cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2012)" : 26 Documents clear
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNJUK KERJA (PERFORMANCE ASSESMENT) LABORATORIUM PADA MATA PELAJARAN FISIKA SESUAI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMA KELAS X DI KABUPATEN GIANYAR SUSILA, I KETUT
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan utama untuk menghasilkan alat atau prosedur penilaian yang valid, reliabel dan praktis. Instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium fisika diujicobakan pada siswa SMA kelas X tahun akademik 2011/2012. Pelaksanaan ujicoba melibatkan sampel penilai (rater) 7 orang guru fisika. Sedangkan untuk data uji coba kegiatan praktikum dilaboratorium, ditentukan dengan menggunakan teknik sampel random sederhana. Analisis data dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut. Pertama melalui analisis data kebutuhan diperoleh informasi bahwa aspek-aspek dalam instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium fisika adalah: mempersiapkan praktikum, melaksanakan praktikum dan melaporkan hasil praktikum. Kedua kisi-kisi instrumen yang terdiri dari 10 butir, setelah diujicobakan tetap dipertahankan karena ke-10 butir adalah valid. Ketiga menurut masukan para ahli, rubrik penilaian perlu diperbaiki, sehingga setelah diujicobakan rubrik mengalami perubahan pada beberapa butir instrumen terutama pada bagian deskriptornya. Keempat hasil uji validitas isi yang dianalisis menggunakan formula Gregory diperoleh validitas hitung 1,00. Kelima data uji validitas butir (empirik) , dianalisis menggunakan formula Product Moment, diperoleh hasil koefisien korelasi semua butir instrumen lebih besar dari koefisien kerelasi tabel untuk taraf sinifikansi 5% , atau semua butir dinyatakan valid. Keenam data uji coba reliabilitas konsistensi antar penilai (rater), dianalisis menggunakan formula Ebel, diperoleh nilai hitung koefisien reliabilitas 0,82 yang tergolong reliabilitas sangat tinggi. Ketujuh data uji coba reliabilitas konsistensi internal instrumen, dianalisis menggunakan formula Alpha Cronbach, diperoleh nilai hitung koefisien reliabilitas 0,82 yang tergolong reliabilitas sangat tinggi. Kedelapan kepraktisan instrumen dianalisis dengan formula Skor T diperoleh rata-rata skor 50,00 (tergolong  praktis).Hasil penelitian dan pengembangan instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium sebagaimana hasil uji coba tersebut diatas, menunjukan bahwa semua butir instrumen adalah valid, nilai reliabilitas antar penilai (rater) sangat tinggi, reliabilitas internal instrumen sangat tinggi dan praktis untuk digunakan. Ini berarti instrumen penilaian unjuk kerja laboratorium bidang fisika yang dikembangkan telah memenuhi syarat validitas, reliabilitas dan kepraktisan, sebagai alat evaluasi yang dapat digunakan lebih lanjut oleh para guru fisika di Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Kata Kunci: Unjuk kerja, labolatorium, fisika, KTSP ABSTRACT   The major purpose of this present reseach and development is to get the instruments and procedures of assessments which are valid  reliable and practical. The physics laboratory performance of assessment instruments were tested to the grade X of Senior High School students academic year 2011 / 2012 . The application of the test  involved  7 sampling rater of physics techers . While for preliminary  trial data of students practicing in the laboratory  is determined by using simple random sampling technique . The  mechanism of analysing can be elaborated  as follows. First, by applying need analyses it found  information that  the aspects of assessment intruments of performance physics laboratory is to prepare the material for practice, to do the practice and to report the results of the laboratory  practice. Second, the guide line of intrument consisted of 10 items.  After  being tested, it was constantly kept  due to the ten items were  valid. Third, according to the experts , the rubric of the assessment needed revising so that it would change in some items especially in its descriptor after being tested. Fourth, the result of the content validity test was analysed by using Gregory formula which would gain the value  calculation validity ( validitas hitung ) 1.00. Fifth, the data of item validity test ( emparic ) was analysed by using Product Moment formula , it found that the result of the correlation coefficient of all intrument items more than correlation coefficient tabel for the step of significant 5 %, or all items was considered valid.  Sixth, the data of consistency reliability inter-rater test  was analysed by using Ebel formula , it found that the calculation value of reliability coefficient was 0,82 which belonged to very high reliability. Seventh, the data of internal  consistency reliability which was analysed by using  Alpha Cronbach , it found out that coefficient reliability of calculation value was 0,82 . it also belonged to very high reliabilty. The last of all, the practical intrument was analysed by using  T Skor would find the everage value of 50,00. This was  practical. The result of reseach and development of assessment intrument of laboratory performance as mentiened above showed that all intrument items were valid, the inter-rater reliability instrument were  very high, the internal intrument reliability was very high and practical to be used. It means that the intrument assessment of physics laboratory  performance  has fulfilled the requirement of validity and reliability as a means of evaluation that can be used by physics teachers at Senior High School ( SMA ).  Key words : Performance, Laboratory, Physics, School  Based  Curriculum (KTSP).
