cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
DIALEKTIKA RISET AKUNTANSI DALAM PERSPEKTIF JAZZ Muhammad Ichsan; Lilik Purwanti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.14

Abstract

Abstrak - Dialektika Riset Akuntansi dalam Perspektif JazzTujuan Utama -  Artikel ini berupaya menunjukkan potensi musik jazz sebagai metodologi dalam riset akuntansi.Metode – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Seorang penulis buku metodologi riset akuntansi dan musisi jazz menjadi informan penelitian ini.Temuan Utama – Penelitian menunjukkan bahwa musik jazz dapat diabstraksi dan diturunkan menjadi metodologi melalui penggunaan metafora yang dibagi menjadi tiga elemen kunci yaitu  proses, dimensi, dan tujuan. Metodologi musik jazz (MMJ) dapat digunakan pada ranah riset akuntansi emansipatoris untuk mengkonstruksi konsep akuntansi yang mengedepankan keberagaman dan mendorong keunikan. Selain itu MMJ memiliki nilai spiritual dan pendekatan yang holistik.  Implikasi Teori dan Kebijakan – Implementasi MMJ menempatkan manusia sebagai makhluk yang senantiasa mendambakan keindahan hakiki dalam bentuk keadilan dan keseimbangan. Jazz dapat dipahami sebagai sebuah cara pandang terhadap berbagai realitas kehidupan termasuk akuntansi.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini melihat diskursus akuntansi melalui perspektif musik. Abstract - Dialectics of Accounting Research in Jazz PerspectiveMain Purpose - This article attempts to demonstrate the potential of jazz as a methodology in accounting research.Method - This study used a descriptive qualitative method. An author of accounting research methodology books and jazz practitioners were the informants of this research.Main Findings – This study showed that jazz could be abstracted and derived into a methodology through metaphors divided into three key elements, namely process,  dimensions, and objectives. Jazz music methodology (MMJ) can be used in emancipatory accounting research to construct accounting concepts that promote diversity and encourage uniqueness. In addition, MMJ has spiritual values and a holistic approach.Theory and Practical Implications - The implementation of MMJ places humans as creatures who always crave beauty in the form of justice and balance. Jazz can be understood as a way of thinking about various realities of life, including accounting. Novelty - This study portrays accounting discourses through a musical perspective.
MEMBANGUN CITRA POSITIF PERUSAHAAN MELALUI PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN Aditya Pandu Wicaksono; Rizky Windar Amelia; Desi Zulvina; Wulan Suci Rachmadani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.1.02

Abstract

Abstrak - Membangun Citra Positif Perusahaan melalui Pengungkapan LingkunganTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pengungkapan  lingkungan  berdasarkan pada tiga skenario penelitian yaitu kepemilikan pemerintah, asing, dan operasi internasional.Metode - Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan membandingkan frekuensi pengungkapan lingkungan perusahaan di Indonesia. Tingkat pengungkapan lingkungan diukur menggunakan kategori dari GRI.Temuan Utama - Penelitian ini menemukan bahwa adanya kepemilikan pemerintah mendorong pengungkapan pada aspek lingkungan tertentu terutama pada aspek yang memberikan dampak citra positif perusahaan. Perusahaan dengan kepemilikan asing mengungkapkan aspek lingkungan lebih banyak daripada yang tidak. Perusahaan dengan operasi internasional mengungkapkan aspek lingkungan lebih banyak karena perusahaan memiliki ruang lingkup stakeholder yang lebih luas.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penelitian ini memberikan fakta bahwa ruang lingkup stakeholder yang luas menghasilkan pengungkapan lingkungan lebih banyak. Perusahaan perlu untuk memahami kategori pengungkapan yang diminta stakeholder. Kebaruan Penelitian - Penelitian ini menggunakan tiga skenario penelitian mengenai pengungkapan lingkungan.                                                                        Abstract - Building Corporate Positive Image through Environmental DisclosureMain Purpose - This research was conducted to compare environmental disclosure level according to three scenarios namely government ownership, foreign ownership, and international operation.Method - This research applied qualitative descriptive method by comparing the frequency of environmental disclosure of Indonesian companies. The level of environmental disclosure was measured using GRI categories.Main Findings - This research found that companies having government ownership disclosed more aspect than the other one especially positive-image-generated aspects. Companies with foreign ownership have the higher frequency in almost all environmental disclosure aspects than others. Internationally operation companies disclosed more environmental aspect because of the broader scope of companies’ stakeholders.Theory and Practical Implications - This research provided the fact that broader scope of stakeholders resulted more aspects disclosed by companies. Companies need to understand the category(es) that demanded by stakeholders.Novelty – This research used three research scenarios about environmental disclosure.
VERACITY DALAM PELAPORAN NONKEUANGAN PROYEK KOMUNITAS Elok Heniwati; Helisa Noviarty; Rusliyawati Rusliyawati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.3.36

