Visual Art
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Articles
43 Documents
Search results for
, issue
" Vol 2, No 1 (2013)"
:
43 Documents
clear
RUANG KOSONG (AGAMA â KEHIDUPAN)
Fatchi, Mochammad;
Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Agama menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Agama merupakan sebuah narasi besar yang bersandar pada Sang Pencipta, yang memiliki standarstandar tersendiri yang diatur langsung oleh Sang Khalik.Dewasa ini agama telah menjadi sesuatu yang dipisahkan atau diberi jarak dari kehidupan oleh para penganutnya sendiri. Seakan-akan agama adalah merupakan suatu perangkat khusus yang hanya memiliki efek yang kuat apabila berada dalam lingkup rumah peribadahan. Seperti yang dirasa terjadi dalam agama yang dianut oleh penulis, Islam.Menempuh pendidikan di institusi seni rupa, penulis ingin melepaskan perasaan gundah tersebut melalui karya seni. Karya yang dibuat ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai ruang kontemplatif penulis sendiri yang kembali mempertanyakan akan keadaan âruang kosongâ yang terjadi antar agama dengan kehidupan ini.
PROYEKSI RUANG UTOPIA
Reyhan, Ivan;
Durrahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Pada dasarnya, sebuah simulasi diartikan sebagai sebuah bentuk peniruan dari kondisi dunia nyata, sehingga dimaknai sebagai sebuah tiruan maya dari sesuatu yang nyata. Namun pada perkembangannya di masa kini, simulasi yang khususnya dalam bentuk digital memiliki kemampuan untuk menciptakan visualisasi yang baru dalam dunia virtual. Simulasi digital menjadi sebuah produk budaya yang dikonsumsi dan digunakan bahasa-bahasa visualnya. Bersentuhan dengan dunia virtual yang tercipta lewat penggunaan media digital, khususnya teknologi komputer, menciptakan kecenderungan manusia untuk mengimajinasikan dan menciptakan sebuah utopia atau dunia impian yang ideal secara personal dalam dunia virtual.Pada karya Tugas Akhir ini, penulis menampilkan sebuah bentuk visual dari konsep simulasi yang tercipta dari rekonstruksi dan kombinasi dari bentuk-bentuk visual di dunia nyata dan dunia virtual. Karya ini berangkat dari ketertarikan penulis akan penggunaan teknologi digital dalam seni rupa, yang membawa penulis pada penemuan akan seni rupa media baru, khususnya media baru dalam ruang lingkup motion graphic dan penerapannya dalam karya seni rupa. Penemuan ini memacu penulis menggunakan medium video yang fleksibel dalam diproyeksi, untuk melakukan interdisiplin media, khususnya dengan medium objek temuan, dalam proses penciptaan karya seni Tugas Akhir ini.Dalam karya ini penulis ingin menunjukan sebuah proses penciptaan karya seni lewat penggunaan dan disiplin antar media, khususnya media baru dalam bentuk teknologi digital. Penulis ingin menunjukkan bahwa seiring dengan perkembangannya, teknologi digital telah membawa kemungkinan-kemungkinan baru yang terus berkembang dalam ranah seni rupa. Pada prakteknya, konsep simulasi akan rekonstruksi dan kombinasi dunia nyata dan dunia virtual yang dibawa penulis dapat divisualisasikan dengan tepat oleh penguasaan teknologi digital sebagai medium dan teknik seni rupa.
WACANA-WACANA TAKDIR KEMANUSIAAN : EKSPLORASI LUAR ANGKASA
Widyasena, Nurrachmat;
Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Space Age merupakan sebuah periode waktu yang mencakup kemajuan besar dalam teknologi penjelajahan luar angkasa dalam sejarah umat manusia. Namun penulis tidak melihat Space Age sebagai sebuah kemajuan dalam bidang teknologi saja, penulis melihat bagaimana Space Age dengan bantuan teknologi dan ilmu pengetahuan, mencoba mempertajam, memperbarui, dan membentuk baik secara budaya dan politik akan mimpi masa depan umat manusia untuk hidup lebih baik secara global. Space Age yang penulis angkat dalam karya Tugas Akhir ini adalah sebuah bentuk pembahasaan atas situasi atau permasalahan. Dilandasi dengan lunturnya semangat Space Age di penghujung dekade 80-an, penulis mencoba menarik kembali ke masa sekarang ide-ide lama yang terlupakan, khususnya mengenai penjelajahan luar angkasa sebagai sebuah takdir kemanusiaan. Karya ini diharapkan mampu menjadi sebuah pandangan baru yang dapat memberikan sebuah probabilitas
SENI RUPA MODERN INDONESIA : ANAGLYPH 3D
Pratama, Wingki Adhi;
Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Seni dan masyarakat memiliki suatu hubungan yang tak terpisahkan, seni integral dengan masyarakatnya. Namun yang terjadi dalam khazanah seni rupa Indonesia, seni dan masyarakat belum mampu berjalan secara beriringan. Hal ini dikarenakan belum terciptanya infrastruktur seni yang baik, salah satunya adalah minimnya antusiasme publik terhadap seni. Dalam permasalahan inilah, penulis memiliki kepentingan sebagai mahasiswa seni, untuk memperkenalkan dan mengintimasikan masyarakat terhadap seni rupa dimulai dari sejarah seni rupa modern Indonesia. Karya ini diharapkan mampu menjadi titik awal untuk dijadikan kesadaran bersama untuk mengenang dan mengapresiasi seni rupa Indonesia dengan mengakrabkan tokoh-tokoh seni rupa modern Indonesia.
HINDIA MOLEK
Lingga, Aditya;
Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Hindia Molek atau Mooi Indie merupakan sebuah sebutan bagi gaya seni lukis pemandangan alam yang berkembang mulai dari tahun 1930-an di Indonesia. Gaya tersebut digeluti oleh seniman-seniman Indonesia yang memiliki tingkat kecintaan serta nasionalisme yang tinggi terhadap eksotisme alam Indonesia. Manusia tidak dapat lepas dari alam sebagai lingkungan tempat mereka tinggal. Manusia merupakan bagian dari alam, yang memiliki hubungan yang berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya. Pada akhirnya, manusia memiliki kebutuhan untuk lebih dekat dengan alam.Dalam era globalisasi di masa kini, kebutuhan untuk lebih dekat dengan alam telah dapat diatasi dengan kemutakhiran teknologi. Akses menuju dunia maya yang dapat ditempuh dalam tempo waktu yang relatif singkat telah dapat menyediakan berbagai macam gambar pemandangan alam yang dapat memuaskan manusia secara instan.Dengan adanya peranan teknologi dalam hidup manusia serta hubungannya dengan alam, maka kedekatan manusia terhadap lingkungan alam dan sekitarnya menjadi dipertanyakan. Di satu sisi, teknologi berperan sebagai pengisi kebutuhan manusia akan keasrian alam, namun di sisi lain, ia juga dapat menjadi jarak antara manusia dengan alam. Bagi golongan yang tumbuh besar bersamaan dengan kecanggihan teknologi, hal ini menjadi problematika tersendiri ketika manusia pada akhirnya mencari sisi yang sejati mengenai hubungannya dengan keindahan alam pada realitas yang sebenarnya.Dalam karya tugas akhir ini, penulis merespon fenomena yang terjadi ketika manusia tumbuh besar bersamaan dengan teknologi, khususnya pengaruhnya terhadap kedekatan manusia dengan lingkungan alamnya. Karya merupakan bentuk baru dari Mooi Indie. Dalam karya ini, gambar yang tersaji adalah gambaran pemandangan alam yang telah dicerna, direkonstruksi, serta digambarkan dalam bentuk-bentuk yang baru, yang diasumsikan lebih sesuai dengan kehidupan manusia di masa kini.
Presence of Shadows
Pamungkas, Baariawan Haryo;
Zaelani Harry, Rizki Akhmad
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Beberapa individu tidak bisa merasakan bahwa sedang terlibat masalah karena ketidak mampuan untuk menjelaskan. Berdasarkan kasus diatas, kehidupan menjadi salah satu wadah yang bisa dibagi menjadi tiga fase pokok, kelahiran, kehidupan dan kematian. Berangkat dari pengalaman pribadi, penulis mencoba mengemukakan ide tentang pemetaan masalah-masalah kedalam tiga fase tersebut. Proses mengumpulkan foto, diolah dengan perangkat lunak, dan dipindahkan keatas kanvas. Karya ini diharapkan mampu untuk menjadi sebuah alternatif pencapaian personal dalam hidup penulis dan membuka perspektif baru bagi yang melihat tentang cara penyampaian yang diutarakan melalui seni lukis. Pencapaian visual sangat penting dalam keberhasilan karya.
LEBURAN INTUISI IMAJINATIF
Kandahdjaja, Siddhartha;
Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Imajinasi dan dorongan bermain adalah hal yang secara alamiah dimiliki oleh setiap manusia, terutama terlihat pada masa kanak-kanak. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, daya imajinasi dan dorongan bermain itu semakin berkurang, yang pada akhirnya menumpulkan kemampuan kreatif, mengakibatkan terhambatnya perkembangan intuisi dari manusia tersebut. Fenomena ini terjadi pada banyak orang, termasuk penulis. Ketidaknyamanan yang penulis alami saat berkarya sebelumnya pada masa kuliah, membawa penulis pada penyadaran akan fenomena tersebut. Penulis kemudian merasakan kebutuhan untuk menggali kembali potensi yang ada pada imajinasi dan dorongan bermain penulis untuk meningkatkan kreativitas penulis dengan harapan dapat mengembangkan titik kematangan intuisi penulis. Penulis kemudian membuat karya berupa sebuah bentuk abstrak yang kemudian ditimpa dengan garis hitam yang membentuk objek yang diinterpretasikan penulis sebagai upaya penulis untuk dapat merasakan kembali pengalaman yang sempat penulis rasakan saat kanak-kanak dahulu serta meningkatkan kemampuan kreatif yang berujung pada pematangan intuisi penulis. Kerumitan proses cetak konvensional serta aspek spontanitas drawing menjadi ruang bagi penulis untuk mengeksplorasi imajinasinya semaksimal mungkin, serta mencoba mengingatkan kembali para apresiator akan pentingnya imajinasi sebagai aspek pembentuk intuisi.
SISYPHEAN
-, Kusbandono;
Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Manusia, adalah mahluk yang misterius, dalam hal spiritualitas dan keyakinan. Keyakinan dengan sebuah paham yang dijunjung tinggi oleh mereka membuat mereka sangatlah unik, dan beragam. Keberagaman manusia dalam hal spiritual penulis tafsirkan sebagai sebuah fenomena unik dan cukup memprihatinkan, bagi batin penulis, dimana consciousness dan well-being seorang manusia seakan-akan dapat mencapai tingkat tertinggi jika manusia tersebut menyerah terhadap kegiatan yang menjauhkan mereka dari hal-hal tersebut. Masalah spiritualitas manusia yang penulis angkat dalam Tugas Akhir ini merupakan sebuah bentuk pembahasan atas situasi dan permasalahan spiritual dalam masyarakat sekitar. Dilatarbelakangi oleh rasa aman yang semu akan kehidupan dan kematian, dan situasi masyarakat yang tidak kondusif dan tidak suportif dalam membahas hal tersebut, penulis mencoba mempertanyakan kembali interaksi manusia tentang kepuasan dirinya terhadap spiritualitas dan proses pencarian makna hidup mereka.Pengerjaan karya ini menggunakan teknik separasi cahaya, dimana spektrum warna diaplikasikan dalam instalasi lampu kepada karya digital imaging, lalu instalasi 3 dimensi juga dibuat, untuk kepentingan konsep utama, dan disesuaikan kepada kebutuhan estetis pribadi penulis. Penulis berharap karya ini dapat mengekspresikan opini personal penulis yang berbentuk pertanyaan kepada masyarakat luas/ apresiator.
REKOMPOSISI URBAN : BANDUNG - SURABAYA
Amikarsa, Wahyu Wibawa;
Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Ketertarikan penulis terhadap persoalan urban sudah muncul sejak penulis terlibat aktivitas street art di kota asal penulis, Surabaya. Semenjak memulai pendidikan di perguruan tinggi, penulis merasa tata kota Bandung sangat kontras dengan kota asal penulis yang dinilai cukup rapi. Kekacauan tata kota Bandung salah satunya bermula dari arus urbanisasi yang akhirnya menyebabkan kepadatan penduduk, pemekaran urban, kemacetan, banjir, dan sebagainya. Dengan adanyaberbagai hal tersebut, penulis merasa perlu untuk melihat permasalahan tata kota Bandung secara lebih menyeluruh. Dari hal tersebut, penulis sadar, kembali ke ruang lingkup seni rupa dan mulai mencoba melihat citraan udara Bandung dan Surabaya dari citraan udara, lalu kemudian menyadari bahwa dibalik kekacauannya, komponen-komponen kota yangdilihat dari sudut pandang satelit juga membentuk sebuah komposisi yang estetis. Hal itu yang menginsipirasi penulis dalam pembuatan karya Tugas Akhir kali ini.Dalam proses berkarya Tugas Akhir ini, penulis menyusun hasil citraan udara kota Bandung dan Surabaya menjadi sebuah komposisi karya dengan menggunakan teknik kolase, cukil kayu, dan serigrafi. Bagi penulis, proses berkarya tersebut merupakan cara penulis untuk rekomposisi atau âmenyusun ulangâ tata kota Bandung dan Surabaya yang dijadikan ke dalam bentuk karya kolase, cukil kayu, dan serigrafi.
TRANSCENDENTAL LANDSCAPE
Widiastono, Ryanto;
Santoso, Oco
Visual Art Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Pengalaman transendental dapat diartikan sebagai suatu proses atau keadaan yang pernah dialami subjek dalam hal-hal yang sulit dipahami, bersifat kerohanian, tidak nyata dan tidak diketahui sebab-sebabnya. Sulitnya pemahaman atas pengalaman transendental dikarenakan proses dari pengalaman tersebut terjadi secara tidak logis. Hal ini pernah dialami beberapa kali oleh penulis. Dari sini penulis tergerak untuk mengkaryakannya melalui disiplin ilmu seni lukis. Bagi penulis proses tidak logis dari pengalaman transendental bisa diwujudkan melalui lukisan landscape.Dalam proses penciptaannya, lukisan landscape menggunakan metode perspektif. Perspektif menghasilkan ilusi ruang pada bidang dua dimensional. Asas yang digunakan oleh perspektif terletak pada logika mata melihat ruang fisik yang nyata. Di sini penulis melihat peluang dimana ketidak-logisan pengalaman transendental hanya bisa disampaikan melalui sesuatu hal yang logis, yakni melalui perspektif pada lukisan landscape.Penelitian ini secara keseluruhan berusaha untuk mewujudkan visual dari proses tidak logis melalui sesuatu yang logis. Akhir dari penelitian berujung pada tidak identiknya konsep awal dengan hasil akhir yang dicapai. Hal positif yang dapat dipetik selama proses penelitian adalah penulis melihat adanya kemungkinan-kemungkinan lain dalam menyampaikan gagasan ini.