cover
Contact Name
Thema Arrisaldi
Contact Email
arrisaldi@gmail.com
Phone
+6282243576656
Journal Mail Official
jurnalmtg@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta, Jalan SWK Ringroad Utara,Condong Catur Kabupaten Sleman jurnalmtg@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MTG
ISSN : 19790090     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebumian MTG (JMTG) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JMTG covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining,Geography and geo-environment. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2012)" : 8 Documents clear
EVALUASI DAN DESAIN ULANG ELECTRIC SUBMERGIBLE PUMP (ESP) PADA SUMUR “X“ DI LAPANGAN “Y“ Sefilra Andalucia
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Laju produksi fluida berpengaruh terhadap pemilihan jenis dan ukuran pompa. Hal ini terjadi karena setiap jenis pompa memiliki laju produksi optimum sesuai yang dianjurkan berdasarkan jenis dan ukuran pompa tersebut. Dengan berlalunya waktu dan jumlah fluida yang terproduksikan dari reservoar tersebut, maka saat ini sumur – sumur tersebut sudah mengalami penurunan tekanan sehingga sudah tidak dapat untuk mengalirkan fluida resevoar secara natural flow dengan produksi water cut tinggi sehingga digunakan artificial lift dalam hal ini yaitu Electric Submergible Pump. Tujuan utama ESP adalah meningkatkan produktivitas dan effisiensi pompa tersebut, dengan cara perlu dilakukannya desain ulang agar lebih optimal dalam penggunaan pompa.Kata-kata kunci : Pemilihan Pompa, umur pemakaian, laju alir optimal, dan efisiensi pompa.
POTENSI MINERAL Au Cu PORPHYRY, PROSPEK SILUK, KABUPATEN PINRANG SULAWESI SELATAN Aris Luppa; Heru Sigit Purwanto
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Secara umum, geologi daerah Siluk didominasi oleh batuan volkanik Neogene (M-L Miocene) Bergman 1996, dengan batuan sedimentasi marine yang kadang beroverprint dengan volkanik sedimen dan volkanik breccia. Batuan sedimen tersebut tersingkap di sepanjang jalan utama khususnya di sebelah selatan wilayah Siluk. Tebal lapisan sedimen antara 1 hingga 10 m dengan orientasi strike umumnya antara 300 - 340° dengan kemiringan 50° SE, di sebelah timur diindikasikan dengan batuan intrusi, yaitu diorite - microdiorite.Struktur utama daerah telitian secara umum NE-SW dan N-S, umumnya paralel dengan struktur utama Walanae Fault yang membujur di sebelah timur.Sistem alterasi didominsai oleh silica - clay pirit, Illite dan halloysite yang diinterpretasikan sebagai akibat proses pelapukan batuan intrusi dan hydtothermal.Hasil analisa FA dari conto tersebut hanya menghasilkan beberapa trace element mineral precious metal seperti Au, Ag, dan minor base metal seperti Cu, Pb (galena), Zn.Hasil pengamatan dengan PIMA menunjukkan adanya mineral clay seperti Monmorillite, Illite dan dominasi halloysite.
GEOLOGI DAN KUALITAS AIRTANAH DAERAH KARANGTALUN DAN SEKITARNYA KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL PROPINSI D.I. YOGYAKARTA Muthia Putri Darsini Lubis
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Lokasi telitian terletak pada daerah Karangtalun dan sekitarnya, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi D.I. Yogyakarta. Lokasi telitian Secara Universal Traverse Mercator (UTM) terletak pada koordinat 428353mE – 432027mE dan 9122100mN – 9125780mN. Dengan luas daerah telitian 3x4 km2.Geologi daerah telitian terdiri dari 2 satuan batuan yaitu Satuan batupasir Merapi Muda dan Satuan Alluvial. Struktur geologi yang berkembang yaitu kekar yang berah umum utara-selatan dan sesar mendatar kanan dengan arah umum barat-timur. Geomorfologi daerah telitian terdiri dari 4 bentukan geomorfik yaitu satuan geomorfik Dataran Alluvial (F1), satuan geomorfik Dataran Limpah Banjir (F7), satuan geomorfik Tubuh Sungai (F22) dan satuan geomorfik Teras Sungai (F23).Dari hasil analisa laboratorium terhadap kimia air pada sepuluh suur didaerah telitian dengan parameter Fe = 0-0.1 mg/L, Mg = 180-385 mg/L, Ca = 34.0-90.0 mg/L, Cl = 30.80-152 mg/L, HCO3 = 275-443 mg/L, CO3 = 0 mg/L, SO4 = 40.04-101 mg/L, Na = 11.7-22.4 mg/L, K = 4.4-12.3 mg/L, pH = 6.66-6.94, DHL = 590-1675μmhos/cm, Kekeruhan = 0.57-1.73 FTU, TDS = 176-864 mg/L.Berdasarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1451 K/10/MEM/2000, air pada sumur-sumur sample daerah telitian layak untuk dikonsumsi dan pertanian kecuali SM 9 tidak layak untuk di konsumsi tetapi layak untuk pertanian.
KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI KUARSA Desi Trisnawati Barmawi
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Secara kristalografi kuarsa dicirikan oleh sistem kristal trigonal trapezohedral dan heksagonal trapezohedral, dimana kuarsa trigonal trapezohedral berbentuk trapezium tertutup dengan enam bidang secara horizontal sumbu a1, a2, a3 membentuk sudut 120° tegak lurus sumbu c membentuk sudut 90°. Simetri kristal bersimbol Herman Maugin 3 2 yaitu kuarsa mempunyai satu sumbu kristal dengan 3 putaran simetri, 3 sumbu horizontal dengan 2 putaran simetri, tidak mempunyai bidang cermin dan pusat simetri. Kuarsa heksagonal trapezohedral berbentuk trapezium dengan 12 bidang secara horizontal sumbu a1, a2, a3, membentuk sudut 60° tegak lurus sumbu c pada sudut 90°. Simetri kristal Herman Maugin bersimbol 6 2 2 menandakan kuarsa memiliki satu sumbu kristal dengan 6 putaran simetri, 6 sumbu horizontal dengan 2 putaran simetri, tidak mempunyai pusat simetri dan bidang cermin. Hal itu juga tercermin dalam sifat mineraloginya.Sifat optis mineral kuarsa yaitu umumnya tidak berwarna atau putih jika murni sering pula berwarna karena pengotoran-pengotoran atau inklusi mineral lain. Corak putih dan kilap kaca serta transparan. Kuarsa mempunyai indeks bias no = 1.55 dan ne = 1.54 sehingga bias gandanya bernilai positif dan lemah. Sifat dikroisme terlihat pada variasi kuarsa kripto dan fluoreskens tidak berwarna jika murni.Kata kunci : sifat fisik, sifat optis dan kristalografi mineral kuarsa
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT ALIRAN LAHAR DINGIN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KALI GENDOL KABUPATEN SLEMAN Aufa Khoironi Thuba Wibowo
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Magister Teknik Geologi Program Pascasarjana UPN ”Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Gunungapi Merapi merupakan gunungapi paling aktif di Indonesia. Potensi bahaya vulkanik gunungapi Merapi salah satunya adalah bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin. Salah satu sungai yang memiliki resiko kerugian besar adalah Kali Gendol, karena sungai ini memiliki endapan material vulkanik yang cukup banyak dibanding dengan sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan estimasi kemampuan tampungan Kali Gendol terhadap volume lahar dingin serta estimasi waktu maksimal bagi Kali Gendol untuk menampung endapan lahar dingin serta dampak yang diberikan oleh lahar dingin terhadap fasilitas dan utilitas di sepanjang aliran Kali Gendol. Metode penelitian dilakukan dengan kombinasi survei lapangan dan metode analisis matematis dengan perhitungan volume. Hasil estimasi volume sedimen lahar dingin di Kali Gendol adalah sebesar 4.340.870 m3. Hasil perhitungan estimasi menyimpulkan bahwa perlu dilakukan normalisasi Kali Gendol seperti sebelum erupsi 2010 untuk mencegah kerusakan fasilitas dan utilitas di sepanjang aliran Kali Gendol. Kata Kunci : bahaya sekunder, lahar dingin
PEMETAAN GEOLOGI METODE LINTASAN SUNGAI Norma Adriany
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di daerah Gunung Bahagia , Damai, Sumber Rejo, Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan TimurDalam pembahasan geologi daerah penelitian dengan metode lintas sungai pada daerah seluas 24 Km2 dengan skala : 1 : 25.000 . Pembahasan geomorfologi daerah penelitian yang dimaksud untuk mengetahui bentuk fisiografi yang ada , yaitu pembagian satuan morfologi type genetika, polah aliran dan stadia sungai daerah penelitian.