Abstract

Abstrak: Veracity dalam Pelaporan Nonkeuangan Proyek Komunitas. Penelitian ini berupaya untuk mengevaluasi realitas pengungkapan tentang pelibatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah semiotika Greimas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa perusahaan saja yang melaporkan keterlibatannya pada proyek-proyek komunitas. Sebagian besar laporan menyajian rincian tentang amal kebajikan secara detil, yang secara ontologi dipertimbangkan sebagai meragukan dan tidak nyata. Oleh karena itu, keterlibatan manajemen puncak sangat penting dalam menyiapkan laporan sosial untuk memastikan kualitas dan keandalannya. Selain itu, auditor perlu meningkatkan kredibilitas laporan sosial dan lingkungan khususnya terkait dengan keabsahan informasi nonkeuangan. Abstract: Veracity in Community Project Non-financial Reporting. This study sought to evaluate the reality of disclosure about community involvement. The method used was Greimas semiotics. The results showed that only a few companies reported their involvement in community projects. Most of the reports provided details about good deeds in detail, which was ontologically considered dubious and unreal. Therefore, the involvement of top management was very important in preparing social reports to ensure their quality and reliability. In addition, auditors needed to increase the credibility of social and environmental reports, especially in relation to the validity of non-financial information.
SPIRIT KEARIFAN LOKAL BALI DALAM AKUNTABILITAS DESA ADAT Cokorda Gde Bayu Putra; Ni Ketut Muliati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.3.32

Abstract

Abstrak: Spirit Kearifan Lokal Bali dalam Akuntabilitas Desa Adat. Penelitian ini mencoba mengungkap dan menggali makna pelaksanaan akuntabilitas keuangan desa adat dengan spirit kearifan lokal Bali. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi yang berusaha mengungkap cara pandang prajuru atau pengurus dalam menerapkan praktik akuntabilitas keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik akuntabilitas dilakukan secara terbuka pada saat rapat desa. Praktik akuntabilitas yang dijalankan oleh prajuru tersebut dipengaruhi oleh falsafah tri hita karana. Akuntabilitas bernilai parahyangan, pawongan, dan palemahan merupakan bentuk harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungannya. Abstract: The Spirit of Balinese Local Wisdom in Traditional Villages Accountability. This study tried to reveal the meaning of financial accountability practices in traditional villages with the spirit of Balinese local wisdom. This study used a phenomenological method which attempts to reveal the perspective of the prajuru (financial accountability manager). The results showed that accountability was practised openly during village meetings. The accountability practice carried out by the prajuru is influenced by the tri hita karana philosophy. Accountability with the values of parahyangan, pawongan, and palemahan was a form of harmonization of human relations with God, fellow humans, and the natural environment.
COST [IN]EFFICIENCY DI BALIK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Sri Rahayu; Yudi Yudi; Rahayu Rahayu; Novrida Qudsi Lutfillah; Dian Purnama Sari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.20

Abstract

Abstrak - Cost [In]Efficiency di balik Kebakaran Hutan dan LahanTujuan Utama - Penelitian ini  bertujuan mengungkap realitas akuntansi dari persepsi masyarakat tentang penyebab dibalik terjadinya bencana berulang setiap musim kemarau.Metode - Data diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat Jambi yang terdampak langsung bencana, pengamatan dan telaah dokumen. Kearifan lokal Jambi “merun” atau “muhun” digunakan sebagai alat analisis data.Temuan Utama - Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat menjadikan efisiensi biaya pembukaan lahan besar-besaran dibalik bencana ini. Bencana berdampak pada ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan. Budaya lokal masyarakat yang sangat menghargai alam ikut terkiki.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penindakan tegas terhadap oknum dibalik terjadinya kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan. Selain itu, akuntabilitas yang dibangun bukan hanya bersifat kalkulatif, tetapi menuju akuntabilitas holistik. Kebaruan Penelitian – Penyelidikan atas efisiensi biaya menjadi kebaruan atas penelitian ini. Abstract - Cost [In]Efficiency on Forest and Land FiresMain Purpose - This study aimed to reveal the accounting reality of people's perceptions about the causes behind repeated disasters every dry season.Method - The data were obtained from interviews with the Jambi community directly affected by the disaster, observations and document reviews. Jambi local wisdom “merun” or “muhun” was used as a data analysis tool.Main Findings – This study showed that most communities made the cost efficiency of the large-scale land clearing behind this disaster. Disasters had an impact on the economy, society, health and education. Farmers and the local culture of the people who respect nature were also being eroded.Theory and Practical Implications - Strict action against the person behind the occurrence of forest and land fires must be carried out. In addition, the accountability that was built was not only calculative but led to holistic accountability.Novelty - The investigation of cost efficiency was the novelty of this research.
AKUNTABILITAS BERBASIS AMANAH PADA PONDOK PESANTREN Abdul Gafur; Rais Abdullah; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.1.06

Abstract

Abstrak - Akuntabilitas Berbasis Amanah pada Pondok PesantrenTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi konsep akuntabilitas pondok pesantren berdasarkan perspektif amanah.Metode - Penelitian ini menggunakan studi kasus tunggal pada sebuah pondok pesantren. Beberapa pengurus pondok pesantren dan santri menjadi informan untuk mengonstruksi konsep akuntabilitas.Temuan Utama - Penelitian ini memformulasikan akuntabilitas berbasis amanah. Formulasi tersebut mengandung nilai religius dan spiritual. Akuntabilitas ini didefinisikan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang berorientasi kepada Tuhan untuk menciptakan dan mendistribusikan kesejahteraan dan nilai tambah bagi santri, pengasuh, pengelola, masyarakat, dan alam sekitar.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penelitian ini berhasil mengintegrasikan data empiris akuntabilitas dengan konsep amanah dalam shariah enterprise theory. Konsep akuntabilitas berbasis amanah dapat ditransfer menjadi praktik akuntabilitas pada berbagai organisasi berbasis syariah.Kebaruan Penelitian - Akuntabilitas berbasis amanah merupakan konsep baru sebagai kekhasan pondok pesantren. Abstract - Trust-Based Accountability in Islamic Boarding SchoolsMain Purpose - This study aims to construct a boarding school accountability concept based on a mandate perspective.Method - This study uses a single case study in an Islamic boarding school. Several boarders of Islamic boarding schools and students became informants in constructing the concept of accountability.Main Findings - This study formulates trust-based accountability. This formulation contains religious and spiritual values. Accountability is defined as a form of accountability oriented to God to create and distribute welfare and added value to students, caregivers, managers, society, and the surrounding environment.Theory and Practical Implications - This study succeeded in integrating empirical data on accountability with the concept of trust in shariah enterprise theory. The concept of trust-based accountability can be transferred to accountability practices in various sharia-based organisations.Novelty - Trust-based accountability is a new concept as a peculiarity of Islamic boarding school.
DILEMA ETIS AUDITOR DAN AJARAN KARMA PALA Ni Wayan Meilawathi; Erina Sudaryati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.1.08

