cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2017)" : 12 Documents clear
Kualitas Semen Produksi UPTD Bengkulu dan Tingkat Keberhasilan Inseminasi pada Sapi Bali dan Peranakan Simental di Bengkulu T. Suteky; Sutriyono Sutriyono; Dwatmadji Dwatmadji; M. I. Sholihin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.221-229

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas semen yang di produksi Unit Pelaksana Teknis Daerah Inseminasi Buatan (UPTD IB) Provinsi Bengkulu dan hasil Inseminasi Buatannya. Pemeriksaan semen dilakukan di laboratorium UPTD-IB Bengkulu, untuk mengevaluasi keberhasilan IB materi yang dipergunakan adalah 163 ekor sapi yang di IB dengan semen beku produksi UPTD-IB, sapi tersebut milik 30 peternak tersebar di 3 wilayah kotamadia Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Data sekunder diperoleh dari kartu IB di Dinas Peternakan dan inseminator meliputi karakteristik peternak meliputi umur, pendidikan, lama memelihara sapi potong, mata pencarian pokok dan jumlah kepemilikan sapi. Paramater yang diamati 1. Kualitas semen yang meliputi volume, warna, pH, motilitas dan konsentrasi 2. Performan reproduksi Service per conception (S/C) dan Non Return Rate (NRR). Hasil penelitian menunjukkan kualitas semen segar telah memenuhi standar dengan volume 5,4-7 ml, warna putih-kream, pH 7, gerakan masa skor positif 2, spermatozoa motil 65-70%, konsentrasi 650-700 juta ml-1. Hasil penelitian juga menunjukkan S/C sapi Bali tidak berbeda nyata,rata-rata NRR dan S/C sapi Bali di Kabupaten Bengkulu Tengah 77%, S/C 1,2, sapi Bali di Kotamadia Bengkulu 84%, S/C 1,1, sapi Bali di Kabupaten Bengkulu Utara 77%, S/C 1,2 sedangkan sapi peranakan Simental 46%, SC 1,8. Kesimpulan dari penelitian bahwa tingkat keberhasilan sapi Bali lebih baik dari pada sapi Peranakan Simental. Kata kunci : kualitas semen, sapi Bali, S/C dan NNR
Pengaruh Body Condition Score (BCS) Berbeda terhadap Intensitas Birahi Sapi Induk Simmental Peranakan Ongole (SIMPO) E. Anisa; Y. S. Ondho; D. Samsudewa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.133-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Body Condition Score (BCS) berbeda terhadap intensitas birahi pada sapi Simmental Peranakan Ongole. Sapi SimPO yang digunakan berjumlah 20 ekor. Parameter yang diamati adalah tingkah laku birahi, perubahan warna vulva, suhu vulva dan kebengkakan vulva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkah laku birahi dengan intensitas tinggi yang paling sering muncul ditunjukkan oleh BCS 4 dan yang paling sering muncul ditunjukkan oleh BCS 3, warna vulva dengan intensitas merah tua yang paling sering muncul ditunjukan oleh BCS 5 dan intensitas merah pucat yang paling sering muncul ditunjukkan oleh BCS 3, suhu vulva dengan rata-rata paling tinggi (38,37OC) ditunjukkan oleh BCS 6 dan rata-rata suhu yang paling rendah (38,12OC) ditunjukan oleh BCS 4, rata-rata kebengkakan vulva dengan ukuran yang paling besar (5,31 cm) ditunjukan oleh BCS 6 dan ukuran yang paling kecil (4,38 cm) ditunjukan oleh BCS 5. Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa sapi SimPO dengan BCS berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkah laku birahi, perubahan warna vulva, suhu vulva dan kebengkakan vulva. Kata kunci : Intensitas birahi, body condition score dan sapi SimPO
