Articles
384 Documents
Manajemen Memakmurkan Masjid Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Religius (Studi Kasus Di Masjid At Taqwa Desa Batu, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak)
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6440
Masjid adalah tempat manusia bersujud kepada Allah SWT, tempat manusia memanjatkan doa kepada Allah, dan tempat manusia mengingat Allah. Allah menyukai orang yang beribadah kepadanya di dalam masjid sehingga orang yang mendatangi masjid akan mendapat rahmat dan kasih sayang Allah. Pada saat ini, antusias kaum muslim untuk memakmurkan masjid kian menurun. Namun hal ini tidak seperti jamaah di masjid Batu Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak. Permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini yakni; a) Bagaimana manajemen yang dilakukan dalam rangka memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah? b) Bagaimana respon masyarakat dalam mendukung upaya memakmurkan masjid? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, manajemen yang dilakukan dalam rangka memakmurkan masjid sebagai upaya pemberdayaan masyarakat religius yakni; Menanamkan kesadaran pada masyarakat, memberi keleluasaan kepada anak kecil dalam mengunjungi masjid, mengisi masjid dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Kedua, respon masyarakat dalam mendukung upaya memakmurkan masjid sangatlah mendukung ditunjukkan dengan antusias masyarakat sekitar untuk mendirikan shalat berjamaah di masjid.
Implementasi Nilai Kenabian dalam Penyiaran Islam
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1659
Penyiaran Islam hakikatnya sebagai media pengembangan dakwah. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan karakter penyiaran Islam yang hendaknya dibangun di atas dasar nilai-nilai kenabian (nubuwah). Nilai-nilai kenabian yang tercakup dalam empat sifat kenabian, yakni shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah merupakan prinsip nilai yang harus menjadi pedoman bagi setiap penyelenggaraan penyiaran Islam. Penyiaran Islam yang beroperasi di atas nilai-nilai kenabian akan memberikan efek pencerahan dan pendidikan bagi masyarakat untuk memahami sebuah nilai kebenaran yang harus diperjuangkan dalam berbagai kondisi. Ada pesan-pesan mulia yang dapat disampaikan dalam setiap event penyiaran menjadi kekhasan penyiaran Islam. Penyiaran Islam bukanlah sebuah upaya propaganda agama, tetapi sebuah upaya penyebarluasan nilai-nilai ajaran yang bersifat universal yang dapat diterima oleh seluruh umat manusia dan akan memberi manfaat bagi kehidupan manusia yang diliputi kedamaian dan toleransi beragama serta bermasyarakat
Pesan Dakwah Inklusif Rubrik Preaching of Peace (Fridaypope) dalam Media Online peacenews.yipci.org
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.10712
ABSTRAKMedia Online sudah menjadi wadah yang dibutuhkan bagi masyarakat dalam mencari informasi. Masyarakat yang majemuk membutuhkan pesan dakwah yang lebih inklusif untuk menumbuhkan semangat dalam beragama. Penelitian ini berkaitan dengan analisis pesan dakwah Inklusif Rubrik Preaching of Peace (Fridaypope) dalam media online peacenews.yipc.org yang dimiliki oleh komunitas lintas iman Young Interfaith Peacemaker. Teknik analisis dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan teknik analisis isi (Content Analysis) dengan melihat konstuksi sosial dalam media massa. Konstruksi masyarakat sosial perlu dilihat dikarenakan peacenews adalah media online yang menyampaikan pesan-pesan perdamaian secara universal dan plural. Setelah melihat teori konstruksi sosial, maka di dalam tulisan di rubrik Fridaypope pada bulan juni hingga juli tahun 2020 terdapatlah tujuh artikel yang isinya menyampaikan pesan-pesan dakwah yang inklusif. YIPC sendiri adalah komunitas lintas iman yang di dalamnya ada pemuda-pemuda Islam yang bertujuan menyampaikan perdamaian melalui kreativitas dan inovasi, dan media online Peacenews adalah hasil dari pikiran konstruktif member YIPC untuk menyampaikan “dakwah”nya bagi manusia. AbstractOnline media has become a forum needed for people to find information. A pluralistic society needs a more inclusive da'wah message to foster enthusiasm in religion. This research is related to the.analysis.of.the Inclusive da'wah.message.in.the Preaching of Peace Rubric (Fridaypope) in the online media peacenews.yipc.org which is owned by the Young Interfaith Peacemaker Community. The analysis technique in this research is to use content analysis techniques by looking at social construction in the mass media. The construction of social society needs to be seen because peacenews is an online media that delivers messages of peace universally and plurally. After seeing the social construction theory, in the writing in the Fridaypope rubric from June to July 2020 there are seven articles which convey inclusive messages of da'wah. YIPC itself is an interfaith community in which there are Muslim youths who aim to convey peace through creativity and innovation, and the online media Peacenews is the result of the constructive thoughts of YIPC members to convey their "da'wah" to humans.
