cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2011)" : 12 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Budiada, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari adversity quotient. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukasada, semester  2 tahun pelajaran 2010/2011. Jumlah sampel 80 siswa yang  terdiri dari dua kelas kelompok kontrol dan dua kelas kelompok eksperimen. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Post test Only Control Group Design, dan sebagai desain analisisnya adalah analisis varians dua jalur (ANAVA AB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (Fh  =  6,011   >  Ft  =  3,96) pada taraf signifikansi 0,05, nilai rata-rata hasil belajar kimia yang diperoleh oleh kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio sebesar  68,77  dan rata-rata nilai hasil belajar kimia kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 64,83, hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih baik dari hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar kimia siswa yang memiliki adversity quotient tinggi dan siswa yang memiliki adversity quotient rendah, FB hitung =  19,973, sedangkan F tabel pada  dbB = 1 dan db dalam =  76 pada taraf signifikansi 0,05  =  3,96; (3)Terdapat  interaksi antara model pembelajaran dan adversity quotient dalam mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia, harga FAB hitung =  11,031, > dari Ftabel = 3,96); (4) Pada kelompok siswa yang memiliki adversity quotient tinggi,   hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih tinggi dari pada  siswa yang mengikuti model   pembelajaran   konvensional. Dengan   menggunakan uji  t-Scheffe,       nilai (t hitung = 4,083   >   t tabel = 1,671);  (5)  Pada kelompok siswa yang memiliki adversity quotient rendah,   hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih rendah dari pada  siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t-Scheffe, (t hitung = 0,614  <   t tabel = 1,671).
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OBSERVASIONAL BANDURA TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR BOLA BASKET DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOORDINASI MATA DAN TANGAN (STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER III JURUSAN PENJASKESREK FOK UNDIKSHA TAHUN AKADEMIK 2009/2010) Dharmadi, Made Agus
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran observasional Bandura terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan mahasiswa semester III jurusan Penjaskesrek, FOK Undiksha. Rancangan penelitian menggunakan posttest only control group design. Sampel 96 orang, terdiri dari 48 orang kelompok eksperimen dan 48 orang kelompok kontrol yang dipilih secara random. Data dianalisis   menggunakan  analisis   varians   (ANAVA)  dua  jalur  dan  dilanjutkan  dengan  uji  t-Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar bola basket yang signifikan antara model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional (FA = 11,647; p<0,05), dimana hasil belajar teknik dasar bola basket pada mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan koordinasi  mata dan tangan terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket (FAB=60,884;p<0,05), (3) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang belajar melalui model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, dimana untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura lebih baik hasil belajar teknik dasar bola basketnya dibandingkan dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 7,292;p<0,05), (4) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, dimana untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah  yang mengikuti model pembelajaran konvensional lebih baik  hasil belajar teknik dasar bola basketnya dibandingkan dengan yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura (thitung = 3,105;p<0,05). Dari hasil temuan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran observasional Bandura berpengaruh terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KECEMASAN SISWA TERHADAP SEKOLAH PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR TAHUN AJARAN 2010/2011 Darti, Ni Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui aspek-aspek dan indikator kecemasan  siswa terhadap sekolah, untuk menyusun  blue print teoretik pengembangan instrumen  kecemasan  siswa terhadap sekolah, dan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas  instrumen kecemasan siswa terhadap sekolah pada siswa kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan ( Development Research). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di Kota Denpasar. Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel adalah menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis faktor. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) melalui validitas isi dengan melibatkan dua pakar diperoleh indeks validitas = 0,981,  (2) melalui uji coba terbatas diperoleh 101 butir yang valid sedangkan 5 butir gugur, karena dipakai 100 maka butir yang memiliki koefisien validitas terkecil digugurkan, (3) melalui uji penskalaan diperoleh 60 butir yang memenuhi syarat kontinum skala model likert, (4) uji validitas butir  dengan menggunakan rumus product moment taraf signifikan 1 % diperoleh 57 butir yang valid, (5) uji validitas konstruk menggunakan analisis faktor dengan tipe konfirmatori, banyak terdapat butir yang tidak cocok dengan faktor atau indikator yang ditetapkan semula. Dari analisis faktor yang dilakukan hanya terdapat 12 butir instrumen yang sesuai dengan indikator yang ditetapkan, (6) untuk menafsirkan skor yang diperoleh siswa dihitung dengan skala persentil, dengan menentukan 5 titik persentil sebagai pembatas kategori kecemasan siswa, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah. Dalam penormaan menggunakan acuan norma lokal, yaitu kelompok siswa SD kelas VI yang ada di Kota Denpasar. Kata kunci:  pengembangan instrumen, kecemasan siswa   ABSTRACT   This study aimed at finding out the aspects and indicators of student’school anxiety at the sixth grade of primary school, drafting a theoretical blue print for a student’s school anxiety instrument development for the sixth graders and finding out the levels of validity and reliability of the student’s school  anxiety instrument for the sixth graders of primary schools. This study belonged to the developmental research. The population consisted of the sixth graders of primary schools in the municipality of Denpasar. The sampling was carried out by using the multistage random sampling technique in which the sample was drawn stage by stage in a random manner. The data were collected with questionnaire and analyzed with factor analysis. The results showed that (1) the content validity testing by two experts yielded a validity index of 0.981, (2) a limited try-out resulted in 101 valid items while 5 items failed (since 100 items were used, the items the smallest validity coefficient were discarded), (3) a scale test produced 60 items that met Likert model scale continuum, (4) the item validity testing with product moment formulae at 1 % level of significance yielded 57 valid items, (5) construct validity testing with factor analysis of confirmatory type showed that many items did not fit in the factor or the predetermined indicator. From the factor analysis that was done only 12 items of the questionnaire that fit in the determined factor, and (6) to interpret the scores achieved by the students a percentile scale was used, by determining 5 percentile points as the student’s anxiety category borders,i.e., very high, high, medium, low, and very low. In normalization, the local norm, in which the sixth graders of primary schools in the municipality of Denpasar, was used. Key words : instrument development, student’s anxiety
Pengaruh Pelatihan Plaiometrik Terhadap Hasil Lompat Jauh Ditinjau dari Daya Ledak Otot Tungkai pada SMP Negeri 3 Sawan tahun pelajaran 2010/2011 Bagiasa, I Komang
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui perbedaan  antara hasil lompat jauh pada siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dengan siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sawan semester II tahun ajaran 2010/2011 berjumlah 221 orang. Sampel diambil dengan cara random, jumlah sampel 76 orang dengan rincian putra  40 orang dan putri 36 orang. Sampel dibagi sebanyak dua kelas yaitu 38 orang pada kelas eksperimen (VIIIB), dan 38 orang pada kelas kontrol (VIIIF). Rancangan penelitian menggunakan post test only control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan pengukuran. Setelah eksperimen berakhir data dianalisis dengan analisis statistik anakova satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan ditemukan 1) Sebelum dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai, terdapat perbedaan hasil lompat jauh antara siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dan pelatihan konvensional (Fhitung 84.006 > Ftabel 3.98). Dan rata-rata hitung pelatihan plaiometrik diketahui 36.55 sedangkan pelatihan konvensional 34.55 ini berarti bahwa hasil lompat jauh siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik lebih baik dari siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. 2) Setelah dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai terdapat perbedaan hasil lompat jauh antara siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dan pelatihan konvensional (Fhitung 71.60 > Ftabel 3,98). Dan rata-rata residu yang diperoleh untuk pelatihan plaiometrik 266.96 sedangkan pelatihan konvensional 262.63 ini berarti bahwa hasil lompat jauh siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik lebih baik dari siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. 3) Kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh pada siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik sebesar 39.80% dan pada pelatihan konvensional sebesar 10.80% sedangkan secara keseluruhan kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh adalah sebesar 26.80%. Berdasarkan temuan tersebut diatas, disimpulkan bahwa pelatihan plaiometrik berpengaruh terhadap hasil lompat jauh, baik sebelum maupun setelah dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai.   Abstract   I Komang Bagiasa: Effect of Training Plaiometrik Against Long Jump Results Judging from the explosive power leg muscles in SMP Negeri 3 Sawan school year 2010/2011. Thesis: Graduate Program UNDIKSHA 2011. This thesis has been corrected and I diperikasa by Supervisor: Prof. Dr. I Wayan Koyan, M. Pd, and Advisor II: Prof. Dr. I Nyoman Kanca, M.S. Key words: Training plaiometrik, explosive power leg muscles, the long jump. This study aims to determine the difference between the results of the long jump at the students who attended training plaiometrik with students who follow conventional training. The study population was all class VIII students of SMP Negeri 3 Sawan second semester of the school year 2010/2011 amounted to 221 people. Samples were taken with a random manner, the number of samples of 76 people with the details of the sons and daughters 40 people 36 people. The sample was divided by two classes of 38 people in the class of experiments (VIIIB), and 38 people in the control class (VIIIF). The study design using a post test only control group design. The collection of data using the test methods and measurement. After the experiment ended data were analyzed with statistical analysis anakova one lane. Based on the results of data analysis and discussion are found 1) Before kovariabel explosive power is controlled by the limb muscles, there are differences in the long jump results between students who attended training and conventional training plaiometrik (Fhitung 84 006> Ftabel 3.98). And the arithmetic mean of training known plaiometrik 36.55 34.55 whereas conventional training this means that the results of students taking the long jump training plaiometrik better than students who followed the conventional training. 2) After kovariabel explosive power is controlled by the limb muscles there are differences in the long jump results between students who attended training and conventional training plaiometrik (Fhitung 71.60> Ftabel 3.98). And the average residue obtained for the training of conventional training plaiometrik 262.63 266.96 whereas this means that the results of students taking the long jump training plaiometrik better than students who followed the conventional training. 3) Contribution of leg muscle explosive power of the long jump results in students who attended training plaiometrik of 39.80% and the conventional training of 10.80% while the overall explosive power contribution to limb muscles is a result of the long jump of 26.80%. Based on the above findings, it was concluded that training plaiometrik effect on the results of the long jump, both before and after kovariabel explosive power is controlled by the limb muscles.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SEMARAPURA ASTITI, NI WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD ditinjau dari motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 2 Semarapura dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya adalah : (1) secara keseluruhan, hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan model pembelajaran  kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (2) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, hasil belajar siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional , (3) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, hasil belajar IPS siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan motivasi berprestasi  berpengaruh terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Semarapura. Penelitian ini memberikan implikasi antara lain : 1) model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran IPS, dan 2) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD hendaknya mempertimbangkan tingkat motivasi berprestasi siswa. THE EFFECT OF STAD TYPED COOPERATIVELEARNING MODEL AND                   PRESTIGE MOTIVATION ON THE INCREASE OF LEARNING ACHIEVEMENT IN IPS TEACHING AND  LEARNING AT CLASS  VII SMP NEGERI2 SEMARAPURA.     ABSTRACT   Key Words : STAD Type Cooperativr Learning Model, Prestige Motivation,   IPS learning achievement   This study aimed at finding out and analyzing the effect of STAD Typed Cooperative Learning Model And Prestige Motivation on the increase of IPS learning chievement in IPS teaching and learning. This study was conducted at SMP Negeri 2 Semarapura with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study consisted of 80 students  that were selected by using Random Sampling. The data obtained were analyzed by ANAVA two path (Analysis of Varians) with F test, which was followed by Tukey test. The result of the study show the followings : (1) on the whole, the  achievement of IPS of the students who studied by STAD Typed Cooperative Learning Model was higher than those who studied by conventional , (2) the student who had high prestige motivation and studied by STAD Typed Cooperative Learning Model had higher on IPS learning achievement  than those who had high prestige motivation and studied by conventional ,  (3) the student who had low prestige motivation and studied by conventional had higher on IPS learning achievement  than those who had low prestige motivation and studied STAD Typed Cooperative Learning Model and (4) there  was an interaction effect between the use of teaching learning model and prestige motivation From the result of the study, it can be concluded that the STAD Typed Cooperative Learning Model And Prestige Motivation effected the increase of learning achievement in IPS teaching and learning at class VII SMP Negeri 2 Semarapura Some implications of this study were : 1) the STAD Typed Cooperative Learning Model is one of the teaching learning model must be used in learning IPS and 2) in applying STAD Typed Cooperative Learning Model, one should consider the prestige motivation.
STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SEKOLAH DASAR GUGUS I DENPASAR TIMUR DI DENPASAR SADRI, NI WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan situasi dan kondisi dalam proses implementasi pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Gugus I Denpasar Timur di Denpasar dan kendala-kendala yang dihadapi ditinjau dari: konteks, Input, proses, dan produk. Evaluasi program ini bersifat formatif oleh karenanya dianalisa faktor-faktor penghambat dan solusi yang dilakukan untuk pengembangan program sesuai hakekatnya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluatif yang mengadopsi model evaluasi CIPP. Variabel konteks, input dan proses, diukur dengan instrumen berupa kuesioner sebagai pengumpul data utama dan dilengkapi dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan komponen produk diambil dengan menganalisa nilai yang diperoleh siswa. Sampel penelitian berjumlah 32  orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan 837 orang siswa. Data berupa skor pada variabel konteks, input, proses, dan produk dianalisis dengan menggunakan kriteria teoretik dan mengubah skor tersebut ke dalam T-skor untuk dikonfirmasikan dengan kuadran Glickman. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran tematik pada sekolah dasar gugus I Denpasar Timur di Denpasar tergolong tidak efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis variabel konteks, input, proses dan produk dimana semuanya menunjukkan hasil negatif. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik pada umumnya terdapat pada semua komponen konteks, input, proses dan produk. Hal yang efektif baru pada kebijakan pemerintah, kurikulum dan ketenagaan. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran tematik pada sekolah dasar gugus I Denpasar Timur di Denpasar dilihat dari variabel konteks, input, proses dan produk tergolong dalam kategori tidak efektif. Untuk itu perlu diadakan perbaikan-perbaikan, baik dari konteks, input, proses maupun produk.   Kata kunci: studi evaluasi, pembelajaran tematik, konteks, input, proses  dan produk.       Evaluation Study of Thematics Educational Implementation in East Denpasar’s Gugus I Elementary School ABSTRACT The aim of this research is to define the situation and condition in the implementary process of thematic study in the East Denpasar’s Gugus I Elementary School in Denpasar and the problems faced in terms of: context, input, process, and product. The evaluation of this program is formative, therefore disturbing factors and solutions done for appropriate program development were analyzed. This research was an evaluative research adopting CIPP evaluation model. Context, input, and process variables were measured with instruments such as questionnaire as the main data collector and provided with methods of interview, observation, and documentation while the product’s component was taken by analyzing the students’ scores. There were 32 samples which consisted of the school’s headmaster, teachers, and 837 students. The data of scores in context, input, process and product variables were analyzed with theoretical criteria that change the scores in T-score for confirmation with Glickman’s quadrant. The result of the analysis showed that the implementation of thematic study in East Denpasar’s Gugus I Elementary School in Denpasar is ineffective. It is proven with the negative results from all of the analyzed variables. The problems that encountered by teachers in implementing thematics study was generally found in all of the context, input, process and product components. The new effective thing is in governmental policy, curriculum and manpower. Based on the results, it can be concluded that the implementation of thematic study in East Denpasar’s Gugus I Elementary School in Denpasar seen from the context, input, process and product variables is ineffective. Therefore, changes should be made in terms of context, input, process and product.   Keyword:     Evaluation Study, Thematics Education, Context, Input,        Process and Product.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Budiada, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.926 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v1i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari adversity quotient. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukasada, semester  2 tahun pelajaran 2010/2011. Jumlah sampel 80 siswa yang  terdiri dari dua kelas kelompok kontrol dan dua kelas kelompok eksperimen. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Post test Only Control Group Design, dan sebagai desain analisisnya adalah analisis varians dua jalur (ANAVA AB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (Fh  =  6,011   >  Ft  =  3,96) pada taraf signifikansi 0,05, nilai rata-rata hasil belajar kimia yang diperoleh oleh kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio sebesar  68,77  dan rata-rata nilai hasil belajar kimia kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 64,83, hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih baik dari hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar kimia siswa yang memiliki adversity quotient tinggi dan siswa yang memiliki adversity quotient rendah, FB hitung =  19,973, sedangkan F tabel pada  dbB = 1 dan db dalam =  76 pada taraf signifikansi 0,05  =  3,96; (3)Terdapat  interaksi antara model pembelajaran dan adversity quotient dalam mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia, harga FAB hitung =  11,031, > dari Ftabel = 3,96); (4) Pada kelompok siswa yang memiliki adversity quotient tinggi,   hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih tinggi dari pada  siswa yang mengikuti model   pembelajaran   konvensional. Dengan   menggunakan uji  t-Scheffe,       nilai (t hitung = 4,083   >   t tabel = 1,671);  (5)  Pada kelompok siswa yang memiliki adversity quotient rendah,   hasil belajar kimia siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis asesmen portofolio lebih rendah dari pada  siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t-Scheffe, (t hitung = 0,614  <   t tabel = 1,671).
STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SEKOLAH DASAR GUGUS I DENPASAR TIMUR DI DENPASAR SADRI, NI WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.188 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v1i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan situasi dan kondisi dalam proses implementasi pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Gugus I Denpasar Timur di Denpasar dan kendala-kendala yang dihadapi ditinjau dari: konteks, Input, proses, dan produk. Evaluasi program ini bersifat formatif oleh karenanya dianalisa faktor-faktor penghambat dan solusi yang dilakukan untuk pengembangan program sesuai hakekatnya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluatif yang mengadopsi model evaluasi CIPP. Variabel konteks, input dan proses, diukur dengan instrumen berupa kuesioner sebagai pengumpul data utama dan dilengkapi dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan komponen produk diambil dengan menganalisa nilai yang diperoleh siswa. Sampel penelitian berjumlah 32  orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan 837 orang siswa. Data berupa skor pada variabel konteks, input, proses, dan produk dianalisis dengan menggunakan kriteria teoretik dan mengubah skor tersebut ke dalam T-skor untuk dikonfirmasikan dengan kuadran Glickman. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran tematik pada sekolah dasar gugus I Denpasar Timur di Denpasar tergolong tidak efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis variabel konteks, input, proses dan produk dimana semuanya menunjukkan hasil negatif. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik pada umumnya terdapat pada semua komponen konteks, input, proses dan produk. Hal yang efektif baru pada kebijakan pemerintah, kurikulum dan ketenagaan. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran tematik pada sekolah dasar gugus I Denpasar Timur di Denpasar dilihat dari variabel konteks, input, proses dan produk tergolong dalam kategori tidak efektif. Untuk itu perlu diadakan perbaikan-perbaikan, baik dari konteks, input, proses maupun produk.   Kata kunci: studi evaluasi, pembelajaran tematik, konteks, input, proses  dan produk.       Evaluation Study of Thematics Educational Implementation in East Denpasar?s Gugus I Elementary School ABSTRACT The aim of this research is to define the situation and condition in the implementary process of thematic study in the East Denpasar?s Gugus I Elementary School in Denpasar and the problems faced in terms of: context, input, process, and product. The evaluation of this program is formative, therefore disturbing factors and solutions done for appropriate program development were analyzed. This research was an evaluative research adopting CIPP evaluation model. Context, input, and process variables were measured with instruments such as questionnaire as the main data collector and provided with methods of interview, observation, and documentation while the product?s component was taken by analyzing the students? scores. There were 32 samples which consisted of the school?s headmaster, teachers, and 837 students. The data of scores in context, input, process and product variables were analyzed with theoretical criteria that change the scores in T-score for confirmation with Glickman?s quadrant. The result of the analysis showed that the implementation of thematic study in East Denpasar?s Gugus I Elementary School in Denpasar is ineffective. It is proven with the negative results from all of the analyzed variables. The problems that encountered by teachers in implementing thematics study was generally found in all of the context, input, process and product components. The new effective thing is in governmental policy, curriculum and manpower. Based on the results, it can be concluded that the implementation of thematic study in East Denpasar?s Gugus I Elementary School in Denpasar seen from the context, input, process and product variables is ineffective. Therefore, changes should be made in terms of context, input, process and product.   Keyword:     Evaluation Study, Thematics Education, Context, Input,        Process and Product.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OBSERVASIONAL BANDURA TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR BOLA BASKET DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOORDINASI MATA DAN TANGAN (STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER III JURUSAN PENJASKESREK FOK UNDIKSHA TAHUN AKADEMIK 2009/2010) Dharmadi, Made Agus
