cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Tetas Ayam Kedu Jengger Merah terhadap Kualitas Interior Telur U. Latifah; S. Kismiati; Sutopo Sutopo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.162-166

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas interior telur ayam Kedu jengger merah. Materi yang digunakan adalah 113 butir telur ayam kedu jengger merah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu  penyimpanan telur 1 hari (T0), penyimpanan telur 3 hari (T1), penyimpanan telur 5 hari (T2), penyimpanan telur 7 hari (T3) dan penyimpanan telur 9 hari (T4). Parameter yang diamati meliputi bobot putih telur, bobot kuning telur dan haugh unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap bobot putih telur dan haugh unit, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kuning telur. Bobot putih telur mulai menurun pada perlakuan T3, sedangkan pada haugh unit menurun pada perlakuan T1. Disimpulkan bahwa semakin lama telur tetas disimpan akan menurunkan kualitas interior.  
Identifikasi Karakteristik Habitat Bertelur dan Uji Penetasan Semi Alami (in-situ) Telur Burung Mamoa (Eulipoa wallecei) di Desa Simau Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara B. A. Sadjab; R. Kondolembang; Sunarno Sunarno; O.F.W. Tutupary; B.R. Toisuta
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.180-186

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat bertelur burung Mamoa (Eulipoa wallecei) dan uji penetasan telur secara semi alami (in-situ) telah dilakukan di Desa Simau Kecamatan Galela Halmahera Utara. Penelitian dengan teknik observasi atau pengamatan dilakukan secara langsung di lapangan tepatnya di lokasi habitat bertelur burung Mamoa (Eulipoa wallecei) yang berada di Desa Simau, untuk mengetahui variasi harian iklim mikro lubang pada pasir sebagai habitat bertelur burung Mamoa, dan penelitian di laboratorium untuk menguji kandungan logam dalam pasir sehingga diketahui tingkat konduktivitas termalnya, serta dilakukan uji penetasan secara semi alami (in-situ) pada kedalaman 40, 60 dan 80 cm untuk mengetahui presentase daya tetas, waktu inkubasi dan mortalitasnya. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik habitat bertelur burung Mamoa di Desa Simau kecamatan Galela Kabupaten Halmahera utara yang dikaji berdasarkan kajian mikroklimat menujukkan fluktuasi suhu dan kembaban yang bervariasi berdasarkan kedalaman dan waktu pengamatan, dimana rata-rata suhu maksimum terjadi pada saat siang hari dan suhu minimumnya terjadi saat malam hari, sementara kelembaban terendah terjadi saat siang hari dan nilai tertingginya terjadi pada saat malam hari. Kadungan terbesar dalam pasir sebagai habitat bertelur burung Mamoa Desa Simau adalah unsur Fe (Besi) sebesar 58,59 % dengan sifat konduktivitas termal yang tinggi. Terdapat perbedaan pada daya tetas dan lamanya inkubasi penetasan telur secara in-situ (semi alami) pada kedalaman 40 cm, 60 cm dan 80 cm, dimana daya tetas terbesar yang mencapai presentase 100 % berada pada kedalaman tanam 80 cm dengan rata-rata waktu inkubasi yang paling cepat sekitar 67,3 hari.
Pengaruh Berbagai Ketinggian Tempat Terhadap Kandungan Fraksi Serat Pada Rumput Lapang Sebagai Pakan Hijauan N. P. Indriani; A. Rochana; H. K. Mustafa; B. Ayuningsih; I. Hernaman; D. Rahmat; T. Dhalika; K. A. Kamil; Mansyur Mansyur
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.212-218

Abstract

Ketersediaan rumput lapang dengan kualitas yang tinggi dan jumlah yang mencukupi sangat diperlukan ruminansia. Fraksi serat merupakan komponen sumber energi pada ruminansia untuk meningkatkan produktivitasnya. Rumput lapang cukup tersedia di berbagai ketinggian, terutama pedesaan di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan fraksi serat dari rumput lapang di pedesaan Jawa Barat pada musim hujan dan musim kemarau. Penelitian dilakukan dari bulan September 2015 sampai Juli 2016. Metoda yang digunakan adalah metoda survei, dengan penentuan sampel secara bertahap.Tahap pertama adalah menentukan area berdasarkan jumlah ternak dengan purposive sampling untuk wilayah Jawa Barat. Tahap kedua menentukan daerah berdasarkan ketinggian tempat sebagai perlakuan menggunakan metoda eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Setiap desa mempunyai 6  cuplikan dengan cara melempar kuadran secara acak. Parameter yang diukur adalah fraksi serat. Hasil menunjukkan bahwa ADF dan Lignin sama kandungannya untuk berbagai ketinggian, sedangkan kandungan NDF, Selulosa dan hemiselulosa pada ketinggian sedang dan rendah adalah sama  dan  lebih tinggi dari pada di dataran tinggi.
Pengaruh Pemberian Aditif dalam Ransum Berupa Kombinasi Kulit Singkong dengan Lactobacillus Sp. terhadap Kualitas Eksterior Telur Puyuh Periode Laying R.A.G.A.S Putri; E. Suprijatna; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.148-154

