cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DEMOCRATIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Korelasi Pembelajaran PKN Dengan Pembentukan Karakter Siswa Dalam Kehidupan Sehari - Hari Pada Siswa Setyawan, Fedri
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hakikat negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya. Rumusan Masalah adalah adakah korelasi yang signifikan antara pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembelajaran PKn di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati,untuk mengetahui sejauh mana karakter siswa di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati, dan untuk mengetahui korelasi pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari di MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII,VIII,IX MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati  yang berjumlah 39 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan penelitian dengan berorentasi pada korelasi antara pembelajaran PKn dengan pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif karena dalam peneltiian ini menggunakan analisa statistik untuk menganalisa selanjutnya mengambil kesimpulan dari penelitian itu. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode angket. Validasi data diperoleh dari perhitungan statistik product moment. Simpulan adalah hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis data bahwa nilai korelasi (pearson correlation) pada r hitung sebesar 0,470. Kemudian dibandingkan dengan r tabel. Dalam r tabel = 0,316, dengan N (jumlah responden) = 39, dan tingkat signifikansi 0,05. Jika r hitung > r tabel maka Ho ditolak, Ha diterima. Karena r hitung (0,470) > r tabel (0,316) maka Ha diterima. Dengan demikian berarti ada korelasi pembelajaran PKn dengan pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari pada siswa MTs. Tarbiyatul Islamiyah Tanjunganom Gabus Pati. Saran yang di berikan adalah lembaga pendidikan merupakan tempat untuk membimbing siswa sehingga kelak menjadi manusia yang dapat membimbing diri sendiri dan orang lain, Pembentukan karakter yang dilakukan di sekolah hendaknya ditindaklanjuti di luar sekolah, baik di lingkungan keluarga siswa maupun di masyarakat. Karena dengan kondisi yang mendukung maka karakter yang diharapkan dari lembaga pendidikan dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari, siswa hendaknya dibimbing dengan baik terutama pada masa perkembangan sebagai anak-anak agar diarahkan kepada hal-hal positif yang sesuai dengan tuntunan agama dan tidak membelok ke arah kenakalan remaja, para orang tua siswa selaku orang terdekat dengan siswa dalam kesehariannya hendaknya mau mengawasi perilaku siswa selama di rumah atau lingkungan masyarakat dan tidak segan-segan menegur anak mereka yang melakukan perilaku negatif agar tidak berkelanjutan, hendaknya ada kerjasama yang baik antara pihak lembaga pendidikan dengan orang tua dan masyarakat, baik dalam bidang pembangunan jasmaniah yang menyangkut sarana dan prasaran pendidikan, tetapi juga pembangunan moril yang mencakup pemberian keteladanan, sanksi sosial bagi palanggar perilaku negatif, serta penghargaan kepada para anak didik agar mereka termotivasi untuk berbuat baik. Kata Kunci : korelasi, pembentukan karakter, pembelajaran PKn
Kesadaran Warga Negara Terhadap Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Di Kota Pati Sutiana, Angger
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Kesadaran Warga Negara Terhadap Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Latar belakang dari penelitian ini adalah ada beberapa permasalahan di dalam masyarakat yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk. Yang pertama adalah timbul dari diri pribadinya seperti masyarakat yang melalaikan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk karena dipengaruhi oleh ketidaktahuan dan ketidakpahaman akan keberadaan hukum yang mengaturnya. Yang kedua adalah proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk yang rumit, yang berbelit belit. Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar kesadaran warga negara terhadap kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesadaran warga terhadap kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena data akan dianalisis dengan menggunakan kata-kata. Sumber data yang diperoleh berasal dari hasil jawaban informan, serta dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Fokus penelitiannya adalah gambaran umum kesadaran warga, sosialisasi pejabat pemerintahan desa dan upaya yang dilakukan oleh pejabat desa dalam rangka mengatasi kepemilikan Kartu Tanda Penduduk di Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara.  Hasil penelitian ini adalah bahwa warga masyarakat Desa Dengkek Kecamatan Pati Kabupaten Pati memiliki keasadaran yang cukup tinggi untuk membuat Kartu Tanda Penduduk. Saran penelitian ini adalah bahwa untuk membuat KTP tidak perlu ditunda – tunda mengingat KTP sangat penting kegunaannya bagi masyarakat. Proses pembuatannya pun tidak memerlukan waktu yang lama. Kata Kunci : Kesadaran Warga Negara, Kepemilikan KTP
