cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2010)" : 10 Documents clear
Perubahan Orientasi pada Pesan Verbal Tembang dalam Seni Tradisional Angguk dan Dolalak Isbandi Sutrisno
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.136

Abstract

Kesenian tradisional selain berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat, dapat pula menjadi sarana penyampai pesan bagi penontonnya. Seni Angguk Kulon Progo dan Dolalak Purworejo memainkan kedua fungsi tersebut melalui penyajian gerak tari, tembang dan musik pengiringnya. Agar tetap dapat menjaga eksistensinya, dilakukan berbagai perubahan dalam penyajian tembang khas Angguk dan Dolalak. Pada awal perkembangannya, tembang Angguk dan Dolalak penuh dengan pesan religi, pembangunan, nasionalisme dan sebagainya. Saat ini tembang-tembang yang disajikan adalah lagu-lagu populer, demi memenuhi selera pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan orientasi dalam tembang Angguk dan Dolalak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sebagai sebuah seni pertunjukan tradisional, Angguk dan Dolalak masih mampu menarik perhatian masyarakat. Pesan verbal yang penuh makna dalam syair-syair tembang Angguk dan Dolalak semestinya dilestarikan keasliannya. Angguk dan Dolalak diharapkan tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai media hiburan dan persuasi, sekaligus sarana mengedukasi masyarakat khususnya di pedesaan. Modifikasi atau kolaborasi dengan seni modern yang dapat menggugah daya tarik masyarakat dilakukan tanpa meninggalkan esensi nilai budaya itu sendiri. Upaya pengembangan kesenian tradisional ini, perlu diimbangi oleh upaya melestarikan nilai-nilai keasliannya.
Bias Gender dalam Iklan Attack Easy di Televisi Alvi Septi Rahmawati; Sigit Tripambudi; Puji Lestari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.131

Abstract

Selama ini di Indonesia telah terjadi ketidakseimbangan gender terhadap perempuan dalam rumah tangga. Hal ini terjadi karena dominasi laki-laki terhadap perempuan yang dikuatkan dengan nilai-nilai paternalistik. Perempuan berada dalam posisi yang dirugikan, sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam pembagian pekerjaan rumah tangga. Laki-laki atau kepala rumah tangga selalu berada di atas perempuan atau ibu rumah tangga. Nilai-nilai tersebut juga sering muncul dalam iklan. Penelitian ini mendeskripsikan bias gender dalam iklan televisi Attack Easy versi “Ibuku Cantik saat Mencuci” dengan analisis semiologi Roland Barthes. Hasilnya terdapat kesetaraan gender dan ketidakseimbangan gender. Perempuan mampu mengerjakan pekerjaan berat yang biasa dikerjakan laki-laki, namun masih ditempatkan sebagai ibu rumah tangga.
Model Komunikasi Efektif bagi Perkembangan Kemampuan Berpikir Kreatif Anak Edy Suryadi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.135

