cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2012)" : 46 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMP Sudarman, I Nengah
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: inkuiri terbimbing, pemahaman kosep, dan kinerja ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaanpemahaman konsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui modelinkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung. 2) perbedaan pemahamankonsep antara siswa yang belajar melalui model inkuri terbimbing denganpembelajaran langsung. dan 3) perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajarmelalui model inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakanrancangan pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalahsiswa kelas IX SMP Negeri 1 Bangli Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah144 orang dan seluruhnya diperlakukan sebagai sampel, dengan rincian 72 orangsebagai kelompok eksperimen dan 72 orang siswa sebagai kelompok kontrol yangditentukan secara random sederhana. Ada dua jenis data yang dikumpulkan dalampenelitian ini, yakni data pemahaman konsep yang dikumpulkan dengan tespemahaman konsep dan data kinerja ilmiah dikumpulkan dengan lembarobservasi. Data yang dianalisis adalah gain skor antara pretest dan posttest siswayang mengikuti pembelajaran inkuriri terbimbing dan siswa yang mengikutipembelajaran langsung. Sedangkan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakanMANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan pemahamankonsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung = 91,268 dan p < 0,05),2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang belajar melaluimodel pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung =75,807 dan p < 0,05), dan 3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yangbelajar melalui model pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaranlangsung (Fhitung = 74,782 dan p < 0,05).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Suarjaya, I Nyoman Adi
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran pemecahan masalah dan konvensional. (2) untuk menganalisisperbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional. (3) untuk menganalisis perbedaankemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswakelas VIII SMP Negeri 9 Denpasar tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelaspenelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisisdengan statistic deskriptif dan MANOVA dua jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, adapengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabelpemehaman konsep dan keterampilan berfikir kreatif secara bersama-sama (F=5,133;p<0,05). Kedua terdapat perbedaan signifikan model pembelajaranpemecahan masalah terhadap pemahaman konsep siswa (F = 4,085;p < 0,05).Ketiga terdapat perbedaan signifikan model pembelajaran pemecahan terhadapketerampilan berfikir kreatif siswa (F= 8,809; p<0,05).Kata kunci: Pemecahan masalah, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikirkreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Widiarini, Putu
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK, (2)pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadapketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa, (3) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (5) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok MPBM dan MPK, (6) perbedaanpemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK.Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest onlynon-control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang.Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tesKBK dan PK fisika. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item denganreliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item denganreliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manovadua jalur.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan keterampilan KBKdan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruhinteraksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PKsiswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBMdan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4)terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswayang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBKantara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebihlanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPKdalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisikasiswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah (MPBM), keterampilanberpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK), dan motivasi belajar
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 AMLAPURA I Nengah Miyasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Instruction dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensonal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah The Posttest Only Control Group Design, Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 2 Amlapura tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 217 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis  dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Instruction dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.   Kata kunci:  problem based instruction, pembelajaran konvensional, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis.   Abstract This research has purpose to analyze the difference of science process skill and critical thinking skill between the student group who learn through problem based instruction model with conventional model. This is an experimental study with research design “ The Posttest Only Control Group Design”.The population of this study is grade X student of SMA Negeri 2 Amlapura on academic year 2010/2011, it consists of 217 students. This sample is obtained through simple random sampling. The data were analyzed by descriptive analyzis and multivariat analyzis (MANOVA). This study finded there is a significant difference of science process skill and critical thinking skill  between the student group who learn through problem based instruction model with conventional model.   Key word: problem based instruction, conventional model, science process skill, critical thinking skill.  
