cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Product Design
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal S1 FSRD Home Information for Author Template of Journal Editorial Board Contact Information User Username Password Remember me Journal Content Search Browse By Issue By Author By Title Other Journals Font Size Make font size smaller Make font size default Make font size larger Information For Readers For Authors For Librarians Home > Product Design Product Design The Product Design section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of product design. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results fromplanning and developing 3-dimensional mass-produced goods such as transportation, furniture, consumer goods, medical devices, and interactive products among others.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
Studi Awal Konsep Kokpit Helikopter Tempur Berbasis Box Safety Cockpit Andana, Kadek; Djelantik, Bismo
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Abstrak Saat ini Indonesia dituntut untuk memperkuat pertahanan udaranya dengan mengembangkan desain helikopter tempur yang menggunakan basis helikopter angkut Bell 412 hal ini dilakukan karena industri kedirgantaraan dalam negri memiliki banyak keterbatasan dalam membuat dan mengembangkan helikopter tempur dari segi teknologi dan pengalaman. Modifikasi yang dilakukan oleh PTDI saat ini merupakan bagian dalam mengembangkan helikopter tempur untuk meminimalisir development cost yang dikeluarkan bila industri harus mengembangkan helikopter dari awal. Pengembangan desain helikopter menggunakan Bell 412 ini sudah melalui analisa mengenai kemampuan manufer, daya jelajah, dan kapasitas angkut yang memadai sehingga memungkinkan untuk dikembangkan menjadi helikopter tempur. Kemudian permasalahan yang dihadapi oleh PTDI dalam mengembangkan helikopter tempur ini adalah tidak adanya sistem keselamatan yang memadai untuk melindungi nyawa setiap kru pada helikopter bumblebee dan analisa ergonomi mengenai letak panel instrument, tuas kendali, analisa aktivitas kru didalam kokpit, dan analisa daya visual kru helikopter didalam kokpit yang cocok untuk dikembangkan dan dan diaplikasian pada kokpit helikopter tempur bumblebee, agar kokpit helikopter tempur bumblebee cocok digunakan oleh user dengan postur tubuh orang asia dengan tinggi rata-rata 170cm. Konsep kokpit yang saya kembangkan yaitu kokpit yang mampu memberikan keselamatan pada kru saat berada di udara maupun didarat ketika helikopter mengalami kondisi darurat (safety pilot after crash)bentuk kokpit yang mengaplikasikan sistem tandem seat dengan bentuk seperti bak mandi/bathtub yang dibuat dengan menggunakan material kevlar yang berfungsi untuk melindungi kru dan peralatan yang berada didalamnya agar terlindungi dari serangan darat dan pengaplikasian air bag sistem untuk melindungi kru dari benturan ketika helikopter jatuh ke permukaan tanah. Maka dalam mendesain helikopter dibutuhkan sebuah sistem keselamatan yang memadai untuk mendukung setiap aktivitas helikopter di lapangan agar tercipta kesadaran akan keselamatan awak helikopter saat berada di udara dan di darat.Kata Kunci : Helikopter tempur, desain kokpit, Helikopter Bell 412 AbstractIndonesia is required to strengthen the air defenses by developing combat helicopter designs which use chassis from Bell 412 because aerospace industry in Indonesia has many limitations of technology and experiencein creating and developing a combat helicopter. Modifications made by the PTDI is part in developing attack helicopter to minimize development costs incurred when the industry must develop a helicopter from basic. Design development using a Bell 412 helicopter has been through an analysis of the maneuver ability, cruising range, and payload capacity sufficient to allow to be developed into a combat helicopter. Then the problems faced by the PTDI in developing combat heicopter is the safety system to protect the life of every crew inside the helicopter and ergonomic analysis of the instrument panel layout, the control lever, analysis of crew activity inside the cockpit, and analysis of visual resources in the helicopter crew is suitable to be developed and applied to cockpit of combat helicopter, bumblebee cockpit used by the user with the posture of asian people with an average height of 170cm. I developed the concept of the cockpit is able to provide safety to the crew while in the air and on ground when the helicopter in emergency situation (safety pilot after crash) the cockpit apply the system of tandem seat with forms such as bathtub is made using kevlar material which serves to protect the crew and the equipment from ground attack and air bag systems application to protect the crew from the collision when the helicopter crashed to the ground. So in designing the helicopter needed a system of salvation is adequate to support any helicopter activity in the field in order to create awareness of the safety of the crew of the helicopter while in the air and on land.