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi antara anak dan orang tua dalam keluarga dan guru di sekolah dengan kemampuan siswa berpikir kreatif. Komunikasi anak dengan orang tua dan guru dalam penelitian ini adalah berbeda yang didasarkan pada tiga gaya komunikasi, meliputi: gaya komunikasi instruksional, partisipasi dan gaya delegasi komunikasi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diperoleh informasi bahwa: (1) komunikasi antara anak dan orang tua dan guru sangat penting untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif untuk anak. (2) Gaya komunikasi instruksional yang dikembangkan baik oleh orang tua dan guru sangat efektif bila disesuaikan dengan anak yang memiliki tingkat yang lebih rendah kemampuan berpikir kreatif, tapi partisipasi dan gaya delegasi komunikasi menjadi tidak efektif, (3) Gaya partisipasi komunikasi terbangun dengan baik oleh orang tua atau guru sangat efektif bila disesuaikan dengan anak yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif, namun gaya komunikasi instruksional dan delegasi tidak cukup efektif, (4) Gaya komunikasi delegasi dikembangkan dengan baik oleh orang tua atau guru sangat efektif jika disesuaikan dengan anak yang memiliki tingkat lebih tinggi kemampuan berpikir kreatifnya, sedangkan gaya komunikasi instruksional dan partisipasi akan tidak efektif.
Tayangan Bermasalah dalam Program Acara Televisi di Indonesia Subhan Afifi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teguran yang diberikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada program-program televisi Indonesia selama tahun 2009. Metode Analisis isi digunakan untuk mengkaji kecenderungan 123 program televisi bermasalah yang mendapat teguran KPI tersebut. Penelitian ini juga menganalisis peran KPI dalam sistem penyiaran Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan kekerasan dan sadisme, pornografi dan seksualitas, serta pelecehan terhadap nilai-nilai kesopanan dan moralitas banyak ditemukan dalam program-program televisi yang didominasi oleh program-program hiburan, seperti sinetron, infotainment, reality show, variety show, dan komedi situasi. Kondisi ini disebabkan oleh persaingan antar stasiun televisi yang sangat ketat dalam memperebutkan rating. Selain itu, persoalan regulasi penyiaran yang tidak jelas, terutama terkait dengan tumpang tindihnya wewenang antara KPI dan Departemen Komunikasi dan Informatika menyebabkan aneka permasalahan. Salah satu masalah terbesarnya adalah masih banyaknya program-program bermasalah yang tidak layak dikonsumsi oleh publik.
Kemiskinan Struktural Informasi Tuti Widiastuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.134

Abstract

Artikel ini didasarkan pada penelitian jaringan sosial dan kemiskinan struktural di Dusun Wanasari, Desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. Fenomena ini akan dianalisis dengan teori pertukaran sosial dari Richard M. Emerson yang mengatakan bahwa orang-orang akan memiliki akses terbatas dalam jaringan sosial mereka dan yang memiliki sumber daya yang baik akan kuat dari yang lain. Metodologi penelitian ini adalah Analisis Jaringan Komunikasi. Temuan dalam penelitian ini seperti jaringan komunikasi sosial antara orang-orang miskin memiliki pola sendiri, jaringan ukuran kecil, sederhana, anggota yang terbatas, umur dan saling terhubung antara satu dengan lain. Sumber informasi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, terutama berasal dari ikatan yang kuat, namun untuk penemuan inovatif atau baru justru datang dari ikatan lemah. Informasi diperoleh berasal dari heterophily, dan didistribusikan kepada kelompok homophily. Penggunaan Ponsel untuk mempererat hubungan homophily, tetapi tidak untuk heterophily. Opini pemimpin dalam penelitian ini dibentuk secara polimorfik, ditandai dengan tinggi kelas sosial-ekonomi, berpendidikan dibandingkan dengan mayoritas penduduk, berpengalaman, lebih terpapar dunia luar, dan juga pengetahuan. Karakteristik dari opinion leader adalah adanya tingkatan kepemimpinan untuk kategori pendapat. Bagi orang-orang yang diidentifikasi di bawah garis kemiskinan, mereka memiliki akses terbatas terhadap informasi seperti pendidikan dan program pelatihan, program pendukung keuangan, dan informasi yang disampaikan melalui jaringan komunikasi sosial.
Stereotipasi Peran Gender Wanita dalam Program Televisi Anak di Indonesia Sunarto, Sunarto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan kekerasan aktual dan simbolis pada wanita.Tujuan penelitian ini menggambarkan kekerasan personal dan struktural pada perempuan dalam programtelevisi anak-anak seperti Ronaldowati, Jagoan Si Pitung, Ben7 dan Baim Anak Sholeh. Teoristrukturasi gender sebagai turunan dari pendekatan media politik ekonomi pada paradigma kritisdigunakan untuk menganalisis fenomena ini. Teori tersebut mencoba menjelaskan proses produksi danreproduksi hubungan gender dalam masyarakat melalui optimalisasi aturan dan sumber daya yangdiduduki oleh aktor laki-laki dan perempuan dalam interaksi sosial. Aktor dinegosiasikan dalam skemainterpretatif, yang melibatkan interaksi aturan dan berbagai fasilitas yang ada . Dalam negosiasi, aktorlaki-laki memiliki posisi sosial yang lebih unggul dari aktor perempuan. Pengaruh situasi tersebutmenciptakan sebuah relasi gender asimetris dalam masyarakat.Aktor laki-laki mengalahkan aktorperempuan dalam setiap lembaga-lembaga sosial. Media adalah salah satu lembaga dimana keunggulanaktor laki-laki dimuliakan.Aktor perempuan tidak bisa memberdayakan posisi mereka untuk mengatasistruktur laki-laki dalam industri media. Analisis wacana kritis telah diterapkan untuk membingkai studiini. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekerasan struktural pada perempuan terkait stereotip gender.Tulisan ini direkomendasikan untuk menghasilkan program yang menggambarkan peran gendersecara berimbang.
Identitas Etnik dalam Komunikasi Politik Ilyas Lampe
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.133

