cover
Contact Name
Muchlisin Z.A.
Contact Email
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pencerahan
ISSN : 16937775     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pencerahan adalah jurnal bidang pendidikan yang meliputi semua aspek pendidikan pada semua tingkatan pendidikan baik formal maupun non formal. Jurnal ini diterbitkan bersama oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala, terbit dua nomor setiap tahun pada tiap Bulan Maret dan September. Paper yang diterbitkan telah melalui proses review oleh editor dan mitra bebestari. Jenis artikel yang dapat dipertimbangkan adalah hasil penelitian murni, kajian kepustakaan dan opini pakar terhadap suatu topic dengan mengacu kepada kaedah-kaedah ilmiah yang berlaku.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014" : 6 Documents clear
REFLEKSI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Izzatur Rusuli
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.881 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2041

Abstract

Teori belajar merupakan kumpulan prinsip umum yang saling berhubungan dan penjelasan atas sejumlah fakta serta penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar. Dalam teori belajar Barat, terdapat tiga teori yang populer yang salah satunya adalah teori behavioristik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teori belajar behavioristik? Bagaimana pula teori belajar akhlak dalam perspektif Islam? Serta bagaimana perbandingan dan sintesa teori belajar konvensional dengan teori belajar Islam? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barat yang mempunyai worldviewsekuler-positifistik-materialistik, membata
REFLEKSI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Izzatur Rusuli
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/jp.8.1.2042

Abstract

Teori belajar merupakan kumpulan prinsip umum yang saling berhubungan dan penjelasan atas sejumlah fakta serta penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar. Dalam teori belajar Barat, terdapat tiga teori yang populer yang salah satunya adalah teori behavioristik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teori belajar behavioristik? Bagaimana pula teori belajar akhlak dalam perspektif Islam? Serta bagaimana perbandingan dan sintesa teori belajar konvensional dengan teori belajar Islam? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barat yang mempunyai worldviewsekuler-positifistik-materialistik, membatasi teori belajar pada gejala-gejala yang berkaitan dengan peristiwa belajar yang bersifat empiris-rasional-kuantitaif. Hal ini berimplikasi bahwa teori belajar behavioristik mereduksi manusia hanya terbatas pada mekanikal-pragmatis dan menjadikan individu berorientasi pada materi. Sementara teori belajar yang ditawarkan Islam, tidak hanya bersifat rasional-empiris, melainkan juga bersifat normatif-kualitatif. Terdapat teori belajar dalam Islam yang sepadan dengan teori belajar behavioristik, yaitu: 1) teori belajar akhlaq yang menekankan pada pembentukan tingkah laku, yang terdiri dari tiga model; taqlid (imitasi), ta’wid (pembiasaan), dan tajribah wa khata’ (trial and error). Meskipun demikian, tidak semua konsep teori belajar behavioristik itu bersifat destruktif atau bertentangan dengan Islam. Di sisi lain, masih terdapat teori-teori belajar yang tidak bertentangan dengan Islam, sehingga perlu diadakan sintesa. Dari sintesa kedua teori belajar tersebut muncul teori belajar terpadu yang selaras dengan idealisme Islam, yaitu kumpulan dari beberapa prinsip yang berkaitan dengan belajar yang bersumber dari al-Qur’an, al-Sunah, khazanah pemikiran intelektual muslim, dan mengadopsi teori belajar Barat yang relevan dengan Islam. Teori belajar terpadu ini memberikan implikasi pada proses pembelajaran yang holistik, efektif, dan efisien.
GOVERNMENT EXPENDITURES ON EDUCATION, RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D) AND THEIR IMPACTS ON THE INDONESIAN ECONOMY Muhammad Nasir
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.353 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2043

