibat gempa. Beban gempa dihitung menggunakan perhitungan gempa statis atau gempa dinamis. Untuk kategori struktur tidak berarturan, gempa harus ditinjau menggunakan gempa dinamis.Dalam merencanakan suatu gedung yang sama fungsi dan lokasi, namun tidak menggunakan dan menggunakan shear wall, secara sistem gedung tersebut sudah berbeda. Dan gedung harus direncanakan dengan faktor reduksi gempa yang berbeda. Dan gerak ragam pertama haruslah dominan translasi.Salah satu struktur yang digunakan untuk menahan gaya lateral akibat gempa adalah struktur shear wall. Dengan adanya shear wall akan mempengaruhi kekakuan bangunan, sehingga gaya lateral tidak sepenuhnya dipikul oleh struktur rangka.Dengan adanya shear wall, gedung memliki kekakuan yang lebih dibanding gedung yang tidak direncanakan menggunakan shear wall. Kekauan lebih yang dimiliki gedung berdampak  pada simpangan struktur. Simpangan layan dapat tereduksi, arah X 41,52% dan arah Y berkurang 10,36%. Untuk simpangan ultimit, simpangan arah X tereduksi sebesar 30,89%, sedangkan untuk arah Y bertambah 5,94%. Kata kunci : Shear wall, kinerja layan, kinerja ultimiit

Page 5 of 42 | Total Record : 416


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 2 Tahun 2025 Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024 Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023 Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 1 Tahun 2022 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 2 Tahun 2022 Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 13 No. 1 Tahun 2021 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 2 Tahun 2021 Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 1 Tahun 2020 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 2 Tahun 2020 Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 11 No. 1 Tahun 2019 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 2 Tahun 2019 Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 1 Tahun 2018 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 2 Tahun 2018 Vol 9, No 1 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 9 No. 1 Tahun 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 2 Tahun 2017 Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 1 Tahun 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 7 No. 2 Tahun 2016 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 2 Tahun 2014 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 5, No 1 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 5 No. 1 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 2 Tahun 2013 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 4 No. 1 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 2 Tahun 2012 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 3, No 1 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 3 No. 1 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010 Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2001) More Issue