RADIO SEBAGAI SARANA MEDIA MASSA ELEKTRONIK
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1646
Salah satunya ditanda’inya era globalisasi dan informasi adalah adanya kemajuan bidang teknologi informasi. Dengan teknologi informasi segalanya menjadi mudah. Kalau dulu seseorang yang ingin menyampaikan pesan ke seseorang yang berada di tempat yang jauh menggunakan surat secara tertulis dengan menggunakan jasa layanan POS, namun dengan kemajuan teknologi informasi pesan dalam sekejap saja dapat sampai ke penerima pesan. Semisal melalui telepon maupun menggunakan media lainnya, termasuk dalam hal ini jasa layanan radio. Adanya radio sebagai media massa elektronik tentunya lebih memudahkan sarana informasi. Di sinilah urgensinya teknologi informasi dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk dapat digunakan sebagai penyampai pesan-pesan ajaran Islam. Selain radio juga dapat digunakan sebagai media yang dapat menyapa ke semua lapisan masyarakat. Radio memiliki jangkauan yang cukup luas, terlebih bila menggunakan teknologi streaming, dapat menjangkau ke seluruh dunia. Sehingga informasi juga dapat menyentuh ke semua khalayak umum. Disamping radio, kita juga mengenal internet sebagai penyambung streaming radio. Bahkan dengan internet program siaran radio dapat kita akses dengan mudah. Oleh karena itu media radio sangat praktis dan efisian untuk suatu sarana media massa yang bersifat informasi dan ini merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Maksud serta tujuan media radio adalah untuk memberikan kepada khalayak pendengar agar dapat menikmati informasi maupun program-program siaran radio baik sebagai suatu siaran hiburan, edukasi maupun informasi. Radio ternyata memberikan manfaat yang sangat luar biasa. Keunggulannya mencapai efisiensi waktu, sehingga mampu menghasilkan informasi dalam waktu yang singkat.
Model Komunikasi Dakwah Milenial di YouTube pada Lagu Aisyah Istri Rasulullah
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8723
Artikel ini mengulas tentang lagu cover berjudul Aisyah Istri Rasulullah yang ‘trending’ di YouTube Indonesia dan Malaysia selama beberapa pekan. Lagu tersebut di-cover oleh banyak penyanyi dengan video yang paling banyak ditonton adalah dari Nissa Sabyan, Syakir Daulay, dan Annisa Rahman. Penelitian menghabiskan waktu selama lebih dari enam bulan kerja lapangan, yakni sejak Maret hingga Oktober 2020. Menggunakan etnografi virtual dengan pendekatan teori konvergensi simbolik Ernest Bormann, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis model dakwah milenial di YouTube. Hasil menunjukkan bahwa terdapat empat faktor penentu model dakwah milenial di YouTube, yakni: pertama, karakter penyanyi (character) yang disukai audiens; kedua, lirik lagu yang berisi kisah (plot line) dan memuat unsur romantisme, religius, moral, eksplorasi fisik dan keindahan, serta bahasa Inggris populer; ketiga, tampilan visual video (scene) yang mengesankan elegan nan artistik sebagai penguat pesan; dan keempat, audiens sebagai penentu apakah pesan diterima atau tidak (sanctioning agents), dalam hal ini audiens memaknai lagu dengan saling berbagi narasi yang mengeksplorasi sisi religius mereka.