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aditif dalam ransum berupa kombinasi kulit singkong dan Lactobacillus sp. pada kualitas eksterior telur puyuh.  Materi yang digunakan yaitu 240 ekor puyuh petelur berumur 4 minggu yang didistribusikan kedalam 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan, tiap ulangan 10 ekor puyuh. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini yaitu berupa pemberian aditif dalam ransum berupa kombinasi kulit singkong dan Lactobacillus sp. dalam bentuk larutan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan yang diberikan; T0 : Ransum basal (kontrol), T1 : Ransum + aditif 100 ml /kg ransum, T2 : Ransum + aditif 150 ml /kg ransum, T3 : Ransum + aditif 200 ml/kg ransum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf signifikansi 5% (P<0,05) dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif berupa kulit singkong yang dikombinasikan dengan Lactobacillus sp. dalam ransum puyuh berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot telur dan tebal kerabang telur. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar kalsium kerabang telur. Kesimpulan dari penelitian ini penambahan aditif  dalam ransum berupa kombinasi kulit singkong dan  Lactobacillus sp. dalam bentuk larutan dapat memperbaiki kualitas eksterior telur puyuh periode laying mulai pada taraf pemberian 100 ml aditif/kg ransum. 
Rumen Fermentation and Microbial Protein Synthesis of Bali Cattle Heifers (Bos sondaicus ) Fed Ration Containing Different Energy Protein Level N. N. Suryani; I. W. Suama; I. G. Mahardika; N.P. Sarini
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.187-194

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of energy and protein levels on rumen fermentation, microbial protein synthesis of Bali cattle heifers. The study was conducted in Petang Village, Badung Regency, Province of Bali Indonesia on 12 Bali cattle heifers with initial body weight 193,67 ± 22,55 kg/head. The treatment given is four types of ration consists of different level of metabolizable energy (ME) and crude protein (CP): ME 2051.41 kcal/kg: 12.04% CP (Treatment A); ME 2107.79 kcal/kg : 13.05% CP (Treatment B); ME 2194.06 kcal/kg : 14.04% CP (Treatment C) and ME 2294.23 kcal/kg : 15.09% CP (Treatment D). Variables measured: nutrient intake, rumen fermentation, microbial protein synthesis and growth performance of Bali cattle heifer age of 18 month. This research was a randomized block design. The results showed that increase in ME to 2294.23 kcal /kg and 15.09% CP significantly (P <0.05) increased energy intake to 17,880.57 kcal /day and protein intake 686.56 g /day. Rumen fermentation was also highest (P <0.05) in treatment D seen from total VFA, propionic acid and butyric acid respectively 170.32 mMol, 28.52 mMol and 13.70 mMol. While acetic acid, methane and NGR significantly decreased (P <0.05) respectively 57.77 mMol, 18.38 mMol and 3.07. This resulted in the highest rumen microbial protein synthesis in treatment D which was 562.06 g / day so that it was able to produce the highest ADG too, which was 0.42 kg /day. This study concluded that giving rations containing ME 2294.23 kcal /kg and 15.09% CP increased rumen fermentation and microbial protein synthesis, resulting in the highest growth compared to lower levels.
Identifikasi Ukuran Tubuh Sapi Bali dan Simbal (Simmental-Bali) di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat F. L. Syaiful; Khasrad Khasrad; S. Maulida
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.219-226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ukuran tubuh sapi Bali dan Simbal di daerah Luhak Nan Duo, Pasaman Barat. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan menggunakan sampel sebanyak 60 ekor sapi jantan pada sapi Bali dan Simbal yang  terbagi atas 30 ekor sapi Bali dan 30 ekor sapi Simbal. Setiap unit perlakuan terdiri atas 10 ekor. Perlakuan dikelompokkan pada berbagai umur ternak yakni lepas sapih (I0), 1,5-2 tahun (I1) dan 2,5-3 tahun (I2). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Sedangkan perbandingan  jenis sapi perlakuan dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang badan sapi Bali jantan pada umur I0, I1, I2 yaitu: 67,7+ 1,34; 82,3±7,01; 112,8±2,57 cm. Tinggi pundak: 84,5±1,58; 92,3±4,83; 111,9±4,28 cm. Lingkar dada yaitu: 93,1±2,23; 120,7±7,36; 142,4±7,73 cm. Sedangkan bobot badan adalah 53,09±3,36; 108,69±13,98; 209,35±24,04 kg. Panjang badan sapi Simbal yaitu: 82±2,62; 106,4±0,97; 126,6±1,07 cm. Tinggi pundak: 91,3±1,34; 105,3±95; 123,7±2,31 cm. Lingkar dada sebesar 96,9±37; 136,7±1,49; 155,3±1,64 cm. Sedangkan bobot badan 69,69±3,08; 179,93±5,01; 276,29±7,12 kg. Dari hal diatas dapat ditarik simpulan bahwa ukuran tubuh sapi Simbal lebih unggul dibandingkan sapi Bali.

Page 2 of 2 | Total Record : 16