cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2019)" : 13 Documents clear
Massa Kalsium dan Massa Protein Daging Akibat Penggunaan Tepung Limbah Wortel (Daucus Carota L) dalam Ransum Ayam Broiler Prabowo Prabowo; L.D. Mahfudz; U. Atmomarsono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.629 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.201-207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkajii efek pemberian  tepung  limbah wortel (Daucus carota. L) terhadap  massa protein dan kalsium daging ayam broiler. Manfaat dari penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan tepung  limbah wortel sebagai pakan ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 144 ayam broiler (umur 7 hari) dengan rata- rata bobot badan awal 181,40 ± 11,31 g. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing - masing unit percobaan terdiri dari  6 ekor ayam. Perlakuan yaitu pemberian  tepung  limbah wortel pada tingkat T0 (0%), T1 (2%), T2 (4%), dan T3 (6%). Parameter yang diukur adalah, massa protein dan kalsium daging. Data dianalisis secara statistik dengan analisis varians dan dilanjutkan uji Duncan bila terdapat perlakuan yang  signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung limbah wortel ke dalam ransum dapat menurunkan massa daging protein, sedangkan massa kalsium daging  tidak berpengaruh signifikan, kesimpulan adalah pemberian tepung limbah wortel dalam ransum  tidak boleh lebih dari 2%Kata kunci: ayam broiler; tepung limbah wortel; ?- caroten; massa protein dan massa kalsium daging
Ekstraksi dan Karakterisasi Gelatin Tulang Itik Menggunakan Metode Ekstraksi Asam M. H. Khirzin; S. Ton; Fatkhurrohman Fatkhurrohman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.119-127

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisikokimia gelatin tulang itik yang diekstrak dengan menggunakan metode asam.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana non faktorial dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu (P1) dengan konsentrasi HCl 2.5%, (P2) dengan konsentrasi HCl 5%, dan (P3) dengan konsentrasi HCl 7.5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen yang dihasilkan dari setiap perlakuan berturut-turut sebesar 4.97%, 6.24%, dan 6.11%.pHgelatin tulang itik sebesar 4.76, 4.0, dan 3.56. Kadar air sebesar 9.01e%, 13.43%, dan 13.84%.Kadar abu sebesar 27.02%, 13.42%, dan 20.3%.Kadar lemak sebesar 6.5%, 6.74%, dan 5.77%. Kadar protein sebesar 51.67%, 65.43%, dan 59.05%.Kadar karbohidrat sebesar 5.80%, 0.98%, dan 1.04%.Secara umum, perbedaan konsentrasi larutan asam tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap karakteristik fisikokimia yang dihasilkan kecuali kadar abu. P2 merupakan perlakuan denagan karakteristik fisikokimia terbaik sehingga dianalisis lebih lanjut derajat warna dan gugus fungsional. Uji derajat warna memberikan hasil yaitu L=30.35, a=-0.46, dan b=3.51. Hasil analisis gugus fungsional memberikan hasil gelatin tulang itik memiliki serapan pada wilayah amida A, B, I, II, dan III. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ekstraksi gelatin tulang itik menggunakan konsentrasi asam 5% memiliki karakteristik yang memenuhi SNI dan mirip dengan gelatin komersial.Kata kunci : Tulang itik, ekstraksi asam, gelatin.
Evaluasi Bahan Pakan Hasil Samping Industri Pertanian Berdasarkan Parameter Fermentabilitas Ruminal secara In Vitro E. Susilo; L. K. Nuswantara; E. Pangestu
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.128-136

