cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 3 (2019)" : 9 Documents clear
Manajemen Konflik Komunikasi dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Anggun Anindya Sekarningrum; Puji Lestari; Basuki Agus Suparno
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3776

Abstract

Manajemen pariwisata di Kabupaten Gunungkidul masih banyak konflik, termasuk manajemen konflik di Watugupit, Kabupaten Purwosari dan Pantai Buges, Kabupaten Panggang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan model manajemen konflik komunikasi yang diterapkan dalam menangani konflik komunikasi dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dalam mengelola potensi wisata di Gunungkidul dan menganalisis peran pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi pariwisata di Gunungkidul. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menemukan model manajemen konflik komunikasi inovatif yang terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Inovasi dalam mengelola komunikasi konflik diperlukan dengan upaya yang memiliki dimensi kebaruan dan kegunaan sehingga diharapkan berdampak pada upaya yang lebih konkret dan membangun partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. Peran Dinas Pariwisata sebagai penanggung jawab pengelolaan potensi wisata di Gunungkidul tidak optimal dalam menangani konflik komunikasi yang terjadi dan masyarakat setempat tidak banyak terlibat dalam perancangan, pengambilan keputusan atau implementasi kebijakan dalam pengelolaan pariwisata. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model manajemen konflik yang dapat diterapkan pada dinas pariwisata dalam mengelola keindahan alam di suatu daerah.
Implementasi Integrated Marketing Communications Vasektomi dalam Upaya Peningkatan Akseptor Kb Pria Lestari Basuki Basuki; Panji Dwi Ashrianto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3777

Abstract

Paradigma KB sudah bergeser dari pengendalian populasi dan penurunan fertilitas ke kesehatan reproduksi dengan memperhatikan hak reproduksi dan kesetaraan gender. Salah satu upaya atau upayanya adalah partisipasi laki-laki dalam KB baik itu dengan cara condor maupun vasektomi. Sosialisasi Metode MOP memang tidak mudah. Banyak kontradiksi datang dari suami dan istri. Aspek agama juga menjadi salah satu pertimbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi komunikasi pemasaran metode vasektomi di Kota Pekalongan. Metode penelitian adalah pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi MOP hampir tidak pernah dilakukan sebelumnya. Target peserta juga tidak ada. Penerapan KIE dengan menerapkan komunikasi pemasaran untuk MOP mendapatkan respon yang lebih baik dari tim konselor dan masyarakat. GerebekPasar efektif untuk menciptakan opini publik. GerebegPasar merupakan penyuluhan yang diadakan di tempat-tempat umum seperti pasar. Tim marketing dilengkapi dengan brosur dan loudspeaker untuk mendapatkan respon dari pengunjung pasar. Masyarakat sangat antusias dan tidak sungkan untuk bertanya tentang MOP. Penyuluhan juga efektif untuk menciptakan opini publik karena dihadiri oleh ulama, dokter dan peserta MOP yang memberikan informasi yang memuaskan. Komunikasi tatap muka efektif untuk perubahan perilaku karena setiap calon peserta dapat bertanya secara efektif. Motivasi menggunakan persona menciptakan keterkaitan antara petugas dan calon peserta MOP. Usai kegiatan KIE ini, ada 6 pasangan yang mengikuti program ini.
Audit Komunikasi Program Jogja Belajar Budaya Fitri Trisnawati; Puji Lestari; Prayudi Prayudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3772

