cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2009)" : 9 Documents clear
Feed Utilisation and Productive Performance Impact of Work on Female Ruminant (A Review) Dwatmadji, Dwatmadji
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.27-34

Abstract

ABSTRAKPengaruh kerja per se terhadap performans ternak betina sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Hal ini disebabkan karena hasil-hasil penelitian yang dipublikasi mempunyai variasi yang cukup lebar dalam beberapa hal, termasuk didalamnya adalah perbedaan dalam lama kerja, beban kerja, jenis pakan yang digunakan, dan lingkungan tempat penelitian dilakukan. Review ini akan mencakup beberapa hasil penelitian diseluruh dunia, terutama dari negara-negara berkembang yang sampai saat ini masih bergantung pada penggunaan ternak kerja betina. Pada review ini akan dibahas pengaruh kerja pada ternak betina terhadap penggunaan pakan (konsumsi pakan dan kecernaan) dan performans produksi (produksi susu, komposisi susu, berat badan, dan fisiologi reproduksi).Kata kunci: review, ternak kerja, betina, fisiologi.
Pengaruh Pemberian Lumpur Minyak Sawit yang Difermentasi dengan Kapang Trichoderma Harzianum terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Efisiensi Pakan Babi Bali Siwitri Kadarsih; Bieng Brata; Roslin Lumbantoruan
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.1-10

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian lumpur minyak sawit yang difermentasi dengan kapang Trichoderma harzianum terhadap pertambahan bobot badan dan efisiensi pakan babi bali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. R0 (tanpa pemberian lumpur sawit), R1 (pemberian 5% lumpur sawit fermentasi), R2 (pemberian 10% lumpur sawit fermentasi), R3 (pemberian 15% lumpur sawit fermentasi), R4 (pemberian 20% lumpur sawit fermnetasi). Variabel yang diamatimeliputi pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur sawit fermentasi sangat berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan dan konsumsi pakan pada pemberian 15% lumpur sawit fermentasi, dan berpengaruh nyata terhadap konversi pakan pada pemberian 15% lumpur sawit fermentasi.Kata Kunci : Lumpur minyak Sawit, Trichoderma harzianum, pertambahan bobot badan, efisiensi pakan, babi Bali.
Metabolic Responses on Transport Stress and the Effect on Meat Characteristics (A Review) Suharyanto Suharyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.35-42

Abstract

ABSTRAKTransportasi memainkan peran penting dalam usaha peternakan dan hasil-hasil ternak dengan mendistribusikannya fari produsen ke konsumen. Akan tetapi, transportasi dari peternakan ke tempat pemotongan hewan merupakan titik riskan yang berpengaruh terhadap sifat-sifat daging yang disebabkan oleh stres transportasi. Glikogen dan glukosa pada ternak stres lebih dipacu oleh epineprin dan norepineprin. Proses glikogenolisis dan glikolisis dapat terjadi secara aerobik atau anaerobik. Jika proses anaerobik lebih dominan maka produksi asam laktat sangat tinggi dan menghasilkan daging PSE. Jika ternak mampu mempertahakan status fisiologi dalam kesetimbangan dengan menghabiskan glikogen otot dan ini menyebabkan daging DFD. Baik PSE maupun DFD merupakan daging yang berkualitas rendah, konskuensinya, produk olahan yang berasal dari keduanya juga memiliki sifat dan daya terima yang rendah. Untuk menghindari kasus-kasus tersebut maka perlu penanganan sebelum penyembelihan, yaitu dengan cara pengistirahatan yang cukup, pemberian elektrolit dan larutan gula dan lain-lain.Key words: metabolik, transportasi, stres, karakteristik daging
Palatabilitas Beberapa Hijauan Pakan pada Kelinci Hidayat Hidayat; Tris Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.11-16

