cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
MEREFLEKSIKAN SIFAT PATIH GAJAH MADA DALAM DIRI KONSULTAN PAJAK Puspa Ratri Prajnasari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.3.35

Abstract

Abstrak: Merefleksikan Sifat Gajah Mada dalam Diri Konsultan Pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tantangan konsultan pajak dan merefleksikan sifat Gajah Mada untuk menghadapinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan beberapa konsultan pajak sebagai informan. Penelitian ini menemukan bahwa aktualisasi sifat Gajah Mada muncul ketika konsultan pajak mengalami dilema etis. Dilema etis terjadi ketika klien ingin untuk meminimalkan beban pajak namun konsultan pajak tetap mematuhi kode etik profesinya. Berdasarkan hal tersebut, konsultan pajak diharuskan untuk memikirkan keputusan yang diambil dengan pertimabangan risiko jangka panjang dan penghargaan yang akan didapatkan. Abstract: Reflecting the Nature of Gajah Mada in Tax Consultants. This study aimed to reveal the challenges of tax consultants and reflect the nature of Gajah Mada to deal with the challenges. The method used was descriptive qualitative with several tax consultants as informants. This study found that the actualization of Gajah Mada's character emerged when the tax consultant experienced an ethical dilemma. An ethical dilemma occurs when the client wants to minimize the tax burden but they still adhered to the code of ethics of their profession. Based on this finding, they were required to think about decisions based on consideration of long-term risks and rewards.
AKTUALISASI AJARAN ISLAM DALAM PRAKTIK AKUNTANSI LINGKUNGAN Syamsuri Rahim; Sari Fatimah Mus
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.3.39

Abstract

Abstrak: Aktualisasi Ajaran Islam dalam Praktik Akuntansi Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan praktik akuntansi lingkungan berdasarkan perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah configurative-ideographic studies pada perusahaan pabrik gula di Bone. Hasil Penelitian menjelaskan bahwa perhatian lingkungan meliputi efisiensi energi dan daur ulbang limbah. Selain itu, pengelola juga memiliki tanggungjawab lingkungan berupa penggunaan energi ramah lingkungan dan kebiasaan daur ulang. Pada aspek pelaporan, pengelola memiliki komponen biaya lingkungan yang mencakup aspek manusia dan alam. Dengan menyertakan nilai tauhid, ajaran Islam menuntut manusia melestarikan lingkungan, sebagai salah satu tugas khalifah. Abstract: Actualization of Islamic Teachings in Environmental Accounting Practices. This study aimed to explain environmental accounting practices based on an Islamic perspective. The method used was configurative-ideographic studies on sugar factory companies in Bone. The results showed that environmental concerns include energy efficiency and recycling of waste. In addition, managers also had environmental responsibilities in the form of environmentally friendly energy use and recycling habits. In the reporting aspect, the manager had an environmental cost component that includes both human and natural aspects. By including the value of monotheism, Islamic teachings required humans to preserve the environment, as one of the tasks of the caliph.
BAGAIMANA KONDISI DEMOGRAFI MENJADI PENENTU MORAL PAJAK SAAT COVID-19? Agus Arianto Toly; Ivena Aurellia Gunawan; Jesselyn Marchella; Natasya Olivia
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.22