Abstract

Abstrak - Dilema Etis Auditor dan Ajaran Karma PalaTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dilema etis yang dialami auditor dari sudut pandang karma pala (keyakinan bahwa semua perbuatan telah dilakukan dengan baik, maka akan mendatangkan hasil yang baik).Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus ideografis-konfiguratif. Seorang auditor senior dan pemangku pura menjadi informan dalam penelitian ini.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa auditor mengalami dilema etis saat terjadi terjadi perbedaan pendapat dengan klien. Auditor harus melakukan diskusi dengan klien untuk mengetahui argumentasi dari sisinya. Selain itu, auditor juga harus mengambil solusi terbaik.Implikasi Teori dan Kebijakan - Dilema etis auditor tersebut dapat diatasi dengan penerapan ajaran karma pala dalam pengambilan keputusan etis auditor. Implikasinya, auditor selayaknya berhati-hati dalam mengambil keputusan etis agar dapat terhindar dari karma buruk di masa mendatang.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini mempelajari lebih jauh pemikiran karma pala dan kaitannya dengan dilema etis auditor. Abstract - Auditor's Ethical Dilemma and Karma Pala TeachingsMain Purpose - This study aims to determine the ethical dilemmas experienced by auditor from the perspective of karma pala (the belief that all actions have been done well, it will bring good results).Method - This study uses ideographic-configurative case study approach. A senior auditor and temple stakeholders become the informants.Main Findings - This study finds that the auditor experience ethical dilemmas when there are differences of opinion with client. The auditor must discuss with the client to find out the arguments from his side. In addition, auditor must also take the best solution.Theory and Practical Implications - The ethical dilemma can be resolved by applying the teachings of karma pala in making auditor' ethical decisions. The implication, auditor should be careful in making ethical decisions to avoid bad karma in the future.Novelty - This research examines karma pala perspective and its relation to the ethical dilemma of auditor.
RIBA VERSUS SEDEKAH SEBAGAI KONSIDERAN TAZKIYAH AKUNTANSI DAN BISNIS Ahmad Djalaluddin; Dewi Mumpuni
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.3.27

Abstract

Abstrak: Riba versus Sedekah sebagai Konsideran Tazkiyah Akuntansi dan Bisnis. Penelitian ini mengungkap konflik antara sedekah versus riba dalam meraih falah (sejahtera). Penelitian ini menggunakan metode al-huda al-minhaji atas Al-Baqarah 276, yang memadukan qauliyah (normatif) dan kauniyah (empiris). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba bukanlah jalan sejahtera. Riba tak memenuhi syarat sebagai sumber kepemilikan syar`i sehingga tasharruf (tindakan) atas hasil riba menjadi tak bernilai. Fenomena empiris menunjukkan hilangnya sumber daya pelaku riba. Adapun sedekah, secara qauliyah dipandang sebagai instrumen yang konsisten dalam sirkulasi harta untuk membangun falah. Sedekah mampu menjaga kesinambungan bisnis yang bebas riba.                                                                                                                               Abstract: Riba versus Shadaqa as Tazkiya Preamble of Accounting and Business. This study reveals conflicts between shadaqa and riba in achieving prosperity. The method used is al-huda al-minhaji, which combined the normative and empirical aspect from Al-Baqarah: 276. The results show that riba isn’t a way of prosperity and didn’t fulfil the qualifications of ownership source in Islam. Therefore all tasharruf thereon become worthless in the world and hereafter. An empirical phenomenon shows that there’s a loss of usurer’s resources. Shadaqa, based on normative aspect, can be seen as a consistent instrument in the assets circulation to build prosperity. It can maintain a free from riba business continuity.
MENGGAGAS PENERAPAN KODE ETIK AKUNTAN PUBLIK DALAM BUDAYA BUGIS Romy Nugraha
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.24