PENGARUH PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA A.A. Sri Dwi Indrayanthi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.313 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsepdan keterampilan berpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yang mengikuti modelpembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti modelkonvensional, (2) untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep siswa, antarakelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar 7E dengankelompok siswa yang belajar mengikuti model konvensional, dan (3) untukmenganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yangmengikuti model pembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswa yang belajarmengikuti model konvensional.Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent pre-test post-test controlgroup design. Populasi adalah semua kelas X SMAN 1 Gianyar, dengan teknikpengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara simple random samplingdengan jumlah sampel 136 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modelpembelajaran siklus belajar 7E yang dikenakan pada kelompok eksperimen. Sedangkanpemahaman konsep fisika dan keterampilan berpikir kritis dalam penelitian ini berperansebagai variabel terikat. Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan analisisdan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yang mengikutimodel pembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswa yang belajar mengikutimodel konvensional, (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa, antara kelompoksiswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar 7E dengan kelompok siswayang belajar mengikuti model konvensional, dan (3) terdapat perbedaan keterampilanberpikir kritis siswa, antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran siklusbelajar 7E dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model konvensional.Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran siklus belajar 7E mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep fisikadan keterampilan berpikir kritis siswa.Kata-kata kunci: model siklus belajar 7E, pemahaman konsep fisika, dan keterampilanberpikir kritis
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Eka Yayuk Fransiska Simak
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.547 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis perbedaanpemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif antara model pembelajaranquantum teaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP, 2)menganalisis perbedaan pemahaman konsep antara model pembelajaran quantumteaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP, 3) menganalisisperbedaan keterampilan berpikir kreatif antara model pembelajaran quantumteaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi pada siswa kelas VIII SMPNegeri 2 Petang dengan design non-equivalent pre-test post-test control groupdesign yang dapat digunakan untuk pengontrolan secara statistik serta melihatpengaruh perlakuan terhadap capaian skor (gain score) pada data pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kreatif. Sampel yang digunakan sebanyak duakelas (N=68), yaitu kelas eksperimen (n=33), dan kelas kontrol (n=35). Teknikanalisis dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik MANOVA dilanjutkandengan uji LSD.Analisis data ditemukan sbb: 1) terdapat perbedaan pemahaman konsepdan keterampilan berpikir kreatif antara model QT dengan DI, dengan F=11,35;p<0,05; 2) terdapat perbedaan PK antara model QT dengan DI, (F=15,28;p<0,05). Analisis LSD<ui-j yaitu 0,08<0,15 (p<0,05) yang berarti model QTmemberikan hasil PK lebih baik dibandingkan DI; 3) terdapat perbedaan KBKantara model QT dengan DI (F=7,32; p<0,05). Analisis LSD<ui-j yaitu 0,06<0,09(p<0,05) yang berarti model QT memberikan hasil KBK lebih baik dibandingkanDI. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa model QTsebagai model alternatif dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA danketerampilan berpikir kreatif.Kata kunci: QT, DI, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE GUIDED INQUIRY LABS DAN INDIVIDUAL GUIDED INQUIRY LABS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF I Made Ari Mertayasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.689 KB)

Abstract

ABSTRAKKata kunci: cooperative guided inquiry labs, gaya kognitif, pemahaman konsep, danketerampilan berpikir kritis.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan (1) pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guided inquiry labs, dan directinstruction, (2) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yangmemililiki gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD), (3) pengaruhinteraksi model pembelajaran dengan gaya kognitif terhadap pemahaman konsep danketerampilan berpikir kritis, (4) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritisantara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs,individual guided inquiry labs, dan direct instruction pada siswa yang memiliki gayakognitif FI, dan (5) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswayang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guidedinquiry labs, dan direct instruction pada siswa yang memiliki gaya kognitif FD, (6)menganalisis perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guided inquiry labs, dan directinstruction dan (7) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswayang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guidedinquiry labs, dan direct instruction.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x3posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIIISMP Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistikdeskriptif dan MANOVA dua jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. (1) Terdapatpengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabel PK dan KBKsecara bersama-sama (F=5,058; p<0,05). Artinya, PK dan KBK secara bersama-samamenunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran. (2) Terdapat perbedaanPK dan KBK antara siswa yang memiliki gaya kognitif FI dengan siswa yang memilikigaya kognitif FD (F=16,593; p<0,05). (3) Terdapat interaksi antara model dan gayakognitif secara bersama sama terhadap PK dan KBK (F=2,450; p<0,05). Berdasarkan ujiLSD diperoleh bahwa pemahaman konsep siswa pada MP-CGIL lebih baik dari MPIGILdan lebih baik dari MP-DI dan keterampilan berpikir kritis siswa pada MP-CGILlebih baik dari MP-IGIL dan lebih baik dari MP-DI.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMP I Nengah Sudarman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.218 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: inkuiri terbimbing, pemahaman kosep, dan kinerja ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaanpemahaman konsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui modelinkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung. 2) perbedaan pemahamankonsep antara siswa yang belajar melalui model inkuri terbimbing denganpembelajaran langsung. dan 3) perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajarmelalui model inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakanrancangan pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalahsiswa kelas IX SMP Negeri 1 Bangli Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah144 orang dan seluruhnya diperlakukan sebagai sampel, dengan rincian 72 orangsebagai kelompok eksperimen dan 72 orang siswa sebagai kelompok kontrol yangditentukan secara random sederhana. Ada dua jenis data yang dikumpulkan dalampenelitian ini, yakni data pemahaman konsep yang dikumpulkan dengan tespemahaman konsep dan data kinerja ilmiah dikumpulkan dengan lembarobservasi. Data yang dianalisis adalah gain skor antara pretest dan posttest siswayang mengikuti pembelajaran inkuriri terbimbing dan siswa yang mengikutipembelajaran langsung. Sedangkan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakanMANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan pemahamankonsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung = 91,268 dan p < 0,05),2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang belajar melaluimodel pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung =75,807 dan p < 0,05), dan 3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yangbelajar melalui model pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaranlangsung (Fhitung = 74,782 dan p < 0,05).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 AMLAPURA TAHUN PELAJARAN 2010/20 I Wayan Sarya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui  perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung ; (2) untuk mengetahui  interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi; (3) untuk mengetahui  perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi  berprestasi tinggi; dan (4) untuk mengetahui  perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi  berprestasi rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah The non-equivalent pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 5 Amlapura tahun pelajaran 2010/2011 yang tersebar dalam 7 kelas dengan jumlah anggota populasi  sebanyak 242 orang. Dengan cara random diperoleh kelas VIIIB, VIIIC, dan VIIIG sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIIID, VIIIE, dan VIIIF sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis varian.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung (F hit 44,031 > F tabel 3,92 , P<0,05)  ; (2) terdapat pengaruh  interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA (F hit 5,098 > F tabel 3,92, P<0,05);   (3) ada perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa   yang memiliki motivasi berprestasi tinggi     (F hit 40,889 > F tabel 4,02, P<0,05); dan (4) Ada perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah     (F hit 9,754 > F tabel 4,02, P<0,05). Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Langsung, Motivasi Berprestasi, Hasil Belajar.     THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING AND DIRECT INSTRUCTION MODELS TOWARDS SCIENCE LEARNING ACHIEVEMENT VIEWED FROM ACHIEVING MOTIVATION                     OF THE STUDENTS CLASS VIII SMP NEGERI 5 AMLAPURA                     IN THE ACADEMIC YEAR OF 2010/2011 ABSTRACT The study aimed at finding out (1) different science learning achievement of the students joining problem based learning and direct instruction models; (2) interaction between instructional model and achieving motivation; (3) different science learning achievement of the students having higher achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction; and (4) different science learning achievement of the students having lower achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction. This study is a quasi-exsperimental research. Research design in this study is The non-equivalen pretest posttest control group design. The population involved in this study were all the students class VIII SMP Negeri 5 Amlapura in the academic year of 2010/2011 spread out into seven classes, such as classes VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF, and VIIIG. The samples were about 242 students determined based on random sampling involving classes VIIIB, VIIIC, and VIIIG were assigned as experimental groups, while classes VIIID, VIIIE, and VIIIF were assigned as control groups. The data were analyzed by using descriptive and variant analysis techniques. The findings showed that: (1) there was a different science learning achievement of the students joining problem based learning and direct instruction (F hit 40,031> F tab 3,92, P<0,05); (2) there was an effect of interaction between instructional model and achieving motivation towards learning achievement(F hit 5,098> F tab 3,92, P<0,05); (3) there was a different science learning achievement of the students having higher achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction(F hit 40,889> F tab 4,02, P<0,05); and (4) there was a different science learning achievemlearningent of the students having lower achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction (F hit 9,754> F tab 4,02, P<0,05).   Keywords: problem based instruction, direct instruction, achieving motivation, learning achievement.
Implementasi Model Pembelajaran Bilingual Preview-Review terhadap Kemampuan Berbahasa Inggris dan Hasil Belajar Biologi Ditinjau dari Kemampuan Dasar Berbahasa Inggris Siswa SMA Anak Agung Inten Paraniti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.018 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: model pembelajaran bilngual preview-review, kemampuan berbahasa inggris,hasil belajar biologi, kemampuan dasar berbahasa inggris.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) perbedaan KBIdan HB antara siswa yang mengikuti model pembelajaran bilingual (MP) preview-reviewdan concurrent, (2) pengaruh interaktif antara MP dan KDBI terhadap KBI dan HB, (3)perbedaan KBI dan HB antara siswa yang mengikuti MP preview-review dan concurrentpada siswa yang memiliki KDBI tinggi, (4) perbedaan KBI dan HB antara siswa yangmengikuti MP preview-review dan concurrent pada siswa yang memiliki KDBI rendah, (5)perbedaan KBI antara siswa yang mengikuti MP preview-review dan concurrent, dan (6)perbedaan HB antara siswa yang mengikuti MP preview-review dan concurrent. Penelitianini dilaksanakan di SMA N 4 Denpasar pada siswa kelas X semester II tahun ajaran2011/2012.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancanganthe nonequivalent postest only control group design. Pengambilan sampel (n=175) padapopulasi (N=314) dilakukan dengan metode group random sampling. Data post test KBIdan HB dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut: (1) terdapat perbedaanMP terhadap variabel-variabel KBI dan HB secara bersama-sama (F=6,941; p<0,05); (2)tidak terdapat interaksi MP dan KDBI terhadap KBI dan HB (F = 0,336; p>0,05); (3)terdapat perbedaan variabel MP terhadap KBI dan HB untuk siswa yang memiliki KDBItinggi (F=5,828; p<0,05); (4) tidak terdapat perbedaan variabel MP terhadap KBI dan HBuntuk siswa yang memiliki KDBI rendah (F = 1,962; p>0,05); (5) terdapat perbedaan MPterhadap variabel KBI (F=9,568; p<0,05); (6) terdapat perbedaan MP terhadap variabel HB(F=8,703 p<0,05). Berdasarkan temuan penelitian di atas dapat disarankan agarpelaksanaan proses pembelajaran disekolah bertaraf internasional menggunakan modelpembelajaran bilingual preview-review dengan memperhatikan kemampuan dasarberbahasa Inggris siswa.