Abstract

Abstrak - Bagaimana Kondisi Demografi Menjadi Penentu Moral Pajak saat Covid-19?Tujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor demografi yang dapat mempengaruhi moral pajak di masa pandemi covid-19.Metode – Penelitian ini menggunakan regresi berganda sebagai metode. Adapun sejumlah wajib pajak di wilayah Surabaya Barat dan Timur menjadi sampel penelitian ini.Temuan Utama - Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan persepsi moral pajak dari aspek demografi saat Covid-19. Umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan menjadi pemicu moral pajak saat covid-19. Meskipun demikian, faktor sumber penghasilan dan kepercayaan tidak mampu memicu moral pajak.Implikasi Teori dan Kebijakan - Pemerintah perlu membuat sejumlah aturan yang lebih jelas mengenai insentif perpajakan. Selain itu, pemerintah juga dapat menyosialisasikan peraturan tersebut untuk meningkatkan moral pajak. Kebaruan Penelitian – Pengujian terhadap moral pajak saat covid-19 menjadi suatu kebaruan bagi penelitian ini. Abstract - How Demographic Conditions Determine Tax Morale during Covid-19?Main Purpose - This study aims to analyze demographic factors affecting tax morale during the covid-19 pandemic.Method – This study uses multiple regression as a method. Several taxpayers in the area of West and East Surabaya became the sample of this study.Main Findings – This study shows differences in tax morale perceptions from the demographic aspect during Covid-19. Age, gender, and level of education are triggers for tax morale during COVID-19. However, the source of income and trust factors are not able to trigger tax morale.Theory and Practical Implications - The government needs to make several more precise rules regarding tax incentives. In addition, the government can also socialize the regulation to increase tax morale.Novelty – Testing of tax morale during covid-19 is a novelty for this research.
RELEVANKAH TEORI STRUKTUR MODAL DI INDONESIA? Sumani Sumani; Ahmad Roziq; Daniel T H Manurung
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.2.22

Abstract

Abstrak: Relevankah Teori Struktur Modal di Indonesia? Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah relevansi teori struktur modal pada aspek optimalisasi terjadinya risiko berdasarkan pecking order theory, trade off theory, dan teori agensi. Metode yang digunakan adalah regresi berganda pada perusahaan manufaktur terbuka di Indonesia tahun 2010-2018. Penelitian ini menemukan bahwa beberapa indikator teori struktur modal tidak relevan dengan ketiga teori tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan harus menekan biaya modal, peluang bangkrut, dan biaya keagenan melalui keseimbangan pendanaan antara yang dinginkan oleh agen maupun prinsipal. Abstract: Is Capital Structure Theory Relevant to Indonesia?? The purpose of this study is to examine the relevance of capital structure theory on the aspects of optimizing risk based on pecking order theory, trade-off theory, and agency theory. The method used is multiple regression in public manufacturing companies in Indonesia in 2010-2018. This study finds that several indicators of capital structure theory are not relevant to the three theories. This shows that the company must reduce the cost of capital, bankruptcy opportunities, and agency costs through a balance of funding that is desired by agents and principals.
EARNINGS MANAGEMENT PRACTICES OF FAMILY AND NON-FAMILY ENTITIES Golrida Karyawati Purba; Veron Beatrix Umboh
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.1.05

Abstract

Abstrak - Praktik Manajemen Laba Perusahaan Keluarga dan NonkeluargaTujuan Utama - Tulisan ini bertujuan menganalis kecenderungan pemilihan praktik manajemen laba perusahaan keluarga/nonkeluargaMetode – Peneliti mengumpulkan bukti-bukti empiris atas perusahaan yang sahamnya telah tercatat pada Bursa Indonesia, setidaknya tahun 2017-2019. Model regresi logistik digunakan untuk menguji pilihan manajemen laba.Temuan Utama - Bukti empiris mengungkap bahwa mayoritas perusahaan -perusahaan di Indonesia adalah perusahaan keluarga. Lebih lanjut, studi ini membuktikan bahwa dibanding dengan perusahaan non keluarga, perusahaan keluarga lebih memilih manajemen laba akrual daripada manajemen laba ril. Akan tetapi ketika ukuran perusahaan meningkat, perusahaan keluarga mulai beralih kepada pilihan manajemen laba ril.Implikasi Teori dan Kebijakan – Hasil pengujian mendukung bahwa teori socioemotional wealth menjelaskan dengan baik praktik manajemen laba dari bisnis keluarga dan nonkeluarga. Hasil studi bermanfaat bagi auditor dalam menilai risiko salah saji laporan keuangan.Kebaharuan Penelitian - Sejauh diketahui penulis riset mengenai pilihan manajemen laba belum dilakukan di negara-negara berkembang yang didominasi oleh perusahaan keluarga.                                                          Abstract - Earnings Management Practices of Family and Non-Family EntitiesMain Purpose - This study aims to analyze earnings management preference conducted by family /non-family entities. Method - The study uses logistic regression as a method. The samples are companies whose shares have been listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2019.Main Findings - The findings reveal that most companies in Indonesia are family entities. Furthermore, this study proves that accrual earnings management practices are preferred by family entities compare to non-family entities. However, as size is increased, the family entities increasingly shift to real earnings management. Theory and Practical Implications - This study suggests that the socio-emotional wealth theory explains well the earnings management practice preferences of family entities and non-family entities. The results of this study are important for the auditor in assessing the risk of misstatement in financial statements.Novelty - As far as the authors are concerned, a study on earnings management preferences has not been conducted in developing countries dominated by family entities.
ISLAMIC VALUES IN ACCOUNTING INFORMATION GOVERNANCE OF THIRD-SECTOR ORGANISATION Meirna Puspita Permatasari; Iwan Triyuwono; Aji Dedi Mulawarman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.1.01