Abstract

Abstrak - Menggagas Penerapan Kode Etik Akuntan Publik dalam Budaya BugisTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan menggagas penerapan kode etik akuntan publik dengan berlandaskan nilai kehidupan manusia Bugis.Metode - Penelitian ini menggunakan metode analisis nilai budaya Bugis. Wawancara terhadap auditor dan pengamat budaya dilakukan untuk memperkuat analisis budaya.                                                     Temuan Utama - Penelitian ini menjelaskan bahwa perpaduan nilai kehidupan lempu, getteng, warani dan acca dapat memperkukuh auditor dalam memegang prinsip kode etik. Selain itu, nilai siri’ membuat auditor bersikap professional. Terdapat pula nilai reso’ yang berfungsi meningkatkan motivasi auditor dalam bekerja.Implikasi Teori dan Kebijakan – Nilai kehidupan manusia bugis akan menjunjung tinggi penerapan kode etik akuntan publik. Implikasinya kode etik akan dipandang sebagai tanggung jawab moral pribadi yang melekat sebagai jiwa dalam diri seorang akuntan publik.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini mengkaji penerapan kode etik melalui persepsi kebudayaan bugis. Abstract - Public Accountant Code of Ethics Implementation in Bugis CultureMain Purpose - This study aims to implement a code of ethics for public accountants based on Bugis culture.Methods - This study uses the method of analyzing Bugis cultural values. Interviews with auditors and cultural observers were conducted to strengthen the cultural analysis.Main Findings - This study explains that the combination of the values of “lempu,” “getting,” “warani,” and “acca” can strengthen auditors in adhering to the principles of the code of ethics. In addition, the “siri'” value makes the auditor behave professionally. There is also a “'reso'” value that increases the auditor's motivation at work.Theory and Practical Implications - The value of Bugis human life will uphold the code of ethics for public accountants. The implication is that the code of ethics will be seen as a personal moral responsibility inherent as the soul of a public accountant.Novelty - This study examines the application of the code of ethics through the perception of Bugis culture.
MENUJU BANK SYARIAH YANG LEBIH ADIL, MUNGKINKAH? Hasan Mukhibad; Prabowo Yudo Jayanto; Ahmad Nurkhin
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.15

Abstract

Abstrak: Menuju Bank Syariah yang Lebih Adil, Mungkinkah?Tujuan Utama - Penelitian ini berupaya untuk menelaah apakah bank syariah telah memenuhi prinsip keadilan.Metode – Penelitian ini menggunakan regresi data panel sebagai metode. Adapun sampel penelitian adalah 12 bank umum syariah dengan pengamatan selama 11 tahun (2009 sampai 2019).Temuan Utama – Produk bagi hasil tabungan dan deposito syariah telah sesuai dengan prinsip keadilan. Selain itu, pengeluaran zakat bank telah sesuai dengan prinsip keadilan karena besarannya ditentukan berdasarkan pendapatan atau laba bank. Meskipun demikian, beberapa transaksi terkait remunerasi belum berjalan dengan prinsip keadilan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Regulator perlu mengevaluasi kinerja bank syariah berdasarkan prinsip keadilan. Selain itu, pihak manajemen bank dapat mengambil kebijakan yang mengarah pada pemenuhan prinsip keadilan, khususnya pada aspek penggajian dan tunjangan.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini merumuskan pengukuran prinsip keadilan pada bank syariah. Abstract -  Towards a Fairer Islamic Bank, Is It Possible?Main Purpose - This study seeks to examine whether Islamic banks have met the principles of justice as measured.Method – This study uses panel data regression as a method. The research sample is 12 Islamic commercial banks with observations for 11 years (2009 to 2019).Main Findings – Profit-sharing products for sharia savings and time deposits are by the principles of justice. In addition, the bank's zakat expenditure is by the principle of justice because the amount is determined based on the bank's income or profit. However, several transactions related to remuneration have not been carried out with the principle of justice.Theory and Practical Implications – Regulators, need to evaluate the performance of Islamic banks based on the principles of justice. In addition, the bank's management can take policies that lead to the fulfillment of the principles of justice, especially in salary and benefits.Novelty - This research formulates the measurement of the principle of justice in Islamic banks.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue