Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 2 (2018)"
:
9 Documents
clear
Eksistensi dan Gaya Kepemimpinan Radio Lokal
Anna Puji Lestari;
Sunarto Sunarto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.2686
Penelitian ini mengkaji eksistensi dan gaya kepemimpinan radio lokal di Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi dan gaya kepeimpinan salah satu radio lokal di Semarang. Radio yang dipilih dalam penelitian ini adalah Idola FM yang memiliki situs radioidola. com. Tipe penelitian ini bersifat deksriptif dengan pendekatan kualitatif dalam paradigma konstrukti- vis dengan desain penelitian fenomenologi. Subyek penelitian primer adalah pemimpin redaksi Idola FM. Data primer berupa hasil wawancara mendalam dengan informan penelitian. Hasil penelitian menyatakan, Idola FM semakin meneguhkan eksistensinya karena menerapkan konvergensi media (integrasi siaran online dan on air) serta menghadirkan berita jurnalisme positif yang tidak merusak psikologis pendengar. Untuk mendukung eksistensi Idola FM, gaya kepemimpinan yang dianut Pe- mimpin Redaksi adalah mendorong semangat komunitas. Artinya, pemimpin mengakui kontribusi para anggotanya melalui penghargaan atas prestasi yang sudah dicapai.
Model Literasi Media di Lingkungan Rumah Panti Asuhan
Sigit Tri Pambudi;
Dewi Novianti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.2694
Perkembangan televisi dan internet telah membawa kecemasan baru, yaitu masalah isi (content) media, yang diyakini banyak menghadirkan program siaran yang tidak mendidik. Media interaktif yang semakin murah dan tersebar juga menghadirkan kecemasan tersendiri. Situs pornografi, permainan online, media sosial telah menyita waktu dan perhatian pelajar sehingga menyita waktu dan perhatian dalam belajar. Konsep berinternet yang sehat sulit untuk diterapkan karena sifatnya yang sangat personal. Oleh karena itu pemahaman literacy media sangat diperlukan sebagai self control. Penelitian ini mencari model literacy media di Panti Asuhan Yatim Piati dan Fakir Miskin Ibnu Fatah Berbah Sleman Yogyakarta. Melalui studi kualitatif penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media massa dan media internet di lingkungan Panti Asuhan Yatim Piatu dan Fakir Miskin Ibnu Fatah Berbah Sleman sangat dibatasi dan dipantau, namun anak-anak panti selalu mencari kesempatan. Mereka lebih antusias dengan media internet dari pada media ,massa. Mereka tetap mengakses situs- negatif walaupun mereka juga menyadari hal tersebut merusak. Diperlukan model media literacy dengan skema : Pertama, membuat system komunikasi yang terbuka antara pengasuh panti dan anak-anak panti. Kedua, menanamkan sistem nilai ajaran Islam yang kuat baik secara kognisi, afeksi dan kognasi sebagai self control. Ketiga, memperkenalkan kata-kata kunci positif dan negatif, Keempat, menyediakan sarana akses media yang digunakan secara terbimbing dan terjadwal.
The Unconscious Self in Role Playing Video Game’s Avatar
Ardian Indro Yuwono;
Gabriel Roosmargo Lono Lastoro Simatupang;
Aprinus Salam
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.2687
In the world of digital video games, human players are present through surrogates. Surrogates in the video game is a character which also called by the term avatar which is a self-representation of real players. The presence of avatars in role playing games are formed through a process of creation by the gamer. The production of avatars cannot be separated from the unconscious mind of the players, the unconscious desire, ego and ideology. This avatar creation process continues ongoing, following the progress of the video game story. The decision, the path, and the act that the player take in completing the story are gradually reshaping the avatar. In the end, the avatar eventually became a manifestation and reflection of the unconscious minds of the video game players. This research conducted using ethnography and Jacques Lacan psychoanalysis theory.
Model dan Pola Computer Mediated Communication Pengguna Remaja Instagram dan Pembentukan Budaya Visual
Edwi Arief Sosiawan;
Rudi Wibowo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.2698
Penggunaan media sosial merupakan bagian pola computer mediated communication (CMC) yang dimediasi jaringan internet. Teknologi ini berkonvergensi dengan media mobile berupa smartphone. Remaja sebagai digital native dan variety seeker merupakan pengguna terbanyak instagram. Remaja bermigrasi dari media sosial yang sebelumnya tidak terfokus pada pesan visual ke dalam pesan visual ketika berhubungan dengan komunikan lain dalam jejaring sosial. Pola CMC remaja melalui Instagram mendekontruksi komunikasi verbal menjadi komunikasi visual. Penelitian melihat bagaimana remaja mendekontruksi pesan verbal ke dalam pesan visual yang membentuk budaya visual dalam ruang virtual. Metode yang digunakan naturalistik etnografi untuk mendapatkan informasi yang kaya. Kesimpulan yang diperoleh budaya visual remaja melalui instagram merupakan upaya remaja menvisualisasikan eksistensi identitas diri mereka dalam konteks moment dan kesenangan tertentu.
Pendampingan Ibu pada Anak Dalam Penggunaan Internet
Dyva Claretta;
Irwan Dwi Arianto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.2689
Pengguna internet tiga tahun terakhir telah bergeser pada usia anak dan remaja mendominasi sebagai pengguna internet terbesar. Ironisnya mereka tersebut tidak tahu resiko menggunakan internet. Sehingga banyak anak yang menjadi korban internet. Selain itu juga banyak orang tua khususnya kaum ibu yang tidak memahami internet sehingga mereka hampir tidak ada komunikasi dan control terhadap anak remajanya ketika menggunakan internet.. Sebagaimana yang telah banyak diberitakan di media massa, banyak remaja, khususnya remaja putri yang menjadi “korban” dari situs jejaring sosial ini dan banyak anak yang telah menjadi ”pecandu” internet seperti game online sehingga mengganggu kehidupan anak sekarang ini. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian untuk menemukan pola pendampingan Ibu terhadap anak remajanya pada saat menggunakan internet di mana akan terus berkembang. Sehingga diharapkan anak bisa terhindar dari dampak buruk internet dan dapat menggunakan internet secara sehat. Dalam psikologi bahwa ibu berperan sebagai pendidik, pengarahan, dorongan dan pertimbangan bagi perilaku anak serta membentuk perilaku anak. Sebagaimana dikatakan dalam Computer-Mediated-Communication Theory bahwa computer telah mengubah bentuk hubungan social manusia. Hal ini membawa konsekuensi secara social dan cultural dalam kehidupan manusia. Technological Cultural Theory menyatakan bahwa teknologi akan membawa perubahan nilai dan budaya dalam kehidupan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan Ibu pada Anak ketika menggunakan internet terdiri dari tiga aktivitas yaitu menerapkan peraturan dalam menggunakan internet, melakukan mediasi akif, dan melakukan kegiatan online bersama.
Naskah Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam Perspektif Komunikasi Politik dan Pembangunan
Rini Riyantini;
Sarwititi Sarwititi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.2690
Penelitian in bertujuan menganalisis perbandingan antara Naskah Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo Tahun 2016 dengan tahun 2017 berdasarkan perspektif komunikasi politik dan komunikasi pembangunan. Metode yang digunakan adalah wacana kritis dengan studi dokumen berupa naskah pidato kenegaraan tahun 2016 dan tahun 2017. Naskah dianalisis menggunakan dimensi mikrostruktur, mesostruktur dan makrostruktur model Norman Fair-clogh. Hasil analisis menunjukkan bahwa naskah pidato kenegaraan tahun 2017 lebih bernuansa komunikasi politik baik secara mikristruktur, mesostruktur maupun makrostruktur dengan dominasi penggunaan simbol bahasa politik yang berkaitan dengan situasi politik saat itu.
New Wave Marketing Dalam Membangun Brand Equity Di Era Digital
Nugraha, Yama Aditya;
Wahid, Umaimah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018): Mei
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana New Wave Marketing brand dan Brand Value peralatan outdoor Consina dalam membangun brand loyalty. Penelitian ini menggunakan teori New Wave Marketing. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Hasil penelitian ini adalah pada aktifitas pemasarannya consina selalu berusaha mensejajarkan diri dengan para konsumennya, hal itu sesuai dengan konsep new wave marketing dimana hubungan suatu brand dengan konsumennya bersifat horizontal. Brand consina memiliki karakter yang kuat di masyarakat yaitu aspek fisik, aspek intelektualitas, aspek emosional, aspek, sosial, dan aspek kepribadian, hal ini berdampak pada terciptanya kesadaran merek (brand awarness) di kalangan masyarakat khususnya di kalangan penggiat kegiatan outdoor, Namun, untuk masyarakat umum yang bukan penggiat kegiatan luar ruang, tingkat kesadaran merek masih dalam tahap brand recall (mengingat ulang). Pengelolaan komunitas yang dilakukan oleh consina masih belum efektif karena loyalitas merek (brand loyalty) yang terbentuk pada brand consina merupakan hasil dari kualitas, desain, dan harga produk dari brand consina.
Corporate Social Responsibility Melalui Kearifan Lokal dalam Program Konservasi Sungai Ayung
Yeni Rosilawati;
Krisna Mulawarman
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.2693
CSR merupakan agenda penting di Indonesia sejak berlakunya UU no 40/2007. Masyarakat menuntut agar perusahaan melaksanakan keterbukaan yang terkait dengan tanggungjawab sosial, yang berhubungan dengan bisnis yang dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan CSR yang dipengaruhi oleh kearifan lokal, dengan mengambil studi kasus di Aqua Danone Bali. Penelitian ini menunjukkan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program CSR yang dilaksanakan. Pendekatan yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam.. Hasil penelitian diperoleh bahwa kearifan lokal Tri Hita Karana (THK) digunakan sebagai dasar program CSR dan muncul dalam setiap tahap CSR mulai dari perencanaan, strategi pelaksanaan hingga evaluasi CSR. Program CSR juga dilaksanakan melalui penggunaan sumber lokal yang tersedia dalam komunitas lokal seperti kearifan lokal (local wisdom) dan forum-forum lokal untuk melibatkan masyarakat setempat. Masyarakat lokal terlibat dalam proses perencanaan program hingga pada evaluasi program.
New Wave Marketing Dalam Membangun Brand Equity Di Era Digital
Yama Aditya Nugraha;
Umaimah Wahid
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v16i2.3005
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana New Wave Marketing brand dan Brand Value peralatan outdoor Consina dalam membangun brand loyalty. Penelitian ini menggunakan teori New Wave Marketing. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Hasil penelitian ini adalah pada aktifitas pemasarannya consina selalu berusaha mensejajarkan diri dengan para konsumennya, hal itu sesuai dengan konsep new wave marketing dimana hubungan suatu brand dengan konsumennya bersifat horizontal. Brand consina memiliki karakter yang kuat di masyarakat yaitu aspek fisik, aspek intelektualitas, aspek emosional, aspek, sosial, dan aspek kepribadian, hal ini berdampak pada terciptanya kesadaran merek (brand awarness) di kalangan masyarakat khususnya di kalangan penggiat kegiatan outdoor, Namun, untuk masyarakat umum yang bukan penggiat kegiatan luar ruang, tingkat kesadaran merek masih dalam tahap brand recall (mengingat ulang). Pengelolaan komunitas yang dilakukan oleh consina masih belum efektif karena loyalitas merek (brand loyalty) yang terbentuk pada brand consina merupakan hasil dari kualitas, desain, dan harga produk dari brand consina.