Abstract

Abstrak – Nilai Islam dalam Tata Kelola Informasi Akuntansi Lembaga Sektor KetigaTujuan Utama – Penelitian ini berupaya untuk mengungkapkan bagaimana nilai Islam berada di dalam tata kelola informasi akuntansi lembaga sektor ketiga (LSK) untuk mendukung keadilan sosialMetode – Penelitian ini menggunakan etnografi Islam sebagai metode. Sejumlah pengurus dari lembaga sektor ketiga menjadi objek dalam penelitian ini.Temuan Utama – Nilai-nilai Islam yang terdiri atas amanah, keadilan, dan kebajikan menjadi prinsip, kebijakan dan landasan dalam proses informasi akuntansi untuk mewujudukan keadilan sosial. Setiap informasi akuntansi mencakup masalah keuangan dan non keuangan. Hal tersebut dipersepsikan sebagai amanah yang harus dijaga dan disampaikan kepada penerima yang berhak sesuai dengan ajaran Islam.Implikasi Teori dan Kebijakan – Nilai Islam dapat mengonstruksi kerangka tata kelola informasi akuntansi dalam LSK untuk menjalankan akuntabilitas holistik dan berkeadilan. Nilai ini dapat digunakan oleh LSK berbasis Islam untuk mengembangkan praktik tata kelola informasi akuntansi.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menjembatani kesenjangan terkait wujud nilai keadilan Islam melalui praktik tata kelola informasi akuntansi lembaga sektor ketiga. Abstract – Islamic Values in Accounting Information Governance of Third-Sector OrganisationMain Purpose – This research seeks to shed light on how Islamic values prevail in accounting information governance of Third Sector Organisation (TSO) to promote social justice.Method - This study employed Islamic ethnography as method. A number of administrators from TSO became the main informants. Main Findings - Islamic values of amanah (trust), ‘adl (justice) and ihsan (benevolence) prevail in the principles, policies and throughout the process of accounting information to promote social justice. Accounting information encompasses both financial and nonfinancial matters. It is perceived as amanah that must be preserved and delivered to its rightful beneficiaries in accordance with Islamic teachings.Theory and Practical Implications – Islamic values can construct accounting information governance framework of TSOs to discharge holistic accountability. It can be used by Islamic TSOs to develop the practice on accounting information governance.Novelty – This study adresses gap regarding manifestation of Islamic values through TSOs’ accounting information governance in practice.  
ABU ZAHRAH’S MAQASID SHARIA MODEL AS A PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM Muhammad Syafii Antonio; Sugiyarti Fatma Laela; Thuba Jazil
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.3.30

