cover
Contact Name
Anita Intan Nura Diana
Contact Email
anita@wiraraja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmiahmitsu@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Sumenep-Pamekasan Km 5 Patean Sumenep 69451
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja)
ISSN : 26859173     EISSN : 23390719     DOI : 5876
Jurnal Ilmiah MITSU ISSN 2339-0719 adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu teknik. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Teknik meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Jurnal Teknik diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep. Jurnal Teknik menerima manuskrip atau artikel dalam bidang teknik dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU" : 8 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT DESA MANTAJUN KECAMATAN DASUK KABUPATEN SUMENEP TERHADAP PENGGUNAAN MCK Mohamad Harun
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.939 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.301

Abstract

Lingkungan yang buruk dapat di identifikasi dengan melihat aspek-aspek yang berpengaruh pada kualitas hunian tersebut seperti jaringan air bersih, drainase, fasilitas MCK, dan kemiskinan. Faktor yang  mempengaruhi prilaku tidak sehat yaitu pendidikan, penghasilan yang rendah, pengetahuan, kebiasaan turun temurun, tidak adanya fasilitas MCK sehingga masyarakat sebagian masih menggunakan ruang terbuka sebagai sarana untuk Buang Air Besar (BAB). Disarankan  kepada masyarakat untuk  merubah prilaku sehingga terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dari pihak terkait dan disediakan fasilitas MCK yang memadai.
PEMETAAN KEBUTUHAN TANGKIS LAUT DI WILAYAH DARATAN - KECAMATAN AMBUNTEN, DASUK, DAN BATU PUTIH KABUPATEN SUMENEP Ir Sutrisno
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.486 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.302

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari 3700 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km. Wilayah pantai ini merupakan daerah yang sangat intensif dimanfaatkan untuk kegiatan manusia, seperti sebagai kawasan pusat pemerintahan, pemukiman, industri, pelabuhan, pertambakan, perikanan, pariwisata, dan sebagainya. Oleh sebab itu Pantai Utara Sumenep yang mempunyai potensi sangat besar utamanya di daerah pesisir Kec. Ambunten, Kec. Dasuk, Kec Batu Putih, perlu sekali membutuhkan perlindungan dan perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Sumenep agar kondisi alam pesisir pantai stabil bebas dari abrasi atau erosi.Rancangan penelitian tentang Pemetaan Kebutuhan Tangkis Laut Di Wilayah Daratan Kabupaten Sumenep ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pemetaan Kebutuhan Tangkis Di Wilayah daratan Kabupaten Sumenep ini didasarkan Abrasi Pantai,Angin,Gelombang,Pasang Surut. Sangat membutuhkan pembangunan Tangkis Laut di daerah pesisir yang mengalami abrasi pantai tersebut. Berdasarkan hasil analisa Tugas akhir ini didapatkan hasil garis pantai di Kecamatan Ambunten, Dasuk dan Batu Putih disebabkan oleh mengalami terjadinya transpor sedimen pantai sebesar 3296,4766 m3/hari, Angin yang relatif lebih tinggi terjadi dari arah Timur Laut dengan persentase kecepatannya yang diperoleh yaitu 72,5 % dan Tinggi gelombang rencana H berdasarkan perhitungan adalah 4,036 m/d. mengakibatkan masuknya air laut ke penduduk sekitar pesisir dari bibir pantai kedaratan adalah 65.20 M Desa Tambak Agung Tengah ,14.80 M Desa Beluk Ares, Dan 19.22 M Desa Bantelan. Yang terjadi pada saat air laut sedang pasang karena tidak adanya penahan yang baik di lingkungan pemukiman Desa Tambak Agung Tengah, Beluk Ares dan Bantelan. Untuk jenis type bangunan yang digunakan tiga Kecamatan tersebut adalah type groin.
PERBANDINGAN STRUKTUR RANGKAATAP KAYUDAN RANGKA ATAP GALVALUM DITINJAUDARI SEGI BIAYA Dwi Deshariyanto
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.865 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.303

