cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2015)" : 26 Documents clear
DIALOG BAHASA, RASA, DAN CITRA Khalidya, Tri Asrie; Damayanti, Nuning Yanti
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Dalam masa hidupnya, manusia pasti akan mengalami peristiwa kehilangan akan sesuatu. Dari peristiwa kehilangan ini, secara psikologis manusia akan merespon dengan berbagai emosi dan perilaku, seperti munculnya kemarahan dengan keadaan, merasa tidak berdaya, atau timbulnya penyesalan yang terhadap apa yang terjadi di masa lalu. Elisabeth Kübler-Ross menyimpulkan bahwa terdapat lima fase yang akan manusia lalui setelah peristiwa kehilangan tersebut dialami, yaitu denial (penyangkalan), anger (kemarahan), bargaining (penawaran), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan).Penulis, sebagai yang merasakan kehilangan sebuah hubungan pertemanan dan interaksi sosial di dalamnya, rusaknya sebuah pertemanan saat itu merupakan hal yang cukup mengusik hingga hari ini. Di sisi lain, rasa kehilangan itu berusaha untuk direduksi oleh penulis dengan lebih banyak dilepaskan melalui menulis. Kebiasaan menulis yang dilakukan bukanlah sebuah kegiatan pelampiasan pengungkapan emosi yang gamblang dan eksplisit, namun lebih yang banyak menggunakan gaya bahasa metafora.Tulisan metafora yang dibuat adalah katarsis yang penulis lakukan dan ingin dibawa ke tahap yang lebih lanjut, yaitu dengan karya visual. Dengan mengadaptasi pemahaman Kübler-Ross mengenai kehilangan ke dalam karya, secara visual emosi yang dilepaskan menggunakan pendekatan gaya surealisme dan metafora visual, serta drawing dengan medium ballpoint sebagai teknik untuk mengejawantahkan gagasan berkarya.
“MAGICAL FOR(REST)” Akbar, Restu Taufik; Santoso, Oco
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulis merasakan hal yang menakjubkan ketika berada di alam. Banyak hal yang penulis dapatkan ketika merasakan dan menyatu dengan alam. Dalam tugas akhir ini penulis ingin membagikan pengalaman penulis sebagai rasa syukur penulis karena hal tersebut. Subject matter yang divisualisasikan berupa bentuk hutan ajaib (dibagian belakangnya terdapat abstrak) yang digali dan dikembangkan dari pengalaman penulis di alam.Metode yang diambil berdasarkan metode ekspresionis dengan medium cat enamel(cat besi),cat vitrail(cat kaca) dan cat minyak diatas kanvas. Diharapkan proses dan modifikasi metode ekspresionis yang penulis lakukan mampu membuat karya seni ekpresionis dengan visual yang berbeda dan menimbulkan impresi yang penulis harapkan.Hasilnya, visual hutan ajaib ini dapat membuat penulis merasakan kembali pengalaman penulis di atas kanvas. Apresiator pun dapat merasakan pengalaman yang dirasakan penulis.
ANALISIS GAGASAN SENIMAN GENERASI MILENIAL DALAM INKLUSIVITAS SENI RUPA INDONESIA Sarah, Isni; Damajanti, Irma
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pembuatan skripsi ini didasari oleh pengamatan pada berbagai fenomena yang terjadi pada inklusivitas medan seni rupakontemporer, yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah munculnya gagasan baru dari sebuah generasi baru, yang disebutdengan generasi milenial. Seni rupa yang sebelumnya menjadi sebuah ranah yang sangat eksklusif dan identik dengan budaya tinggi,saat ini justru bergerak dengan sangat inklusif, ditandai dengan meningkatnya minat masyarakat pada pameran dan artefak seni, danmunculnya pameran dengan wacana ‘seniman muda’ yang bersifat sangat cair. Untuk mengetahui seperti apa gagasan berkarya darigenerasi yang lahir dan merespon dalam keadaan ini, peneliti menggunakan pendekatan sosiologi generasi, sosiologi seni, sertasemiotika posmodern sebagai acuan untuk teori estetiknya, dengan Faisal Yeroushalaim, Natasha Gabriella Tontey, Roby DwiAntono, dan Resatio Adi Putra sebagai sampel seniman yang diteliti. Lewat serangkaian analisis, karya seni yang dihasilkan olehgenerasi milenial dalam inklusivitas seni rupa Indonesia ternyata pada dasarnya mengacu pada ideologi kapitalisme mutakhir yangmendarah daging, karya-karya yang dihasilkan tidak lagi merepresentasikan realitas, melainkan simulasi pembebasan nilai-nilai ataubahkan berupa fantasi. Pendek kata, dalam penelitian ini ditemukan bahwa generasi milenial adalah generasi yang mempunyaikeinginan untuk mendekatkan seni kepada masyarakat massa dengan cara membuatnya menjadi komoditi massa.
GILANG Sukandawinata, Geugeut Pangestu; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kematian sosok adik adalah tonggak terbesar bagi kehidupan penulis. Mengenyahkan duka dan penerimaan, menulikan diri dan diam mendengarkan, adalah sekian banyak tegangan yang dilalui yang kemudian menggiring pada pemahaman dalam menjalani takdir dan berkehendak bebas.Dalam perubahan pilihan minatnya dari astronomi ke seni rupa, penulis banyak menengarai kesamaan di dalam eksperimen terkait. Mempertanyakan ulang pakem, lalu berkembang menjadi kritik-diri, adalah proses alamiah yang kemudian disadari belakangan sebagai dialogisme. Dialogisme adalah usaha mencari kebenaran objektif melalui tegangan berbagai kebenaran subjektif.Pada akhirnya penulis tersangkut pada “cahaya” yang terinspirasi dari nama adik, sebagai elemen utama karya instalasi interaktif yang memanfaatkan prinsip cetak grafis. Pengunjung karya diposisikan memiliki peran sentralnya sendiri-sendiri, yang senantiasa bersinggungan hingga mustahil terdapat tafsiran mandiri. Melalui karya ini diharapkan dapat tersimulasikan dialogisme di dan diantara pikiran para pengunjung.
KASIH STORGÉ (KELEKATAN DAN KERINDUAN TERHADAP ‘RUMAH’) Fitrianti, Intan; Sudrajat, Dadang
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

AbstrakDalam sejarah kekaryaannya selama berada di Studio Lukis FSRD ITB, penulis secara tidak sadar selalu menyisipkan tema keluarga dalam beberapakaryanya. Karena tema tersebut muncul secara terus-menerus, penulis merasa bahwa tema ini penting dan perlu difokuskan dan didalami. Rumahmerupakan tempat di mana penulis merasakan kehangatan. Dan keluarga adalah pihak yang dapat memberikan penulis kehangatan. Realitas di manapenulis berada ke luar dari zona nyamannya- jauh dari keluarga untuk melakukan studi di luar kota, membuat penulis untuk selalu merasakankerinduan. Karya ini dibuat dengan tujuan agar penulis lalu dapat mengungkapkan kerinduan dan membahasakan harapan penulis akan kelekatandengan keluargan yang selalu penulis inginkan; storgé, sebuah kasih sayang yang tulus dan kekal. Gestur afeksi dari figur menjadi objek utamapenulis. Dan gaya melukis ekspresionis dipilih penulis sebagai cara yang paling tepat untuk membahasakan harapan tersebut. Karya Tugas Akhir inipun diharapkan sebagai langkah awal penulis untuk mengembangkan visual lukisan untuk ke depannya.
PENERAPAN TEORI ARGUMEN DALAM PENULISAN SENI RUPA; KASUS: BUKU LIMA MAESTRO SENI RUPA MODERN INDONESIA Dilianzia, Yudistira Ahmad; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Penulisan sejarah mengenai seni rupa di Indonesia, khususnya pada era setelah berdirinya PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) belummencapai potensinya yang maksimal. Hal ini terlihat dengan minimnya tulisan-tulisan yang membahas periode tersebut, dan tulisan-tulisan yangmengkhususkan pada seniman-seniman tertentu dari periode tersebut. Pada tahun 2012 silam, diluncurkan buku Lima Maestro Seni Rupa ModernIndonesia karya Oei Hong Djien, kolektor karya seni dan pimpinan OHD Museum, yang membahas mengenai seniman-seniman dari era setelahberdirinya PERSAGI. Seniman-seniman tersebut adalah Affandi, S.Sudjojono, Hendra Gunawan, dan Widayat. Pembahasan mengenai senimansenimantersebut menyinggung perihal biografi dari seniman-seniman tersebut dan kesenimanan yang diusung oleh mereka, dan dalam beberapakesempatan dituliskan juga wacana-wacana baru mengenai seniman-seniman tersebut Dengan menggunakan teori pembentukan argumen dariToulmin, di mana dibutuhkan beberapa unsur seperti data, claim, warrant, backing, qualifier, dan rebuttal, beberapa argumen dari buku tersebutdianalisa metodologi pembentukannya. Ditemukan bahwa terdapat argumen-argumen yang tidak metodologis dalam penulisan buku tersebut, danbeberapa klaim yang dilakukan oleh buku tersebut tidak paralel dengan klaim yang terdapat juga dalam pustaka lain. Analisa ini membuktikanhipotesa bahwa buku yang ditulis oleh Oei Hong Djien tidak menggunakan metodologi yang wajar dalam penulisan seni rupa dan banyakmendasarkan argumen pada asumsi dari penulis buku tersebut.
PEMAHAMAN DIRI MENGENAI DEFENSE MECHANISM MELALUI BAHASA UNGKAP METAFOR Sophia, Hilma; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Defense mechanism (mekanisme pertahanan) merupakan mekanisme yang dihasilkan alam bawah sadar yang digunakan untuk mengantisipasiancaman atau masalah pada psikis manusia. Pada skala penggunaan yang tidak normal, mekanisme tersebut dapat menimbulkan efek yang negatif.Pada kasus penulis, penggunaan mekanisme pertahanan diri ini secara tidak sadar melampaui batas sehingga menimbulkan efek yang negatif. Penulismerasa timbulnya batas mengenai pemahaman penulis tentang diri sendiri. Metode yang diambil untuk merepresentasikan permasalahan pada karyaini adalah menggunakan wujud instalatif dengan menampilkan objek bunga kering dengan teknik drawing dan teks pada medium keramik yangdisimpan di atas meja kaca yang ringkih. Konfigurasi visual karya disusun untuk dapat mengerucutkan pembacaan masalah yang ingin disampaikanpenulis yang disajikan dengan cara metafor. Melalui karya ini, penulis mencoba menghadapi permasalahan dengan cara memperlihatkan kelemahanpenulis kepada apresiator. pada prosesnya, penulis akhirnya mendapati cara berdamai dengan dirinya sendiri adalah dengan memperlihatkankelemahan penulis melalui proses berkarya yang penulis lewati dalam proses pengerjaan Tugas Akhir ini.
DIALOG ANTARA AKU, TUHAN, DAN KELUARGAKU Danumaya, Thariq; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Komunikasi berdasarkan jumlah komunikatornya dapat dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi intrapersonal dan komunikasiintrapersonal. Komunikasi intrapersonal merupakan komunikasi yang melibatkan satu komunikator dengan dirinya sendiri.Sedangkan komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang melibatkan dua atau lebih komunikator. Penulis merasakerenggangan antara dirinya dengan Tuhan dan keluarganya dapat diperbaiki dengan komunikasi intrapersonal antara penulisdengan dirinya sendiri dan Tuhan dan komunikasi interpersonal dengan keluarganya secara lebih intens. Denganberkomunikasi, penulis dapat mengintrospeksi diri, berdoa, dan bertukar pikiran yang menurut penulis krusial untukmemperbaiki hubungan dengan ketiga aspek tersebut. Melalui karya Tugas Akhir yang berjudul “Dialog Antara Aku, Tuhan,dan Keluargaku”, penulis ingin membuat pengingat bagi dirinya untuk senantiasa berkomunikasi dengan menggunakaninstalasi yang terinspirasi dari mainan miniatur masa kecil yang memiliki nilai nostalgik.
AKU DAN MASA Ramadanti, Fiesta; Sanjaya, Tisna
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Masa depan adalah kurun waktu atau kondisi yang berada di depan manusia, kondisi tersebut tidak terbatas dan masih bersifatabstrak. Kegiatan meramal adalah upaya untuk mendapatkan wawasan tentang pertanyaan atau situasi tentang masa depan.Pertanyaan akan seperti apakah kehidupan di masa depan nanti menjadi kegelisahan penulis. Melalui kegiatan meramaldengan media kartu tarot, penulis mencari jawaban atas permasalahan tersebut. Gagasan tersebut divisualisasikan dalam karyaTugas Akhir ini. Ketertarikan dengan visual kartu tarot bergaya art nouveau mengingatkan penulis akan lukisan kaca Cirebonyang juga memiliki visual bergaya sama. Isu mengenai masa depan diwakilkan dengan visualisasi kartu tarot yang dibuatdengan teknik cetak saring di atas akrilik. Teknik ini dipilih karena merupakan teknik yang memiliki hasil akhir menyerupailukisan kaca Cirebon. Lukisan kaca Cirebon diangkat untuk mewakili identitas diri penulis sebagai keturunan Cirebon dalamkarya ini. Karya ini dibuat sebagai media rebalancing penulis dalam mengukuhkan keyakinan penulis tentang kegelisahan dimasa depan. Jawaban dari permasalahan yang diangkat memang sejatinya telah disadari penulis dari sebelum karya ini dibuat,tetapi dengan membuat karya ini penulis menemukan keseimbangan batin.
DIALOG IMAJINASI Qinthara, Prizqy Nada; Siregar, Aminudin TH
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Hubungan antara dua orang manusia melalui interaksi yang banyak menghasilkan suatu rasa, senang, sedih, luka, dan lain lain. Efek negatif atau positif bisa menjadi dampak dari sebuah komunikasi yang terjadi antar manusia.Penulis tidak sering berdialog langsung dengan Ayah. Terdapat batas yang tercipta di antara penulis dan Ayah, batas tersebut memunculkan perasaan takut untuk berkomunikasi secara langsung dengan Ayah. Perasaan tersebut sudah tersimpan didalam hati penulis selama bertahun-tahun. Penulis pun mencoba untuk memvisualisasikan perasaan tersebut dalam bentuk karya.Penulis ingin mengungkapkan perasaan yang penulis rasakan selama bertahun-tahun ke dalam sebuah karya seni instalasi yang dibuat dengan alat medis yang berhubungan dengan Ayah. Karya ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai sarana terapi penulis sendiri sekaligus menjadi penyadaran diri bagi penulis

Page 2 of 3 | Total Record : 26