EKSPLORASI STRUKTUR DAN KOMBINASI MATERIAL PRODUK FURNITUR ROTAN Maharani, Niken Yusnita; Handojo, Oemar
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara penghasil rotan terbesar yang memiliki potensi untuk menguasai pasar furnitur rotan dunia. Namun peluang peningkatan nilai jual furnitur rotan masih terhambat masalah desain yang selama ini masih mengandalkan desain dari buyer dengan bentuk konvensional dan boros dalam pemanfaatan ruang. Eksplorasi ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif struktur furnitur rotan serta pemanfaatan kombinasi material pada bagian sambungan sehingga menghasilkan furnitur rotan dengan sistem sambungan dinamis yang dapat dibongkar-pasang dan dilipat. Hasil aplikasi eksplorasi ini berupa furnitur rotan modular yang dapat dikomposisikan menjadi beberapa variasi bentuk dan fungsi dengan pendekatan desain yang mengacu pada faktor estetis, efisiensi, dan fungsional.Kata Kunci : eksplorasi, furnitur, rotan, sambunganAbstractIndonesia is the biggest rattan-producer country that has potential to dominate the world-rattan furniture trade. But the opportunity of escalation in sales value of this rattan furniture are obstructed by design problems, because all this time, the design still came from buyer with conventional shape and inefficient on space. The exploration is intended to gain alternative of structures of rattan furniture and the usage of material combination on the joint. There will be rattan furniture which is having dynamic-joint system which can be exploded and folded. The result of this exploration are rattan furnitures with a modular system which can be composed into some variations of shapes and functions, using a design approach based on aesthetic, efficient, and functional.
SARANA TRANSPORTASI PENUNJANG RISET PENELITIAN DI KAWASAN HUTAN MANGROVE Kusuma, Otriya; Suhada, Agus Karya
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan bakau terbesar di dunia, yaitu mencapai 8,60 juta hektar, meskipun saat ini dilaporkan sekitar 5,30 juta hektar jumlah hutan itu telah rusak (Gunarto, 2004).Mulai tahun 1960 banyak hutan bakau di Indonesia banyak yang akhirnya dibuka untuk dijadikan lahan tambak. Pembukaan lahan ini menyebabkan pertahanan tanah terhadap abrasi pantai dan ombak besar yang menerjang menjadi rendah. Pertahanan alam terhadap tsunami pun hilang (I Nyoman N. Suryadiputra. 2007).Rehabilitasi terhadap pengerusakan hutan bakau saat ini sedang diusahan. Penelitian pun dilakukan agar dapat diketahui keadaan hutan saat ini. Peneliti menggunakan berbagai sarana untuk menyajikan data terbaik.Sarana penelitian dapat berupa berbagai bidang, dalam laporan ini terdapat pengembangan sarana transportasi untuk para peneliti di hutan bakau. Kekhasan hutan bakau dan kontur alamnya membuat saran transportasi disana harus berbeda dengan yang sudah ada saat ini. Ditambah lagi perlengkapan penelitian dan banyaknya subjek yang harus diteliti juga menjadi tantangan tersendiri untuk dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya.Sarana tansportasi terutama di perairan yang sesuai dengan kondisi alam di hutan bakau adalah sarana yang ringan, stabil, kecil, dan memiliki ruang kosong dalam kapal yang luasKeyword : Hutan, Bakau, Transportasi, Kapal, Penelitian ABSTRACTIndonesia has the largest mangrove’s forest. 5.3 million of 8.6 million hectare of the forest has been damages. (Gunarto, 2004).Start from 1960 there are mangrove’s forests been open became shrimp’s embankment. That made land defense became low against abrasion and big waves.Rehabilitation of the destruction of mangroves currently being conducted. The research was done in order to know the current state of the forest. Researchers use various ways to present the best data.In this report there are developing in research’s equipment at mangrove’s forest. Peculiarities and natural contours of mangrove’s forest make people used a different transportation. Plus research equipment that must be taken and the number of objects of research that should take also became a challenge to be considered and addressed.Transportation at mangrove’s forest, especially in waters, that correspond to the natural condition is light small ship that stable and has a wide space in ship.Keyword : Forest, Mangroves, Transportation, Boat, Research.