Abstract

Identifikasi identitas etnik yang lazim dilakukan pada masyarakat multietnik senantiasa diarahkan pada situasi dan konteks di mana seseorang berada. Dalam konteks politik, terutama pada lembaga seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), identifikasi identitas etnik menjadi hal penting dalam aktifitas politik. Identitas etnik adalah sesuatu yang problematik ketika dihadapkan dengan komunikasi politik, terutama dalam sistem pemilu yang demokratis. Hal tersebut bisa menjadi pembeda atau ko-identifikasi bagi pihak-pihak yang menggunakannya untuk tujuan meraih dukungan politik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan dramaturgi dan etnik situasional. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, pengamatan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa atribut artifisial komunikasi politik anggota DPRD Palu seperti pakaian yang digunakan, gaya hidup, kendaraan yang dimiliki dan gaya berkomunikasi merupakan bentuk pengelolaan kesan (impression management) dalam panggung politik. Sementara simbol-simbol identitas etnik yang ditemukan dalam komunikasi politik adalah, klan sebagai identitas, bahasa daerah, logat dan adat istiadat. Beragam simbol tersebut kemudian melahirkan stigma pendatang dan asli sebagai bentuk pembeda dan ko-identifikasi identitas etnik. Istilah pendatang disematkan pada orang yang tidak memiliki ikatan genealogis, perkawinan, tempat lahir dan hubungan erat dengan tokoh beretnis Kaili. Etnik pendatang lalu mengkonstruksi identitas baru yang mereka sebut sebagai “orang Palu”. Penggunaan beragam identitas tersebut juga dilakukan sesuai konteks dan waktu yang dianggap dapat memberikan keuntungan politik, penerimaan sosial dan budaya.
Pola Komunikasi Keluarga dalam Menentukan Konsumsi Nutrisi bagi Anggota Keluarga Damayanti Wardyaningrum
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi keluarga dalam memenuhi konsumsi nutrisi bagi anggota keluarga. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif menganalisis pola komunikasi internal dan eksternal. Objek penelitian ini adalah keluarga peternak sapi perah di Lembang Jawa Barat. Penelitian ini menemukan pola komunikasi dalam menentukan konsumsi nutrisi pada anggota keluarga didominasi oleh ibu. Faktor internal yang menentukan pola komunikasi keluarga adalah waktu yang digunakan anggota keluarga untuk saling berkomunikasi, rendahnya pengetahuan ayah dan ibu tentang konsumsi nutrisi, serta keterbatasan ekonomi. Sedangkan faktor eksternal yang menentukan pola komunikasi keluarga dalam menentukan konsumsi nutrisi adalah lingkungan sosial tempat tinggal keluarga peternak yang cenderung kurang berinteraksi dengan masyarakat dari wilayah lain, dan kurangnya peran organisasi masyarakat dalam memberikan pengetahuan tentang nutrisi seperti koperasi,organisasi PKK dan sekolah. Peningkatan pengetahuan anggota keluarga tentang konsumsi nutrisi melalui peran organisasi masyarakat atau lembaga dapat mengoptimalkan pola komunikasi keluarga menjadi lebih seimbang.
Development of Local Institutions towards on Participation and Communication Model in the United Kingdom Eko Priyo Purnomo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan para pemangku kepentingan dan mengelaborasi model komunikasi yang telah digunakannya. Partisipasi adalah istilah yang sangat populer dan nilai yang berhubungan dengan pengembangan serta implementasi kebijakan pada level lokal, nasional dan internasional. Ada beberapa isu untuk melihat pengembangan komunitas secara lestari dan berkelanjutan. Pertama, sebuah mekanisme kelembagaan yang dapat membuat aturan dan penegakan aturan tersebut. Kedua, peningkatan kapasitas yang membuat masyarakat setempat dapat membangun hubungan yang setara dengan para pemangku kepentingan lain seperti pemerintah daerah dan pembeli. Ketiga adalah transparansi kelembagagan yang mendukung sistem informasi dan kesetaraan antara pemangku kepentingan di masyarakat. Hal ini dapat ditunjukkan dengan melihat model komunikasi para pemangku kepentingan yang digunakan. Isu yang terakhir adalah tingkat fleksibilitas dan adaptif dari komunitas tersebut. Metode kualitatif sebagai metode dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode untuk mengumpulkan data, seperti etnografi dan pendekatan partisipatif. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif. Observasi dan wawancara mendalam dilakukan di kelompok masyarakat yang dipilih dan terletak di Leeds, Inggris. Sebagai sebuah studi kasus adalah Proyek Bardon Grange (Bardon Grange Allotment Project), sebuah lembaga yang diprakarsai oleh Leeds Student Union (LSU). Organisasi ini dipilih karena mereka telah mengimplementasikan kerja berbasis lokal dan mereka telah membentuk beberapa inisiatif lokal.
Stereotipasi Peran Gender Wanita dalam Program Televisi Anak di Indonesia Sunarto Sunarto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.3743