Abstract

Bahan pakan dari hasil samping industri pertanian sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia, namun nilai nutriennya belum banyak dikaji.  Penelitian bertujuan mengevaluasi bahan pakan hasil samping industri pertanian terhadap fermentabilitas ruminal secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas janggel jagung, kulit kopi, onggok, bungkil kedelai, bungkil kelapa sawit, bungkil kelapa dan ampas tahu. Cairan rumen berasal dari kambing PE berfistula dengan pakan standar protein kasar 12% dan TDN 62%. Parameter yang diukur adalah konsentrasi asetat, propionat, butirat, konsentrasi metan, amonia dan adenosin triphosphate. Data dianalisis ANOVA dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukan perlakuan bahan pakan hasil samping industri pertanian berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi asetat, propionat, butirat, konsentrasi metan, konsentrasi amonia dan adenosine triphosphate. Kesimpulannya, janggel jagung menghasilkan konsentrasi asetat, propionat, butirat dan adenosin triphosphate tertinggi. Namun, janggel jagung juga menghasilkan konsentrasi metan tertinggi. Konsentrasi amonia tertinggi diperoleh pada bungkil kelapa sawit dan diikuti bungkil kedelai.Kata kunci: fermentabilitas, hasil samping industri pertanian, in vitro
Peran TTP Cigombong pada Usaha Ternak Ayam Kampung KUB sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Peternak S. Rusdiana; L. Praharani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.171-181

