Articles
384 Documents
Dakwah dalam Kondisi Konflik Perspektif Teori Sosiologi
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1655
Dakwah merupakan panggilan setiap orang Islam karena telah diperintahkan oleh al-Qur’an. Al-Qur’an memandang bahwa ucapan yang terbaik adalah ucapan yang menyeru kepada Allah, beramal shaleh, mengatakan yang haq dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Kegitan tersebut tidaklah mudah untuk mencapai tujuan. Supaya dakwah mampu mencapai pada sasaran dan tujuan, seorang da’i perlu menguasai ilmu tentang kemasyarakatan atau sosiologi, sebab yang menjadi sasaran dakwah adalah masyarakat dalam kondisi konflik, karena itu diperlukan pendekatan teori sosiologi untuk menganalisis. Para ahli telah membangun dua teori dalam melihat fenomena masyarakat yaitu teori konflik dialektik dan fungsional konflik. Bagaimana langkah dakwah dalam kondisis konflik perspektif teori sosiologi? Lewis A. Coser dan Ralp Dahrendorf yang mencetuskan teori konflik fungsional dan konflik dialektik mengatakan bahwa masyarakat itu berwajah dua, disatu sisi ada keteraturan dalam masyarakat melalui berjalannya masing- masing fungsi dalam suatu masyarakat, tetapi di sisi lain juga terdapat konflik dalam suatu masyarakat, karena itu dakwah dalam teori konflik fungsional dan konflik dialektik merupakan dua teori yang sama-sama menekankan pada objek bahwa dalam suatu masyarakat terdapat konflik. Peranan teori-teori tersebut dalam aktifitas dakwah bagi umat Islam adalah sebagai pijakan yang mampu mempengaruhi materi dalam menyampaikan pesan dalam berdakwah dan sekaligus merupakan obyek kajian dalam berdakwah. Materi dakwah di daerah dalam kondisi konflik lebih menekankan pengaktifan fungsi- fungsi sosial sehingga konflik bisa selesai, sedangkan masyarakat yang sedang konflik perlu pemahaman-pemahaman tentang kebersamaan, ketentraman dan perdamaian, sehingga obyek kajian yang selalu disampaikan lebih menekankan hal itu.
Perkembangan You Tube Sebagai Sumber Informasi
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7580
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan You Tube sebagai media sosial yang menyajikan informasi. Melihat saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memeroleh informaasi. Sebagaimana diketahui bahwa informasi kini menjadi kebutuhan pokok masyarakat sesuai dengan kepentingan dan kebutuhannya. Tulisan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan sajian deskriptif. Library research digunakan sebagai langkah mengkaji data-data yang diambil melalui You Tube sebagai sumber data primer dan juga literatur-literatur terkait yang memiliki kaitan dengan tulisan ini sebagai data sekunder. Data yang telah dikumpul kemudian dianalisis dengan melihat nilai-nilai informasi yang terkandung dalam saluran You Tube. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perlu pendekatan keterampilan dalam penggunaan You Tube sebagai sumber informasi agar masyarakat mampu mendapatkan informasi yang faktual. Bukan hanya itu saja, masyarakat juga perlu keterampilan dalam pemahaman informasi sehingga tidak salah kaprah dalam melakukan tidakan. Dapat diakui bahwa sebagian pemilik saluran You Tube telah memiliki kemampuan menjadi komunikator, hanya saja masalah lain adalah khalayak yang memeroleh informasi belum sepenuhnya dapat menjadi komunikan yang baik. Selain sebagai sumber informasi yang beragam, beberapa saluran You Tube juga menjadi sumber informasi yang tidak memiliki kapasitas dalam menyamapaikan informasi. Hal tersebut dikarenakan adanya kebebasan dalam mengunggah potongan video yang disatukan meskipun bukan merupakan hasil rekaman asli pemilik saluran You Tube. Masyarakat perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi informasi dari You Tube karena tidak semuanya memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam menyampaikan informasi. Tidak semuanya dapat dipertanggungawabkan sehingga berdampak pada informasi yang menyesatkan dan menimbulkan konflik.
Urgensi Komunikasi Lintas Budaya Sebagai Peredam Konflik Antar Agama
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3283
Artikel memaparkan tentang komunikasi lintas budaya sebagai peredam konflik antar agama. Komunikasi antar budaya bertujuan sebagai kegiatan komunikasi yang terjadi antar para peserta komunikasi yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini didasarkan pada keadaan bahwa tidak ada manusia yang sama persis, masing-masing individu memiliki identitas budaya yang berbeda-beda, termasuk cara pandang dan cara pikirnya terhadap suatu hal.Konflik yang terjadi di dunia ini memang bukan sesuatu yang diharapkan oleh setiap orang. Apa lagi konflik yang bernuansa karena perbedaan agama yang dianut dan pebedaan etnis. Konflik yang demikian itu memang suatu konflik yang sangat serius dan harus segera dicari solusinya.konflik antar umat beragama dengan berbagai dimensinya, sebenarnya dapat teratasi dengan cara adanya komunikasi antar budaya dalam lingkup keberagaman mereka. Semakin sering antar tokoh beragama melakukan komukisi secara persuasif maka semakin minim atau nihil konflik itu muncul.
Analisis Semiotik Pesan Dakwah Dalam Film “Di Bawah Lindungan Ka’bah” Perspektif Roland Barthes
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6460
Tulisan ini bertujuanuntuk mengetahui lambang-lambang (signs) pesan dakwah yang dimunculkan dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah dan untuk mengetahui pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut memuat masalah akidah, syariah dan akhlak. Materi akidah tercermin pada keimanan Hamid dan ibunya kepada Allah swt. yang sudah tertanam pada dirinya sejak kecil. Hamid mengatakan kepada ibunya bahwa dalam kehidupan ini janganlah mengukur segala sesuatu dengan yang kelihatan saja, karena pada dasarnya apa yang kelihatan berasal dari yang tidak terlihat. Dan yang tidak terlihat itu adalah Allah swt. Materi syariah (ibadah dan muamalah) tampak dalam ilustrasi Zainab yang sedang membaca al-Quran, Hamid, ibunya serta Zainab yang sedang salat dan ibadah haji yang diilustrasikan bahwa Hamid sedang melaksanakan rangkaian manasiknya. Sedang materi akhlak tampat ketika Hamid beserta ibunya mengucapkan salam saat berkunjung ke rumah Engku Ja’far dan Hamid yang sedang menolong seorang ibu yang jatuh barang bawaannya.
STUDI ANALISIS PROBLEMATIKA DAKWAHTAINMENT DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGIS
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2920
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui problematika dakwahtainment,etika dakwahtainment,serta mengetahui problematika dakwahtainmentdengan pendekatan sosiologis. Dakwahtainment didefinisikan sebagaisuatu konsep yang memadukan penyebarluasan Islam dan bentuk-bentuksiaran hiburan yang tak terhitung banyaknya melalui medium televisi,yang memungkinkan jutaan pemirsa di rumah menonton, menerima danmenangkap pesan-pesan mereka. Program acara dakwah yang dikemasdalam bentuk dakwahtainment harus mempertimbangkan beratnyaamanah yang diemban, KPI perlu membangun aliansi yang lebih kuatdengan para pemangku kepentingan strategis untuk mengamati denganseksama, program penjangkauan harus dilakukan untuk membangunkerjasama yang lebih erat dengan lembaga-lembaga akademik danriset, banyak program dakwahtainment dan program yang berorientasireligius di Indonesia yang menghadapi permasalahan etika yang serius.Apabila dianalisis dengan pendekatan sosiologis maka programprogramdakwahtainmentsebenarnya pertarungan antara kelas borjuis dan kelas proletar yang merupakan kelompok pekerja yang bergantung pada kelas borjuis. Pemilik modal diwakili oleh pemilik media (televisi), sedangkan kelas proletar disini diwakili oleh pekerja yang bekerja pada pemilik media dan juga masyarakat sebagai penikmat program televisi.
