cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Fransiska Simak, Eka Yayuk
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis perbedaanpemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif antara model pembelajaranquantum teaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP, 2)menganalisis perbedaan pemahaman konsep antara model pembelajaran quantumteaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP, 3) menganalisisperbedaan keterampilan berpikir kreatif antara model pembelajaran quantumteaching dan model pembelajaran langsung pada siswa SMP.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi pada siswa kelas VIII SMPNegeri 2 Petang dengan design non-equivalent pre-test post-test control groupdesign yang dapat digunakan untuk pengontrolan secara statistik serta melihatpengaruh perlakuan terhadap capaian skor (gain score) pada data pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kreatif. Sampel yang digunakan sebanyak duakelas (N=68), yaitu kelas eksperimen (n=33), dan kelas kontrol (n=35). Teknikanalisis dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik MANOVA dilanjutkandengan uji LSD.Analisis data ditemukan sbb: 1) terdapat perbedaan pemahaman konsepdan keterampilan berpikir kreatif antara model QT dengan DI, dengan F=11,35;p<0,05; 2) terdapat perbedaan PK antara model QT dengan DI, (F=15,28;p<0,05). Analisis LSD<ui-j yaitu 0,08<0,15 (p<0,05) yang berarti model QTmemberikan hasil PK lebih baik dibandingkan DI; 3) terdapat perbedaan KBKantara model QT dengan DI (F=7,32; p<0,05). Analisis LSD<ui-j yaitu 0,06<0,09(p<0,05) yang berarti model QT memberikan hasil KBK lebih baik dibandingkanDI. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa model QTsebagai model alternatif dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA danketerampilan berpikir kreatif.Kata kunci: QT, DI, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kreatif.
KOMPARASI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SRL DAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERHADAP SELF EFFICACY DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Putra Wiratha, I Ketut
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan self efficacy danhasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranSRL, model pembelajaran ARIAS, dan model pembelajaran konvensional, (2)perbedaan self efficacy antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, dan model pembelajarankonvensional, dan (3) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, dan modelpembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu denganrancangan post-test only control group design. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 122orang siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Datadikumpulkan dengan kuisioner self efficacy dan tes hasil belajar. Data dianalisismenggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Besarnya perbedaanrata-rata antar kelompok diuji dengan uji LSD pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat perbedaan self efficacy danhasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranSRL, ARIAS, dan konvensional (F=17,538; p<0,05), (2) terdapat perbedaan selfefficacy antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SRL,ARIAS, dan konvensional (F=8,344; p<0,05), (3) terdapat perbedaan hasil belajarantara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SRL, ARIAS,dan konvensional (F=41,672; p>0,05). Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukkanbahwa model pembelajaran SRL memberikan hasil yang tidak berbeda secarasignifikan dengan model pembelajaran ARIAS terhadap self efficacy siswa, danmodel pembelajaran SRL memberikan hasil yang berbeda secara signifikandengan model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini berimplikasi pada diperlukannya pemberian kesempatankepada siswa untuk meregulasi pembelajarannya sendiri, sehingga siswa terbiasadengan pembelajaran secara mandiri dan mengkondisikan pembelajaran sesuaidengan karakteristik dirinya maupun tujuan belajar yang direncanakannya.Kesempatan belajar seperti ini dikembangkan melalui langkah-langkah dalammodel SRL.Kata kunci: model pembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, selfefficacy, hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA Reta, I Ketut
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini pada hakekatnya bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaranberbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, (2)perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitiffield independent dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, dan (3)pengaruh interaksi antara gaya kognitif dan model pembelajaran terhadap keterampilanberpikir kritis.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas X SMAN 1 Gianyartahun pelajaran 2011/2012. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahnon equivalent pretest-posttest control group design. Data penelitian ini dianalisis dengananalisis statistik ANAVA faktorial 2 x 2. Uji lanjut dari ANAVA faktorial 2 x 2 dilakukandengan Uji t- Scheffe.Berdasarkan hasil analisis data dan hasil pembahasan dapat dibuat kesimpulan sebagaiberikut: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompoksiswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok siswa yangbelajar dengan model pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan yang signifikanketerampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif fieldindependent dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, 3) terdapatpengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap keterampilanberpikir kritis, 4) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yangbelajar melalui model PBLdengan kelompok siswa yang belajar dengan model PK padakelompok gaya kognitif field independent, 5) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritisantara kelompok siswa yang belajar melalui model PBLdengan kelompok siswa yang belajardengan model PK pada kelompok gaya kognitif field dependent.Berdasarkan temuan dalam penelitian ini dapat diajukan saran hendaknya para gurumenggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model alternatif untukmeningkatkan keterampilan berpikir kritis. Dan, dalam pembelajaran guru hendaknyamemperhatikan gaya kognitif yang dimiliki siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STM DAN CTL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Suwita, I Ketut