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran TTP Cigombong pada usaha ternak ayam kampung KUB dalam upaya meningkatkan penapatan peternakk. Berbagai kendala dan permasalahn yang sering dihadapi oleh TTP Cigombong, seyogyanya menjadi fokus perhatian, sehingga TTP Cigombong dapat dimainkan peran besar sebagai wahana untuk pengembangan usaha ternak ayam kampung KUB. Usaha ayam kampung yang berorientasi komersial sangat diperlukan perencanaan dan penanganan yang lebih detail, agar usaha mendapatkan keuntungan. Penelitian dilakukan pada tahun 2017, peternak inti dan peternak plasma ayam kampung KUB dilokasi TTP Cigombong Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Peternak inti dan peternak Peternak plasma telah melakukan rintisan usaha ayam kampung KUB secara intensif, sebagai bibit, potong dan telur (DOC). Pengeluaran dan pendapatan peternak dapat dihitung berdasarkan B/C ratio,  yaitu imbangan keuntungan dan biaya produksi. Hasil penelitan menunjukkan, nilai jual ternak ayam kampung KUB umur 8 minggu keuntungan bersih sebesar Rp.995.000,-/peternak nilai B/C ratio 1,3. Hasil analisis  usaha pemeliharaan ternak ayam kampung KUB pada umur 8 minggu, secara ekonomi finansial layak untuk diusahakan kembali.Kata kunci: TTP, usaha ayam kampung KUB, pendapatan peternak
Kualitas Nutrisi Pakan Konsentrat Fermentasi Berbasis Bahan Limbah Ampas Tahu dan Ampas Kelapa Dengan Komposisi yang Berbeda Serta Tingkat Akseptabilitas Pada Ternak Kambing S. U. Marhamah; T. Akbarillah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.145-153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah industri ampas kelapa dan ampas tahu melalui kualitas fisik, kandungan nutrisi dan tingkat penerimaan pada ternak kambing. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2017 di CZAL dan bulan April-September di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji kualitas kimiawi pakan dan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) untuk uji biologi (akseptabilitas) pakan. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan P0 (ampas tahu + jagung + dedak + gula + garam + mineral + starbio), perlakuan P1 dengan pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 20% ampas kelapa,  P2 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan 30% ampas kelapa dan P3 pakan berbasis limbah ampas tahu dengan penggunaan 40% ampas kelapa.Ternak yang digunakan sebanyak 4 ekor kambing Nubian jantan. Variabel yang diamati yaitu kualitas fisik, kualitas kimiawi, konsumsi bahan segar,  bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan konsumsi protein kasar (PK) pakan konsentrat fermentasi. Kualitas fisik pakan konsentrat setelah terjadi proses fermentasi mengalami perubahan aroma yang lebih asam, tekstur yang berubah menjadi lebih lembut, pH yang menurun dan temperatur pakan yang cenderung meningkat. Dari hasil penelitian kandungan bahan organik pakan konsentrat fermentasi berkisar antara 86,93%-88,76% sedangkan kandungan protein berkisar antara 15,16%-18,00%. Rataan konsumsi bahan kering pada kambing perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah 553,33 gram, 355,05 gram, 259,04 gram dan 225,64 gram. Pakan konsentrat fermentasi berbasis limbah ampas tahu dan ampas kelapa dengan persentase penggunaan ampas kelapa yang meningkat dapat menurunkan kualitas fisik, cenderung menurunkan kualitas kimiawi (kandungan nutrisi protein kasar) dan menurunkan konsumsi sehingga menurunkan akseptabilitas pakan.Kata kunci : Ampas kelapa, Ampas tahu, Konsumsi BK, BO & PK, kualitas fisik, kualitas kimiawi.
Efektivitas Penambahan Tepung Temulawak dalam Ransum sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Ayam Kampung Super A. D. Anggraini; W. Widodo; I. D. Rahayu; A. Sutanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.222-227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan temulawak dalam pakan terhadap produktivitas ayam kampung super. Penelitian dilaksanakan selama 56 hari menggunakan 100 ekor ayam kampung super. Perlakuan yang diberikan berupa: pakan basal (P1); P1 + temulawak 0,33% (P2); P1 + temulawak 0,67% (P3); P1 + lempuyang 1% (P4). Data yang diperoleh dianalisis variasi Rancangan Acak Lengkap pola searah. Perbedaan antar perlakuan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung temulawak tidak mempengaruhi nilai konsumsi pakan, FCR dan efisiensi pakan, namun mempengaruhi nilai pertambahan bobot badan harian, bobot panen ayam kampung super dan nilai income over feed cost (IOFC). Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa tepung temulawak dapat diberikan pada pakan ayam kampung super sebanyak 0,33%.Kata kunci: Ayam kampung super, temulawak, produktivitas, IOFC
Kualitas Fisik dan Nutrisi Jerami Padi Fermentasi pada Berbagai Penambahan Starter N. Suningsih; W. Ibrahim; O. Liandris; R. Yulianti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.191-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan nutrisi jerami padi fermentasi pada berbagai penambahan starter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri : P0 = Fermentasi Jerami padi tanpa starter, P1 = Fermentasi Jerami padi + Starbio Probiotik, P2 = Fermentasi Jerami padi + Probiotik FM, P3 = Fermentasi Jerami padi + MOL Bonggol pisang, P4 = Fermentasi Jerami padi + Mikrostar LA2. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas fisik yang meliputi Warna, Aroma, dan Tekstur serta kualitas nutrisi yang terdiri Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar, Serat Kasar, dan Lemak Kasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan starter yang berbeda dalam proses fermentasi jerami padi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Bahan Organik dan Serat Kasar Jerami Padi fermentasi dan tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik, Bahan Kering, Protein Kasar dan Lemak Kasar. Penambahan berbagai starter dalam proses fermentasi jerami padi dapat merubah kualitas fisik jerami padi dari karakteristik fisik khas jerami padi. Penambahan starter dengan menggunakan MOL Bonggol pisang (P3) signifikan menurunkan kadar Bahan Organik (70,59%) dan Serat Kasar (18,87%) serta cenderung meningkatkan kadar Protein Kasar (8,46%). Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan berbagai starter dalam proses fermentasi jerami padi menunjukkan kualitas fisik yang sama dan mampu memperbaiki kualitas nutrisi jerami padi.Kata kunci : kualitas fisik, nutrisi, jerami padi, starter, fermentasi