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui palatabilitas beberapa hijauan pakan ternak yang banyak dijumpai sebagai pakan kelinci. Untuk mengetahui palatabilitas hijauan pakan pada kelinci dilakukan 2 (dua)tahapan percobaan, yaitu (1) pilihan pakan bebas (free choice feeding) dan (2) jumlah pakan yang dimakan secara sukarela (voluntary feed intake). Hijauan pakan yang dicoba pada tahap 1 adalah rumput Cynodon spp., Calopo (Calopogonium mucunoides), Glirisidia (Glirisidia sepium), pucuk daun ubi (Manihot utilisima), dan alang-alang (Imperata cylindrica). Tahap pertama: sepuluh ekor kelinci dewasa dikandangkan secara individu. Setiap kandang disediakan 5 jenis hijauan pakan tersebut di atas dengan jumlah yang diketahu dan tersedia tidak terbatas. Setiap hari ditimbang sisa pakan sehingga diketahui jumlah yang dikonsumsi. Konsumsi pakan per hari dikonversikan bahan kering. Untuk memenuhi kebutuhan air minum, air bersih disediakan sepanjang waktu. Pengamatan dilakukan selama 10 hari. Tahap kedua: hijauan bahan pakan yang digunakan adalah 3 (tiga) jenis hijauan pakan yang paling disukai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Latin Square Crossover Experiment dengan efek periode dan jumlah segi empat. Sembilan ekor kelinci dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap ekor dalam kelompok diberi hijauan tertentu selama 1 minggu, kemudian diberi hijauan yang lain pada minggu berikutnya dan seterusnya sampai 3 minggu. dan variabel yang diamati adalah rerata jumlah bahan kering yang dikonsumsi dengan cara seperti pada tahap pertama. Percobaan tahap pertama dengan memberikan pilihan pakan secara bebas nilai rata-rata konsumsi bahan kering per hari dari 10 ekor kelinci adalah rumput cynodon 37,493 + 1,591 g, legum calopo 17,8 + 3,5 g, daun singkong 14,5 + 1,5 g, alang-alang 12,2 + 2,9 g, dan glirisidia 9,6 + 1,4 g. Tahap kedua dengan percobaan konsumsi pakan secara sukarela dari 3 hijauanyang paling disukai pada tahap pertama menghasilkan konsumsi bahan kering rata-rata berbeda nyata antara pakan yang satu dengan yang lain. Rata-rata konsumsi bahan kering per hari masing-masing pakan adalah rumput cynodon 56,2 g, legum calopo 33,9 g, dan daun singkong 9,1 g.Kata kunci: palatabilitas, hijauan pakan, kelinci
Pengaruh Pemberian Air Nanas (Ananas cosumus) terhadap Kualitas Daging Ayam Petelur Afkir Yosi Fenita; Olfa Mega; Eva Daniati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.43-50

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air buah nanas (Ananas cosumus) terhadap kualitas daging ayam petelur afkir. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah (P0) pemberian air minum tanpa air nanas, (P1) pemberian air nanas selama satu minggu sebelum dipotong, (P2) pemberian air nanas selama dua minggusebelum dipotong, (P3) pemberian air nanas selama tiga minggu sebelum dipotong. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA), bila terdapat pengaruh yang nyata diuji dengan Duncan Multiple Range Test (Steel dan Torrie, 1993). Variabel yang diamati yaitu pH daging, keempukan daging, lemak abdominal, cooking loss, konsumsi air minum, dan uji organoleptik (warna, bau, dan rasa). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pemberian air buah nanas secara nyata (P<0,05) dapat menurunkan lemak abdominal, dan meningkatkan keempukan daging, susut masak, uji organoleptik namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH daging dan konsumsi air minum. Apabila dilihat secara kuantitatif keempukan daging dengan pemberian air buah nanas selama tiga minggu lebih baik dari kontrol.Kata kunci: air nanas, daging, kualitas, petelur afkir
Pengaruh Pembatasan Pakan di Awal Pertumbuhan pada Keseimbangan Energi dan Protein Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.17-20

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pembatasan pakan di awal pertumbuhan terhadap keseimbangan energi dan protein pada broiler umur 56 tahun. Seratus delapan puluh broiler betina didistribusikan  ke dalam empat kandang di mana masing-masing kandang terdiri dari 45 ekor broiler. Broiler diberi pakan ad libitum sebagai kontrol, dan tiga kelompok lainnya diberi pakan 75% ad libitum selama5, 10 atau 15 hari dari umur 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pakan meningkatkan persentase retensi protein sebesar 11,4% atau 13,7% pada kelompok yang dibatasi selama 5 atau 10 hari pada umur 27 hari. Pada umur 56 hari, broiler yang dibatasi selama 10 atau 15 hari meningkatkan persentase retensi protein sebesar7,6% atau 16,6%. Pada umur 27 hari, persentase retensi energi adalah48,6%, 52,0%, 52,6%, 52,2%, dan 42,8% untuk kontrol, 5, 10 atau 15 hari. Pada umur 56 hari, persentase retensi energi 44,4%, 44,4%, 46,1% dan 47,3%. Ada korelasi negatif antara FCR dengan persentase retensi protein pada umur 27 hari (r = -0,885), dan pada umur 56 hari (r = -0,845). Ada korelasi negatif antara FCR dan persentase retensi energi pad umur 27 hari (r = -0,87). Dapat disimpulkan bahwa pembatasan pakan di awal pertumbuhan selama 15 hari mampu meningkatkan efisiensi retensi energi dan protein pada umur 56 hari.Kata Kunci: Pembatasan Pakan, Keseimbangan Energi, Keseimbangan Protein, Broiler
Pengaruh Leaching terhadap Komposisi Nutrisi Bakso Itik Talang Benih Olfa Mega
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.51-56

