cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2015)" : 8 Documents clear
Kontribusi dan Status Wanita Dalam Usaha Peternakan Sapi Potong Urip Santoso; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.32-43

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi dan status wanita dalam usaha sapi potong. Penelitian ini dilakukan di dua desa di kecamatan Kota Argamakmur, Bengkulu Utara dan masing-masing desa dipilih responden yang mempunyai sapi potong skala kecil (1-5 ekor) dan skala menengah (6-10 ekor). Dari setiap desa diambil responder sebanyak 50 keluarga dimana pada setiap desa terbagi atas 25 responden usaha skala kecil dan 25 responden usaha skala menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam kerja wanita pada usaha sapi potong untuk skala kecil adalah 1,177 jam per hari, sedangkan pada skala menengah adalah 2,388 jam per hari. Sementara jam kerja pria untuk skala kecil adalah 2,355 jam sedangkan pada skala menengah adalah 2,655 jam. Walaupun kontribusi wanita cukup besar, namun statusnya dalam usaha sapi potong masih belum dianggap sebagai mitra kerja. Kegiatan koperasi dan penyuluhan dominasi pria juga masih sangat besar. Kegiatan rumah tangga masih didominasi oleh wanita. Jam kerja wanita pada rumah tanggal untuk skala kecil adalah 5,889 jam per hari sementara pria hanya 0,282 jam. Pada skala menengah, jam kerja wanita pada rumah tangga adalah 6,402 jam sedangkan pria hanya 0,087 jam. Yang menarik adalah walaupun jam kerja wanita pada usaha sapi potong skala menengah adalah relatif sama dengan pria, namun jam kerjanya dalam rumah tangga tidak berkurang. Pola pengambilan keputusan dalam rumah tangga juga sangat didominasi oleh pria terutama pada hal-hal yang dianggap penting, sedangkan untuk kegiatan rutin rumah tangga keputusan diambil oleh wanita. Kata kunci: kontribusi wanita, status wanita, usaha sapi potong.
Pendugaan Bobot Badan Menggunakan Ukuran-Ukuran Tubuh pada Domba Wonosobo Y. Haryanti; E. Kurnianto; C.M.S. Lestari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.1-6

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menduga bobot badan domba Wonosobo menggunakan ukuran-ukuran tubuh (lingkar dada, tinggi pundak dan panjang badan). Domba Wonosobo sebanyak 273 ekor yang terdiri dari 118 ekor domba jantan dan 155 ekor domba betina dikelompokkan menjadi 6 kelompok umur (0-6 bulan, 7-11 bulan, 1-1,5 tahun, 1,75-2 tahun, 2,5-3 tahun dan 3-4 tahun). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan proc stepwise (SAS versi 6,12). Hasil penelitian menunjukkan lingkar dada dan panjang badan merupakan variabel yang sangat penting dalam menduga bobot badan domba Wonosobo. Lingkar dada dan panjang badan mempunyai kontribusi sebesar 90,97% dan 76,09% terhadap perubahan bobot badan domba jantan dan betina. Simpulan dari penelitian ini adalah lingkar dada dan panjang badan dapat digunakan untuk menduga bobot badan domba Wonosobo.Kata kunci : Bobot badan, Domba Wonosobo, Ukuran-ukuran tubuh.
Penggunaan Lumpur Sawit Fermentasi dengan Neurospora sp dan Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Performa Ayam Ras Petelur di Desa Srikaton Yosi Fenita; Irma Badarina; Basyarudin Zain; Teguh Rafian
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.44-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan lumpur sawit yang telah difermentasi dengan Neurospora sp dan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap performa produksi ayam ras petelur. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juni sampai dengan 5 Juli 2014 di peternakan ayam ras petelur, Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, menggunakan 60 ekor ayam berumur 9 bulan yang terbagi dalam 2 perlakuan dengan 30 sampel yang ditempatkan pada kandang baterai individual (individual cage). Perlakuan terdiri dari P1 (ransum dengan 15% LSF + 0,6% EDK) dan P2 (ransum peternak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LSF dan EDK menurunkan konsumsi ransum, meningkatkan persentase produksi telur (%), meningkatkan produksi telur (butir), meningkatkan produksi telur/produksi massa (gram), dan meningkatkan nilai konversi ransum (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan lumpur sawit fermentasi pada taraf 15% dan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) pada taraf 0,6% dalam ransum tidak meningkatkan konsumsi ransum, tetapi dapat meningkatkan produksi telur dan memperbaiki konversi ransum ayam ras petelur. Kata Kunci : Lumpur sawit fermentasi, ekstrak daun katuk, ayam ras petelur.
Seleksi Awal Calon Pejantan Sapi Aceh Berdasarkan Berat Badan Widya Pintaka Bayu Putra; Sumadi Sumadi; Tety Hartatik; Hendra Saumar
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.7-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  memilih calon pejantan sapi Aceh yang dipelihara di Balai Pembibitan Ternak Unggul – Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sapi Aceh Indrapuri berdasarkan berat badan ternak. Evaluasi yang dilakukan pada seleksi calon pejantan meliputi catatan berat lahir (BL), berat sapih (BS), berat setahunan (BY) dan berat dewasa (BD). Jumlah ternak yang digunakan untuk dievaluasi pada tahun 2014 adalah 34 ekor. Berdasarkan data catatan produksi diperoleh 10 calon pejantan sapi Aceh terbaik dengan kisaran nilai rasio berat dewasa (RBD) 1,03 sampai 1,65. Kesepuluh sapi Aceh ini akan direkomendasikan sebagai calon pejantan untuk progam uji zuriat pada tahap seleksi berikutnya.Kata kunci: sapi Aceh, catatan produksi, berat badan, rasio berat dewasa.
Identikasi Permasalahan Perlebahan sebagai Dasar Pengembangan Usaha Madu di Provinsi Bengkulu Rustama Saepudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.51-58

Abstract

Perlebahan di Bengkulu dihadapkan pada rendahnya produktivitas dan kualitas. Oleh karena itu dipandang perlu dilakukan penelitian mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian dilaksanakan di 3 kabupaten, Kepahiang, Seluma, dan  Bengkulu Tengah,  Provinsi Bengkulu. Identifikasi dilakukan dengan cara wawancara dan peninjauan langsung terhadap responden yang dipilih secara purposive sampling ke lapangan.  Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa terdapat lima katagori permasalahan perlebahan di Provinsi Bengkulu, yaitu persoalan bibit dan dana masing masing 70,19% dan 48,34%, penyuluhan (45,40%), pembinaan teknis (27,20%), bibit/induk ratu, dan tehnis budidaya serta panen (22,07%). Dapat disimpulkan bahwa masalah yang paling penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas madu di Bengkulu adalah dengan cara menyediakan bibit/ratu lebah A. millifera, menyediakan dana, pembinaan/pelatihan, penyuluhan dan meningkatkan tehnik budidaya lebah mulai dari pemeliharaan, mengatasi hama , pemanenan sampai pasca panen.Kata kunci:  perlebahan, identifikasi, mengatasi masalah, Bengkulu.
Respon Fisiologis Sapi Perah Dara Fries Holland yang Diberi Konsentrat dengan Tingkat Energi Berbeda Dadang Suherman; B.P. Purwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.13-21

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat energi pakan konsentrat yang berbeda dengan respon fisiologis sapi perah dara. Penelitian menggunakan empat ekor sapi perah dara dan empat perlakuan energi pakan konsentrat dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin 4 x 4. Energi pakan konsntrat perlakuan, meliputi P1 (TDN 60%), P2 (TDN 65%), P3 (TDN 70%), dan P4 (TDN 75%)  serta  CP 12-15%. Penelitian dilaksanakan selama empat periode serta setiap periode selama 21 hari. Parameter unsur  lingkungan mikro terdiri dari suhu udara, kelembaban udara, THI, kecepatan angin, dan radiasi matahari, serta respon fisiologis, konsumsi TDN dan pertambahan bobot badan sapi perah dara. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi TDN untuk P1, P2, P3, dan P4 masing-masing 3.7, 3.8, 3.7, dan 3.7. PBB sapi perah dara tidak berbeda nyata (P>0.05) pada setiap faktor lingkungan dan periode. Hasil penelitian pada respon fisiologis menunjukkan berbeda nyata (P<0.01), yang ditunjukkan P4 memberikan efek lebih rendah terhadap stress panas. Pemberian perlakuan energi pakan konsentrat 65-70% menunjukkan pertumbuhan optimum pada sapi perah dara. Kombinasi lingkungan dan pemberian energi pakan konsentrat yang lebih tinggi dapat meningkatkan pembebasan panas pada sapi perah dara. Kata kunci : energi ransum, respon fisiologis, stress panas, sapi perah dara
Kecernaan Nutrisi Konsentrat- PUFA yang Mengandung Curmiyeast pada Sapi Perah Laktasi Bangun Dwi Cahyono; Endang Sulistyowati; Irma Badarina
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.59-70

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan nutrisi konsentrat PUFA yang mengandung Curmiyeast pada sapi Fries Holland di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong.  Penelitian ini menguji  2 perlakuan dan 10 ekor sapi perah laktasi.  Perlakuan P0 adalah kontrol yang hanya menggunakan ransum peternak yaitu hijauan tanpa konsentrat dan P1 adalah perlakuan yang menggunakan hijauan (87.5%)  dengan  tambahan  konsentrat- PUFA (12.5%) yang mengandung Curmiyeast.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik. Konsumsi bahan kering yaitu dengan rataan P0 (8,07 kg) dan P1 (8,42 kg), bahan organik yaitu dengan rataan P0 (5,98 kg) dan P1(6,30 kg). Protein kasar P0 (0,72 kg) dan P1 (0,78 kg). Berbeda dengan konsumsi lemak yang sangat signifikan (P<0,01) yaitu P0 (0,12 kg) dan P1 (0,22 kg). Pemberian konsentrat PUFA dalam ransum sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan lemak. Kecernaan bahan kering P0 (65,47%) dan P1 (74,31%), bahan organik P0 (57,20%) dan P1 (72,32%), protein kasar P0 (74,03%) dan P1 (79,87%), lemak P0 (50,53%) dan P1 (81,81%). Kesimpulan bahwa pemberian konsentrat- PUFA yang mengandung Curmiyeast dapat meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan lemak ransum ternak sapi perah laktasi. Kata kunci: kecernaan, konsentrat-PUFA-curmiyeast, sapi perah
Pengaruh Ragi Tape terhadap pH, Bakteri Asam Laktat dan Laktosa Yogurt Asti Yosela Oktaviana; Dadang Suherman; Endang Sulistyowati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.10.1.22-31

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi sifat kimia, seperti pH, kandungan bakteri asam laktat, dan kadar laktosa dalam  yogurt yang difermentasi dengan ragi tape atau yogurt yang difermentasi dengan asam laktat.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai  Desember 2014 di Gapoktan Sumber Mulya Desa Suka Sari, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. P1 = penambahan  3% (per 1000 gram susu) plain yogurt starter sebagai kontrol; P2 = penggantian plain yogurt starter dengan 25% ragi ; P3 = penggantian plain yogurt starter dengan 50% ragi.  Hasil menunjukkan bahwa penggantian 25% dan 50% ragi tidak mempengaruhi secara signifikan  sifat kimia; pH 3.9-4.5, bakteri asam laktat 1.1 x 108 – 32 x 108 cfu/ml dan laktosa 2.14-3.34%. Substitusi ragi tidak  mempengaruhi sifat kimia yogurt. Kata kunci : sifat kimia, ragi, yogurt. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8