BROADCASTING AND ISLAMIC DA'WAH ETHICS IN ELECTRONIC MEDIA ACCORDING TO THE PERSPECTIVE OF ISLAM AND THE INDONESIAN BROADCASTING COMMISSION (KPI)
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5585
The mass media as a means of broadcasting in Indonesia is a thing that has become embedded in people's lives. The mass media in the form of television and radio cannot be separated from human life. Various studies show that television is a tool that is most often used by people in obtaining information. And in the end mass media is superior in delivering information in the world.In the midst of fierce competition between mass media companies in obtaining public attention, mass media has developed and provided a number of roles in human life so that it can affect values, religion, morals, and ethics. Television presents everything that attracts the attention of viewers. One thing that must be known by Muslims that in fact Muslims as a religion of da'wah is obliged to be able to internalize, transmit, diffuse, transform, and actualize the Islamic Shari'ah with methods and media that are sourced from the Qur'an, as a missionary book, and the sunnah of the Prophet to mad'u (humanity). This was done as an effort so that the Muslim community based on da'wah remained within the corridors of the era of development so that it did not deviate from the values, ethics and morals that were adhered to as in the near future it more and more from the Qur'an and al-Hadith. Islam has regulated the issue of broadcasting through the principles of da'wah. And when someone has delivered something to fellow God's people, there will be a penalty if what is delivered is not in accordance with the reality and certainly not in accordance with the Islamic Shari'ah.
DAKWAH MELALUI MEDIA: Sebuah Tantangan Dan Peluang
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2911
Tulisan ini menjelaskan tentang Dakwah Melalui Media: SebuahTantangan dan Peluang. Dakwah merupakan tanggung jawabsetiap orang, siapa dan apapun profesinya dituntut untuk dapatmenyampaikan pesan-pesan dakwah agar dapat diterima khalayakatau masyarakat. Untuk menyampaikan pesan dakwah tentuharus memiliki sarana yang efektif, agar goal dari dakwah dapatdipahami oleh masyarakat. Media merupakan salah satu alat untukmenyampaikan pesan-pesan dakwah tersebut, bahkan media memilikikekuatan yang sangat dahsyat dalam menggiring dan membentukmindset khalayak. Seiiring dengan perkembangan teknologi, mediajuga mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Beragam mediasosial bermunculan yang mencoba menarik massa sebagai pengguna.Disinilah penulis mencoba menimbang sejauh mana peluang mediasosial yang dapat diisi dengan kegiatan dakwah dan apa pula tantanganyang menghadang bagi para pendakwah di era media massa yangsemakin canggih ini. Hasilnya adalah dakwah melalui media sangatefektif karena masyarakat yang telah terintegrasi dengan kemajuanteknologi medsos tersebut, akan tetapi dunia dakwah mempunyaiberbagai tantangan yang sangat beresiko terhadap kelangsung nilai-nilaiakhlak al-karimah yang menjadi fokus dan inti dari dakwah tersebut.
Prinsip Kesantunan Leech pada Ketawadukan Tuturan Zainuddin dalam Film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.12703
Kesantunan berbahasa dilakukan penutur dengan tujuan meminimalisir perasaan tidak senang atau sakit hati akibat tuturan yang diungkapkan. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah tuturan tokoh Zainuddin dalam sebuah film karya Sunil Soraya berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang ditayangkan pada tahun 2013. Film yang diangkat dari sebuah novel karya Buya Hamka tersebut merupakan film Indonesia yang sarat akan kehidupan sosial masyarakat Minang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud-wujud kesantunan berbahasa menurut Leech pada tuturan tokoh Zainuddin. Tokoh Zainuddin dalam film ini merupakan sosok yang sopan, santun, dan tawaduk dilihat dari sikap dan tuturannya. Data penelitian ini adalah penggalan tuturan tokoh Zainuddin dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang mengandung prinsip kesantunan Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan deskriptif analitik kualitatif sebagai pendekatan metodologis. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik kualitatif, penelitian ini mencoba menggambarkan bagaimana tokoh Zainuddin dalam film ini bertutur kata yang memerhatikan prinsip kesantunan Leech. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Metode simak digunakan teknik dasar sadap dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat (transkripsi fonemis). Hasil menunjukkan bahwa tuturan tokoh Zainuddin dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini memenuhi bidal-bidal dalam prinsip kesantunan milik Leech. Bidal-bidal tersebut antara lain bidal ketimbangrasaan, bidal kemurahhatian, bidal keperkenanan, bidal kerendahhatian, bidal kesetujuan, dan bidal kesimpatian.