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi nutrisi bakso itik talang benih yang dibuat dari bahan baku nikumi. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan yaitu P0 (tanpa pencucian), P1 (1 kali pencucian), P2 (2 kali pencucian) dan P3 (3 kali pencucian), masing-masing perlakuanterdiri dari 3 ulangan. Data dianalisis ragam dengan menggunakan prosedur General Linier Models (GLM) dari Statistical Analysis System (SAS) Program. Perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjut dengan Duncan Muliple Range Test (Steel dan Torrie, 1995). Hasil penelitian menunjukkan leaching (pencucian) tidak nyata (P>0,05) berpengaruhi terhadap kadar air dan kadar abu bakso tetapi nyata (P<0,05) menurunkan kadar protein dan kadar lemak, sedangkan karbohidrat meningkat pada leaching 2 kali (21,79%) dan 3 kali (21,87%). Penurunan kadar protein berturut-turut pada P1, P2 dan P3 adalah 2%; 9% dan 14%, sedangkan untuk kadar lemak turunsebanyak 1%; 29% dan 27% dibanding P0.Kata-kata kunci : komposisi nutrisi,bakso, itik talang benih, leaching
Penampilan Reproduksi Sapi Perah FH (Friesh Holland) dan Pertumbuhan Pedetnya pada Umur 1- 3 bulan (Studi Kasus di Desa Air Duku dan Desa Air Putih Kali Bandung, Selupu Rejang, Rejang Lebong, Bengkulu) Endang Sulistyowati; Emran Kuswadi; Lobis Sutarno; Gilbert Tampubolon
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.21-26

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penampilan reproduksi induk sapi perah FH dan pertumbuhan pedet persilangannya (PFH) di Desa Air Duku dan Air Putih Kali Bandung, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Data diperoleh dengan cara survey terhadap sapi perah yang sedang bunting menjelang beranak (Purposive Random Sampling) selama lima bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari performans reproduksi, sapi perah di desa Air Putih Kali Bandung lebih efisien dilihat dari angka S/C yang lebih rendah (1,87) dan EPP yang lebih pendek (66,75 hari). Namun berat lahir anak sapi perah lebih berat (38 kg) di desa Air Duku, dengan pertambahan bobot badan anak sapi umur satu bulan secara rataan lebih tinggi (0,17 kg/bln). Untuk panjang badan dan tinggi gumba pedet pada saat lahir di Air Putih Kali Bandung lebih tinggi. Korelasi yang cukup erat antara bobot badan dan ketiga ukuran tubuh (lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba) terjadi pada pedet umur satu bulan di desa Air Putih Kali Bandung, yaitu dengan korelasi sebesar 0,7. Disimpulkan bahwa penampilan reproduksi lebih efisien di desa Air Putih Kali Bandung, sementara itu pertumbuhan pedet lebih baik di desa Air Duku.Kata Kunci: Performans Reproduksi, Sapi Perah, Bengkulu
Dinamika dan Model Pengelolaan Populasi Ternak Kelinci Di Desa Karang Jaya Kabupaten Rejang Lebong Sutriono Sutriono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.57-66

Abstract

ABSTRAKPenelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi dinamika dan model pengelolaan populasi ternak kelinci di desa Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu, dari bulan Januari sampai Maret 2007. Sampel peternak kelinci diambil sebanyak 30 orang. Data yang dikumpulkan meliputi : jumlah ternak kelinci peliharaan, kelahiran, kematian, dijual, dipotong pada tahun 2006; dengan cara wawancara, pengisian daftar pertanyaan, dan pengamatan langsung di lapangan. Untuk mengetahui perkembangan populasi dan model pengelolaan populasi dilakukan simulasi dengan menggunakan program Powersim Constructor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju kenaikkan populasi ternak kelinci adalah 62,2 %per tahun atau 5,18 % per bulan, dengan angka kelahiran 46,77 %; kematian : 7,72 %; dipotong 6,57 %; dan dijual 27,30 % per bulan. Dengan menurunkan angka kematian sebesar 50 % dan populasi dipertahankan pada level 900 ekor akan meningkatkan jumlah ternak yang bisa dijual sebesar 55 %-58 % per bulan untuk periode waktu 5tahun dari 2010 sampai 2015.Kata kunci : Kelinci, populasi, dinamika, model pengelolaan

Page 1 of 1 | Total Record : 9