Jurnalistik dan Budaya dalam Pandangan Psikologi
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3194
Artikel ini ditulis bertujuan untuk mengetahui peran ilmu psikologi pada kerja jurnalistik dengan latarbelakang beragamnya budaya. Artikel ini hasil dari eksplorasi dokumen baik jurnal ataupun buku yang mengkaji tentang jurnalistik, budaya dan ilmu psikologi. Metode yang dipakai dalam penulisan artikel ini adalah metode deduktif induktif. Hasil penelusuran dokumen baik buku ataupun jurnal menunjukan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki beragam budaya. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Untuk menghindari terjadinya konflik antar budaya yang berbeda, maka perlu adanya sosialisasi idiologi multikultural. Artinya tidak ada budaya lebih tinggi daripada budaya yang lain. Ada kesederajatan antar budaya yang ada yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pemahaman yang demikian apabila dipahami oleh masyarakat, maka akan terwujud kehidupan yang saling menghargai dan menghormati. Untuk terwujudnya kehidupan yang demikian, maka kehadiran ilmu psikologi sangatlah penting. Permasalahannya keadaan psikhis seseorang dapat berpengaruh terhadap pembuatan kualitas berita.
Dakwah Kultural Nilai-Nilai Kearifan Lokal: Ajaran Sunan Muria Di Kampung Budaya Dawe Kudus
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.11176
Dakwah kultural sebagaimana yang dipraktikan oleh para ulama di Jawa pada masa lampau menjadi menarik untuk dikaji bahkan diimplementasikan dalam dakwah di era sekarang. Dakwah kultural Sunan Muria pun senantiasa direpresentasikan oleh Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW). Komunitas yang terletak di Desa Lau Dawe Kudus ini kembali membumikan ajaran dan nilai filosofi dari Sunan Muria yang kemudian dikemas secara bagus agar menarik minat masyarakat untuk kembali melirik kebudayaan Islam yang nyatanya telah hilang dari peradaban masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa: pertama, agenda dakwah kultural di Kampung Budaya Piji Wetan yang mengadopsi ajaran Sunan Muria terbagi menjadi tiga bidang yakni: a) bidang seni dan budaya yaitu dengan program jagong tapa ngeli, tonilan, dan pager mangkuk; b) bidang pendidikan yakni menghadirkan agenda guru pagi dan taman dolanan; c) bidang ekonomi yakni dengan program pasar ampiran dan KBPW Store; 2) strategi dari Kampung Budaya Piji Wetan pula selaras dengan era sekarang yakni memanfaatkan media sosial untuk membumikan agenda KBPW dan ajaran Sunan Muria.
RELIGIOSITAS HAMKA DALAM NOVEL “DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH” PERSPEKTIF HERMENEUTIK SCHLEIERMACHER
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1645
Novel sebagai karya sastra ditulis secara naratif. Dalam novel terkandung berbagai pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Temanya pun beragam, baik kisah percintaan, sosial kemasyarakatan, politik, agama, dan sebagainya tergantung kecenderungan seorang novelis. Salah satu sastrawan dan juga seorang ulama yang masyhur di Indonesia adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hamka. Salah satu novel yang ditulis oleh Hamka adalah Di Bawah Lindungan Ka’bah yang diterbitkan pada tahun 1938 oleh Balai Pustaka. Novel yang tersusun dalam bentuk teks merupakan sebuah tanda maupun simbol yang dapat dipahami dari berbagai sudut pandang, baik melalui pendekatan semiotik, hermeneutik ataupun yang lainnya. Demikian juga dengan novel Di Bawah Lindungan Ka’bah, dapat dipahami melalui pendekatan hermeneutik. Melalui analisis hermeneutik dapat dikemukakan berbagai aspek nilai-nilai yang tersirat di balik karya Hamka, salah satunya adalah nilai-nilai agama. Hermeneutik secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu teori atau filsafat tentang interpretasi makna. Di dalam kisah novel Di Bawah Lindungan Ka’bah terlihat religiositas Hamka dalam berbagai hal, yang meliputi masalah akidah, syariat maupun akhlak. Hamka menggambarkan Hamid sebagai tokoh yang memiliki perilaku dan budi pekerti yang baik karena Hamka banyak dipengaruhi oleh bacaannya selama ini yaitu buku tentang tauhid, filsafat, tasawuf, serta sirah.