Abstract

This paper is aimed at descriptively discussing the impact of government expenditures on education, Research and Development (RD) on the national economy of Indonesia. In the analysis, the method used in this research is library research with an in-depth analysis and discussion on many related policies that effect technological change and economic growth in Indonesia. The findings show that Indonesian government has introduced a number of supporting policies related to education as well as RD to promote economic growth of the country. These policies generally have started since New Order government in the late 1960s. However, New Order government has put the strong bases to encourage trade openness and investment especially foreign investment. On the meantime, the government had also involved in free trade cooperation such as Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) which will be applied 2020 for the developing countries and 2010 for the developed countries. Even the government has generated numbers of favourable policies to attract foreign investment and fastening economic growth, the policies in generating public RD has been not well developed. The government budget spends for public RD is still low (around 2 percent every year). Based on the research findings, it is recommended for the government to increase the spending on education and RD in order to increase economic growth
EFEKTIFITAS MODEL JIGSAW II DALAM MENINGKATKAN KEAHLIAN BERKOMUNIKASI, SIKAP DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI ACEH Nazaruddin Ali Basyah; Muhammad Hussin
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.166 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas pembelajaran koperatif Model Jigsaw II dalam meningkatkan keahlian berkomunikasi, sikap dan prestasi akademik siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Sebanyak 60 orang siswa Kelas XI dari sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh dipilih sebagai sampel dalam kajian ini. Instrumen kajian adalah kuesioner dan ujian esei pencapaian. Hasil menunjukkan bahwa nilai Alfa Cronbach bagi semua konstruk keahlian berkomunikasi dan sikap terhadap mata pelajaran ekonomi berada pada tingkat kepercayaan yang tinggi, yaitu antara 0,848 dan 0,817. Analisis statistik inferensi yaitu ujian-t, one-way analysis of variance (ANOVA), Korelasi Pearson dan Regresi digunakan untuk menguji hipotesis pada tingkat signifikan p 0,05, dengan menggunakan Program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Hasil kajian uji-t, ANOVA, regresi dan korelasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan keahlian berkomunikasi siswa dan sikap terhadap prestasi akademik siswa dalam mata pelajaran ekonomi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
INSTRUCTIONAL LEADERSHIP: AN ISLAMIC PERSPECTIVE Muhammad Hatta
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.323 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2044

Abstract

This paper discusses descriptively the instructional leadership from an Islamic perspective. It also attempts to review the literature pertinent to the instructional leadership and to discuss the concepts and roles of the principal as an instructional leader and their tasks or dimensions. The effective instructional education characteristics comprises the education through good example, education through norms, education through advise and counselling, education through observation and supervision and education through rewards and punishment also discussed in the paper. The paper   identified that the leadership model of Mohamad Johdi and Bakare (2009) is an applicable model of Islamic instructional LEADERSHIP (L-Leader, E-Educational, A-Aim, D-Delivery, E-Empowerment, R-Robust, S-Style, H-Humble, P-Piety), and I-Intelligent. The leader with the Imam concept is the one who is supposed to be obeyed by the followers
ANALISIS TINGKAT PENDIDIKAN DAN KEMISKINAN DI ACEH M Shabri Abd Majid
Jurnal Pencerahan Vol 8, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.135 KB) | DOI: 10.13170/jp.8.1.2040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan di Aceh dan kaitannya dengan tingkat kemiskinan dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan tingkat pendidikan penduduk di 34 Provinsi lainnya di Indonesia, indikator tingkat pendidikan penduduk Aceh seperti APK, AMH, ARLS, dan APM sudah jauh lebih baik dan bahkan berada di atas level nasional. Indikator tingkat pendidikan mayoritas kabupaten/kota di Aceh sudah cukup baik, namun mutunya masih sangat memprihatinkan. Mutu pendidikan Aceh berada di atas rangking 25 dari 34 Provinsi di Indonesia, padahal dana yang dialokasikan untuk sektor ini menempati rangking ketiga terbesar di Indonesia. Pembangunan sektor pendidikan belum merata antar kabupaten/kota di Aceh. Rendahnya tingkat pendidikan di sebagian kabupaten/kota di Aceh, khususnya di kabupaten yang baru dimekarkan telah menyebabkan tingkat kemiskinan masyarakat di kawasan tersebut sangat tinggi, yaitu melebihi 20 persen (melebihi tingkat kemiskinan nasional, 14,44persen). Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan tingkat dan mutu pendidikan di Aceh harus dilakukan: (1) Pemerintah harus mengadakan program-program peningkatan kualifikasi dan mutu tenaga pendidik dan pendistribusian guru berkualitas antar kabupaten/kota yang lebih merata; (2) Pemerintah harus mengalokasikan dana pembangunan Aceh untuk sektor pendidikan secara berkeadilan antarkota/kabupaten di Aceh; dan (3) Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pendidikan harus meningkatkan efisiensi, profesionalisme dan transparansi pengelolaan dana pendidikan

Page 1 of 1 | Total Record : 6