Peranan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan Pupuk Fosfat terhadap Produktivitas dan Kandungan Nutrisi Indigofera zollingeriana B. Herlina; Sutejo Sutejo; J. Laksono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.184-190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  seberapa besar peranan inokulasi Fungi Micoriza arbuskular untuk meningkatkan produksi tanaman Indigofera dan kandungan nutrisi. Penelitian ini  menggunakan metode Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial  dengan 2 faktor. Faktor pertaman  adalah fungi mikoriza dengan level pemberian M0 : Tanpa Mikoriza, M1 : 5 gr / polybag, M2 : 10 gr / polybag. Faktor kedua fosfat dengan perlakuan, F0 : Tanpa Pupuk fosfat, F1 : Pupuk RP 270kg/ha  F2 : Pupuk SP-36 (36% P2O5) 150 kg/ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungi mikoriza dan fosfat berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada peubah  tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah berangkasan, berat kering berangkasan, protein kasar dan serat kasar.  Secara tabulasi perlakuan mikoriza (M2) 10 gr Mikoriza/ polybag memberikan hasil yang terbaik pada peubah  tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah berangkasan, berat kering berangkasan, protein kasar dan serat kasar.  Untuk perlakuan fosfat (F1) Pupuk RP (20% P2O5) 270kg/ha /1,08 gr/polybag memberikan hasil terbaik untuk parameter pengamatan tinggi tanaman, diameter batang, berat basah berangkasan, berat kering berangkasan. Interaksi mikoriza dengan pupuk fosfat berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan kandungan nutrisi tanaman indigofera.Kata kunci: Fungi Mikoriza Arbuskular, Pupuk Fosfat, Indigofera
Pengaruh Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) dan Tepung Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Kualitas Karkas pada Broiler yang Diberi Pakan Berprotein Rendah B. Nurkhasanah; Kususiyah Kususiyah; U. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.230-238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dan tepung kunyit (Curcuma domestica) terhadap kualitas karkas pada broiler yang diberi pakan berprotein rendah. Hipotesis penelitian ini bahwa suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dan tepung kunyit (Curcuma domestica) diduga dapat meningkatkan kualitas karkas pada broiler yang diberi pakan berprotein rendah. Enam puluh (60) ekor ayam broiler umur 14 hari dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan dengan 4 ulangan. Masing-masing ulangan berisi 3 ekor broiler. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (protein 19% tanpa EDK dan TK), P1 (4,5 g/kg EDK plus 0,5% TK dengan protein 17%), P2 (4,5 g/kg EDK plus 1% TK dengan protein 17%), P3 (4,5 g/kg EDK plus 0,5% TK dengan protein 15%), P2 (4,5 g/kg EDK plus 1% TK dengan protein 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi EDK dan TK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase karkas, meat bone ratio (P<0,05) dan drip loss, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak. Perlakuan  meningkatkan warna karkas. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi EDK plus TK meningkatkan kualitas karkas pada broiler yang diberi pakan berprotein rendah.Kata kunci : Ekstrak daun katuk, tepung kunyit, kualitas karkas, protein rendah, broiler.
Pengaruh Beberapa Campuran Media pada Feses Sapi Kaur yang Diberi Pakan Rumput Setaria dan Pelepah Sawit terhadap Biomassa dan Kualitas Vermikompos Cacing Tanah Pheretima sp B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.142-151