Peranan Posdaya Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Di Masyarakat Asripah, Siti
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah diteliti adalah Peranan  posdaya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Masyarakat Kecamatan Tembalang  di mana keberadaan Posdaya di sana sebagai tempat untuk menjalin slaturohmi, berkarya, berwira usaha dibidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan di keluarga dan mendidik anak-anak usia dini. Hal ini akan berkaitan dengan persepsi maupun hasil dari Indept Interviw (wawancara mendalam). Wawancara ini  dilakukan dengan berbagai pihak yang dipilih sebagai informan guna menggali dan memperoleh informasi yang sedalam-dalamnya dan benar-benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Teknik ini tidak dilakukan dengan struktur ketat tetapi pertanyaan-pertanyaan terhadap informan dapat berkembang sesuai dengan jawaban informan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peranan posdaya yang berada di wilayah Kecamatan Tembalang. Hasil penelitian tentang peranan  posdaya di Kecamatan Tembalang diharapkan  menjadi bahan masukan dan menambah wawasan bagi penulis dan  bagi pembacanya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitataif  yang  menggambarkan di mana peneliti berusaha mengungkapkan  suatu fenomena/ obyek yang terjadi secara terus- menerus tanpa memberikan suatu perubahan  pada obyek yang bersangkutan.           Kata Kunci : Peranan, Posdaya, Meningkatkan, Kesejahteraan Keluarga, Masyarakat
Persepsi Masyarakat Terhadap Profesionalitas Guru Pasca Sertifikasi Maharoh, Endah
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru professional adalah guru yang mempunyai nilai dan kapasitas mengajar yang lebih baik dibandingkan dengan dengan guru biasa. Baik dari segi keilmuan, tingkah laku maupun metode mengajar dan penggunaan sumber belajar. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikasi proses pemberian sertifikat pendidik pada guru dan dosen (Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru pendidik pada guru dan dosen (Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Utuk menjadi guru professional seorang guru harus menguasai empat kompetensi, yaitu kompetensi paedagogis, konpetensi kepsribadian, kompetensi sosial dan kompeteansi professional. Masyarakat Desa gaji menganggap setiap guru pasti mendapat tunjangan sertifikasi dan berharap dengan adanya program sertifikasi tersebut akan menjadikan guru  khususnya guru yang mengajar di Desa Gaji akan semakin meningkatkan kinerja dan etos kerja para guru. Yang menjadi latar belakang dari penelitian ini adalah kinerja para guru di desa gaji setelah adanya program sertifikasi. Rumusan Masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah : “Bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap profesionalitas guru pasca sertifikasi?”. Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap profesi guru pasca sertifikasi, 2) Untuk mengetahui tingkat profesionalitas guru pasca sertifikasi, 3) Untuk meningkatkan penghargaan terhadap profesi guru, 4) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan profesionalitasnya. Berdasarkan pemaparan data penelitian, analisis data, dan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, didapatkan data untuk menjadi guru professional adalah guru yang selalu mempunyai informasi baru baik mengenai bidang study yang dia ampu ataupun ilmu pengetahuan umum yang sangat diperlukan dalam kelengkapan belajar mengajar. Dengan adanya program sertifikasi, guru di Desa gaji yang telah tersertifikasi telah ada peningkatan pada etos kerja dan kinerja guru. Pasca sertifikasi guru banyak yang meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, membuat buku LKS dan mengadakan penelitian tindakan kelas. Kata Kunci : Presepsi , Profesionalitas, Sertifikasi
Peranan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Jaenuri, Jaenuri
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan pelayanan pajak merupakan salah satu instrumen penting dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak dalam pembangunan negara. Diperlukan kegiatan penumbuhan kesadaran masyarakat membayar pajak, sehingga aktif membayar pajak dengan segala kewajibannya. Salah satu usaha Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) yang sejatinya sebagai lembaga pelayanan publik adalah meningkatkan penerimaan pajak untuk pembanguan negara, yaitu melalui usaha meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana peranan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, apa keunggulan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, faktor-faktor yang menghambat Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, dan solusi apa yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati untuk menghadapi hambatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak. Manfaat dari penelitian ini adalah memberi pengetahuan serta informasi tentang Peran Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, kepada pemerintah sebagai masukan bagi pemerintah mengenai peran dari Kantor pelayanan Pajak Pratama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati sebagai bahan masukan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati, kepada masyarakat sebagai kontribusi positif kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesadaran membayar pajak. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak yaitu: (1) melalui penyuluhan, (2) mengadakan pelayanan melalui konsultasi perpajakan, (3) penyebaran info perpajakan dan penerbitan buku pajak, (4) melalui media masa, (5) melalui mobil dinas keliling, (6) melalui kampanye dan pembagian souvenir (bunga), dan (7) menyediakan drop box. Selanjutnya mengenai keunggulan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak yaitu: (1) Pendaftaran NPWP, (2) Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP), (3) Restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), (4) Penerbitan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP), (5) Permohonan Keberatan Penetapan Pajak, (6) Pengurangan PBB terutang, selain layanan unggulan tersebut Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati juga memiliki layanan unggulan lain yaitu Pelayanan Pemberian NPWP sesuai dengan Standart Operating Prosedure (SOP) yang diselesaikan dalam waktu 1 hari, dalam rangka percepatan pelayanan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dapat menyelesaikan dalam waktu 20 menit untuk satu pemohon, Pelayanan pemberian Pengukuhan Usaha Kena Pajak (PKP) yang diselesaikan dalam waktu 3 hari, dalam rangka percepatan pelayanan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dapat menyelesaikan dalam waktu 1 hari untuk satu pemohon. Adapun mengenai faktor-faktor yang menghambat Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar  pajak meliputi: faktor dari dalam (petugas kantor) yaitu kurangnya tenaga frontliner dan faktor dari luar (pusat) yaitu sistem yang diberikan terlalu susah dipahami dan lama. Solusi yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati untuk menghadapi hambatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak yaitu: (1) hambatan yang berasal dari dalam (petugas kantor) yaitu kurangnya tenaga frontliner, solusi yang diberikan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati perlu ditambahnya tenaga frontliner dengan membuka lowongan tenaga kerja dibidang tenaga frontliner selanjutnya diseleksi tenaga frontliner tersebut kemudian setelah diterima sebagai tenaga frontliner ditraining dulu agar didapatkan tenaga frontliner yang professional yang bisa mewujudkan pelayanan prima, (2) hambatan yang berasal dari luar (pusat) yaitu sistem yang diberikan terlalu sulit dan susah dipahami, solusi yang diberikan Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati yaitu: (a) adanya pengenalan dan  pelatihan terhadap pegawai kantor mengenai sistem yang baru dari pemerintah misalnya tentang sistem menghitung sendiri pajak dari masyarakat (self assessment), (b) adanya penyuluhan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama kepada masyarakat (Wajib Pajak) mengenai sistem yang baru dari pemerintah mengenai pembayaran pajak agar masyarakat lebih tahu dan tidak mengalami kebingungan dalam membayar pajak. Berdasarkan hasil penelitian di atas, saran yang penulis sampaikan berkaitan dengan hasil penelitian ini yaitu kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati sebaiknya mengadakan program “mengisi bareng Surat Pemberitahuan (SPT)” untuk membantu para wajib pajak yang belum mengerti cara mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, keunggulan yang dimiliki Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kabupaten Pati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak seperti “memberikan pelayanan penerimaan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di masyarakat (Wajib Pajak) bekerja (jemput bola)” dan kepada Kantor Pelayanan Pajak pratama petugas frontliner sebagai citra KPPP Kabupaten Pati perlu ditambah dan ditraining lagi untuk mewujudkan pelayanan prima. Kata Kunci : Pelayanan pajak, Kesadaran masyarakat membayar pajak
Dampak Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Terhadap Peningkatan Kegiatan Belajar Siswa Suharsi, Suharsi
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian diawali dengan suatu permasalahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan seorang guru agar dalam mengemban tugas mendidik,mengajar dan membimbing siswa tercapai sesuai dengan tujuan yang diinginkandengan memotifasi belajar yang tinggi,dan bagaimana Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi terhadap peningkatan kegiatan belajar siswa itu dapat berpengaruh terhadap minat siswa dalam belajar. Dari latar belakang permasalahan tersebut diatas penulis mengambil judul Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi terhadap peningkatan kegiatan belajar siswa di SMP Negeri 1 Gajah Kabupaten Demak. Tipe dalam penelitian ini menggunakan tipe korelasional, dengan menggunakan 200 siswa-siswi sebagai sempel penelitian tersebut. Sedangkan pengujian hipotesa yang digunakan yaitu menggunakan analisa statistic korelasi product moment. Kepada pendidik dan pengajar di sekolah dalam proses belajar mengajar harus memperhatikan keadaan peserta didik diantaranya : Kegairahan dan kesediaan belajar,membangkitkan minat peserta didik. Hubungan dalam situasi belajar mengajar, manusiawi, Berusaha mengetahui sifat-sifat anak didiknya agar dapat mengetahui kelemahan-kelemahan dan kelebihan anak sehingga bisa membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak didik. Kata Kunci : Dampak, Perkembangan, Ilmu Pengetahuan, Tehnologi, Peningkatan, Belajar, Siswa
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di Sekolah Menengah Kejuruan Friska P, Euis
DEMOCRATIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah, pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru selama ini masih ada sebagian yang mengalami kendala, termasuk yang dialami oleh guru PKn di SMK Sultan Fatah Demak. Dengan demikian perlu ada action atau tindakan sebagai masukan untuk mengurangi kelemahan tersebut. Hal yang bisa dilakukan pembenahan, selain motivasi belajar dari siswa atau pun orang tua dan juga sarana dan prasarana yang tersedia di rumah maupun di sekolah,  yang tidak kalah pentingnya adalah pihak guru itu sendiri, mulau dari persiapan pembelajaran, pelaksanaan, hingga sampai pada evaluasi atau penilaian. Diharapkan dengan pelaksanaan penleitian ini hal-hal yang lebih mendapatkan perhataian kepada pihak terkait, terutama guru dan kepala sekolah. Permasalahan yang diajukan adalah; (1) bagaimana persiapan atau perencanaan guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak?, (2) bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh  guru PKn  di SMK Sultan Fatah Demak?, dan (3) bagaimana pelaksanaan evaluasi atau penilauan  oleh  guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak?. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan tentang: (1) persiapan atau perencanaan guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak, (2)   pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh  guru PKn  di SMK Sultan Fatah Demak, dan (3)   pelaksanaan evaluasi atau penilauan  oleh  guru PKn dalam proses pembelajaran di SMK Sultan Fatah Demak. Berdasarkan rumusan masalah yang dicroschekkan dengan  hasil dan temuan penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) perencanaan pembelajaran guru PKn di SMK Sultan Fatah Demak; perencanaan  proses pembelajaran PKn  di SMK Sultan Fatah Demak  berjalan secara efektif dan efisien, dalam arti mempertimbangkan waktu yang tersedia dengan cakupan materi yang rekatif luas, (2) pelaksanaan Pembelajaran PKn di SMK Sultan Fatah Demak; pelaksanaan proses pembelajaran guru selalu berpedoman pada Garis-garis Besar` Program Pengajaran (GBPP) yang di-operasionalkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan (3) penilaian atau Evaluasi pembelajaran oleh guru  PKn di SMK Sultan Fatah Demak; dalam penilaian digunakan sistem berkelanjutan, mulai dari nilai harian dalam bentuk pop quis, ujian tengah semester dan ujian semester. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan  antara aspek;  kognitif, afektif dan psikomotor. Kata Kunci : Pembelajaran,  pendidikan, Kewarganegaraan, Sekolah
Pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Upaya Untuk Memelihara Kebudayaan Nasional Puniatun, Puniatun
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah yang diteliti adalah pelaksanaan tradisi sedekah bumi di dusun Pucung kelurahan Pudak Payung yang didalam pelaksanaannya dipentaskan wayang kulit sebagai media ritual ( merti desa ) tetap dilestarikan walaupun bersaing dengan kesenian modern namun tetap diuri-uri dan dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tradisi sedekah bumi dalam masyarakat Pucung kelurahan Pudak Payung. 2) untuk mengetahui peran pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang ada hubungannya dengan pendidikan formal. 3) untuk mengetahui peran pelaksanaan tradisional sedekah bumi dalam masyarakat Pucung sebagai upaya untuk memelihara kebudayaan nasional. Hasil penelitian tentang pelaksanaan tradisi sedekah bumi ini sebagai upaya memelihara kebudayaan nasional ini diharapkan menjadi bahan masukan dan menambah wawasanbagi penulis dan bagi pembacanya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggambarkan dimana peneliti berusaha mengungkapkan suatu fenomena / objek yang terjadi secara terus menerus tanpa memberikan suatu pembenahan pada objek yang bersangkutan. Tempat penelitian ini dilaksanakan di wilayah kelurahan Pudak Payung kecamatan Banyumanik Semarang. Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2013. Dari hasil pengumpulan data, peneliti memperoleh data sebaai bukti bahwa pelaksanaan tradisi sedekah bumi sebagai upaya memelihara kebudayaan nasional di dusun Pucung kelurahan Pudak Payung yang cukup bugus / sangat berperan. Hal ini dibuktikan dengan masih dilaksanakan tradisi sedekah bumi di dusun tersebut. Adapun kesimpulan dari skripsi ini yaitu : 1) Perkembangan pelaksanaan tradisi sedekah bumi di dusun Pucung kelurahan Pudak Payung masih dipertahankan kelestariannya walaupun bersaing dengan budaya modern. 2) Pelaksanaan tradisi sedekah bumi cukup berperan terhadap pendidikan moral dalam masyarakat dusun Pucung kelurahan Pudak Payung terbukti disana masih ada gotong royong, musyawarah, kegiatan sosial. 3) Pelaksanaan tradisi sedekah bumi cukup berperan dalam memelihara kebudayaan nasional yaitu dengan adanya modifikasi musik, lagu dan kepandaian dalang dalam menyampaikan cerita menambah antusias masyarakat unuk menyaksikan dan memahami cerita dari wayang tersebut. Saran-saran yang diajukan peneliti yaitu : 1) Dengan berkurangnya peminat pelaksanaan tradisional sedekah bumi, maka perlu memperkenalkan tradisi sedekah bumi di dunia pendidikan baik formal maupun informal mulai jenjang pendidikan paling bawah sampai jenjang paling tinggi sebagai suatu kearifan lokal. 2) Untuk menambah daya tarik pelaksanaan tradisi sedekah bumi maka perlu dimodifikasi dengan menggunakan teknologi modern serta mengalihbahasakan agar penonton dapat memahami isi cerita yang dibawakan oleh dalang. 3) Kemudian pemerintah diharapkan memfasilitasi pelaksanaan tersebut agar lebih bisa masuk ke daerah pelosok maupun luar negeri.dengan demikian pelaksanaan tradisi sedekah bumi sebagai upaya memelihara kebudayaan nasional dapat terus dipertahankan di sepanjang masa. Kata Kunci : sedekah bumi, kebudayaan, tradisi
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kinerja Guru Adriana, Dwi Windu Satya
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatabelakangi oleh Gaya kepemimpinan kepala sekolah masih kurang melibatkan partisipasi guru dalam mengambil keputusan. Kemudian komunikasi interpersonal yang terjadi antara kepala sekolah dan guru masih kurang, sehingga terjadi kurangnya keterbukaan dan keharmonisan antara kepala sekolah dan guru, hal tersebut berpengaruh pada kinerja para guru. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: 1) pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru di SMA Nasional Pati dan 2) besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru di SMA Nasional Pati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif. Populasinya adalah guru SMA Nasional Pati sebanyak 57 orang, terdiri dari guru laki-laki sebanyak 23 orang dan guru perempuan sebanyak 34 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini Nonprobability Sampling.Adapun variabel bebas dalam penelitian ini yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan  Komunikasi Interpersonal atau (X2) sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja guru (Y). Teknik Pengumpulan Data meliputi: Observasi (pengamatan), Interview (wawancara), Dokumentasi dan Metode Angket (Quesional). Teknik pengukuran dalam instrumen pada penelitian ini menggunakan skala likert yang yang terdiri dari lima skala yaitu: Sangat Setuju (SS) diberi skor 5, Setuju (S) diberi skor 4, Ragu-ragu (R) diberi skor 3, Tidak Setuju (TS) diberi skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1 jika pernyataan bersifat positif. Sedangkan untuk skala negatif, kemungkinan skor tersebut menjadi sebaliknya tergantung arah pertanyaan yang diberikan. Uji validitas menggunakan tehnik korelasi product moment dari Pearson. Sedangkan uji relibialitas mengunakan tehnik Alpha dengan bantuan SPSS  Versi 16.0 for Windows. Selanjutnya untuk mengetahui hasil data yang dikumpulkan dilakukan perhitungan dengan menggunakan tehnik regresi linier. Hasil olah data uji validitas pada variabel X1 diperoleh hasil dari 12 item pernyataan semuanya dinyatakan valid, dan variabel  X2 diperoleh hasil dari 15 item pernyataan semuanya dinyatakan valid, dengan hasil ketiga variabel tersebut dinyatakan reliabel (X1 = 0,884, X2 = 0,890, Y = 0,885). Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan tehnik regresi linier berganda bahwa sumbangan efektif penelitian sebesar (0,951 x 100% = 95,1 %) yang artinya 95,1% kinerja guru dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal sedangkan sisanya yaitu 4,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar pembahasan dari penelitian ini. Kata Kunci : gaya kepemimpinan, komunikasi interpersonal, kinerja guru
Partisipasi Politik Masyarakat Dalam Pilpres (Pemilihan Presiden Tahun 2009) Kurniasih, Dwi Ari
DEMOCRATIA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEMOCRATIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap lima tahunan Indonesia meyelenggarakan hajatan politik, baik pemilihan legislatif yaitu memilih DPRD, yang terbagi menjadi DPRD Kota, Kab, ataupun DPRD pusat, juga menegadakan pemilihan Presiden.  Pada zaman sebelum reformasi pemilihan Presiden dilaksanakan dengan sistem pemilihan secara tidak langsung. Artinya, pemilihan yang dilaksanakan oleh DPR RI terhadap calon Presiden tersebut. Beriring dengan perkembangan zaman, pemilihan Presiden dilaksanakan dengan sistem pemilihan langsung. Sudah dua kali Indonesia melaksanakan pemilihan Presiden secara langsung. Didalam pemilihan Presiden secara langsung diharapkan partisipasi politik masyarakat terhadap pemilihan tersebut. Partisipasi ini sangat penting dikarenakan menentukan sukses tidaknya penyelengggaraan pemilihan. Berdasarkan latar belakang inilah penulisan penelitian dilaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Nongkosawit. Desa Nongkosawit merupakan salah satui desa yang terdapat di Kota Semarang. Pemilihan desa Nongkosawit dikarenakan adanya kemudahan yang penulis dapatkan. Dalam daftar pemilih tetap sebanyak 813 calon pemilih. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifar kualitatif deskriptif. Artinya penelitian yang menjelaskan apa yang terjadi dengan pendekatan bukan angka. Hasil penelitian ini dijelaskan dengan kalimat. Pengumpulan data dilasanakan denag cara wawancara dan dokumentasi. Kemudian hasil yang didapatkan tersebut dianalisis. Analisa yang dilaksanakan adalah analisis deskriptif. Partisipasi masyarakat desa Nongkosawit dalam pemilihan Presiden Tahun 2009, mencerminkan hasil pemilihan secara nasional. Parstipasi masyarakan desa Nongkosawit dalam pemilihan Presiden Tahun 2009 secara umum menurun bila dibandingkan dengan pemilihan Tahun 2004. Ada beberapa hal yang mendasari yaitu kejenuhan dan seringnya terjadi pemilihan yang dilaksanakan serta tidak banyaknya membawa perubahan dalam kehidupan nyata masyarakat. Hasil dari pemilihan Presiden Tahun 2009, dimana pasangan SBY-Budiono mendapatkan 400 suara atau 61%. Suara pasangan Megawati-Prabowo 164 suara atau 25%. Sedangkan  pasangan Yusuf Kalla-Wiranto 59 suara atau 9%. Suara yang rusak mencapai 33 atau 5%. Surat suara yang tidak terpakai sebanyak 249 kertas suara. Kata Kunci : pilpres, pemilihan, partisipasi politik

Page 2 of 3 | Total Record : 30