Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perencanaan Drainase Vertikal Di Jalan Cendana 2 Perumahan Bumi Sumekar Asri Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep Chayati, Cholilul; Rezi, Nur Hikma
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol 1, No 2: September 2018
Publisher : Department of Civil Engineering, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.173 KB) | DOI: 10.25139/jprs.v1i2.1110

Abstract

Genangan adalah peristiwa tergenangnya air karena volume air yang meningkat. Juga dapat diartikan  sebagai keluarnya air di suatu kawasan sehingga kurang kapasitas penampang saluran pembuang. Genangan berawal dari peningkatan jumlah penduduk dan perubahan tata guna lahan. Kapasitas drainase yang kecil dan banyaknya sedimen dalam saluran drainase menyebabkan genangan. Permasalahan lain juga muncul dari air buangan rumah tangga. Metode yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif . Data yang diperlukan data curah hujan dan jumlah penduduk. Data Curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum menggunakan 3 stasiun dengan perbandingan stasiun lainnya. Data curah hujan dianalisis dengan metode Gumbel. Data curah hujan kemudian diterapkan dalam intensitas hujan per jam dengan metode mononobe. Intensitas hujan berguna untuk menghitung debit puncak. Berdasarkan data dan analisa perhitungan, menyimpulkan bahwa debit air limbah dan debit air kotor yang dihasilkan sebesar 2,7339905918 m3/det. Secara keseluruhan jumlah sumur resapan yang dihasilkan berjumlah 4 sumur diantaranya 2 sumur untuk Blok A, 2 sumur untuk Blok B dengan dimensi 1,4 m, kedalaman  4,01 m
Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Untuk Menanggulangi Bencana Kering Kritis Di Desa Moncek Timur Kabupaten Sumenep Dewi, Eka Yuliana; Chayati, Cholilul
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v2n1.p9-14

Abstract

Masyarakat di desa Moncek Timur sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena tidak ada sistem distribusi air bersih yang masuk ke desa Moncek Timur misalnya sistem distribusi air bersih dari PDAM. Sehingga desa Moncek Timur mengalami bencana kekeringan. Dari 3 dusun di desa Moncek Timur terdapat 1 dusun yang mengalami dusun kering kritis yaitu dusun cangkreng. Sedangkan, 2 dusun yaitu dusun Wak Duwak dan dusun tengah mengalami kering langka. Rancangan penelitian pemenuhan kebutuhan air bersih di desa Moncek Timur sebagai proteksi desa kering kritis menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dapat dilakukan dengan survey dan wawancara ke daerah penelitian. Sumur bor di Dusun Cangkreng Desa Moncek Timur Kecamatan Lenteng dengan 1,5 Liter/detik atau 129600 l/hari mampu memenuhi kebutuhan air. Kebutuhan air untuk 5 tahun yaitu pada tahun 2022 sebesar 73784 l/hari, untuk 10 tahun yaitu pada tahun 2027 sebesar 79250 l/hari, untuk 15 tahun yaitu pada tahun 2032 sebesar 81803 l/hari dan untuk 20 tahun yaitu pada tahun 2037 sebesar 84445 l/hari. Metode yang digunakan dalam pendistribusian air bersih yaitu sistem pengaliran transmisi dengan pompa dan distribusi secara gravitasi. Dalam sistem distribusinya menggunakan sistem bergilir selama 8 jam per hari. Pola jaringan pendistribusiannya menggunakan pola bercabang.
Perencanaan Drainase Vertikal Di Jalan Cendana 2 Perumahan Bumi Sumekar Asri Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep Chayati, Cholilul; Rezi, Nur Hikma
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol 1 No 2: September 2018
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v1i2.1110