Abstract

Tujuan penelitian mengevaluasi pengaruh berbagai madia feses dari sapi kaur yang diberi pakan rumput setaria dan pelepah sawit terhadap biomassa  cacing tanah dan kualitas vermikompos cacing tanah.  Pemberian media 50% serbuk gergaji + 50% feses sapi Kaur yang diberi pakan (50%  rumput setaria + 50% pelepah sawit + sakura blok) memberikan dampak positif terhadap produksi biomassa cacing tanah Pheretima sp, kualitas casting, dan tidak memberikan dampak  terhadap penyusutan sarang cacing tanah.Kata kunci: media, feces, sapi Kaur, biomass dan vermicompos cacing 
Perbedaan Kualitas Makroskopis Semen Segar Domba Batur dalam Flock Mating dan Pen Mating S. Nahriyanti; Y. S. Ondho; D. Samsudewa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.191-198

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas dan kuantitas semen segar domba Batur secara makroskopis yang dipelihara secara pen mating dan flock mating. Penelitian ini terdapat 2 perlakuan yaitu flock mating dan pen mating serta setiap perlakuan memiliki 4 ulangan. Parameter yang diamati antara lain volume, bau, warna, pH dan konsistensi semen segar. Hasil penelitian menunjukan bahwarata-rata volume pada pen mating adalah 1,28 ml sedangkan pada flock mating adalah 1,25 ml. Rata-rata pH pada pen mating 6,65 sedangkan pada flock mating 6,50. Rata-rata konsistensi pada pen mating yaitu 3,00 sedangkan pada flock mating yaitu 2,50. Setelah dilakukan analisis data didapatkan hasil bahwa kualitas makroskopis semen segar pada flock mating dan pen mating tidak berbeda nyata. Disimpulkan bahwa kualitas semen segar domba Batur pada perlakuan flock mating dan pen mating memiliki kualitas yang sama. Kata Kunci: domba Batur, semen segar, flock mating, pen mating
Pengaruh Perendaman Daging Sapi dengan Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Susut Masak, pH dan Organoleptik (Bau, Warna, Tekstur) D. Dina; E. Soetrisno; Warnoto Warnoto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.199-208