Nilai Kecernaan Nutrien Broiler akibat Penambahan Lactobacillus sp. dalam Ransum yang Mengandung Mikropartikel Tepung Cangkang Telur R. Afriyanti; I. Mangisah; V. D. Yunianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.215-221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ransum yang mengandung mikropartikel tepung cangkang telur dengan penambahan probiotik Lactobacillus sp. terhadap kecernaan  serat kasar dan energi metabolis pada ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017 sampai Januari 2018. Materi yang digunakan adalah 160 ekor DOC (Day Old Chick) broiler strain MB 202 New Lohman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. T0: Ransum PK 21%, T1: Ransum PK 18%, T2: Ransum mikropartikel tepung cangkang telur PK 18%, T3: Ransum PK 18% + Lactobacillus sp.1,2 ml dan T4: Ransum mikropartikel tepung cangkang telur PK 18% + Lactobacillus sp.1,2 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikropartikel tepung cangkang telur pada ransum PK 18 % dengan penambahan Lactobacillus sp. 1,2 ml berbeda nyata atau signifikan pada taraf 5% (P<0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan energi metabolis pada ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian mikropartikel tepung cangkang telur pada ransum PK 18 % dengan penambahan Lactobacillus sp. 1,2 ml mampu meningkatkan kecernaan serat kasar dan energi metabolis .Kata kunci:  Lactobacillus sp., mikropartikel, tepung cangkang telur, kecernaan serat kasar, energi metabolis
Performans Ayam Ketarras Pada Umur 12 Minggu Sampai Dewasa Kelamin Berdasarkan Pola Warna Bulu H. T. Murdiono; D. Kaharuddin; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.182-190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans ayam Ketarras pada umur 12 minggu sampai dewasa kelamin berdasarkan pola warna bulu. Penelitian dilaksanakan di kandang Comercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan 20 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pola warna bulu dengan P1= Pola warna bulu gelap, P2 = pola warna bulu putih blurik dan P3 = pola warna bulu putih. Setiap ulangan menggunakan 1 ekor ayam, sehingga masing-masing pola warna bulu dibutuhkan 20 ekor ayam yang  ditempatkan secara acak pada kandang batteray individu. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, berat badan awal, berat badan mingguan, pertambahan berat badan mingguan, konversi ransum, umur dewasa kelamin, berat telur pertama dan berat dewasa kelamin. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan pola warna bulu berpengaruh tidak nyata (P>0,05)  terhadap variabel yang diamati. Konsumsi ransum kumulatif selama umur 12-18 minggu P1 (2581,45 g/ekor), P2 (2581,20 g/ekor) dan P3 (2622,80 g/ekor). Capaian berat badan umur 18 minggu pada P1 (940,85 g/ekor), P2 (908,95 g/ekor) dan P3 (901,95) dengan pertambahan berat badan P1 (296,75 g/ekor), P2 (305,30 g/ekor) dan P3 (315,70 g/ekor). Konversi ransum kumulatif  P1 (8,70), P2 (8,45) dan P3(9,31). Umur dewasa kelamin P1 (145 hari), P2 (142 hari) dan P3 (148 hari). Berat dewasa kelamin P1 (1035 g/ekor), P2 (992 g/ekor) dan P3 (1015 g/ekor). Berat telur bertama P1 (32 g/butir), P2 (31 g/butir) dan P3 (31 g/butir). Penelitian ini disimpulkan bahwa perbedaan sifat kualitatif (pola warna bulu) tidak mempengaruhi performans Ayam Ketarras umur 12 minggu sampai dewasa kelamin.Kata kunci: Performans, Pertumbuhan, ayam Ketarras
Jejaring Sosial dan Diseminasi Teknologi Tepat Guna pada Peternakan Sapi Perah di Daerah Istimewa Yogyakarta S. N. W. Mulatmi; A. D. Anggraini; A. Prima
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.802 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.137-144

Abstract

Teknologi yang tepat guna (TTG) harus diterapkan pada usaha peternakan sapi perah untuk mendukung kemajuan usaha sehingga mampu meningkatkan produksi secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur jejaring sosial dan diseminasi TTG pada peternak sapi perah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Materi penelitian adalah 90 peternak sapi perah di DIY. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Jejaring sosial dan diseminasi peternakan sapi perah rakyat dianalisis dengan Social Network Analysis (SNA) dengan menggunakan perangkat analisis yaitu Gephi 0.92. Sumber informasi mengenai TTG berasal dari berbagai pihak diantaranya keluarga, teman, sesama peternak, dokter atau mantri hewan, petugas koperasi, penyuluh dari dinas peternakan, pegawai perusahaan pengolahan susu, dan media cetak atau online. Pada peternak sapi perah di DIY diketahui bahwa sumber informasi mengenai TTG yang paling utama adalah berasal dari petugas koperasi. Petugas koperasi adalah sumber yang paling dipercaya oleh peternak dan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan melakukan adopsi TTG.Kata kunci: Teknologi Tepat Guna, jejaring social, diseminasi, peternakan sapi perah

Page 1 of 2 | Total Record : 13