cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015):" : 22 Documents clear
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIS KUMPULAN CERITA PENDEK ANGIN MALAM KARYA NGURAH PARSUA ., I GUSTI NGURAH AGUNG SUPADMA YASA; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) genetis kumpulan cerpen Angin Malam karya Ngurah Parsua yang secara khusus mendeskripsikan genetis dari segi (a) tematis, (b) tokoh dan perwatakan, (c) latar, dan (d) sudut pandang, (2) mendeskripsikan proses kreatif pengarang dalam penciptaan buku ter-sebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan model strukturalisme genetis oleh Goldmann yang meliputi fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, struktur in-trinsik cerita. Keseluruhan unsur tersebut dihubungkan secara dialektik sehingga dapat menjawab masa-lah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan Melalui analisis model strukturalisme genetis didapatkan genetis kumpulan cerpen Angin Malam karya Ngurah Parsua yang secara khusus dapat dijabarkan, yakni (1) genetis dari segi tematis adalah pengarang menampilkan potret kehidupan masyarakat Bali dengan menyungsung konsep Tri Hita Karana, (2) secara genetis tokoh dan perwatakan sesuai dengan kisah nyata dan pandangan pengarang, (3) secara genetis latar tempat beberapa cerita berdasarkan kisah nyata yang dijadikan karya fiksi, (4) secara genetis sudut pandang orang pertama digunakan karena pengarang memosikan diri sebagai orang Bali yang peduli terhadap pendatang, percaya terhadap firasat, dan sebagai dirinya sewaktu kecil saat melaksanakan piodalan, sedangkan sudut pandang diaan terbatas digunakan untuk menampilkan pandangan tokoh kepada pembaca. Proses kreatif pengarang dalam penciptaan kumpulan cerpen Angin Malam diawali pada tahun 1970-an Ngurah Parsua aktif menulis cerita pendek. Hingga Pada tahun 2008 Ngurah Parsua berhasil mengumpulkan dua puluh cerpen yang memiliki kesamaan tema yakni budaya Bali dengan segala aktivitas masyarakatnya. Pemilihan judul buku tersebut dikarenakan judul yang universal, tetapi mengandung cerminan budaya Bali yang menarik. Peneliti merekomendasikan hasil penelitian ini kepada pengarang dan pembaca karya sastra agar menjadikan penelitian ini sebagai penambah wawasan, se-hingga mampu menjembatani antara struktur cerita dan struktur sosial masyarakat pengarang.Kata Kunci : STRUKTURALISME GENETIK, CERITA PENDEK, PENGARANG This study was aimed at describing (1) the genetic in short stories collection entitled Angin Malam written by Ngurah Parsua which specifically describes genetic in terms of (a) theme, (b) character and character-ization, (c) setting, (d) point of view, (2) describing writer's creative process in writing the book. This study was descriptive qualitative study used data analysis of Goldmann's genetic structuralism including humanity fact, collective subject, world's view, story's structure. The whole factors were connected dia-lectically so that it can answer the problems of the study. The data collection was documentation and interview. The data was analyzed using Miles and Huberman model. The result of this study showed that the genetic of the Angin Malam short stories collection written by Ngurah Parsua was analyzed through genetic structuralism analysis model. Specifically, the genetic of the book can be explained as follow. (1) the theme of genetic was about the writer who showed the life of Balinese in the concept of Tri Hita Karana, (2) genetically, the character and characterization were suitable with the real phenomenon and writer's point of view, (3) genetically, the setting of some stories was based on the real story which was written into fiction story, (4) genetically, first person point of view was used because the writer played role as Balinese who cared of the new comers, believed in foreboding, and as himself when he was child while conducting ceremony, whereas third person point of view was used to show character's view to-ward the readers. The writer's creative process in the book entitled Angin Malam beginning in the 1970s Ngurah Parsua active write short stories. Until In 2008 Ngurah Parsua managed to collect twenty short stories have a common theme of the culture of Bali with all the activities of society.The choice of the title was because of the universal title, but consisted of the reflection of interesting Balinese culture. The researcher recommended the result of the study to the writer and the reader so this study could be the additional concept which could bridge the structure of the story and the social structure of writer society.keyword : GENETIC STRUCTURALISM, SHORT STORY, WRITER
PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 GEROKGAK ., I GUSTI PUTU SUASTIKA; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) prinsip kesantunan berbahasa guru, (2) penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa guru, (3) prinsip kesantunan berbahasa siswa, dan (4) penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Objek penelitian ini adalah prinsip kesantunan berbahasa serta penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa guru dan siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Metode observasi digunakan untuk mencari data terkait keempat masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Metode wawancara digunakan sebagai metode lanjutan untuk mencari data yang dianggap kurang saat observasi. Metode analisis data digunakan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Prinsip kesantunan berbahasa guru pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak sebanyak 83 tuturan. (2) Penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa guru pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak sebanyak 91 tuturan. (3) Prinsip kesantunan berbahasa siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak yang muncul sebanyak 40 tuturan. (4) Penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa siswa pada saat proses belajar-mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak yang muncul sebanyak 48 tuturan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa prinsip kesantunan berbahasa guru sebanyak 83 dengan penyimpangan 91, sedangkan prinsip kesantunan berbahasa siswa sebanyak 40 dengan penyimpangan 48 tuturan dalam proses pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Untuk itu, pihak sekolah hendaknya lebih mendidik siswanya agar menjadi lebih santun, baik dalam bersikap maupun dalam bertutur sapa. Keterampilan menggunakan bahasa yang santun nantinya akan berimplikasi bagi penciptaan karakter siswa yang baik dan sopan.Kata Kunci : Kata-kata kunci: penyimpangan kesantunan, pembelajaran bahasa Indonesia. This qualitative descriptive study aimed to describe (1) the principle of politeness teachers, (2) the deviation principle of politeness teacher, (3) the principle of politeness students, and (4) the deviation principle of politeness students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. The subjects were teachers and students of class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. The object of this research is the deviations principle of politeness teachers and students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. The data collection method used is the observation and interviews method. Data analysis methods used several steps, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that (1) the amount of the principle of politeness teacher during teaching and learning process is 83 data. (2) The amount of deviation principle of politeness teacher during teaching and learning process is 91 data. (3) The amount of the principle of politeness students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak is 40 data. (4) The amount the deviation principle of politeness students during the teaching-learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak is 48 data. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the principle of speech politeness of teachers and students more dominant than the amount of deviation principles of speech politeness teachers and students in the learning process in class VII SMP Negeri 1 Gerokgak. Therefor, the school should be more to educate students to become well-mannered students, both in attitude and in speech. Using polite language skills will have implications for the creations of the character of the students were kind and polite.keyword : Key words: deviation politeness, learning Indonesian.

Page 3 of 3 | Total Record : 22