Product Design
Jurnal S1 FSRD
Home Information for Author Template of Journal Editorial Board Contact Information
User
Username
Password
Remember me
Journal Content Search
Browse
By Issue
By Author
By Title
Other Journals
Font Size
Make font size smaller
Make font size default
Make font size larger
Information
For Readers
For Authors
For Librarians
Home > Product Design
Product Design
The Product Design section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of product design. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results fromplanning and developing 3-dimensional mass-produced goods such as transportation, furniture, consumer goods, medical devices, and interactive products among others.
Articles
107 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA UNTUK PEMBUATAN FURNITUR
Susilo, Ribka;
Karya, Agus
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Sampah atau limbah merupakan salah satu permasalahan yang selalu ada di tiap daerah. Ada banyak cara untuk menganggulangi atau mengolah limbah tersebut seperti misalnya dengan cara pemupukan dan pengomposan, serta pembakaran. Limbah kain merupakan salah satu jenis limbah yang sulit diolah karena merupakan limbah anorganik yang tidak mudah terurai sehingga tidak dapat dikompos.Meskipun bukan menjadi limbah yang terbanyak, namun perlu diperhatikan karena masih sedikit industri yang mengolah limbah kain jika dibandingkan dengan kertas, plastik, dan lain-lain yang pengolahannya sudah lebih canggih dengan beragam teknologi.Dengan proses yang baik dan benar, limbah kain perca ini memiliki potensi untuk menjadi sebuah produk yang memiliki nilai tambah dan berkesan jauh dari limbah sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.Dengan melakukan berbagai eksplorasi dan mencari cara pengolahan limbah kain yang potensial dan aman bagi lingkungan, penulis membuat furnitur yang memaksimalkan pemanfaatan limbah kain perca tersebut.
SARANA BANTU TERAPI KOGNITIF PERILAKU UNTUK ANAK PENDERITA ZOOPHOBIA
Nindita, Putri Talitha Chiara;
DRSAS, Muhammad Ihsan
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Ketidak-tercapaiannya tugas pada tiap tahap perkembangan akibat hambatan yang dialami dapat memberikan dampang pertumbuhan yang kurangmaksimal. Salah satu faktor penghambat tersebut adalah ketakutan yang berlebihan. Ketakutan yang tidak dapat dikendalikan, atau disebut fobia,merupakan penyimpangan psikologis yang dapat disembuhkan. Fobia terhadap binatang termasuk kasus fobia yang sering ditemui. Berdasarkanpenelitian, interaksi dengan binatang dapat memicu hormon oxytocin, yaitu hormon yang memberikan efek nyaman, mengurangi stres sertamerupakan hormon kasih sayang. Dapat dibayangkan reaksi penderita akan berlawanan dengan manfaat berinteraksi dengan binatang tersebut. Dalamproses terapi terdapat sarana untuk berinteraksi antara psikolog dan penderita. Penggunaan sarana tersebut diharapkan dapat memaksimalkan jalannyaproses terapi. Salah satu bentuk yang dapat digunakan adalah permainan merangkai atau puzzle yang dapat dirangkai berdasarkan keinginan anak,namun tentu tidak lepas dari prosedur terapi itu sendiri
PENGEMBANGAN DESAIN FIXTURE DISPLAY PAKAIAN DAN FITTING ROOM UNTUK PENGGUNAAN PAMERAN
Nasiri, Dafira Nuha;
Wahjudi, Deddy
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Pameran merupakan salah satu alternatif bagi sebuah perusahaan atau toko untuk memasarkan produknya.Salah satu jenis pameran adalah pameran pakaian.Pakaian tentunya membutuhkan sebuah fixture sebagai fasilitas display untuk dipasarkan, selain itu kebutuhan fitting room menjadi hal yang vital sebagai salah satu fasilitas konsumen memutuskan membeli. Dalam penelitian ini terlihat bahwa penggunaan fittingroom dalam pameran sangat minim, dan berbanding terbalik dengan kebutuhan konsumen sehingga dalam pelaksanaanpameran ketiadaan fittingroom menjadi salah satu penghambat konsumen dalam membeli pakaian. Ketiadaan fittingroom ini dikarenakan masih kurangnya fasilitas fittingroom yang mobile dan kebutuhan tenant memamerkansemua produknya. Setelah melakukan proses desain dibuatlah sebuah display yang mampu dibentuk menjadi fitting room. Namun selama proses tersebut masih banyak kekurangan terutama pada aspek struktur yang sebaiknya mudah dipasang dan produksi yang murah agar dapat dijangkau oleh pengusaha yang baru memulai bisnis.
PENERAPAN METAFORA GERAKAN TARI SAMAN PADA PRODUK LIGHTING
Ramadhiyanti, Tri Utami;
Piliang, Yasraf Amir
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Tari Saman merupakan salah satu tarian Indonesia yang sudah mendunia. Tari Saman memiliki banyak makna yang dapat disampaikan baik dari segi religius maupun sosial. Makna sosialnya mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, serta kesatuan. Gerakannya yang dinamis dapat membuat orang yang menghayatinya ikut bersemangat. Makna sebuah tarian yang tidak selalu tersampaikan dengan baik dan akan dikonstruksikan dalam media baru yang interaktif. Media baru tersebut merupakan sebuah elemen estetis yang diletakkan di tempat publik di mana terjadi banyak interaksi. Proyek ini akan menyatukan antara seni tari dengan desain produk yang interaktif. Diharapkan bahwa produk yang didesain dapat membangkitkan semangat dan kebersamaan di tempat publik sesuai dengan makna Tari Saman yang akan disampaikan
PENGEMBANGAN APLIKASI MATERIAL TERAKOTA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KARAKTERISTIK PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN
Pangestu, Hendry;
Nugraha, Adhi
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Penggunaan terakota beserta budaya dan nilai yang dikandungnya kini mulai terkikis oleh perubahan gaya hidup masyarakat moderen dimana produk terakota tradisional tidak lagi sesuai. Terakota selayaknya tidak dipandang sebatas material tetapi juga beserta nilai dan makna yang terkandung, baik dari aspek budaya, sosial, maupun ekonomi. Penting untuk mentransformasikan terakota ke dalam budaya moderen agar seperangkat nilai yang dikandungnya dapat diwariskan. Berdasarkan karakteristik material terakota dan penggunaannya dalam tradisi, terdapat potensi untuk mengaplikasikan terakota sebagai tempat penyimpanan makanan di dapur moderen, yang memanfaatkan karakteristik yang dibutuhkan bahan makanan
SARANA PENCUCI PERALATAN MAKAN UNTUK PEDAGANG MAKANAN PINGGIR JALAN
Nataprawira, Andhika;
Karya, Agus
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Persoalan yang lazim muncul pada kota besar yang kepadatan penduduknya tinggi adalah pedagang kaki lima. Pedagang tersebut sebenarnya memiliki peran dan fungsinya sendiri dalam membentuk suatu kota secara sosial, ekonomi dan budaya. Di satu sisi keberadaan mereka merupakan suatu kebutuhan bagi sebagian besar orang dan merupakan salah satu roda yang menggerakan sektor perdagangan suatu kota, namun di sisi lain kehadirannya bisa menjadi masalah baru bila tidak dilakukan penataan dan pembinaan yang baik. Timbulnya fenomena Pedagang Kaki Lima ini medatangkan permasalahan permasalahan lain yang berdampak pada keseimbangan lingkungan kota.Salah satu masalah signifikan yang dapat dikaji lebih jauh adalah permasalahan kebersihan. Tidak terdapat standar khusus dalam metode mencuci bagi Pedagang kaki lima. Mereka cenderung memiliki metode masing-masing dengan alat masing-masing, hal ini mempengaruhi hasil cucian mereka. Diperlukan suatu sistem yang mengubah metode mencuci pedagang kaki lima dan menyeragamkan kualias hasil cucian mereka.
TRANSFORMASI NILAI BUDAYA DAYAK DALAM DESAIN PERHIASAN KONTEMPORER
Yodia I, Bernadette;
Nugraha, Adhi
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Keberagaman alam dan budaya Indonesia merupakan sebuah harta kekayaan Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara manapun di dunia. Hal yangseharusnya dijaga dan dikembangkan saat ini menjadi suatu hal yang dilupakan dan digantikan oleh sebuah budaya global yang bertolak belakangdengan budaya lokal Indonesia. Perhiasan yang lekat dengan kemewahan akan menjadi mediator antara masyarakat dan budaya Indonesia lewateksplorasi bentuk dan material yang bertolak belakang dengan material umum perhiasan. Penting untuk menjaga keberlangsungan budaya dalamsebuah komunitas dimana budaya adalah sistem yang dibuat dalam jangka waktu panjang sehingga mencapai sebuah kesepakatan sistem yangdianggap paling sesuai untuk masyarakatnya
DESAIN SARANA BERKEBUN DAN BERMAIN UNTUK ANAK USIA 4 â 6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK
Herdianing, Muninggar;
Syarief, Achmad
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Berkebun sebagai salah satu aktivitas yang membantu meningkatkan kecerdasan naturalis anak. Berkebun dapat melatih kesabaran, memupuk tanggung jawab, membangun emosi dan empati. Melalui pemahaman proses tumbuh tanaman, anak dapat memacu pembelajaran aspek kognitif terkait fenomena alam dan berjalannya siklus mahluk hidup. Kecerdasan naturalis atau kecerdasan alam sendiri menurut Howard Gardner merupakan kemampuan untuk mengenali dan mengelompokkan serta menggambarkan berbagai macam keistimewaan yang ada di lingkungannya. Anak-anak, terutama pada usia 4 hingga 6 tahun, membutuhkan stimulasi yang tepat untuk meningkatkan aspek perkembangan kemampuan ini. Dengan demikian muncullah peluang untuk mengembangkan perlengkapan berkebun yang menyenangkan dan dapat digunakan sebagai sarana untuk menstimulasi pembelajaran dan perkembangan anak.
ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN LOGIKA-MATEMATIKA ANAK USIA DINI
Noveradila, Shinta;
Larasati, Dwinita
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Usia 0-6 tahun merupakan usia emas bagi anak untuk meningkatkan tingkat kecerdasannya. Pada usia tersebut segala informasi yang diterima oleh anak akan dapat dengan mudah diterima dan diproses oleh otak. Menurut teori kecerdasan majemuk yang diungkapkan oleh Howard Gardener, kecerdasan dibagi menjadi 9. Salah satu dari ke-sembilan kecerdasan majemuk adalah kecerdasan logika-matematika. Kecerdasan logika matematika dapat membuat anak untuk berpikir secara deduktif-induktif, pola-pola numerasi dan berpikir secara logika. Untuk meningkatkan kecerdasan logika-matematika anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai stimulus. Salah satu stimulusnya adalah berasal dari pendidikan anak usia dini. Dalam PAUD, anak-anak dikenalkan dengan berbagai konsep dasar matematika. Namun pengenalan konsep matematika pada pendidikan anak usia dini mengalami kesalahan karena anak-anak yang tergolong masih suka bermain sudah mendapatkan lembaran soal untuk dikerjakan. Kegiatan bermain dapat menggantikan lembar soal yang seringkali membuat anak bosan dan tidak menyukai pelajaran matematika. Permainan edukatif dapat dijadikan alternatif untuk mengajarkan konsep matematika pada anak usia dini.
Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain No.1 | 1 Pengembangan Alat Transportasi Sungai di Jakarta (Studi Kasus : Banjir Kanal Barat)
Danniswara, Dudit Aditya;
Handojo, Oemar
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.174 KB)
Jakarta sebagai kota metropolitan yang jumlah penduduk setiap tahunnya bertambah, berakibat pada tingginya jumlah kendaraan bermotor sebagai kebutuhan bertransportasi. Macet dan polusi udara merupakan konsekuensi nyata dari permasalahan tersebut. Berbagai Program Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan moda transportasi umum terus digalakan demi menunjang kebutuhan publik dalam bertansportasi dan mereduksi jumlah pemakaian kendaraan bermotor pribadi.Di sisi lain banyak sungai di Jakarta yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai prasarana baru dalam sarana bertransportasi, sebagai latar belakang tidak seimbangnya jumlah kendaraan bermotor di jalur darat dengan pembangunan infrastrukturnya.Dengan dukungan program Pemprov DKI Jakarta periode 2014-2019 dalam merevitalisasi sungai-sungai di Jakarta, maka perancangan program alat transportasi air menjadi salah satu solusi dalam menanggapi berbagai permasalahan tersebutJakarta Waterbus menjadi terobosan baru dalam bertransportasi umum di Jakarta Akhirnya program ini menjadi sebuah rangkaian dengan moda transportasi umum lainnya yang saling mendukung untuk mentuntaskan masalah kemacetan di ibukota.