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang mengikuti pembelajaranmodel STM, CTL dan konvensional, (2) menganalisis perbedaan pemahamankonsep pada siswa yang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dankonvensional, (3) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis pada siswayang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dan konvensional.Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalahsemua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kuta Selatan Tahun Pelajaran2011/2012 yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah anggota 129 siswa.Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data dikumpulkandengan tes, dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur.Untuk mengetahui besar perbedaannya digunakan uji LSD dengan tarafsignifikansi 5%.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1)terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis padasiswa yang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dan konvensional (F =26,52; p<0,05); ( 2) terdapat perbedaan pemahaman konsep pada siswa yangmengikuti pembelajaran model STM, CTL dan konvensional (F=79,94; p<0,05).Rata-rata pemahaman konsep siswa yang menggunakan model STM lebih besardari CTL, dan konvensional. XSTM  70,36 ; SD = 7,84; XCTL  65,37; SD =6,94; dan XKON  51,00 ; SD = 5,45; dan (3) terdapat perbedaan keterampilanberpikir kritis pada siswa yang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dankonvensional (F=0,95; p>0,05). Rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa yangmenggunakan model STM lebih besar dari CTL, dan konvensional.XSTM  57,33; SD = 7,22; XCTL  51,78; SD = 5,89; dan XKON  46,70 ; SD =7,55.Kata kunci: STM, CTL, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kritis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP KONSEP DIRI DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SINGARAJA Ary ANggara, I Komang
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan konsep diri danpemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran experiential dan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaankonsep diri antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranexperiential dan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranexperiential dan model pembelajaran konvensional.Penelitian tergolong eksperimen semu dengan rancangan non-equivalentpost-test only control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas Xsemester 2 di Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4kelas dengan jumlah siswa 158 orang. Sampel diambil dengan teknik simplerandom sampling. Data dikumpulkan dengan kuisioner konsep diri dan tespemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif danMANOVA satu jalur. Untuk mengetahui besar perbedaan digunakan uji LSDdengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan konsep diridan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran experiential dan model pembelajaran konvensional (F=7,174;p<0,05), (2) terdapat perbedaan konsep diri antara kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran experiential dan model pembelajaran konvensional(F=6,378; p<0,05), (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompoksiswa yang belajar dengan model pembelajaran experiential dan modelpembelajaran konvensional (F=9,753; p>0,05). Hasil uji lanjut dengan LSDmenunjukkan bahwa model pembelajaran experiential lebih unggul dibandingkandengan model pembelajaran konvensional dalam konsep diri dan pemahamankonsep.Kata kunci: model pembelajaran experiential, konsep diri, pemahaman konsep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE GUIDED INQUIRY LABS DAN INDIVIDUAL GUIDED INQUIRY LABS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Mertayasa, I Made Ari
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata kunci: cooperative guided inquiry labs, gaya kognitif, pemahaman konsep, danketerampilan berpikir kritis.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan (1) pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guided inquiry labs, dan directinstruction, (2) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yangmemililiki gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD), (3) pengaruhinteraksi model pembelajaran dengan gaya kognitif terhadap pemahaman konsep danketerampilan berpikir kritis, (4) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritisantara siswa yang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs,individual guided inquiry labs, dan direct instruction pada siswa yang memiliki gayakognitif FI, dan (5) pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswayang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guidedinquiry labs, dan direct instruction pada siswa yang memiliki gaya kognitif FD, (6)menganalisis perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guided inquiry labs, dan directinstruction dan (7) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswayang mengikuti model pembelajaran cooperative guided inquiry labs, individual guidedinquiry labs, dan direct instruction.