BULI LATERITIC NICKEL DEPOSITS HALMAHERA : FROM PROSPECTING TO RESERVES ESTIMATION EP. Setyaraharja; T. Sutioso; L. Efendi
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Nickel is one of the mineral commodities targeted by Antam. In searching the nickel potential, Antam has reviewed the Maluku area which previously explored by Indeco, including Halmahera. Antam holds 2 ( two ) licences for nickel in the Buli area, Halmahera : one is at mining stage and the other one is at exploration stage.Tectonically, Halmahera Island forms a geologic complex area, as it is located in the junction of the Eurasian, Pacific and Indo_Australian plates. The complexity is represented by obducted oceanic crust and presence of major transcurrent faults . As a result of the obduction, ophiolitic units and associated oceanic sediments are exposed in the eastern part of Halmahera.Laterite nickel at Buli is due to lateritization of the ultramafic rocks, part of the ophiolitic units, and leave the stable minerals such as nickel, cobalt, cromium, iron and alumina. Through a systematic landsat interpretation, mapping and sampling,starting in 1989, prioritised areas had been selected. These areas have then been followed up by geophysical surveys, test pitting and drilling.As a result, 3 ( three ) lateritic nickel deposits had been defined at Gee island, Tanjung Buli and Mornopo. The first two deposits have been mined since 1997 and 2001 respectively. While the third deposit will be inaugurated soon. In additon one prospect had also been identified at Sangaji. The deposits comprise 2 ( two ) types of ore : limonite and saprolite. Cutoff grade for them are 1.2 % Ni and 1.6 % Ni respectively. As of December 2004, the total reserves and resources of the saprolite type deposits : are estimated to be 31.4 million tons @ 2.40 % Ni and 25.0 million tons @ 2.40 % Ni respectively. While the limonite type deposits contain the reserves of 10.9 million tons at 1.50 % Ni & 0.18 % Co and the resources of 87.5 million tons at 1.47 % Ni & 0.18 % Co. There is another resources of 33.0 million tons grading 1.40 % Ni and 0.19 % Co at Sangaji.Antam has always been mining the high grade materials of both saprolites and limonites, and shipped it to Pomalaa , Japan and Australia for further processing. The low grade materials are being thought. Apart from blending, a hydrometallurgical process is being considered.
POTENSI BATUBARA DAERAH LONG BAGUN KABUPATEN KUTAI BARAT, KAL-TIM Binner Joni A.Situmorang
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Lokasi penelitian terletak 25 km di sebelah timur kecamatan Long Bagun, secara geografis terletak UTM 309000 mE – 327000 mE dan 49000 mN – 64000 mN dan secara administratif terletak di deaerah Sungai Medang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Stratigrafi daerah telitian termasuk kedalam Cekungan Kutai yang tersusun oleh lithologi batuan sedimen klastik dan sedimen organik. Formasi Batubelah yang merupakan batu gamping klastik yang kaya akan fosil, Formasi Ujoh Bilang yang terdiri dari batulempung dan batupasir, Formasi Batu Ayou yang terdiri dari batulempung dan batubara, Formasi Batu Kelau yang terdiri dari batupasir dan batulempung, dan Formasi Haloq yang terdiri dari batulempung, batupasir, lignit dan batubara.Hasil pengukuran pada daerah telitian penyebaran batubara berarah baratlaut – tenggara pada bagian utara dan berarah baratdaya – timurlaut pada bagian tenggara daerah telitian. Penyebaran batubara dominan dikontrol oleh struktur berupa patahan dan lipatan yang menyebabkan formasi-formasi pada daerah telitian berbentuk seperti lingkaran seperti Formasi Ujoh Bilang, Formasi Batu Kelau, Formasi Batu Ayou dan Formasi Haloq. Dari hasil pengamatan batubara di daerah telitian pada Formasi Batu Ayou dan Formasi Haloq diketahui batubara pada bagian utara cenderung lebih tipis daripada bagian selatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8