cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Media Akademika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 27, No 1 (2012)" : 7 Documents clear
Dimensi Epistemologis Seloko Adat Melayu Jambi: Relevansinya dalam Pengayaan Mata Kuliah Filsafat Ilmu Al Munir, M. Ied; Habibullah, M.
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjawab tiga pertanyaan pokok, yakni bagaimana rumusan seloko adat Melayu Jambi, bagaimana epistemologi dalam seloko adat Melayu Jambi, dan bagaimana relevansi epistemologi dalam seloko adat Melayu Jambi dalam pengayaan mata kuliah Filsafat Ilmu. Tulisan ini mendapati bahwa: (1) rumusan seloko adat Melayu Jambi secara eksplisit dapat dijumpai dalam dasar-dasar hukum adat Melayu Jambi. Seloko adat Melayu Jambi juga tersebar dalam pelbagai wadah, seperti dalam pedoman hukum, aturan hidup dan tunjuk ajar dalam pernikahan; (2) Sumber pengetahuan dalam seloko adat melayu Jambi terdiri atas: otoritas, akal, pancaindra, intuisi dan wahyu. Teori kebenaran yang terdapat dalam seloko adat Melayu Jambi adalah teori kebenaran korespondensi, teori kebenaran koherensi, teori kebenaran pragmatis dan teori kebenaran konsensus; dan (3) Sumber-sumber pengetahuan filsafat ilmu dengan warna positif yang cuma dua sumber, yakni akal dan panca indra dapat diperkaya dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya berupa otoritas, intuisi dan wahyu. Sedangkan tolok ukur pengetahuannya yang cenderung cuma mengakui teori kebenaran korespondensi dan teori kebenaran koherensi/konsistensi dapat diperkaya dengan teori kebenaran pragmatis dan konsensus.
Konsep al-Wahdah al-Wujud dalam Pemikiran Ronggowarsito Ruslan, Muksin
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berusaha membahas konsep al-wahdah alwujud (kesatuan wujud) dalam pemikiran R. Ng. Ronggowarsito. Ronggowarsito adalah pujangga kenamaan dari Keraton Surakarta. Dia pernah mondok di pesantren di Ponorogo, Jawa Timur. Walaupun santri, sebagai seorang Jawa, dia juga aktif mengikuti ajaran-ajaran Jawa seperti puasa dan tirakatan. Pemikiran Ronggowarsito diwarnai pemahaman al-wahdat al-wujud yang mengajarkan bahwa hakikat yang ada hanyalah satu, yaitu Wujud Mutlaq (Tuhan). Dengan pemahamannya tersebut, Ronggowarsito berusaha menyatukan Allah dan makhluk-Nya (alam) dan menganggap segala sesuatu (alam) adalah Allah.
Pembaharuan IAIN dan Pengembangan Intelektual Islam: Analisis Relevansi Khumaidi, H.
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sering dikatakan bahwa zaman keemasan Islam telah berlalu, tinggal kenangan yang sering disebut-sebut dan diucapkan oleh para apologia dalam pidato maupun ceramahnya. Artikel ini membahas apakah IAIN sebagai lembaga pendidikan tinggi (Islam) mampu menghadirkan kembali pesan-pesan kejayaan Islam dalam menghadapi persoalan zaman? Artikel ini melihat persoalan ini berkaitan erat dengan pemahaman konsep intelektual yang dewasa ini digunakan dalam khazanah keilmuan Islam.
Perspektif Alquran tentang Ilmu Pengetahuan
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alquran diturunkan untuk umat manusia sebagai kitab petunjuk dan pembeda antara benar dan salah. Untuk mendapatkan fungsi tersebut, Alquran butuh dipahami. Banyak cara dan pendekatan digunakan para ahli untuk memahaminya dengan tujuan mengungkap semua dimensi kehidupan seperti hukum, sosial, ekonomi, budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Para ahli mendekati Alquran sesuai dengan keahlian mereka. Mufasir klasik banyak memakai ayat dan Hadis untuk memahami suatu ayat, yang kemudian dikenal sebagaitafsir bi al-ma’tsur. Sebaliknya, penafsir kontemporer memahaminya melalui perbandingan ayat dan Hadis dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan porsi nalar yang besar, disebut tafsir bi al-ra’yi. Dari yang terakhir ini belakangan muncul apa yang disebut tafsir ilmiah. Artikel ini berusaha melihat persoalan tafsir ilmiah tersebut dengan merujuk langsung pada Alquran.
Sosiologi Hukum dan Relevansinya dengan Pembangunan Hukum Nasional Hadi J., Syamsu
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan taraf hidup menuju perubahan kehidupan yang lebih baik merupakan harapan-harapan dan cita-cita dalam pembangunan hukum nasional di Indonesia. Salah satu usaha mewujudkannya ialah pemahaman aturan-aturan hukum yang menjadi kunci untuk mengadakan perubahan sosial, lembaga-lembaga sosial termasuk pembangunan. Perubahan pembangunan akan berjalan dengan baik apabila mencerminkan kehendak masyarakat sejalan dengan perubahan-perubahan yang terus berkembang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dari aspek sosiologis terhadap pembangunan hukum nasional.
Pendidikan Anak Pra-Sekolah dalam Perspektif Psikologi Jailani, M. Syahran
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hari ini banyak lembaga pendidikan mulai prasekolah sampai perguruan tinggi menawarkan konsep pendidikan “plus” dengan berbagai strategi dan metode. Khusus pada anak prasekolah, fasilitas dan beragam estetika lembagalembaga pendidikan memberikan berbagai akses yang bertujuan memberikan kepuasan pada anak didik. Artikel ini melihat lika-liku pendidikan anak prasekolah. Perspektif yang digunakan adalah psikologi.
Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Saidah, Saidah
Media Akademika Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah. Manusia dijadikan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, juga dijadikan sebagai khalifah Allah di bumi serta dalam proses perkembangan. Dalam proses perkembangan menuju manusia seutuhnya, manusia seringkali menemui berbagai kesulitan/masalah yang tidak dapat diatasi sendiri serta membutuhkan bantuan orang lain. Dalam kondisi seperti ini bimbingan dan konseling diperlukan. Bimbingan dan konseling diperlukan dalam rangka membantu pengembangan dimensi manusia seutuhnya secara serasi selaras dan seimbang. Pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah dengan pola 17 atau pola 17 plus. Penyelenggara bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah adalah guru pembimbing atau guru bimbingan dan konseling. Akan tetapi, yang lebih dituntut penyelengggara bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan formal dan non formal (sekolah dan madrasah) adalah konselor.

Page 1 of 1 | Total Record : 7