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x3posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIIISMP Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistikdeskriptif dan MANOVA dua jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. (1) Terdapatpengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabel PK dan KBKsecara bersama-sama (F=5,058; p<0,05). Artinya, PK dan KBK secara bersama-samamenunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran. (2) Terdapat perbedaanPK dan KBK antara siswa yang memiliki gaya kognitif FI dengan siswa yang memilikigaya kognitif FD (F=16,593; p<0,05). (3) Terdapat interaksi antara model dan gayakognitif secara bersama sama terhadap PK dan KBK (F=2,450; p<0,05). Berdasarkan ujiLSD diperoleh bahwa pemahaman konsep siswa pada MP-CGIL lebih baik dari MPIGILdan lebih baik dari MP-DI dan keterampilan berpikir kritis siswa pada MP-CGILlebih baik dari MP-IGIL dan lebih baik dari MP-DI.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS X SMAN 1 KEDIRI Mandra, I Made
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pemahamankonsep kimia dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaransains teknologi masyarakat dan siswa yang belajar dengan model konvensional padasiswa SMA Negeri 1 Kediri, (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaanpemahaman konsep kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sainsteknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswaSMA Negeri 1 Kediri, dan (3) untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap ilmiahantara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakatdengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswa SMA Negeri 1Kediri.Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only non-equivalent controlgroup design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan carasimple random sampling dengan jumlah sampel 160 orang. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah model pembelajaran sains teknologi masyarakat, yang dikenakanpada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional yang dikenakanpada kelompok kontrol. Sedangkan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswadalam penelitian ini berperan sebagai variabel terikat. Data yang telah dikumpulkandianalisa menggunakan analisis dan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahamankonsep Kimia dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran STM dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajarankonvensional (F = 25,734; p < 0,05) (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep kimiaantara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dengankelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Pemahamankonsep kimia kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM dengan nilairata-rata 81,03 lebih tinggi dibandingkan dengan pemahaman konsep kimia kelompoksiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan rata-rata 72,34, dan (3)terdapat perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran STM dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajarankonvensional. Sikap ilmiah kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STMdengan nilai rata-rata 183,25 lebih tinggi dibandingkan dengan sikap ilmiah kelompoksiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan rata-rata 177,32.. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiahsiswa SMAN 1 Kediri.Kata-kata kunci: model pembelaran sains teknologi masyarakat (STM), pemahamankonsep kimia, dan sikap ilmiah siswa
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF QUESTIONS STUDENT HAVE DAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Subawa, I Made
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis perbedaan pemahamankonsep kimia dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yangmengikuti model pembelajaran Questions Student Have dan kelompok siswa yangbelajar mengikuti model pembelajaran Think Pair Share, (2) untuk menganalisisperbedaan pemahaman konsep kimia antara kelompok siswa yang mengikutimodel pembelajaran Questions Student Have dan kelompok siswa yang belajarmengikuti Think Pair Share, dan (3) untuk menganalisis perbedaan keterampilanberpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaranQuestions Student Haved dan kelompok siswa yang belajar mengikuti modelpembelajaran Think Pair Share.Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent pre-test post-testcontrol group design. Populasi adalah semua kelas X SMA Negeri 4 Denpasar,dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan cara simple random samplingdengan jumlah sampel 156 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalahmodel pembelajaran Questions Student Have yang dikenakan pada kelompokeksperimdan dan Think Pair Share yang dikenakan pada kelompok kontrol.Pemahaman konsep kimia dan keterampilan berpikir kritis dalam penelitian iniberperan sebagai variabel terikat. Cara pengumpulan data menggunakan tespemahaman konsep dan tes keterampilan berpikir kritis. Data yang dikumpulkandianalisis dengan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar denganmenggunakan model Questions Student Have dan kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran Think Pair Share (Fhitung = 14,643 dan p < 0,05), (2)terdapat perbedaan pemahaman konsep kimia yang signifikan antara kelompoksiswa yang mengikuti model pembelajaran Questions Student Have dan kelompoksiswa belajar mengikuti model pembelajaran Think Pair Share (Fhitung = 2,082 danp < 0,05), dan (3) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis yang signifikanantara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Questions StudentHave dan kelompok siswa belajar mengikuti model pembelajaran Think PairShare (Fhitung = 5,323 dan p < 0,05).Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwamodel pembelajaran Questions Student Have memberikan peningkatanpemahaman konsep kimia dan keterampilan berpikir kritis siswa yang lebihsignifikan dibandingkan dengan model pembelajaran Think Pair Share.Kata-kata kunci: model pembelajaran kooperatif Questions Student Have, ThinkPair Share, pemahaman konsep kimia, dan ketrampilan berpikirkritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN KINERJA ILMIAH SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 DENPASAR Sweca, I Made