PENGEMBANGAN ALAT UKUR SIKAP NASIONALISME PADA SISWA RSBI SMA NEGERI 1 GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2011-2012 YASA, I MADE SUMARTHA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurikulum yang menghendaki pelaksanaan evaluasi hasil belajar secara komprehensif, baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. Untuk penilaian hasil belajar afektif pada penilaian nasionalisme di SMA Negeri 1 Gianyar tahun pelajaran 2011-2012 belum ada alat evaluasi yang distandarisasi. Untuk memenuhi hal itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk akhir alat ukur dalam penilaian sikap nasionalisme yang valid dan reliabel. Tahapan analisis butir skala sikap nasionalisme yang dikembangkan meliputi : 1 ) analisis validitas isi, untuk mengetahui relevansi butir dengan materi pembelajaran, dan relevansinya dengan indikator sikap nasionalisme; 2) analisis penskalaan untuk mendapatkan alat pengukur sikap yang memenuhi kontinum skala model Likert; 3) uji validitas butir untuk mengetahui tingkat kehomogenan butir dengan perangkat tes; 4) uji validitas konstruk dengan analisis faktor tipe eksplorasi untuk menemukan faktor yang terbentuk dari teori sikap nasionalisme; 5) uji reliabilitas untuk mengetahui kehandalan dari alat pengukur sikap nasionalisme yang dikembangkan; 6) menghitung skala persentil untuk menentukan kategori sikap nasionalisme siswa dengan acuan norma lokal, yaitu siswa RSBI SMA Negeri 1 Gianyar. Dalam uji coba alat pengukur sikap nasionalisme menggunakan sampel penelitian 500 orang, merupakan perbandingan ideal antara alat ukur yang dikembangkan (50 butir) dikalikan 10. teknik sampling yang digunakan multistage random sampling, yaitu pengambilan sampel secara bertahap sesuai proporsi dari populasi pada masing-masing wilayah. Dari analisis data ditemukan. (1) Langkah-langkah pengembangan alat ukur dalam penilaian sikap nasionalisme yang valid dan reliabel ; melalui uji validitas isi, dengan melibatkan dua pakar, yang menilai kesesuaian butir skala sikap nasionalisme dengan ruang lingkung materi pembelajaran serta kesesuaian butir dengan indikator sikap nasionalisme, dianalisis dengan formula Gregory, diperoleh indeks validitas = 0,94, melalui uji penskalaan diperoleh .35 butir skala sikap nasionalisme yang memenuhi kontinum skala Likert. Dengan rentangan skor 1,2,3,4,5, uji validitas butir dengan menggunakan rumus Product Moment diperoleh 0,962 ini berarti 35 butir pernyataan adalah reliabel. (2) Bentuk akhir alat ukur dalam penilaian sikap nasionalisme yang valid dan reliabel; dengan nilai SEM sebesar 3,38.Pada proses uji validitas koknstruk dengan analisis faktor diperoleh butir sikap nasionalisme dihasilkan dalam penelitian ini berjumlah 35 butir dari 3 dimensi dengan 7 indikator. Dimensi toleransi dibentuk oleh 16 butir (45,71%), dimensi kerjasama dibentuk oleh 17 butir (48,57 %), dan dimensi tanggung jawab dibentuk oleh 2 butir (5,7%). Kata Kunci: Pengembangan, Alat Ukur, Sikap, Nasionalisme, Siswa RSBI   ABSTRACT The background of this study was the curriculum which desired the implementation of learning result evaluation comprehensively, both in cognitive and affective as well as  psychomotor. For affective learning result evaluation on the nationalism attitude assessment in SMA Negeri 1 Gianyar academic year 2011-2012,  there was no standardize evaluation instrument yet. To overcome the problem above this study aimed at determining the final  result of  measurement instrument of nationalism attitude which was valid and reliable. 1)The analysis stages of nationalism attitude scale item developed by: Content validity analysis, to measure the relevant of item with the material and its relevant to the indicator of nationalism attitude, 2) scale analysis to get measurement instrument that fulfilled the continuum of Likert model scale, 3)  The item validity analyzing to know the homogeneity of the item to the test, 4) construct validity analyzing with factor analysis of exploration type to find the factors formed from the theory of nationalism attitude, 5) furthermore reliability analysis was conducted to know the reliable of the nationalism attitude measurement instrument, 6) And calculated percentile scale to decide students nationalism attitude with the local norm scale that was students of RSBI Senior High School Negeri 1 Gianyar. In the try out of the nationalism attitude assessment used 500 samples, it was ideal comparison between the developed measurement instrument (50 items) times 10. Sampling technique used in this study was multistage random sampling, the sample was taken in stages based on the population proportion in every area. From the data analysis it was found that : (1) the steps of  the development of  valid and reliable measurement instrument ; throw content validity analysis which involved two experts who evaluated the relevant of nationalism attitude scale item with  subject matter scope and also the relevant of item with the nationalism attitude indicator analyzed by Gregory formula. The result showed validity index = 0,94, through the scaled analysis it was found 35 item of were fulfilled the continuum of Likert Scale. With score range of 1,2,3,4,5, validity analyzing with product Moment analysis was found 0,962, it means that 35 items were reliable. (2) The final form of the measurement instrument in nationalism attitude assessment was valid and reliable: with SEM value 3,38. In the process of construct validity analysis with factor analysis was found that there were 35 items of nationalism attitude in this study from 3 dimension and 7 indicators. Dimension of tolerance formed by 16 items (45,71%), dimension of cooperation formed by 17 items (48,57%) and dimension of responsibility formed by 2 items (5,7%). Key Words :  Development Devices  Attidut  Nationalism  Student RSBI.
PENERAPAN TEKNIK PART WHOLE DALAM ANALISIS KUALITATIF TES KEMAMPUAN MATEMATIKA KELAS VIII SMP SE KABUPATEN GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2011 – 2012 WIBAWA, I MADE
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah meneliti relevansi butir soal sumatif SMP di wilayah Kabupaten Gianyar dalam ulangan Sumatif  bersama tahun pelajaran 2011/2012 terhadap SK, KD dan Indikator butir soal dan apakah butir soal Ulangan sumatif bersama  berupa tes Matematika yang digunakan dalam Ulangan Sumatif bersama tahun pelajaran 2011/2012 sudah mencerminkan tes yang berkualitas. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gianyar pada pelaksanaan Ujian Akhir Semester ganjil tahun 2011-2012.Penelitian ini bersifat ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemungkinan melihat ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.Data Penelitian dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan manual dan program iteman. Validitas butir dengan menggunakan bantuan uji point biserial  danreabilitas soal dengan menggunakan KR20. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : Pertama,Butir soal yang dibuat oleh MGMP bidang studi Matematika Kabupaten Gianyar pada Ujian Akhir Semester Ganjil tahun 2011/2012 memiliki relevansi 0.78  terhadap SK, KD dan Indikatornya yang berarti termasuk soal  baik. Kedua, validitas butir-butir instrumen pada perangkat soal Ulangan Sumatif  bersama semester ganjil tahun 2011-2012 yang dilaksanakan oleh MGMP Kabupaten Gianyar, ditinjau dari : (1) Validitas Butir terdapat 1 butir soal yakni butir soal no.19 termasuk butir soal tidak valid salah satu penyebabnya adalah bahwa butir soal tersebut kedua pakar menilai butir soal tidak relevan, (2) memiliki reliabilitas sebesar 0,68 termasuk soal derajat reliabilitas tinggi sepantasnya untuk disimpan di bank soal.Ketiga, Tingkat Kesukaran, Daya Beda dan Efektifitas pengecoh butir-butir soal Ulangan Sumatif  bersama semester ganjil tahun 2011-212 yang dilaksanakan oleh MGMP Kabupaten Gianyar, bahwa dari 40 item butir soal  terdapat 21 butir soal termasuk kategori sedang berarti 58%  dari keseluruahn termasuk soal sedang dan 19 butir termasuk kategori sukar dengan kata lain 42% soal kategori butir Sukar dan 0% soal mudah sedangkan tingkat daya pembedanya 19 butir soal atau 47.5% butir soal daya beda sangat baik, 10 butir soal atau 25% memiliki daya beda cukup perlu perbaiki,  5 butir soal atau 15% termasuk daya beda kurang perlu direvisi dan 6 butir  atau 12.5% daya beda sangat jelek digugurkan serta memiliki efektifitas pengecoh 26 butir atau 65% termasuk soal memiliki efektifitas pengecoh sangat baik dan 14 butir atau 35% soal dengan efektiitas pengecohnya kurang baik. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah soal yang dibuat oleh MGMP Matematika Kabupaten Gianyar dalam mengevaluasi hasil belajar Akhir Semester ganjil kelas VIII tahun pelajaran 2011-2012 menggunakan tes yang berkategori baik. Kata Kunci :Teknik Part Whole, Tes Kemampuan Matematika.  ABSTRACT  The purpose of the research was to analyze the relevance of each numbers of the test (sumatif test) the year of 2011-2012 with the standards of competences basic competences, and indicators of each numbers of the mathematic test in the mid test of the year 2011-2012 reflects a good and qualified test. The research was conducted in Gianyar on the final test of the odd semester of 2011-2012. This kind of research was categorized as an “expost facto”. It was a kind of test that had been happened and had the possibility to look backward at the past time to find out the factors which caused by something. The data sources were collected and analyzed using ‘manual” and “iteman” program. The numbers of the tests validity used the “biserial” point test. The test reliabilitation used KR 20. The result of the test has as follows, firstly, the items of instrument that made by Gianyar Mthematics’ teacher association in final test of the first semester in academic year 2001-2012 had relevance 0.78 to competency standard, basic competency and indicators which included to good instrument. Secondly the validity of instrument items in summative test of first semester in academic year 2011-2012 that held by Gianyar Mathematics’ teacher association in terms of :(1) the validity of the items which there has one item including item as number 19 is not valid. One reason was the item as two experts say that it was irrelevant item. (2) had a reliability of 0.68 including a high degree of reliability to be stored in the appropriate question bank. Thirdly the level of difficulty and the effectivenees of the different item detractors in final test of semester in academic year 2011-2012 conducted by Gianyar Mathematics’ teacher association that from 40 instrument items there are 21 item categorize as medium, means 58% from the whole items  were medium category and 19 items categorize of difficult or in other words, 42% as the difficult categorize and 0% easy. In other case, the degree of different item detractors 19 number of instrument items or 47,5% different item detractors were best. 10 number of instrument items or 25% had to be corrected, 5 numbers of instrument items or 15% of different detractors less to be revised and 6 numbers or 12,5% of worst different detractors had to be deleted and detractors effectiveness 26 number of instrument items or 65% included the items that had well effective detractors and 14 number or 35% instruments with worse effectivity of detractors. The implication of the research was the test that was made by Gianyar Mathematic teachers’ conference (MGMP) in evaluating the last odd semester of study progress of the eight grade students on the academic year of 2011-2012 was categorized as a good test. Key Words: Part Whole Technique, Mathematics Competence Test.
STUDI EVALUASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Studi Pada Tiga Sek SENTOSA, I PUTU PRANATHA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPranatha.2012. Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Kabupaten Jembrana) Pembimbing I Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd Pembimbing II Prof. Dr. A.A. Istri Ngurah Marhaeni, M.A Kata Kunci : Studi Evaluasi, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).   Penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Jembrana dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data pada 3 (tiga) SMP Negeri di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini bersifat ex post facto. Data tentang efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumen. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif (sekunder) yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan: (1) Nilai komponen konteks adalah sebesar 4.058. Dengan demikian efektivitas komponen konteks adalah Amat Baik. (2) Nilai komponen input adalah sebesar 4,047. Dengan demikian efektivitas komponen Input adalah Amat Baik, (3) Nilai komponen proses adalah sebesar 3,904. Dengan demikian efektivitas komponen proses adalah Baik. (4) Nilai komponen produk adalah sebesar 3,823. Dengan demikian efektivitas komponen produk adalah Baik, (5) kendala yang dihadapi dalam implementasi program MBS adalah terkait dengan pola pikir dari sebagian stakeholder yang tidak sungguh-sungguh menyikapi perubahan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, (6) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat secara optimal agar seluruh stakeholder yang ada dapat mengerti dan memahami program MBS secara benar sehingga mereka mempunyai perhatian/kepedulian, kesadaran, dan tanggung jawab terhadap keberadaan dan keberlangsungan program MBS yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. ABSTRACT Pranatha. 2012.     An Evaluation Study of the Implementation of School  Based Management on Secondary Schools in Jembrana Regency. First advisor, Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd         Second advisor, Prof. Dr. A.A. Istri Ngurah Marhaeni, M.A  Key words : Evaluation Study, School Based Management.  This study aims to find out the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in Jembrana Regency and to find out the difficulties faced in implementing the program. To achieve these objectives, data from the three State Secondary Schools in Jembrana Regency. This research is ex post facto. The data were collected using questionnaires, interviews, observation and document.  The data collected through questionnaires were analyzed descriptively and quantitatively, whereas for the secondary data collected through interviews, observations, and document analyses were analyzed qualitatively. The result of study showed that: (1) The value of context component was 4.058. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ‘context’ was  very good, (2) The value of input component was 4,047. So, the effectiveness of the implementation of  School Based Management Program in terms of component ‘input’ was very good, (3) The value of process component was 3,904. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ‘process’ was  good, (4) The value of process component was 3,823. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ‘product’ was good, (5) the problems encountered in the  implementation of School Based Management Program were linked to the mindset of some stakeholders that were not commitment in addressing the changes of the government policy on education field, and (6) in order to solve the problem, some efforts can be done such as optimal collaboration between the schools and committee, teachers’ assembly, students’ parents, and society’s leader so that all the stakeholders can understand the School Based Management Program and have attention, awareness, and responsibility to the existence and sustainability of School Based Management Program that can improve the quality of education.
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP SEBAGAI MUATAN PENGEMBANGAN KTSP ( Studi Pada SMP Negeri se Kota Singaraja) Suwita, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kualitas pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup di SMP Negeri se kota Singaraja, ditinjau dari: (1) konteks, (2) input, (3) proses, dan (4) produk serta menemukan kendala atas penyelengaraannya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluatif yang mengadopsi model evaluasi CIPP. Variabel konteks, input, proses dan produk diukur dengan instrumen berupa kuesioner sebagai pengumpul data utama dan dilengkapi dengan metode wawancara serta studi dokumen. Sampel penelitian berjumlah 446 orang yang terdiri dari 33 responden untuk evaluasi latar, 102 orang untuk evaluasi variabel masukan, 102 orang untuk evaluasi variabel proses dan 209 orang untuk mengevaluasi variabel luaran, terdiri dari tim pengembang kurikulum sekolah (guru + kepala sekolah), guru, dan siswa kelas IX. Data berupa skor pada variabel konteks, input, proses, dan produk dianalisis menggunakan kriteria ideal teoretik dan mengubah skor tersebut ke dalam T-skor untuk dikonfirmasikan dengan kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kriteria ideal teoretik, pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup sebagai muatan pengembangan KTSP di SMP Negeri se kota Singaraja adalah sebagai berikut. (1) Ditinjau dari segi konteks, pelaksanaannya tergolong sangat baik dengan rerata skor 226,64. (2) Ditinjau dari segi input, pelaksanaannya tergolong baik dengan rerata skor 242,31.  (3) Ditinjau dari segi proses, pelaksanaannya tergolong baik, dengan rerata skor 237,74. (4) Ditinjau dari segi produk, pelaksanaannya tergolong baik, dengan rerata skor 458,35. (5) Kendala utama yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup adalah terbatasnya kemampuan guru dan terbatasnya sarana pembelajaran. Hasil analisis menggunakan T-Skor yang dikonfirmasikan ke dalam kuadran Glickman menunjukkan bahwa, pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup sebagai muatan pengembangan KTSP di SMP Negeri se kota Singaraja berada pada kuadran I,  tergolong sangat efektif.   Kata kunci: kecakapan hidup, studi evaluasi   ABSTRACT   This research aims to find out the description of the quality of life skills implementation in junior high school in Singaraja city, they were review from: (1) context, (2) input, (3) process, and (4) product, so with the lack of implementation. This research is included kind of evaluative research that adopted CIPP evaluation style. Variable context, input, process and product were measured with the questioner instrument for the main data to complete the interview mode and study document. The sample of 33 respondent for evaluation context, 102 peoples for variable input, 102 peoples for variable evaluation process, and 209 students for variable product evaluated, consists of curriculum developers at school (teacher + had master), teacher and student in IX class. The data were about score in variable context, input, process, and analysis product were used ideal theoretic criteria and change the score into T score for confirmation with quadrants Glickman. The research showed, with used ideal theoretic criteria, the implementation of life skills as the development change of KTSP in SMP Negeri at Singaraja city that was.  (1) From context, the implementation is the best category with average score 226,64. (2) From input, the implementation as good category with average score 242,31.  (3) From process, the implementation as good category with average score 237,74. (4) From product, the implementation as good category with average score 458,35. (5) Constraint the implementation of life skills as limitation of teacher’s capability and the lack of facilities in teaching and learning process. Analysis with T-Score for confirmation with quadrants Glickman showed the implementation of life skills as the development change of KTSP in SMP Negeri at Singaraja city, quadrant I as very effective.   Key word: life skills, study evaluation.
PENGARUH IMPLEMENTASI ASESMEN AUTENTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI (Eksperimen pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 3 Gianyar) BALIK, I WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi asesmen autentik terhadap  prestasi belajar matematika dan motivasi berprestasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gianyar melalui eksperimen dengan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 144 orang peserta didik kelas VIII yang dipilih dengan teknik Random Sampling. Data diperoleh dengan pemberian tes prestasi belajar dan kuesioner motivasi berprestasi kemudian dianalisis dengan multivariate analysis of variance (Manova). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan  prestasi belajar matematika antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, thitung = 3,7938 lebih besar dari ttabel (142:0,05) = 1,982, rerata prestasi belajar kelompok eksperimen (=76,1667) lebih tinggi dari rerata prestasi belajar kelompok kontrol (=69,1667). (2) Terdapat perbedaan secara signifikan  motivasi berprestasi antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, thitung = 3,1132 lebih besar dari ttabel (142:0,05) = 1,982. Rerata motivasi berprestasi kelompok eksperimen (=138,4306) lebih tinggi dari rerata motivasi berprestasi kelompok kontrol (=132,6389). (3) Terdapat  perbedaan prestasi belajar matematika  dan motivasi berprestasi secara bersama-sama secara signifikan antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, Fhitung  = 10,5603 > Ftabel = 3,04 Berdasarkan temuan dalam penelitian ini  disimpulkan bahwa implementasi asesmen autentik dalam pembelajaran matematika  berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika dan motivasi berprestasi peserta didik. Implementasi  asesmen autentik dalam pembelajaran matematika  dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan motivasi peserta didik.   Kata  kunci: asesmen autentik, prestasi belajar matematika, motivasi berprestasi   ABSTRACT   This study aimed at knowing and analyzing the influence of implementation of authentic assessment the mathematic learning achievement and motivation of achievement. This study was carried out at SMP Negeri 3 Gianyar through an experiment with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study was 144 eight year student which were selected by Random Sampling Technique. The data of this study was conducted from the learning achievement and questionnaire   of achievement then was  analysed by multivariate analysis of variance(manova). The result of this study are follows: (1) There was of significant difference in mathematic learning achievement between the student who were given authentic assessment and those who given conventional assessment with thitung = 3,7938 more than the ttable (142:0,05) = 1,982. The average of experiment group (=76,1667)  higher than the average of control group (=69,1667)        (2) There was of significant difference in achievement motivation between the student who were given authentic assessment and those who given conventional with thitung = 3,1132 more than the ttable (142:0,05) = 1,982. The average of experiment group (=138,4306) higher than the average of control group (=132,6389). (3)  There was of significant difference in mathematic learning achievement and achievement motivation between the student who were given authentic assessment and those who given conventional assessment with Fhitung = 10,5603 > Ftable = 3,04. Based on the findings of the study it could be concluded that authentic assessment in mathematic teaching and learning   influence  the mathematic learning achievement and motivation of achievement. The implementation of authentic assessment in mathematic teaching and learning could increase the mathematic learning achievement and motivation of achievement.   Key words : Authentic Assessment, Mathematic Learning Achievement,       Achievement Motivation
PENGARUH IMPLEMENTASI PEMBERIAN PRESKRIPTIF DALAM PENILAIAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 ABIANSEMAL Dana, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis  pengaruh implementasi pemberian preskriptif dalam penilaian  terhadap  motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Abiansemal melalui eksperimen dengan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 162 orang siswa kelas VIII yang dipilih dengan teknik Random Sampling. Data diperoleh dengan pemberian kuesioner motivasi berprestasi dan tes hasil belajar matematika kemudian dianalisis dengan multivariate analysis of variance (Manova). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan motivasi berprestasi antara siswa yang mengikuti pembelajaran disertai pemberian preskriptif dalam penilaian dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa pemberian preskriptif dalam penilaian, hasil nilai Fhitung = 32,8903 lebih besar dari Ftabel (160:0,01) = 8,790, begitu juga dengan hasil t-hitung = 3,490 lebih besar dari t-tabel (t 161:0,01 = 2,369), rerata motivasi berprestasi kelompok eksperimen () lebih tinggi dari rerata motivasi berprestasi kelompok kontrol (). (2) Terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran disertai pemberian preskriptif dalam penilaian dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa pemberian preskriptif dalam penilaian, hasil nilai Fhitung = 32,092 lebih besar dari Ftabel (160:0,01) = 8,790, begitu juga dengan hasil t-hitung = 3,448 lebih besar dari t-tabel (t-161:0,01 = 2,369), rerata hasil belajar matematika kelompok eksperimen () lebih tinggi dari rerata hasil belajar matematika kelompok kontrol (). (3) Terdapat perbedaan motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika bersama-sama secara signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran disertai pemberian preskriptif dalam penilaian dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa pemberian preskriptif dalam penilaian, nilai Fhitung = 17,3151 > Ftabel = 4,68. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini disimpulkan bahwa implementasi pemberian preskriptif dalam penilaian pada pembelajaran matematika berpengaruh terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika siswa, implementasi pemberian preskriptif dalam penilaian pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa.   Kata kunci              :  Pemberian Preskriptif dalam Penilaian, motivasi berprestasi, hasil belajar matematika   ABSTRACT This research aims at investigating and analyzing the effect of the implementation of prescriptive giving in assessment toward achievement motivation and mathematics learning achievement. It was an experimental study done in SMP Negeri 2 Abiansemal using Post Test Only Control Group Design. The sample of the research was 162 eight grade students gathered using random sampling technique. The data was collected by giving the questionnaire of achievement motivation and mathematics learning achievement test and was analyzed using multivariate analysis of variance (Manova). The results of the research are as follows. (1) there is a significant difference of achievement motivation between students following the learning process with the addition of  giving prescriptive and those following the learning process without the addition of giving prescriptive, Fobs = 32.8903 exceeds Fcv (160:0.01) = 8.790, tobs = 3.490 exceeds tcv (161:0.01) = 2.369, the mean score of achievement motivation of experimental group (X = 173.43) is higher than the mean score of achievement motivation of control group (X = 155.42), (2) there is a significant difference of mathematics learning achievement between students following the learning process with the addition of  giving prescriptive and those following the learning process without the addition of giving prescriptive, Fobs = 32.092 exceeds Fcv (160:0.01) = 8.790, tobs = 3.448 exceeds tcv (161:0.01) = 2.369, the mean score of achievement motivation of experimental group (X = 80.84) is higher than the mean score of achievement motivation of control group (X = 70.64), (3) there is a mutual significant difference of achievement motivation and mathematics learning achievement between students following the learning process with the addition of  giving prescriptive and those following the learning process without the addition of giving prescriptive, Fobs > Fcv = 4.68. Based on the finding of the research, it can be concluded that the implementation of prescriptive giving on mathematics learning affects students’ achievement motivation and mathematics learning achievement. Furthermore, the implementation of prescriptive giving on mathematics learning can increase students’ achievement motivation and mathematics learning achievement. Keywords: Prescriptive giving in assessment, achievement motivation, mathematics learning achievement.
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DITINJAU DARI BAKAT VERBAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANGLI. Sudiana, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran bermain peran dan bakat verbal terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bangli. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bangli tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 5 kelas.  Dengan memperhatikan kesetaraan kemampuan kelas, diambil secara random 2 kelas sebagai kelompok eksperimen dan 2 kelas sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kinerja sedangkan bakat verbal siswa dikumpulkan melalui tes bakat verbal. Hipotesis diuji dengan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti model pembelajaran bermain peran dengan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FAhitung = 11,925; p < 0,05) dan ( = 74,886 >  = 72,000) (2) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan bakat verbal terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa SMA Negeri 2 Bangli (FAB = 22,128; p < 0,05); (3) Pada siswa yang memiliki bakat verbal tinggi, terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti model pembelajaran bermain peran dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (Qhitung = 8,157; p < 0,05) dan ( = 79,046 >  = 72,227); (4) Pada siswa yang memiliki bakat verbal rendah, terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran bermain peran (Qhitung = 1,251; p < 0,05 dan ( = 71,773 >  = 70,727). Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran bermain peran berpengaruh terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris ditinjau dari bakat verbal siswa. Dengan demikian dapat disarankan kepada para guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran bermain peran dengan mempertimbangkan bakat verbal siswa.   Kata Kunci: model pembelajaran bermain peran, bakat verbal, kemampuan berbicara Bahasa Inggris.   The Effect of the Implementation of Roleplay Teaching Method on the English Speaking Ability Viewed from Verbal Aptitude of the Eleventh Grader of SMA Negeri 2 Bangli.   ABSTRACT   The aims of this research is to find out the effect of roleplay teaching method and verbal aptitude on the English speaking ability of the eleventh grader of SMA Negeri 2 Bangli. This study is an experimental research with Post-Test Only Control Group Design. The populations of this study are 5 classes of eleventh grader of SMA Negeri 2 Bangli in the school year of 2010/2011. By taking the equality of the class into consideration, then 2 classes as experiment group and 2 classes as control group were selected randomly. The data on students’ English speaking ability were collected with a performance test and the data of verbal aptitude were collected with verbal aptitude test. The hypothesis were tested with two-ways analysis of variance and followed by Tukey test. The results of analysis showed that: (1) there were differences of the English speaking ability between the students who learned through roleplay teaching method and that of the students who learned through conventional method (FAobserved = 11,925; p < 0, 05) and ( = 74,886 >  = 72,000). (2) There was an interaction effect of the teaching method and verbal aptitude on the English speaking ability of the students of SMA Negeri 2 Bangli (FAB = 22,128; p < 0,05). (3) For the students with higher verbal aptitude, there were differences of the English speaking ability between the students who learned through roleplay teaching method and that of the students who learned through conventional method (Qobserved = 8,157; p < 0,05) and ( = 79,046 >  = 72,227). (4) For the students with lower verbal aptitude, there were differences of the English speaking ability between the students who learned through conventional method and that of the students who learned through roleplay teaching method (Qobserved = 1,251; p < 0, 05) and ( = 71,773 >  = 70,727). From the result of the analysis above, it can be concluded that the implementation of roleplay teaching method has an effect on the English speaking ability viewed from students’ verbal aptitude. Hence, it is advised that teachers can use roleplay teaching method by considering students’ verbal aptitude. Keywords:      roleplay teaching method, verbal aptitude, english speaking ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN ASESMEN KINERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK PGRI 1 GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2011-2012 APRIYUNI, KOMANG SRI YAYUK
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 88 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran  problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (FA = 4,23 dengan p < 0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan (FAB = 14,85 dengan p < 0,05). Pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Qhit = 10,07 > Qtabel = 2,86). Namun, pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja (Qhit = 3,06 > Qtabel = 2,86). Berdasarkan hasil temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja dan motivasi berprestasi dapat meningkatkan prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran kewirausahaan, dan penerapan model pembelajaran problem based learning dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap prestasi belajar kewirausahaan.   Kata kunci :     Pembelajaran Berbasis Masalah, Konvensional, Asesmen  Kinerja, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar Kewirausahaan.     ABSTRACT   This study goal to determine and analyze the influence of the learning model of problem based learning and performance-based assessment of achievement motivation to school performance entrepreneurship. It was held at XI grade of SMK PGRI 1 Gianyar using the draft of Post Test Only Control Group Design. The research sample amounted to 88 people are selected using Random Sampling Techniques. The process of the data obtained using analysis of variance (ANAVA) two ways through the F test followed by Tukey test. The results of the research are overall, entrepreneurial learning achievements of students studying the problem based learning model of performance-based assessment showing that it is higher than students who studied with conventional learning model (FA = 4,23 with p< 0,05). The research also indicated there is an interaction effect between learning model with achievement motivation to entrepreneurial learning achievement of students (FAB = 14,85 with p < 0,05). The motivation of high-achieving students, entrepreneurial learning achievements of students who use a learning model based assessment of problem based learning performed better than students who learn using conventional learning models (Qhit = 10,07 with p < 0,05). In other way the students who have low achievement motivation, entrepreneurial learning achievements of students who use conventional learning model  better than students who studied with problem-based learning model of learning-based assessment performed (Qhit = 3,06 with p < 0,05). From the research found and conclude that the model of problem based learning and learning achievement motivation influence learning achievement entrepreneurial of XI class SMK PGRI 1 GR. This study provides implications there are problem based learning model is a model of performance-based assessment of learning that needs to be considered and implemented in the process of entrepreneurial learning, and application of problem based learning model of learning and achievement motivation influence on entrepreneurial learning achievement of students.   Key word : problem based learning, conventional, performance assessment, achievement motivation, and school performance entrepreneurship
PENGARUH E-LEARNING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA BAHASA INGGRIS ( Studi Eksperimen pada SMK Negeri 3 Tabanan) Sumarmi, Made Ayu
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh e-learning dan minat belajar siswa terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Tabanan, menggunakan rancangan penelitian ”Nonequivalent Control Group Design” dengan melibatkan sampel sebanyak 76 orang yang diambil dengan teknik random sampling terhadap kelas yang setara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan membaca  bahasa Inggris dan kuesioner minat belajar siswa. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran  dengan pembelajaran konvensional (FA = 16,137 dengan p <0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning (75,316) lebih baik daripada nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (71,184). (2) Terdapat pengaruh interaksi antara e-learning yang diterapkan dan minat belajar siswa terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris (FAB = 64,139;p<0,05). (3) Pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q-hitung = 12,026;p<0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang memiliki minat belajar tinggi mengikuti pembelajaran dengan e-learning (82,158) lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional (69,789). (4) Pada siswa yang memiliki minat belajar rendah, terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q-hitung=3,992  ;p<0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang memiliki minat belajar rendah mengikuti pembelajaran dengan e-learning ( 68,474) lebih rendah daripada yang mengikuti pembelajaran  konvensional (72,579). Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa e-learning dan minat belajar berpengaruh terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris.   Kata–kata kunci: e-learning, minat belajar, kemampuan membaca  bahasa Inggris.  ABSTRACT   The main objective of the research was to investigate the effect of e- learning and learning interest upon the English reading ability. The research was conducted at SMK Negeri 3 Tabanan by using ”Nonequivalent Control Group Design” involving 76 students as the sample selected by random sampling technique upon the same class level. The test used to in this research those were English reading ability test and learning interest questionnaire. The data were analyzed by a two-way ANAVA and continued with Tukey Test. The research revealed that: (1) English learning ability of the students following e-learning were significantly different with the result of the students who followed the conventional learning (FA = 16,137; p < 0,05). Furthermore, it can be seen that the means score of the student’s English reading ability with e- learning (75,316) was better than the means score of the student’s English reading ability with conventional learning (71,184). (2) There is instruction effect between e-learning and learning interest on English reading ability (FAB = 64,139; p<0,05). (3) There were also significantly differences between e-learning students and conventional learning students on the group of students who had upper learning interest (Q= 12,026; p<0,05). Furthermore, it can be seen that the means score of the students’ English reading ability which had upper learning interest with e- learning (82,158) better than with conventional learning (69,789). (4) There were also significantly differences between e-learning students and conventional learning students on the group of students who had lower learning interest (Q=3,992; p<0,05). It can be seen that the means score of the students’ English reading ability which had lower learning interest with conventional learning (72,579) better than with e- learning (68,474) Conclusion can be made that e-learning and learning interest had effected upon the students’ English reading ability.   Key words: e-learning, learning interest, English learning ability.

Page 1 of 3 | Total Record : 26