cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
Analisis Pesan Dakwah dalam Film Lorong Waktu
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskipsikan dan menganalisis tentang: (1) Untukmengetahui pesan dakwah yang terdapat dalam film animasi Lorong Waktu diYouTube episode 1-6. (2) Untuk mengetahui bagaimana pesan dakwah dalam filmanimasi Lorong Waktu episode 1-6 ditampilkan. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (Content Analysis) menggunakanjenis penelitian literatur (Archieval Research). Objek kajian dari penelitian iniadalah pesan dakwah yang terdapat dalam Film animasi Lorong Waktu tepatnyaepisode 1-6. Film animasi Lorong Waktu merupakan film animasi buatan anakbangsa yang didalamnya mengandung ajaran-ajaran positif terutama pesandakwahnya yang patut untuk dicontoh. Film animasi ini juga digemari oleh semuakalangan terutama anak-anak. Selain itu, kerena ditayangkan di Youtube membuatfilm ini mudah ditonton kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun, sehinggamenarik untuk diteliti. Penelitian ini berhasil memperoleh dua temuan, yaitu: pesandakwah film animasi Lorong Waktu yang terkandung dalam episode 1-6diantaranya adalah pesan dakwah untuk menasehati dalam kebaikan, senantiasamengucap bismillah, tolong-menolong, niat baik mengunjungi Ka’bah, berkatajujur, menjaga amanah, menjaga lisan dan ucapan, tidak mengambil hak oranglain,dan makan makanan halal, mengucap salam, berbakti kepada orangtua, menjagasilaturrahim, selalu menepati janji, berdo’a dan berserah diri kepada Allah,memberi kepada yang membutuhkan, senantiasa bersyukur, saling memaafkan, dansaling menyayangi. Semua kategori pesan dakwah yang terkandung pada filmanimasi Lorong Waktu ditampilkan dalam bentuk adegan-adegan yang dilakukan oleh tokoh animasi film tersebut dan ditampilkan melalui dialog untukmemperjelas pesan dakwah yang di sampaikan, sehingga menjadi perpaduan yangapik dan menarik. Pesan dakwah yang ditampilkan melalui adegan dan dialogbertujuan untuk melengkapi dan memperkuat pesan dakwah yang disampaikan.Pesan dakwah dalam film animasi Lorong Waktu episode 1-6 diharapkan dapatmemberikan informasi, contoh, pengajaran maupun motovasi yang di tampilkanmelalui dialog dan adegan-adegan yang ditampilkan sehingga dapat diterapkandalam tatanan kehidupan sehari-hari.
PESAN DAKWAH DOSEN DAKWAH STAIN KUDUS DALAM SURAT KABAR HARIAN RADAR KUDUS
AT-TABSYIR Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i1.449

Abstract

DIALOGIS KOMUNIKATIF KEBUDAYAAN ISLAM DALAM MEMAHAMI AGAMA
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5604

Abstract

Selama ini perkembangan ilmu-ilmu Islam hanyalah berupa dekodifikasi (penjabaran, penafsiran, sistematisasi) dari teks-teks Al-Quran dan Hadis, seperti Tafsir, Fiqih, dan Tasawuf. Teks-teks didekodifikasi menjadi teks baru, yaitu ilmu-ilmu Islam. Dengan kata lain, dekodifikasi berangkat dari teks menuju ke teks yang baru. Gampang­nya, dekodifikasi adalah gerak dari teks ke teks. Sementara itu, ada perkembangan baru yang populer mulai 1980-an, yaitu gagasan Islamisasi ilmu. Ilmu-ilmu yang sudah ada (ilmu-ilmu alam, sosial, humaniora) "diislamkan" dengan mengembalikannya pada teks-teks Islam. Dalam Skala global, ada sedikitnya empat persoalan yang dihadapi agama dan kebudayaan, sendiri-sendiri atau bersama-sama, pertama, agama menghadapi sekularisasi. Kedua, kebudayaan meng­hadapi uniformasi, yaitu proses digantikannya diversifikasi kebudayaan yang berupa pilihan budaya individual oleh uniformasi kebudayaan. Ketiga, agama dan kebudayaan bersama-sama menghadapi persoalan alienasi metafisik, yaitu perasaan tak berdaya manusia menghadapi realitas. Keem­pat, pemecahan dari persoalan pertama, kedua, dan ketiga dalam bentuk spiritualisme pasca-modern yang non-rasional yang merupakan gejala anti-agama dan kontradiksi budaya, justru menimbulkan persoalan baru dari pada memecahkan persoalan. 
Etika DakwahtainmEnt Dalam masyarakat multikultural
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2916

Abstract

Tulisan ini mencoba memaparkan problematika para da’i dalam programprogram dakwahtainment, utamanya program yang dilaksanakan di televisi. Selain itu juga membahas tentang kondisi masyarakat sebagai objek dakwah, khususnya yang ada di Indonesia, sebagai masyarakat multikultur, sehingga memberikan kompleksitas dalam berdakwah. Berbagai konsep etika yang dimunculkan dalam tulisan ini adalah dalam rangka menanggulangi problem-problem da’i dalam berdakwah. Problem-problem seperti kapitalisasi dakwah, pendangkalan agama, persaingan antar da’i dan lain sebagainya, merupakan problem-problem yang umum terjadi dikalangan da’i dakwahtaiment. Maka dari itu perlu penanaman etika ikhlas, lemah lembut, mengedepankan kemudahan dan lain-lain yang bisa menjadi pedoman da’i dakwahtainment agar dakwahnya diterima oleh masyarakat multikultur. Dari sini kemudian para da’i bisa lebih fokus dalam kegiatannya dalam berdakwah yang lepas dari problem-problem yang menghambat pola dakwah. 
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI ERA MODERN
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1650

Abstract

Manusia diciptakan oleh Allah bukan hanya sebagai makhluk individu akan tetapi juga sebagai makhluk sosial, oleh karena itu manusia tidak mungkin dapat hidup dengan seorang diri tanpa adanya orang lain. Hal inilah yang menyebabkan seseorang perlu berkomunikasi dengan orang lainnya. Dalam konteks kehidupan yang lebih luas lagi, bahwa Allah telah menciptakan beragam suku, ras, bahasa dan agama yang masing-masing memiliki ragam budaya yang berbeda-beda, sehingga manusia perlu mengetahui budaya satu dengan yang lainnya. Dalam komunikasi antarbudaya maka diperlukan suatu sikap yang lebih terbuka untuk memahami budaya orang lain dan dapat menghargainya untuk tujuan pemenuhan kebutuhan masyarakat satu dengan yang lainnya yang berbeda-beda.
The Development of Campus Da'wah in the Millennial Era
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8727

Abstract

The development of campus da'wah in the millennial era is an exciting discourse in contemporary da'wah studies. The scope of discussion in this study includes an analysis of the development of digital da'wah on the campus.  The research scope is also along with students' passion for participating in da'wah studies on campus. The purpose of this study consists of two things. First, this study aims to describe the development of da'wah on campus in the millennial era. Second, this study aims to collect criteria for preaching studies that are of interest to students. The method used in this research is a qualitative descriptive method by collecting data using a questionnaire filled in by students from various campuses in Indonesia. This study's results indicate that as many as 60% of respondents are more interested in participating in campus da'wah studies through digital media. Besides, students have a tendency to survive in choosing the Ustaz they like. The shift of traditional preaching to digital preaching was due to the exclusive impression on campus da'wah. Students also have a high tendency towards da'wah material related to life motivation.
KOMUNIKASI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.431

Abstract

BUDAYA POPULER DALAM JURNALISTIK MEDIA ISLAM
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3471

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk menguak budaya populer yang menjadi wacana dalam produk jurnalistik media Islam. Jurnalistik media Islam pada awalnya memiliki konten normatif. Namun akhir-akhir ini dengan tren konvergensi media khususnya media digital, majalah Islam memiliki beragam tampilan dan segmentasi. Hal ini misalnya dapat dilihat dari majalah elFata dan Ummi. Dengan analisis Semiotik dari Barthes dapat ditemukan penanda yang menunjukkan petanda budaya populer dalam majalah elFata dan Ummi. Ketika majalah Islam menjadi konsumsi berbagai segmentasi muslim Indonesia maka negosiasi tersebut melibatkan budaya populer. Analisis Semiotika pada dua majalah Islam tersebut menghasilkan temuan bahwa majalah Islam telah menjadi salah satu budaya populer sebagian muslim Indonesia. Beragam tema budaya populer dalam produk bersegmentasi muslim, menguatkan dan memperbanyak kemunculan kelas muslim menengah.
Konstruksi Konten Islam Moderat pada Media Online Nahdlatul Wathan (Analisis isi Media Suara Rinjani News dan NW Online)
AT-TABSYIR Vol 9, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v9i1.13738

Abstract

Perubahan teknologi komunikasi telah membawa perubahan dunia yang sangat luas menjadi desa kecil dan dekat (Global village), pada akhirnya merubah masyarakat sesuai dengan konstruksi yang ditawarkan pemilik media. Media online Nahdlatul Wathan ikut berpartisifasi mengkonstruksi pemahaman masyarakt online khususnya pada masalah pemahaman Islam Moderat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model-model pemberitaan dan prinsip-prinsip pemberitaan Islam Moderat pada media online Nahdlatul Wathan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Pada tahapan analisis data menggunakan teknik analisis isi (Content Analysis). Penelitian ini menemukan model pemberitaan yang dilakukan oleh media online Nahdlatul Wathan termasuk model pemberitaan yang objektif. Prinsip-prinsip pemberitaan sangat terkait dengan prinsip-prinsip 8C yakni Credibality, Content, Clarity, Continuity and Consistency, Channel, Capability of the audience dan Conectivity.
Representasi Kritik Sosial dalam Humor pada Kumpulan Cerita Pendek Lelucon Para Koruptor Karya Agus Noor (Analisis Semiotika Perspektif Roland Barthes)
AT-TABSYIR Vol 9, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v9i1.14949

Abstract

Permasalahan korupsi masih menjadi persoalan utama yang dihadapi bangsa Indonesia. Berbagai upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan, namun masih ada beberapa hambat-an dalam pelaksanaannya, salah satunya hambatan yang bersumber dari kurangnya instru-men pendukung dalam bentuk peraturan perundang-undangan yang membuat penanganan tindak pidana korupsi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Polemik tentang penindakan korupsi memicu seluruh elemen masyarakat mulai dari pegawai, akademisi, pegiat antikor-upsi, seniman, sampai sastrawan untuk memberikan kritik terhadap perilaku korupsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Adapun pen-dekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika sastra. Semiotika adalah salah satu metode yang paling interpretatif dalam menganalisis teks dan keberhasilan maupun keg-agalannya sebagai sebuah metode bergantung pada baik tidaknya peneliti dalam mengartiku-lasikan masalah yang mereka teliti. Gambaran korupsi pada kumpulan cerita pendek lelucon para koruptor digambarkan dalam 2 macam kelompok, yakni menampilkan dampak dari perbuatan korupsi dan tingkah laku koruptor. Dalam penelitian ini, objek yang akan diteliti adalah dua cerpen Agus Noor pada buku kumpulan cerita pendek “Lelucon Para Koruptor” yang berjudul “Matinya Seorang Penyair” dan “Bisnis Para Pembenci”. Humor yang merepre-sentasikan kritik sosial tentang korupsi dalam kumpulan cerita pendek tersebut adalah hu-mor satire, guyon-parikena, surealisme dan humor kelam.