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan perbedaan penguasaan materi dankinerja ilmiah dalam pembelajaran kimia antara kelompok siswa yang belajar denganmodel pembelajaran inkuiri bebas dengan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri terbimbing, (2) mendeskripsikan perbedaan penguasaan materidalam pembelajaran kimia antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri bebas dengan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri terbimbing, dan (3) mendeskripsikan perbedaan kinerja ilmiahdalam pembelajaran kimia antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri bebas dengan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri terbimbing.Penelitian ini menggunakan rancangan nonequivalent control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 4 Denpasar tahun pelajaran2011/2012 (8 kelas) yang berjumlah 314 orang. Penentuan sampel penelitian ditetapkandengan teknik pengundian kelas dengan jumlah sampel sebanyak 4 kelas yangberjumlah 158 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaraninkuiri bebas yang dikenakan pada kelompok eksperimen. Sedangkan penguasaanmateri dan kinerja ilmiah siswa dalam penelitian ini berperan sebagai variabel terikat.Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan analisis multivariat (MANOVA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penguasaan materi dan kinerja ilmiahkelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas lebih tinggi darikelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Hal iniditunjukkan dari hasil analisis Fhitung = 24,362 dan angka signifikasi 0,000; (2)Penguasaan materi kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiribebas lebih tinggi dari kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiriterbimbing. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis Fhitung = 4,872 dan angka signifikasi0,029. (3) Kinerja ilmiah kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuiri bebas lebih tinggi dari kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuiri terbimbing. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis Fhitung = 46,348 dan angkasignifikasi 0,000 Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran inkuiri bebas berpengaruh terhadap penguasaan materi dan kinerja ilmiahsiswa.Kata-kata kunci: model pembelajaran inkuiri bebas, penguasaan materi, dan kinerjailmiah
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X SMAN 3 AMLAPURA Tangkas, I Made
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTangkas, I Made. 2012. Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran InkuiriTerbimbing terhadap Kemampuan pemahaman konsep dan Keterampilan proses sainssiswa kelas X SMAN 3 Amlapura. Tesis. Program Studi Pendidikan Sains, ProgramPascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Ida BagusPutu Arnyana, M.Si dan Pembimbing II: Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta, M.SiKata-kata kunci: model pembelajaran, pemahaman konsep, keterampilan prosessainsPenelitian ini merupakan eksperimen semu pada siswa kelas X SMAN 3Amlapura tahun pelajaran 2011/2012. Tujuan Penelitian ini adalah untukmengetahui dan menganalisa perbedaan pemahaman konsep dan keterampilanproses sains siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran modelinkuiri terbimbing dan model pembelajaran langsung, untuk mengetahui danmenganalisa perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yangmengikuti pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan modelpembelajaran langsung, untuk mengetahui dan menganalisa perbedaanketerampilan proses sains siswa antara kelompok siswa yang mengikutipembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan model pembelajaranlangsung.Rancangan penelitian ini adalah The posttes only control group design.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep danketerampilan proses sains siswa. Data pertama dikumpulkan dengan tespemahaman konsep berbentuk tes pilihan ganda dengan jumlah 30 buitir soal dandata kedua dikumpulkan dengan instrumen keterampilan proses sains dengan 5indikator. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan menggunakan statistikmultivariat MANOVA.Berdasarkan hasil analisa data, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagaiberikut. Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan hasil pemahaman konsepdan keterampilan proses sains antara kelompok siswa dengan model inkuiriterbimbing dan kelompok siswa dengan model pembelajaran langsung (F =10,349; p<0,05). Kedua, terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompoksiswa dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok siswa dengan modelpembelajaran langsung (Fhitung = 12,183; Ftabel = 3,920). Ketiga, terdapatperbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa dengan model inkuiriterbimbing dan kelompok siswa dengan model pembelajaran langsung (Fhitung =16,756; Ftabel = 3,920).

Page 3 of 40 | Total Record : 400