Abstract

Genangan adalah peristiwa tergenangnya air karena volume air yang meningkat. Juga dapat diartikan  sebagai keluarnya air di suatu kawasan sehingga kurang kapasitas penampang saluran pembuang. Genangan berawal dari peningkatan jumlah penduduk dan perubahan tata guna lahan. Kapasitas drainase yang kecil dan banyaknya sedimen dalam saluran drainase menyebabkan genangan. Permasalahan lain juga muncul dari air buangan rumah tangga. Metode yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif . Data yang diperlukan data curah hujan dan jumlah penduduk. Data Curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum menggunakan 3 stasiun dengan perbandingan stasiun lainnya. Data curah hujan dianalisis dengan metode Gumbel. Data curah hujan kemudian diterapkan dalam intensitas hujan per jam dengan metode mononobe. Intensitas hujan berguna untuk menghitung debit puncak. Berdasarkan data dan analisa perhitungan, menyimpulkan bahwa debit air limbah dan debit air kotor yang dihasilkan sebesar 2,7339905918 m3/det. Secara keseluruhan jumlah sumur resapan yang dihasilkan berjumlah 4 sumur diantaranya 2 sumur untuk Blok A, 2 sumur untuk Blok B dengan dimensi 1,4 m, kedalaman  4,01 m
Perencanaan Drainase Vertikal Di Jalan Cendana 2 Perumahan Bumi Sumekar Asri Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep Chayati, Cholilul; Rezi, Nur Hikma
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v1i2.1110

Abstract

Genangan adalah peristiwa tergenangnya air karena volume air yang meningkat. Juga dapat diartikan  sebagai keluarnya air di suatu kawasan sehingga kurang kapasitas penampang saluran pembuang. Genangan berawal dari peningkatan jumlah penduduk dan perubahan tata guna lahan. Kapasitas drainase yang kecil dan banyaknya sedimen dalam saluran drainase menyebabkan genangan. Permasalahan lain juga muncul dari air buangan rumah tangga. Metode yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif . Data yang diperlukan data curah hujan dan jumlah penduduk. Data Curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum menggunakan 3 stasiun dengan perbandingan stasiun lainnya. Data curah hujan dianalisis dengan metode Gumbel. Data curah hujan kemudian diterapkan dalam intensitas hujan per jam dengan metode mononobe. Intensitas hujan berguna untuk menghitung debit puncak. Berdasarkan data dan analisa perhitungan, menyimpulkan bahwa debit air limbah dan debit air kotor yang dihasilkan sebesar 2,7339905918 m3/det. Secara keseluruhan jumlah sumur resapan yang dihasilkan berjumlah 4 sumur diantaranya 2 sumur untuk Blok A, 2 sumur untuk Blok B dengan dimensi 1,4 m, kedalaman  4,01 m
PERHITUNGAN EFISIENSI SALURAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI KEBONAGUNG KABUPATEN SUMENEP Sutrisno Sutrisno; Cholilul Chayati
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.101 KB) | DOI: 10.24929/ft.v1i2.55

Abstract

     Kehilangan debit pada saluran pengambilan (intik) dan saluran tersier yaitu hasil dari dcebit dari pengambilan (intik)  di kurangi dengan debit saluran tersier, setelah itu berupa persentase kehilangan tersebut dari debit air semula yaitu dengan cara kehilangan debit air sebagai dengan debit intik dan dikaliakan 100 %.Sedangkan untuk mengetahui Efisiensi pada saluran yaitu dengan cara membagi debit saaluran tersier dengan debit intik dan dikalikan 100% pada tabel 4.3 persentase debit kehilangan terbesar terjadi bulan April periode I yaitu 14,92 % - 15 %.     Sedangkan persentase kehilangan debit terkeci terjadi pada bulan September periode II yaitu 9,61 % apabila kekurangan air lebih dari 15 % maka perlu adanya rehabilkitas saluran yang menyebabkan kehilangan air dan apabila kurang dari 15 % maka saluran irigasi masih di anggap normal.
PERENCANAAN DESAIN MCK PLUS DENGAN SISTEM PENGOLAHAN MENGGUNAKAN ABR PADA PROYEK DAK SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARKAT (SLBM) DESA PINGGIR PAPAS, KECAMATAN KALIANGET, KABUPATEN SUMENEP TAHUN 2012 Cholilul Chayati
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.406 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i1.140

Abstract

Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat   (SLBM). SLBM sanitasi lingkungan yang berbasis masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kondisi sanitasi lingkungan di permukiman padat yang prasarana sarana sanitasinya kurang memenuhi sayarat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan  kesehatan  masyarakat  dan menurunkan   beban   pencemaran   pada   sumber- sumber air.Penelitian ini di laksanakan di desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Berdasarkan analisis-analisis yang  telah  dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :Dari analisa debit limbah domestik yang ditimbulkan di desa Pinggir Papas pada R.T yang ditinjau sebagai lokasi MCK Plus   dimana jumlah penduduk yang akan memakai sebanyak 250 jiwa diperoleh  debit  yang  ditimbulkan sebanyak  22.50Liter/hari = 22,50 m3/hari.Berdasarkan analisa perhitungan berdasarkan kriteria desain diperoleh desain tangki Anaerobic Baffled Reactor (ABR) sebagai berikut:a)     Volume Kapasitas desain ABR             :  18,05 m3.b)     Jumlah Kompartemen                           :         4buah.c)     Desain tiap kompartemen     Lebar (L)                  : 80 cm      Panjang (P)               : 282 cm      Kedalaman (H)         : 200 cmDari desain yang ada Effluent yang dihasilkandari desain ABR telah memenuhi baku mutu air limbah yang telah ditetapkan berdasarkan SK. Gub. Jawa Timur No. 45 Tahun 2002
SISTEM IRIGASI TETES PENGHEMAT AIR PADA LAHAN KERING DI DUSUN PATENONGAN DESA PARSANGA KABUPATEN SUMENEP Cholilul Chayati; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.068 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i2.160

Abstract

Ancaman kekurangan air mulia terjadi di Indonesiaakibat  penurunan  kemampuan  alam  dalam  menyimpan dan menyediakansumber air. Untuk menyikapi kondisi terakhir  tersebut  maka  perlu  dilakukan  usaha peningkatan.  efisiensi  irigasi  tetes  (drip)  mampu mencapai 87% - 95%. Masyarakat Parsanga Umumnya merupakan Petani dengan sebagian besar lahan pertanianya merupakan lahan kering Cara pemberian air yang diterapkan oleh masyarakat tidak efektif, efisien dan hasilnya kurang merata. Sistem irigasi tetes adalah salah satu alternatif dalam menyelesaikan masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk    mencari kebutuhan air tanaman danUntuk  desain sistem   irigasi tetes yang optimal.Metode pengumpulan data dengan Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah diskripsi analisis untuk memberikan gambaran terhadap data dan informasi yang telah diperoleh.Kebutuhan air irigasi    di    lahan    kering    desa    Parsanga    adalah5.450.336,64 liter/hari sedangkan ketersediaan air yang keluar dari mesin pompa adalah 3.386.880 liter/hari. berdasarkan   masa  pertumbuhan   di   bagi   menjadi   8 periode periode I 20.56jam/hari.PeriodeII 26.73jam/hari periode III,IV dan V 23 jam/hari dan periode VI,VII dan VIII 31jam /hari dalam perencanaan Irigasi Tetesnya dan Hasil rancangan jaringan perpipaan sebagai berikut: Dimensi pipa utam 4 inci panjang total 400 m Dimensi pipa pembagi 2 inci panjang total 200 m Dimensi pipa lateral ¾ inci panjang 100 m Kehilangan energi total (Head total pompa) sebesar 15,16 m Kata Kunci  :    Irigasi Tetes,Lahan Kering
PENANGGULANGAN ABRASI PANTAI DI DESA GERSIK PUTIH KECAMATAN GAPURA Moh Syafi'i; Cholilul Chayati
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.282 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i1.202

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang terpanjang nomor dua di dunia. Namun dari banyaknya pulau yang berada di Indonesia tidak semua pantainya terjaga dengan baik sehingga banyak mengalami kerusakan, salah satu penyebab terjadinya abrasi pantai. Abrasi pantai yaitu penggerusan yang terjadi di daerah pesisir yang di akibatkan oleh arus gelombang air laut dalam jangka waktu yang cukup lama dan juga diakibatkan oleh prilaku manusia kurang baik. Permasalahan seperti telah di Desa Gersik Putih Kecamatan yang mengekibatkan masuk air laut ke lahan pegaraman dan pemukiman penduduk.Sebenarnya di Desa Gersik Putih telah terdapat tumpukan-tumpukan batu di pinggir pesisirnya, tetapi tumpukan batu tersebut tidak mampu untuk menahan arus gelombang air laut. Maka dari itu perlu di desain kontruksi bangunan pantai yang sesuai dengan keadaan pantai Gersik Putih yang berupa bangunan pantai Revetment.Dari hasil penlitian dan pembahasan didapat nilai sedimentasi pantai sebesar 6238,659 m3/hari, tinggi bangunan setinggi 3,15 m, lebar puncak bangunan 0,9 m, tinggi toe protection 0,5 m, dan lebar toe protection 5 m.Diharapkan desain kontruksi bangunan pantai ini dapat diterapkan oleh pemerintah terkait. Demi ketenangan dan kenyaman penduduk Desa Gersik Putih dalam menghadapi abrasi pantai selama ini.
EVALUASI EFEKTIFITAS SALURANDRAINASE DENGAN SISTEM DELTA ZERO Q POLICYDI PERUMAHAN GRIYAMITRALAND KABUPATEN SUMENEP Cholilul Chayati
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.217 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i2.308

Abstract

PP No. 26/2008 tanggal 10 Maret 2008tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional BabVII Bagian dua Paragraf 7, pasal 99 ayat 3amenyebutkan tentang "zero delta Q policy” yaitukeharusan agar tiap bangunan tidak bolehmengakibatkan bertambahnya debit air ke sistemsaluran drainase atau sistem aliran sungai. Sebagaibagian dari area terbangun di perkotaan makahendaknya kawasan perumahan dan permukimanjuga menerapkan prinsip tersebut. Salah satu carauntuk mendukung zero delta Q policy adalah denganmengoptimalkan fungsi sumur resapan agar dapatmenahan limpasan permukaan.Jenis penelitian pada kajian ini adalahpenelitian deskriptif kuantitatif. Pada penelitian inimenjadi tinjauan menarik untuk dikaji, khususnyasaluran drainase yang ada/kondisi existing saluranterhadap rencana sistem drainase yang akandirencanakan untukmenanggulangi permasalahan-permasalahan yang muncul. Efektifitas salurandrainase menggunakan sistem delta zero Q policy.Dari hasil perhitungan didapat untuk kondisiexisting saluran drainase perumahan GriyaMitraland Sumenep dengan b = 0,2 m; H = 0,31m;h = 0,25 m; w = 0,06 m, dan debit 0,041 m3/det.Tidak mampu menampung debit puncak sebesar0,084 m3/det, sehingga perlu direncanakan ulanguntuk PUH 2 tahun. Dari hasil hitungan rencanauntuk PUH 2 tahun didapat H = 0,35; b = 0,50 m; h= 0,25; w = 0,10 m, sehingga dapat dikatakansaluran mampu menampung debit air yang masuk.
PENENTUAN METODE PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI TAMBAK AGUNG DENGAN EVALUASI SALURAN PRIMER DAN BANGUNAN BAGI SADAP Cholilul Chayati; Abdul Muthallib Faradj
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.422 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i1.337

Abstract

Usaha peningkatan dalam pengairan adalah eksploitasi dan pemeliharaan. Sebagian besar saluran di Daerah Irigasi Sumenep terutama pada saluran primer mempunyai tingkat kehilangan yang tinggi akibat penguapan dari rembesan air ke dalam tanah,terjadi pendangkala saluran akibat erosi yang disebabkan kikisan aliran air Kinerja saluran Primer dan Bangunan Bagi Sadap, serta mengetahui pekerjaan pemeliharaan yang harus dilakukan dan diprioritaskan untuk mempertahankan  kondisi  jaringan irigasi  Tambak Agung. Metode penelitian dilakukan  dengan observasi langsung ke lapangan Pengumpulan data sekunder berupa dimensi dan debit rencana saluran, skema jaringan irigasi, data curah hujan, dan klimatologi. Data curah hujan dan klimatologi digunakan untuk menghitung kebutuhan air irigasi. Berdasarkan analisa dan perbandingan di lapangan Demensi saluran Primer dan Bangunan Bagi Sadap tidak perlu di rencanakan ulang atau di perbesar karena kondisi di lapangan sudah mencukupi yaitu untuk Primer Tambak Agung Aries b : 2.40 m dan h :2.10m dan untuk Tambak Agung Tengan b: 2.30 m dan h : 2.45m Untuk pemeliharaan saluran Primer dan Bangunan Bagi Sadap berdasarkan skala prioritas yang di bagi menjadi 3 bagian yaitu:Rutin,Berkala dan darurat pergantian pintu air pada bangunan Bagi Sadap yang rusak total di 8 titik yaitu di BTA 2 Ka 2 pintu, BTA 6, BTA 6 Ki,BTA 8Ka 3 pintu dan BTA 3 Ki 1 pint