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan kekerasan aktual dan simbolis pada wanita.Tujuan penelitian ini menggambarkan kekerasan personal dan struktural pada perempuan dalam pro-gram televisi anak-anak seperti Ronaldowati, Jagoan Si Pitung, Ben7 dan Baim Anak Sholeh. Teori strukturasi gender sebagai turunan dari pendekatan media politik ekonomi pada paradigma kritis digunakan untuk menganalisis fenomena ini. Teori tersebut mencoba menjelaskan proses produksi dan reproduksi hubungan gender dalam masyarakat melalui optimalisasi aturan dan sumber daya yang diduduki oleh aktor laki-laki dan perempuan dalam interaksi sosial. Aktor dinegosiasikan dalam skema interpretatif, yang melibatkan interaksi aturan dan berbagai fasilitas yang ada . Dalam negosiasi, aktor laki-laki memiliki posisi sosial yang lebih unggul dari aktor perempuan. Pengaruh situasi tersebut menciptakan sebuah relasi gender asimetris dalam masyarakat.Aktor laki-laki mengalahkan aktor perempuan dalam setiap lembaga-lembaga sosial. Media adalah salah satu lembaga dimana keunggulan aktor laki-laki dimuliakan. Aktor perempuan tidak bisa memberdayakan posisi mereka untuk mengatasi struktur laki-laki dalam industri media. Analisis wacana kritis telah diterapkan untuk membingkai studi ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekerasan struktural pada perempuan terkait stereotip gender. Tulisan ini direkomendasikan untuk menghasilkan program yang menggambarkan peran gender secara berimbang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2010 2010