Abstract

Kebutuhan konstruksi bangunan akan berdampakpada kebutuhan akan material bangunan salahsatunya adalah material kayu. Menipisnyapersediaanbahan kayuakibat illegalloging,makadiciptakan material lain sebagai penggantinyamaterial kayu yaitu jenis materialbajaringan/galvalum. Penelitian ini dilakukanpada sebuah bangunan Rumah Dinas PerawatKec. Bluto Kab. Sumenep denganpanjangbentangkuda-kuda 9m. Pengolahan data untuk perhitungananalisis gaya batang dengan menggunakan caramanual metode keseimbangan titik simpul danprogram SAP 2000 versi 17.Analisis gaya batangpada struktur rangka atap kayu mempunyai gayabatang minimum sebesar 657,04 kg dan gaya batangmaksimum sebesar 1.945,80 kg. Sedangkan padastruktur rangka atap galvalum mempunyai gayabatang minimum sebesar 327,36 kg dan gaya batangmaksimum sebesar 3.022,73 kg. Desain strukturrangka atap kayu dengan ukuran balok 8/12 terbuktiaman dan kuat. Untuk desain struktur rangka atapgalvalum dengan profil C-75.0,75 terbukti aman dankuat. Anggaran biaya untuk struktur rangka atapkayu yaitu sebesar Rp.35.205.013,89, sedangkananggaran biaya untuk struktur rangka atapgalvalum yaitu sebesar Rp. 41.491.951,11 denganbentang atap 9 m. Selisih perbedaan biaya antarastruktur rangka atap kayu dan struktur rangka atapgalvalum yaitu sebesar Rp. 6.286.937,22. Makaditinjau dari segi biaya untuk bentang atap 9 mlebih efisien struktur rangka atap kayu dari padastruktur rangka atap galvalum.
PRIORITAS PENGEMBANGAN FASILITASWISATA BAHARI PANTAI SLOPENG MENGGUNAKAN ANALYTICALHIERARCHY PROCESS (AHP) Anita Intan ND
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.282 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.304

Abstract

Pulau Madura merupakan pulau yangmenyimpan banyak potensi wisata untuk tempatberlibur. Namun pada kenyataannya sampai saat iniobjek wisata yang berada di Pulau Madura belumbisa menarik banyak wisatawan. Salah satu objekwisata bahari utama di Pulau Madura khususnyakabupaten sumenep adalah pantai slopeng.Untukmenarik para wisatawan, sejak tahun 2002pemerintah mulai melakukan pengembangan PantaiSlopeng. Saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenepmasih memiliki rencana pengembangan fasilitasdiantaranya penginapan (hotel dan motel), kolamrenang, dan sarana bermain (menyelam, bananaboat, berperahu dll). Akan tetapi, karenaketerbatasan dana yang dimiliki oleh pihakPemerintah Kabupaten Sumenep, maka dibutuhkansebuah prioritas terhadap pengembangan fasilitas diPantai Slopeng.Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahuiprioritas pengembangan fasilitas wisata bahariPantai Slopeng. Teknik pengambilan datamenggunakan penyebaran kuisioner. Teknikpenentuan sampel menggunakan purposivesampling. Responden dalam penelitian ini adalahPemerintah Kabupaten Sumenep, pengunjung,masyarakat pelaku usaha, dan tokoh masyarakat.Data dianalisis menggunakan sofware expert choicedengan metode Analytical Hierarchy Process(AHP).Hasil analisis menunjukan bahwa variabelprioritas pengembangan fasilitas menjadipertimbangan yang sangan penting. Dari limavariabel yang ada yaitu tingkat pertumbuhanpenduduk (0.161), ada tidaknya dampak bencana(0.233), kondisi anggaran belanja pemerintah(0.187), kondisi otonomi daerah (0.321), tingkatperubahan lahan (0.097), faktor kondisi otonomidaerah yang dianggap paling penting dalammenentukan prioritas pengembangan fasilitas dipantai slopeng. Secara keseluruhan hasil analisisyang dilakukan terhadap 10 responden yangdianggap ahli (expert), fasilitas sarana bermain(menyelam, banana boat, berperahu dll) yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di pantaislopeng dengan bobot sebesar 0,195.
EVALUASI PERENCANAAN JARINGANIRIGASI AIR TANAH (JIAT)DENGAN SALURAN TERTUTUP DESA KADUARATIMUR,KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP Dhani Andika P
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.979 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.305

Abstract

EVALUASI PERENCANAAN JARINGANIRIGASI AIR TANAH (JIAT)DENGANSALURAN TERTUTUP DESA KADUARATIMUR,KECAMATAN PRAGAANKABUPATEN SUMENEP
PERENCANAAN SISTEM PEMADAMKEBAKARAN AKTIF PADA GEDUNG BARU PASAR ANOM BARUKABUPATEN SUMENEP Subaidillah Fansuri
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.575 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.306

Abstract

Minimnya kejadian kebakaran membuatpelayanan keselamatan pada bangunan gedung dikabupaten Sumenep juga minim.Pelayanankeselamatan yangdimaksud berupa sistem pemadamkebakaran.Kasus kebakaran di Sumenep yangpaling diingat adalah kebakaran Pasar Anom BaruSumenep yang terjadi dua kali menyebabkankerugian materi cukup besar.Perencanaan sistempemadam kebakaran aktif merupayan salah satuupaya yang dipandang lebih efektif dalammengantisipasi bahaya kebakaran pada gedung.
PELAKSANAAN PERATURANIZINMENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TATARUANG DI KECAMATAN KOTA SUMENEP Subaidillah Fansuri
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.566 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.307

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi yangmembawa negara Indonesia pada tahappembangunan yang luar biasa, mengharuskantersedianya sarana yang mampu meminimalisirpermasalahan terkait penataan ruang. IzinMendirikan Bangunan (IMB) merupakan alternatifyang diharapkan mampu menjawab setiappermasalahan terkait tata ruang. Permasalahanserupa terkait IMBdan Tata Ruang yang dihadapioleh Kecamatan Kota Sumenep mengharuskansegera mendapatkan solusi yang tepat dankomprehensif. Korelasi yang erat antara IMB danTata Ruang di Kecamatan Kota Sumenep kemudianmemunculkan rumusan masalah sebagai berikut,bagaimana pelaksanaan peraturan Izin MendirikanBangunan (IMB) dan implikasinya terhadap tataruang di Kecamatan Kota Sumenep.Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatKecamatan Kota Sumenep belum tertata danterbentuk secara baik terhadap kesadaranmelaksanakan dan memiliki IMB. Hal itudisebabkan karena masyarakat merasa bahwapelaksanaan IMB sangat rumit dan memakan waktuyang lama. Permasalahan biasanya berhubungandengan lemahnya pelaksanaan peraturan izinmendirikan bangunan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui penerapan proses pelaksanaanperaturan izin mendirikan bangunan di kecamatanKota Sumenep dan mengidentifikasi faktor-faktorpenerapan pelaksanaan peraturan izin mendirikanbangunan dan implikasinya terhadap tata ruang dikecamatan KotaSumenep.Metode penelitian yang dilakukan berupametode studi kasus dan survey denganmenggunakan kuisioner terhadap pihak-pihakyang terkait dan data hasil kuisioner ini akandianalisa dengan menggunakan metode statistikberupa analisa validitas reliabilitas, analisis faktor.Faktor yang perlu di evaluasi untukmenciptakan tata ruang yang baik di KecamatanKota Sumenep ialah faktor dengan persentaseterkecil yakni faktor proses penerbitan IzinMendirikan Bangunan, faktor tersebut sangatlahpenting karena hanya 29% responden yang proses penerbitan izinnya sesuai dengan aturan yaituproses izin dilakukan dan diterbitkan sebelumbangunan tersebut dibangun.Hambatan-hambatan dalam pelaksanaanperaturan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) danimplikasinya terhadap tata ruang di KecamatanKota Sumenep adalah kurangnya sosialisasimengenai proses penerbitan Izin MendirikanBangunan (IMB) dari SKPD (Satuan KerjaPerangkat Daerah) yang berwenang menyebabkanpengetahuan masyarakat yang minim tentang prosespenerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
EVALUASI EFEKTIFITAS SALURANDRAINASE DENGAN SISTEM DELTA ZERO Q POLICYDI PERUMAHAN GRIYAMITRALAND KABUPATEN SUMENEP Cholilul Chayati
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.217 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.308

Abstract

PP No. 26/2008 tanggal 10 Maret 2008tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional BabVII Bagian dua Paragraf 7, pasal 99 ayat 3amenyebutkan tentang "zero delta Q policy” yaitukeharusan agar tiap bangunan tidak bolehmengakibatkan bertambahnya debit air ke sistemsaluran drainase atau sistem aliran sungai. Sebagaibagian dari area terbangun di perkotaan makahendaknya kawasan perumahan dan permukimanjuga menerapkan prinsip tersebut. Salah satu carauntuk mendukung zero delta Q policy adalah denganmengoptimalkan fungsi sumur resapan agar dapatmenahan limpasan permukaan.Jenis penelitian pada kajian ini adalahpenelitian deskriptif kuantitatif. Pada penelitian inimenjadi tinjauan menarik untuk dikaji, khususnyasaluran drainase yang ada/kondisi existing saluranterhadap rencana sistem drainase yang akandirencanakan untukmenanggulangi permasalahan-permasalahan yang muncul. Efektifitas salurandrainase menggunakan sistem delta zero Q policy.Dari hasil perhitungan didapat untuk kondisiexisting saluran drainase perumahan GriyaMitraland Sumenep dengan b = 0,2 m; H = 0,31m;h = 0,25 m; w = 0,06 m, dan debit 0,041 m3/det.Tidak mampu menampung debit puncak sebesar0,084 m3/det, sehingga perlu direncanakan ulanguntuk PUH 2 tahun. Dari hasil hitungan rencanauntuk PUH 2 tahun didapat H = 0,35; b = 0,50 m; h= 0,25; w = 0,10 m, sehingga dapat dikatakansaluran mampu menampung debit air yang masuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 8