Abstract

Salah satu isi Undang-Undang Keistimewaan Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah penjabaran keistimewaan tentang pendidikan. Hal ini menjadi tantangan besar dunia pendidikan guna mewujudkan Yogyakarta menjadi pendidikan berbasis budaya terkemuka di Asia Tenggara sesuai falsafah Hamemayu Hayunig Bawana. Terkait hal tersebut Pemda Daerah Iistimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan program Jogja Belajar Budaya sebagai salah satu upaya mengemban visi besar pendidikan dan pelestarian budaya Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan melakukan audit komunikasi Program Jogja Belajar Budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan audit komunikasi Program Jogja Belajar Budaya pada secara umum tahap input konsep kegiatan terencana dengan baik, namun masih ada pemahaman program yang belum sejalan dengan dokumen perencanaan. Tahap output yang merupakan tahap pelaksanaan lancar terlihat dari tujuan program yang tercapai walaupun masih ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan. Tahap outcome ditemukan bahwa tujuan besar program yang diharapkan belum tercapai dilihat dari hasil yang dapat merasakan kebermanfaatan program minim.
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Pelatihan Ecobrick dalam Mengelola Sampah Plastik Sutin Narto; Basuki Agus Suparno
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3778

Abstract

Sampah telah menjadi masalah dunia sejak dahulu, dan hingga saat ini perhatian masyarakat global tertuju pada banyaknya sampah, terutama sampah plastik yang tersebar di penjuru laut dan mencemari ekosistem. Indonesia merupakan negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. PT. Coca Cola adalah penyumbang sampah botol plastik nomor 1 di Indonesia dan dunia. PT Coca Cola telah banyak melakukan kegiatan CSR untuk mengelola sampah botol plastik dengan visi world without waste 2030, yaitu program pelatihan Ecobrick yang diberikan ke tiga sekolah binaan. Adanya program pelatihan Ecobrick nyatanya belum memberikan dampak perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program CSR pelatihan Ecobrick PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java dalam mengelola sampah plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan studi evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSR Pelatihan Ecobrick tidak memberi manfaat untuk masa depan. Proses perencanaan program CSR tidak mengikuti standar perencanaan pembuatan program CSR yang benar. Perencanaan Program CSR di Coca Cola belum mengikuti standar pembuatan CSR yang benar, yaitu tidak melakukan riset terlebih, tidak melakukan evaluasi dan pelaporan. Penelitian ini menemukan model perencanaan program Pelatihan Ecobrick yang lebih tepat sasaran, yaitu penelitian (research), perencanaan (plan), pelaksanaan (execute), pengukuran atau evaluasi (measure), dan pelaporan (report).
Bencana Kabut Asap dalam Bingkai Media Online Anang Sujoko; Candra Apriliani; Fikri A.R
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3773

Abstract

Peristiwa kebakaran hutan di Indonesia merupakan peristiwa yang sudah berulangkali terjadi di setiap musim kemarau, sehingga media memiliki perspektif penting dalam menyajikan berita tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis media Sindonews membingkai peristiwa kebakaran hutan di Indonesia selama Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis framing  Model Pan dan Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sindonews membingkai kebakaran hutan mencapai titik yang sangat bahaya. Sejumlah 70 berita Sindonews cenderung menekankan tema pada dampak dari bencana kabut asap dan lambannya pemerintah dalam menangani bencana ini menjadi sudut pandang yang dominan. Sindonews membingkai lambannya respon pemerintah tersebut dengan kinerja pemerintahan.
Efektivitas Rebranding Humas Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Citra Baru Malioboro Inggit Dwi Prabowo; Virginia Ayu Sagita
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dan efektivitas rebranding Humas Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap citra baru Malioboro di mata pengunjung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh antara efektifitas rebranding Humas Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap citra baru Malioboro. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas rebranding dari Humas Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada citra baru Malioboro. Jumlah sampel sebanyak 60 responden dengan Incidental sampling melalui kuesioner skala likert. Analisis data menggunakan deskriptif persentase, uji korelasi product-moment, dan uji koefisiensi determinasi. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif rebranding yang dilakukan oleh Humas Pemerinah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan citra baru Malioboro di mata pengunjung.
Model Manajemen Bisnis dan Komunikasi Pemasaran Stasiun Radio di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0 Sadeli Sadeli; Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3774

Abstract

Persaingan bisnis siaran radio semakin membuncah karena kondisi persaingan kanal yang rapat di Yogyakarta disertai dengan kondisi perubahan sosial akibat adanya revolusi 4.0. Digitalisasi dari revolusi industri 4.0 turut menurunkan jumlah pendengar radio karena lebih mudah mendapatkan informasi dan musik yang selama ini diperoleh hanya dari radio. I-Radio Jogja sebagai radio berjaringan tentunya memiliki tantangan dalam bersaing dengan pemain lama bisnis radio di Yogyakarta selain radio baru lainnya. Penelitian ini bertujuan menemukan model manajemen bisnis dan komunikasi poemasaran stasiun radio di era disgitgalisasi revolusi 4.0. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan model manajemen bisnis radio harus mengedepankan konten lokal dengan menggabungkan antara acara musik dan informasi. Waktu prime time untuk kalangan muda sebagai pendengar adalah saat pagi dan sore hari. Dari sisi klien model manajemen yang ideal adalah menggunakan penawaran diskon dan mempertimbangkan keseimbangan keuntungan kedua belah pihak dengan penawaran terintegrasi dengan jaringan radio lainnya.
Konstruksi Realita Sosial City Branding Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB) Gladi Dwinta Kusuma; Prayudi Prayudi; Christina Rochayanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3783

Abstract

Kota Magelang merupakan salah satu Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang sedang melaksanakan city branding Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB) dengan slogannya MKSB masih dianggap belum mewujudkan karakter. Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi realita yang telah dibangun di Kota Magelang sejak delapan tahun melaksanakan city branding Magelang Kota Sejuta Bunga dari segi pemerintahannya dan segi secara realitas pada masyarakat Kota Magelang dengan menggunakan pemikiran melalui Teori Konstruksi Realitas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori konstruksi sosial atas realitas dan konsep city branding menjadi landasan dalam membahas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak selarasnya pemahaman dan komunikasi pemerintah terhadap masyarakat Kota Magelang dalam City branding Magelang Kota Sejuta Bunga (MKSB). Kurangnya pemahanan masyarakat Kota Magelang terhadap konstruksi yang dibangun oleh pemerintah Kota Magelang. Kegiatan City branding MKSB yang dilaksanakan di Kota Magelang selama 8 tahun ini dianggap masih perlu adanya pendekatan dan komunikasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Magelang. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi stategi baru kepada pemerintah untuk memerhatikan kunci penting berupa perhatian, komunikasi, dan kepedulian masyarakat agar dapat mewujudkan city branding MKSB.
Nilai Budaya dan Gaya Komunikasi Warga Minangkabau, Jawa, dan Bugis Pawito Pawito; Widodo Muktiyo; Hamid Arifin
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i3.3775

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi yang berkembang di masyarakat Minangkabau, Jawa, dan Bugis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik pengumpulan data wawancara mendalam (in-depth), pengamatan (obsevasi), dokumentasi, dan literatur. Wawancara dan observasi dilakukan di tiga kota penting: Padang (untuk mencermati gaya komunikasi masyarakat Minangkabau), Surakarta (untuk mencermati gaya komunikasi masyarakat Jawa), dan Makassar (untuk mencermati gaya komunikasi masyarakat Bugis). Hasil peneltian ini mendeskripsikan gaya komunikasi yang berkembang di masyarakat Minangkabau, Jawa, dan Bugis dengan memberikan titik berat pada empat aspek: (a) kecenderungan dalam penggunaan kata benda atau kata kerja (nouniness and verbiness), (b) penggunaan kalimat pasif atau aktif, (c) penggunaan cara pengutaraan gagasan secara langsung (direct) ataukah tidak langsung (indirect), dan (d) penggunaan kata-kata atau kalimat ketika mendapati diri berbeda posisi pendapat atau pandangan dengan orang lain yang menjadi partner dalam berbincang. Perbedaan di keempat aspek gaya komunikasi tersebut dapat dinilai sebagai implikasi dari kebudayaan dari ketiga masyarakat Minang, Jawa dan Bugis.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019