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.122 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran observasional Bandura terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan mahasiswa semester III jurusan Penjaskesrek, FOK Undiksha. Rancangan penelitian menggunakan posttest only control group design. Sampel 96 orang, terdiri dari 48 orang kelompok eksperimen dan 48 orang kelompok kontrol yang dipilih secara random. Data dianalisis   menggunakan  analisis   varians   (ANAVA)  dua  jalur  dan  dilanjutkan  dengan  uji  t-Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar bola basket yang signifikan antara model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional (FA = 11,647; p<0,05), dimana hasil belajar teknik dasar bola basket pada mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan koordinasi  mata dan tangan terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket (FAB=60,884;p<0,05), (3) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang belajar melalui model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, dimana untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura lebih baik hasil belajar teknik dasar bola basketnya dibandingkan dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 7,292;p<0,05), (4) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, dimana untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah  yang mengikuti model pembelajaran konvensional lebih baik  hasil belajar teknik dasar bola basketnya dibandingkan dengan yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura (thitung = 3,105;p<0,05). Dari hasil temuan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran observasional Bandura berpengaruh terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KECEMASAN SISWA TERHADAP SEKOLAH PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR TAHUN AJARAN 2010/2011 Darti, Ni Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.365 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v1i2.56

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui aspek-aspek dan indikator kecemasan  siswa terhadap sekolah, untuk menyusun  blue print teoretik pengembangan instrumen  kecemasan  siswa terhadap sekolah, dan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas  instrumen kecemasan siswa terhadap sekolah pada siswa kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan ( Development Research). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di Kota Denpasar. Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel adalah menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis faktor. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) melalui validitas isi dengan melibatkan dua pakar diperoleh indeks validitas = 0,981,  (2) melalui uji coba terbatas diperoleh 101 butir yang valid sedangkan 5 butir gugur, karena dipakai 100 maka butir yang memiliki koefisien validitas terkecil digugurkan, (3) melalui uji penskalaan diperoleh 60 butir yang memenuhi syarat kontinum skala model likert, (4) uji validitas butir  dengan menggunakan rumus product moment taraf signifikan 1 % diperoleh 57 butir yang valid, (5) uji validitas konstruk menggunakan analisis faktor dengan tipe konfirmatori, banyak terdapat butir yang tidak cocok dengan faktor atau indikator yang ditetapkan semula. Dari analisis faktor yang dilakukan hanya terdapat 12 butir instrumen yang sesuai dengan indikator yang ditetapkan, (6) untuk menafsirkan skor yang diperoleh siswa dihitung dengan skala persentil, dengan menentukan 5 titik persentil sebagai pembatas kategori kecemasan siswa, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah. Dalam penormaan menggunakan acuan norma lokal, yaitu kelompok siswa SD kelas VI yang ada di Kota Denpasar. Kata kunci:  pengembangan instrumen, kecemasan siswa   ABSTRACT   This study aimed at finding out the aspects and indicators of student?school anxiety at the sixth grade of primary school, drafting a theoretical blue print for a student?s school anxiety instrument development for the sixth graders and finding out the levels of validity and reliability of the student?s school  anxiety instrument for the sixth graders of primary schools. This study belonged to the developmental research. The population consisted of the sixth graders of primary schools in the municipality of Denpasar. The sampling was carried out by using the multistage random sampling technique in which the sample was drawn stage by stage in a random manner. The data were collected with questionnaire and analyzed with factor analysis. The results showed that (1) the content validity testing by two experts yielded a validity index of 0.981, (2) a limited try-out resulted in 101 valid items while 5 items failed (since 100 items were used, the items the smallest validity coefficient were discarded), (3) a scale test produced 60 items that met Likert model scale continuum, (4) the item validity testing with product moment formulae at 1 % level of significance yielded 57 valid items, (5) construct validity testing with factor analysis of confirmatory type showed that many items did not fit in the factor or the predetermined indicator. From the factor analysis that was done only 12 items of the questionnaire that fit in the determined factor, and (6) to interpret the scores achieved by the students a percentile scale was used, by determining 5 percentile points as the student?s anxiety category borders,i.e., very high, high, medium, low, and very low. In normalization, the local norm, in which the sixth graders of primary schools in the municipality of Denpasar, was used. Key words : instrument development, student?s anxiety

Page 1 of 2 | Total Record : 12