SARANA BANTU ATLETIK LARI TUNA NETRA DENGAN SISTEM KERJA LINE FOLLOWER Mestika, Puti Addina; Sriwarno, Andar Bagus
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

AbstrakDalam berolahraga, sudah menjadi kebiasaan bagi tuna netra untuk berketergantungan terhadap peran orang normal.Hingga diwujudkan sistem olahraga adaptif yaitu sistem olah raga yang memfungsikan orang normal sebagai pendamping tetap di tiap olah raga tuna netra. Termasuk dalam bidang olahraga atletik lari. Namun tanpa pendamping,tuna netra tidak memiliki motivasi untuk melakukan olahraga. Pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu dapat memberi kemudahan bagi kerja manusia. Bila di implementasikan pada olah raga tuna netra, kerja sensor bisa menutupi kekurangan yang tidak dapat dilakukan tersebut. Rancangan ini merupakan gagasan sistem kerja line follower menggunakan sensor CMUcam sebagai mata pengarah bagi pelari tuna netra total yang ingin melakukan latihan ataupun bertanding di trek lari.Kata Kunci : atletik, tuna netra, line followerAbstractThe Blind usually dependent for normal people’s role in sports. It makes adaptive sport system manifasted. The method hire normal people as the Blind’s escort when they are doing sport. Including running. In its execution, the blind willrun side by side with their partner which is normal. The role of the pair is as an escort who directs to be in the proper position. However, the Blind will not have motivation to workout without them. The used of technology as a tool couldhelp human activity. For blind sport’s implementation, censorhip will useful to cover the things that cannot be done. The content is initiating the line follower system by using CMUcam censor as a guide for blind runner who needs to doexercise or competition on track.
SET PERALATAN BIDAN UNTUK MEMBANTU PROSES PERSALINAN DI DESA KIDANG PANANJUNG, KECAMATAN CILILIN, KABUPATEN BANDUNG BARAT Hasna, Rafika; Larasati, Dwinita
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Abstrak Bidan desa merupakan tenaga medis yang paling terjangkau bagi masyarakat Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Kengganan masyarakat melakukan persalinan di klinik membuat bidan harus mendatangi rumah penduduk. Kondisi geografis desa yang berbukit dengan jalan berbatu menjadi salah satu kendala. Set peralatan satu kompartemen dengan satu handle membuat peralatan saling bercampur dan sulit dibawa ketika berkendara. Dalam proses desain dilakukan pengamatan (1) perilaku bidan dalam mempersiapkan dan menggunakan peralatan, (2) cara membawa set peralatan serta (3) eksperimen penyusunan letak peralatan saat digunakan. Diperlukan desain set peralatan bidan dengan kompartemen, dapat menjaga peralatan tetap higienis, serta dapat dikenakan di punggung.Kata Kunci : bidan, desain, persalinan, rumah, set peralatan Abstract Midwife is the most affordable medical personnel for the Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. The lack of public awareness to deliver baby on the health facility, is required midwife to go to people’s house. Geographical conditions of the hilly village with cobbled streets became one of the obstacles. Equipment set with consist of one compartment with a handle making equipment mixed together and difficult to carry when driving. In the design process was observed (1) behavior of midwives in the preparation and use of equipment, (2) how to bring the set of equipment and (3) the preparation of experiments where the equipment during use.Midwife is required to designed sets of equipment compartments, can keep the equipment is hygienic, and can be worn on the back.
TINJAUAN PARADOKS NILAI SAKRAL DAN PROFAN PADA PRODUK KEROHANIAN DALAM ANALISA SEMIOTIKA PEMASARAN Liem, Rinda; Piliang, Yasraf Amir
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Abstrak Produk merupakan artefak dan agen pembentuk dari sebuah kebudayaan. Dalam budaya konsumerisme, produk bertindak sebagai tanda yang dimanipulasi dalam komunikasi pemasaran. Fenomena sosial Profanisasi dan Sakralisasi yang terjadi didalamnya memperebutkan identitas ideologis antara agama dan konsumerisme melalui eksploitasi relasi paradoks antara tanda sakral dan tanda profan dari produk. Untuk menjabarkan fenomena tersebut penelitian ini menggunakan metoda Semiotika Pemasaran dan Etnografi untuk menganalisa tinjauan produk dan fenomena pasarnya. Berdasarkan analisa dan tinjauan yang dilakukan ditemukan sebuah relasi yang menghubungkan antara desain produk, agama dan konsumerisme dalam konteks sakral dan profan. Relasi tersebut dapat disimpulkan sebagai peluang pasar dalam desain berbasis keimanan.Kata Kunci : – Agama, Desain, Profan, Sakral, Semiotika PemasaranAbstractA product is an artifact that mirroring the culture it expressed and also the changing agent of the same culture. In the case of consumerism, a product perform as a sign that is being manipulated for marketing communication. In Profanisation and Sacralization phenomenon the ideological identity that was formed in religion is now being contended in consumerism through the exploitation of the value of the sacred and the profane in an object. This research will be conducted in using marketing semiotic and ethnography to analyze the problem through the eye of the market. Based on the analysis and the review conducted, this research concludes a relation that links between a product design, religion and consumerism in the context of the phenomenon. This relation can be summed up as a market opportunity in faith-based design.
REBRANDING PENCITRAAN SARANA PERANGKAT MINUM TEH POCI TEGAL SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN BUDAYA MINUM TEH TRADISIONAL KHAS TEGAL Puspita, Setyo Andarini; Suhada, Agus Karya
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

AbstrakTeh poci Tegal, sebagai salah satu budaya sajian minuman teh lokal daerah sudah ada sejak dulu dengan sejarah dan filosofi penyajian yang dimilikinya. Sayangnya, sajian minum ini kurang berkembang selain di daerah asalnya. Di samping itu, konsumsi teh masyarakat rendah, sedangkan masyrarakat perkotaan khususnya generasi muda cenderung memilih teh dengan pencampuran budaya luar sebagai pilihan sajian minum. Karena itu, untuk meningkatkan konsumsi teh lokal, khususnya teh poci Tegal sebagai sajian minuman teh lokal khas Tegal, teh poci Tegal di-rebranding agar dapat diterima, dikonsumsi, dan menjadi gaya hidup dengan penyajiannya yang memberikan value berupa experience.Kata Kunci : budaya, pencitraan, perangkat sajian, teh poci, Tegal AbstractTeh poci Tegal, as one of traditional tea dish has been exist and contains history and phylosophy. Unfortunately, this dish less developed except in their origin place. Beside that, peoples consumption still low, meanwhile young people especially in big city prefer to drink import tea with foreign tea. because of that, to improve local tea consumption, specially teh poci Tegal as one of local tea drink with Tegal characteristic, teh poci Tegal will be rebranded that can be accepted by people and becoming one of people life style thus give value by experience from the product.
DESAIN ALAT BANTU MOBILITAS PENGGUNA LANJUT USIA UNTUK BERAKTIVITAS DI TEMPAT UMUM Simanjuntak, Paulina Angelita; Syarief, Achmad
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

AbstrakManusia berusia lanjut memiliki daya tahan tubuh yang semakin melemah dan disertai menurunya kemampuan produksi antibodi (zat untuk melawan racun bakteri) sehingga mereka sangat rentan terhadap penyakit. Oleh karenanya orang lansia mudah terserang penyakit dan cenderung memiliki penurunan kemampuan tubuh untuk beraktivitas. Salah satu aktivitas yang paling terpengaruh adalah berjalan, hal tersebut dapat terjadi karena penyakit dan penurunan kualitas ketahanan tulang yang berakibat pada kecenderungan resiko patah tulang. Selain permasalahan yang menyangkut kesehatan dan daya tahan tubuh orang lansia, kondisi lingkungan dimana orang lansia beraktivitas juga menjadi permasalahan yang kerap ditemui karena masih sedikitnya ketersediaan fasilitas umum yang menunjang lansia untuk dapat beraktivitas dan beristirahat sejenak di tempat umum. Tempat duduk sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki permasalahan pada kaki, khususnya lansia, namun tempat umum seperti tempat berbelanja, mall, pasar dan tepi jalan seringkali belum dan tidak menyediakan tempat duduk atau berehat. Akibatnya aktivitas lansia menjadi terhambat karena aktivitas menerus tanpa istirahat yang memadai mengakibatkannya mudah merasa lelah dan mengalami pegal otot. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah produk untuk membantu mobilitas para lansia saat beraktivitas di tempat umum dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Produk tersebut diharapkan dapat membantu lansia untuk dapat tetap melakukan perjalanan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar ruangan dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh (di bawah 10 km).Kata Kunci : alat bantu mobilitas, lanjut usia AbstractMany elderly people have weakened immune system due to deterioration in the production of antibodies that goes along with their ages. As results, elderly people have very susceptible to illness and easily loosen their ability to do active life including inability to walk and other independent activities. Aside of their health problems, elderly people need supportive environment to carry on their independent life which unfortunately cannot be accommodated well in Indonesia. Most public areas, such as shopping malls, markets, and pedestrians are built without proper support for elderly people to have temporary rests either to sit or relax. This lack of supportive facilities prove as negligence for those who are in need the most, as many elderly people have common leg problems which require periodical rests during activities. Based on this issue, the research was sought to develop a product that may support the independent mobility of elderly people, especially within public areas. The proposed design is expected to provide proper assistance for elderly people to enjoy and to carry on their daily active life in the public environment albeit within limited distances (under 10 km).
SARANA BERMAIN AIR BAGI ANAK-ANAK DI KAWASAN CIUMBULEUIT SEBAGAI PROSES REVITALISASI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIKAPUNDUNG Bernike C., Chaterine; Ihsan, Muhammad
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Abstrak Sungai Cikapundung merupakan sungai yang mengalir membelah Kota Bandung. Seiring perkembangan zaman keberadaan bantaran sungai ini dipenuhi oleh pertumbuhan jumlah manusia. Adapun salah satu kategori masyarakat tesebut adalah anak-anak. Bagi anak-anak bermain merupakan fokus utama dalam hidupnya. Akan tetapi, tinggal di daerah aliran sungai Cikapundung, Kota Bandung dengan permukiman padat penduduk memengaruhi lahan bermain di alam yang semakin sempit. Sarana bermain anak yag edukatif di aliran Sungai Cikapundung adalah alternatif bagi anak-anak kawasan DAS Cikapundung untuk menampilkan kejeniusan, mengasah keterampilan motorik kasar, merasakan pengalaman menikmati karakter salah satu unsur di alam di tengah padat dan hiruk pikuknya kehidupan kota Bandung dan juga sebagai upaya revitalisasi dalam menghidupkan kembali identitas sungai Cikapundung sebagai wajah kota yang relevan dengan zamannya secara berkelanjutan. Kata Kunci : anak, bermain, keterampilan motorik,  revitalisasi, Sungai  Cikapundung  Abstract Cikapundung River flows over Bandung city.  As time goes by, the existence of it is influenced by the numerous growth of Bandung citizens. One of it’s category is children. Playing for children is a main focus in their life.  In the other hand, living in the near side of Cikapundung riverbank with highly densed population area and also the organic growth of population there is reducing a playground to play with nature. Educated watery playground for children in Cikapundung riverbank is one of the  alternatives facilitation to display children’s geniuses,  to improve children motoric skill, to have a balance between human and the environment and also to experience the character of  one fundamental nature’s element in a crowded of Bandung City and also as an sustainable effort to revitalize the identity of Cikapundung river as an aesthetic landscape which is relevant with the nowadays era. keywords: children; playing; motoric skill; revitalization; Cikapundung River
DESAIN PRODUK PENUNJANG KEBERSIHAN PASIEN BED REST DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM Sentosa, Kristi; Wahjudi, Deddy
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Abstrak Pasien bed rest di Rumah Sakit memerlukan perawat dan peralatan untuk membersihkan diri mereka sendiri di tempat dimana orang dengan keluhan kesehatannya (penyakit) datang berobat. Pengurangan penularan penyakit di Rumah Sakit memerlukan sistem manajemen kebersihan yang baik serta perawatan kebersihan pasien yang diatur dalam prosedur dan ditunjang peralatan. Gagasannya adalah mendesain perangkat kebersihan personal pasien bed rest dengan kenyamanan dan kemudahan bagi pasien dan perawat. Perangkat melingkup alat keramas, rak penyimpan seprai, baju bersih, bak baju, seprai kotor, selang, wadah air bersih, dan air kotor yang didesain dalam bentuk satu set. Diharapkan peralatan mengefisiensikan waktu prosedur dan memberi kenyamanan pemakainya. Kata Kunci : kebersihan pasien bed rest, produk, penunjang prosedur   Abstract   Bed rest patient in hospital requires nurses and equipment to clean up after themselves in a place where people with health complaints (disease) for treatment. Reduction of disease transmission in the hospital requires good management hygiene system and cleanliness of patient care provided in the procedures and equipment supported. The idea is to design a personal hygiene device patient bed rest with the comfort and convenience for patients and caregivers. Including device shampooing equipment, storage rack sheets, clean clothes, dirty clothes, bed sheets, hoses, clean water container, and the dirty water container that was designed in the form of a set. Equipment is expected to streamline the procedure and give the user comfort.

Page 2 of 11 | Total Record : 107