Abstract

Daging merupakan bahan makanan sumber protein hewani yang mudah mengalami kerusakan oleh karena aktivitas mikroorganisme perusak pangan. Bunga kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) merupakan salah satu alternatif pengawet alami, karena kandungan komponen bioaktif yaitu alkaloid, polifenol, flavonoid dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman daging sapi dalam ekstrakbunga kecombrang (Etlingera elatior)  terhadap susut masak, pH dan organoleptik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) terdir 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan  sebagai berikut: P0 = 200g daging sapi (tanpa perlakuan), P1=  200g daging sapi + 200ml aquades + 10 ml ekstrak bunga kecombrang, P2=  200g daging sapi  + 200ml aquades + 20 ml ekstrak bunga kecombrang, P3=  200g daging sapi +200ml aquades + 30 ml ekstrak bunga kecombrang, P4=  200g daging sapi + 200ml aquades + 40 ml ekstrak bunga kecombrang. Variabel pengamatan penelitian meliputi susut masak, pH dan organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman daging sapi dalam ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior)  antara 10-40 ml belum dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas daging sapi namun cenderung meningkatkan angka kualitas daging sapi sapi pada masa simpan yang lama. Perendaman daging sapi dengan ekstrak bunga kecombrang 40 ml cenderung menghasilkan nilai susust masak, dan  pH daging sapi yang lebih baik pada masa simpan yang lama (susut masak 33,70-46,54 dan pH 5,25-6,08). Pada warna dan bau  perendaman daging dengan ekstrak bunga  kecombrang memiliki bau, warna dan tekstur yang lebih baik pada masa simpan yang lama (bau 4,06-4,48 yakni berbau khas daging, warna 2,85-3,84 yakni warna merah gelap dan 1,88-3,55 yakni agak lembek). Daging sapi dengan perendaman ekstrak bunga kecombrang yang disimpan sampai dengan 12 jam masih layak untuk dikonsumsi.Kata Kunci : bunga Kecombrang, daging sapi, susut masak, pH, organoleptik
Pengaruh Ekstrak Daun Katu (Sauropus androgynus) Fermentasi terhadap Kualitas Karkas Broiler S. S. Banes; Kususiyah Kususiyah; Y. Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.209-220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun Katu (Sauropus androgynus) yang difermentasi terhadap kualitas karkas pada broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Delapan puluh ekor broiler umur 15 hari didistribusikan ke dalam 5 kelompok perlakuan dimana masing-masing kelompok pelakuan terdiri dari 4 ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor broiler. Adapun ke lima perlakuan itu yaitu: P0 = pakan kontrol tanpa ekstrak daun katu fermentasi, P1 = pakan yang menggunakan ekstrak daun katu fermentasi 4,5 g/kg pakan, P2 = pakan yang menggunakan ekstrak daun katufermentasi 9 g/kg pakan, P3 = pakan yang menggunakan ekstrak daun katu fermentasi 13,5 g/kg pakan dan P4 =pakan yang menggunakan ekstrak daun katu fermentasi 18 g/kg pakan. Pada umur 35 hari, 4 ekor sampel broiler pada setiap perlakuan diseleksi berdasarkan rata-rata berat badan, untuk mengukur berat karkas, warna karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna karkas, tidak menurunkan berat karkas dan persentae karkas dan berpengaruh tidak nyata terhadap meat bone ratio, cooking loss, dan drip loss. Rataan warna karkas kumulatif P0, P1, P2, P3, dan P4 yaitu 102,63, 103,38, 104,06, 103,63 dan 103,81. P2, P3 dan P4 berbeda nyata (P<0,05) dengan P0, tetapi berbeda tidak nyata dengan P1. P1 berbeda tidak nyata dengan P0, P2, P3 dan P4. P2, P3 dan P4 mempunyai warna karkas yang lebih kuning jika dibanding dengan P0. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun katu fermentasi dapat meningkatkan warna karkas. Pemberian ekstrak daun katu fermentasi tidak meningkatkan berat karkas, persentase karkas, meat bone ratio, serta tidak menurunkan cooking loss dan drip loss. Jadi, ekstrak daun katu fermentasi yang diberikan sebanyak 9 g/kg dapat meningkatkan warna karkas sebagai pakan broiler.Kata kunci : ekstrak daun katu fermentasi, persentase karkas, meat bone ratio, warna karkas, cooking loss, drip loss, broiler
Perubahan Kandungan Nutrisi dan Kecernaan in vitro Serbuk Gergaji Hasil Biokonversi Menggunakan Inokulum Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Level Suplementasi Urea yang Berbeda R. Krishaditersanto; T.O.D. Dato; A.E. Manu
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.124-132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi urea pada subtrat terhadap perubahan kandungan nutrisi dan kecernaaan in vitro serbuk gergaji hasil biokonversi menggunakan inokulum jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dengan lama inkubasi 40 hari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 level suplementasi urea dan 3 ulangan. Paramenter yang diamati adalah persentase perubahan kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar, protein kasar, serta lemak kasar; dan perubahan kecernaan in vitro bahan kering serta bahan organik. Analisa data menggunakan analisi variansi menunjukan bahwa suplementasi urea berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase penurunan bahan kering, bahan organik, dan serat kasar dimana persentase penurunan terrtinggi pada suplementasi urea sebanyak 1%. Persentase peningkatan kandungan protein kasar dan lemak kasar secara nyata berbeda (P<0,05) pada tiap perlakuan, persentase peningkatan teringgi pada level suplementasi urea 1%. Suplementasi urea juga berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap persentase peningkatan kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik dimana peningkatan paling tinggi pada level suplementasi urea 1% dalam subtrat.Kata kunci: jamur tiram putih, serbuk gergaji, urea
Strategi Pemasaran Madu Berdasarkan Karakteristik Konsumen di Kota Bengkulu D. Suherman; S. Kadarsih; M. G. Gusmantoro
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.2.171-183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran madu di dan menganalisis segmentasi pasar madu.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2016 di beberapa outlet madu di Kota Bengkulu. Hasil analisis SWOT padapemasaran madu di Kota Bengkulu berdasarkan karakteristik konsumen mendapatkannilai (X= 3,4537; Y= 0,8260) yang terletak pada kuadran I, yaitu mendukung kebijakan yang agresif (growth oriented strategy) atau menggunakan strategi strength – opportunity (strategi – so). Berdasarkan pilihan strategi (strategic choice) dalam pemasaran maka dirumuskan;strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan produk madu, memaksimal promosi produk unggulanterutama madu lokal,lebih aktif mendekati segmen pasar dan calon pembeli potensial, dan kerja keras menjaga serta mempertahankan kepercayaan konsumen.Strategi pemasaran di masa akan datang antara lain;meningkatkan penjualan produk dan kegiatan promosi serta distribusi pemasaran,membuat layanan konsumen (customer care), danmenambahvarians produk. Kata kunci: SWOT, Karakteristik Konsumen, Kebijakan Agresif 

Page 1 of 2 | Total Record : 12