Abstract

Abstrak: Maqasid Syariah Abu Zahra sebagai Model Pengukuran Kinerja. Penelitian ini berupaya untuk menganalisis model Maqasid Syariah Abu Zahrah sebagai sistem pengukuran kinerja dan menggunakannya untuk mengevaluasi kinerja bank syariah. Metode yang digunakan adalah kombinasi tinjauan pustaka dan survei terhadap 97 bank Syariah di Indonesia. Penelitian ini menemukan tiga dimensi maqasid shariah, yaitu pendidikan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa secara umum bank syariah belum mencapai kinerja maqasid syariah secara optimal. Dimensi pendidikan masih memiliki kinerja paling rendah dibandingkan kedua dimensi lainnya. Abstract: Abu Zahrah’s  Maqasid Sharia Model as a Performance Measurement System. This study try to analyze the Abu Zahrah’s maqasid sharia model as a performance measurement system and use it to evaluate the performance of Islamic banks. The method used is a combination of a literature review and a survey of 97 Islamic banks in Indonesia. This study finds three dimensions of maqasid sharia. These are education, justice and community welfare. However, this study also finds that in general, Islamic banks have not yet achieved optimal maqasid sharia performance. The education dimension still has the lowest performance compared to the other two dimensions.
MENELISIK LIKA-LIKU MODUS MANIPULASI KREDIT DALAM PERBANKAN Anang Suwitoyo; Tarjo Tarjo; Alexander Anggono
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.26

Abstract

Abstrak - Menelisik Lika-Liku Modus Manipulasi Kredit dalam PerbankanTujuan Utama - Penelitian ini berupaya menelaah modus kecurangan pemberian kredit perbankan melalui efektivitas peran audit internal.Metode – Penelitian ini menggunakan studi kasus sebagai metode untuk mendeskripsikan pola-pola kecurangan kredit. Sejumlah pihak yang terlibat dalam operasional perbankan menjadi informan pada penelitian ini.Temuan Utama - Modus kecurangan seperti kredit fiktif, pelunasan kredit yang tidak dilunaskan, dan mark-up pemberian kredit menjadi temuan auditor. Pelaku memanfaatkan kesempatan memanipulasi dokumen kredit debitur. Selain itu, pelaku juga mark up plafon pemberian kredit dan pembayaran cicilan kredit yang tidak dilunaskan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Audit internal perlu dilakukan untuk meminimalisit modus kecurangan. Selain itu, rotasi karyawan sangat diperlukan sesuai rekomendasi auditor internal.Kebaruan Penelitian – Investigasi atas modus manipulasi kredit menjadi kebaruan dalam penelitian ini, khususnya dalam bidang kecurangan akuntansi. Abstract - Examining the Twists and Turns of Credit Manipulation Mode in BankingMain Purpose - This study seeks to examine the fraudulent lending model in banking through the effectiveness of the role of internal audit.Method – This study uses a case study as a method to describe patterns of credit fraud. Some parties involved in banking operations became informants in this study.Main Findings - Fraud modes such as fictitious credit, unpaid credit repayments, and credit mark-ups were found by the auditors. Perpetrators take advantage of the opportunity to manipulate debtor credit documents. In addition, the perpetrators also mark up the credit limit and payment of unpaid credit installments.Theory and Practical Implications – Internal audits need to be carried out to minimize fraud modes. In addition, employee rotation is essential according to the recommendations of the internal auditors.Novelty – Investigation of credit manipulation mode is a novelty in this study, particularly in the field of accounting fraud.
HISTORISITAS FILOSOFIS KONSEP PEMAJAKAN DIVIDEN PADA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA Made Sudarma; I Nyoman Darmayasa
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.18

Abstract

Abstrak - Historisitas Filosofis Konsep Pemajakan Dividen Pada Undang-Undang Cipta Kerja Tujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri historisitas filosofis konsep pemajakan dividen pada undang-undang cipta kerja.Metode - Historisitas merupakan metode penelusuran filosofis yang komprehensif terhadap konsep pemajakan dividen dari naskah akademis hingga perilaku wajib pajak. Penggalian data dilakukan dengan mewawancarai peneliti dan akademisi perpajakan.Temuan Utama – Hasil penelusuran historisitas memberikan gambaran adanya lompatan perubahan konsep pemajakan dividen dari classical system menuju one-tier system. Pergeseran kebijakan pemajakan dividen belum dilengkapi dengan naskah akademis yang komprehensif. Konsep pemajakan dividen pada undang-undang cipta kerja tidak serta merta menghilangkan praktik akuntansi kreatif.Implikasi Teori dan Kebijakan – Loncatan konsep pemungutan pajak dividen berimplikasi pada aspek psikologis perilaku kreatif wajib pajak. Pengawasan praktik akuntansi kreatif wajib pajak diperlukan melalui kebijakan yang humanis.Kebaruan Penelitian – Penelusuran historisitas konsep pemajakan dividen pada undang-undang cipta kerja merupakan kebaruan pada penelitian ini. Abstract - Historical Philosophical of Dividend Taxation Concept in Job Creation ActMain Purpose - This research aims to explore the philosophical historicity of dividend taxation in the job creation act.Method - Historically is a comprehensive philosophical method of tracing dividend taxation. The data is obtained by interviewing tax researchers and academics.Main Findings - The results of historicity tracing provide an overview of the change in the concept of dividend taxation from the classical system to the one-tier system. A comprehensive academic text has not accompanied the shift in dividend taxation policy. The dividend taxation concept in the job creation act does not automatically avoid creative accounting practice. Theory and Practical Implications - The leap of the concept of dividend tax collection has implications for the psychological aspects of the taxpayer's creative behavior. It is necessary to supervise the taxpayer's creative accounting practices through humanist policies.Novelty - Tracing the historicity of dividend taxation in the job creation act is a novelty in this research.
APAKAH GEMBA KAIZEN MAMPU MENINGKATKAN KINERJA NONKEUANGAN PERGURUAN TINGGI? Muhammad Zamzami; Novita Novita
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.1.12

Abstract

Abstrak - Apakah Gemba Kaizen Mampu Meningkatkan Kinerja Nonkeuangan Perguruan Tinggi?Tujuan Utama - Penelitian ini untuk melihat pengaruh Gemba kaizen dalam meningkatkan kinerja nonkeuangan, yaitu sistem manajemen mutu pendidikan tinggi dan kualitas layanan pada perguruan tinggi.Metode - Penelitian ini menggunakan Partial Least Square sebagai metode. Sampel penelitian terdiri dari 400 mahasiswa pada beberapa perguruan tinggi.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa Gemba kaizen dapat meningkatkan kinerja nonkeuangan perguruan tinggi. Jika perguruan tinggi mengimplementasikan konsep Gemba kaizen maka perguruan tinggi juga meningkatkan sistem manajemen mutu. Peningkatan kinerja dapat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, sampai dengan pencapaian.Implikasi Teori dan Kebijakan – Pengelola perguruan tinggi dituntut untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dengan mengimplementasikan konsep Gemba kaizen pada aktivitas operasionalnya. Selain itu, pengelola perguruan tinggi dapat terus meningkatkan kinerja nonkeuangan agar visi dan misi dapat perguruan tinggi tercapai.Kebaruan Penelitian - Kebaruan penelitian ini terlihat pada dampak implementasi Gemba kaizen dalam meningkatkan kinerja nonkeuangan perguruan tinggi. Abstract - Can Gemba Kaizen Improve Non-financial Performance in Higher Education?Main Purpose - This study was to see the effect of Gemba kaizen in improving non-financial performance, namely the quality management system of higher education and service quality in universities.Method - This study used Partial Least Square as a method. The research sample consisted of 400 students at several universities.Main Findings - This study found that Gemba kaizen can improve non-financial performance. If the higher education managers implement this concept, the institutions also improve the quality management system. Performance improvement can be started by planning, implementing, evaluating, controlling until achieving.Theory and Practical Implications - Higher education managers must make continuous improvements by implementing the concept of Gemba kaizen in their operational activities. In addition, tertiary institutions can continue to improve non-financial performance so that the university's vision and mission can be achieved.Novelty - The novelty of this study is seen in the impact of implementing Gemba kaizen in improving non-financial performance in higher education.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue