cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMP Sudarman, I Nengah
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: inkuiri terbimbing, pemahaman kosep, dan kinerja ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaanpemahaman konsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui modelinkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung. 2) perbedaan pemahamankonsep antara siswa yang belajar melalui model inkuri terbimbing denganpembelajaran langsung. dan 3) perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajarmelalui model inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakanrancangan pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalahsiswa kelas IX SMP Negeri 1 Bangli Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah144 orang dan seluruhnya diperlakukan sebagai sampel, dengan rincian 72 orangsebagai kelompok eksperimen dan 72 orang siswa sebagai kelompok kontrol yangditentukan secara random sederhana. Ada dua jenis data yang dikumpulkan dalampenelitian ini, yakni data pemahaman konsep yang dikumpulkan dengan tespemahaman konsep dan data kinerja ilmiah dikumpulkan dengan lembarobservasi. Data yang dianalisis adalah gain skor antara pretest dan posttest siswayang mengikuti pembelajaran inkuriri terbimbing dan siswa yang mengikutipembelajaran langsung. Sedangkan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakanMANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan pemahamankonsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung = 91,268 dan p < 0,05),2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang belajar melaluimodel pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung =75,807 dan p < 0,05), dan 3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yangbelajar melalui model pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaranlangsung (Fhitung = 74,782 dan p < 0,05).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Suarjaya, I Nyoman Adi
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran pemecahan masalah dan konvensional. (2) untuk menganalisisperbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional. (3) untuk menganalisis perbedaankemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswakelas VIII SMP Negeri 9 Denpasar tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelaspenelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisisdengan statistic deskriptif dan MANOVA dua jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, adapengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabelpemehaman konsep dan keterampilan berfikir kreatif secara bersama-sama (F=5,133;p<0,05). Kedua terdapat perbedaan signifikan model pembelajaranpemecahan masalah terhadap pemahaman konsep siswa (F = 4,085;p < 0,05).Ketiga terdapat perbedaan signifikan model pembelajaran pemecahan terhadapketerampilan berfikir kreatif siswa (F= 8,809; p<0,05).Kata kunci: Pemecahan masalah, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikirkreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Widiarini, Putu
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK, (2)pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadapketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa, (3) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (5) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok MPBM dan MPK, (6) perbedaanpemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK.Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest onlynon-control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang.Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tesKBK dan PK fisika. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item denganreliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item denganreliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manovadua jalur.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan keterampilan KBKdan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruhinteraksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PKsiswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBMdan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4)terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswayang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBKantara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebihlanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPKdalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisikasiswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah (MPBM), keterampilanberpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK), dan motivasi belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI LABORATORIUM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Sanjaya, I Putu Hendra
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK, (2) menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains, (3) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains  kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK pada siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, (4) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK pada siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, (5) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK, (6) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x2 posttest only control group design.Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Mendoyo tahun pelajaran 2011/2012.Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling.Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabel KBK dan KPS secara bersama-sama (F=580,20; p<0,05).Artinya,KBK dan KPS secara bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran.Kedua, terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar secara bersama sama terhadap KBK dan KPS (F=21,72;p<0,05). Ketiga, terdapat perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap KBK dan KPS untuk siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi (F=342,36; p<0,05). Keempat, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KBK dan KPS untuk siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah (F=228,82; p>0,05).Kelima, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KBK (F=801,01; p<0,05). Keenam, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KPS (F=335,98; p<0,05).   Kata kunci:inkuiri laboratorium, kemandirian belajar, keterampilan berpikir kreatif, dan keterampilan proses sains.  ABSTRACT The aims of this study was to (1) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model, (2) analyze the interaction effect between the influence learning and self-direction in learning of creative thinking skills and process skills, (3) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model on students who have high self-direction in learning, (4) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model on students who have low self-direction in learning, (5) analyze the differences in creative thinking skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model, (6) analyze the differences in science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model. This study was an experimental study using the 2x2 factorial posttest-only control group designs. The subjects were all of the seventh grade students in SMP Negeri 5 Mendoyo academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on random sampling technique. The data were analyzed by descriptive statistics and two ways MANOVA. The result showed that (1) there is significant influence learning model of creative thinking skills variables and science process skills together (F=580,20; p<0,05). That is, creative thinking skills and science process skills together showed significant differences between the learning models. (2) There is interaction between self-direction in learning and learning model collectively equal to creative thinking skills and science process skills (F= 21,72; p>0,05). (3) There are significant differences variable learning model of creative thinking skills and science process skills for students who have high self-direction in learning (F=342,36; p<0,05). (4) There are significant differences variable learning model of creative thinking skills and science process skills for students who have low self-direction in learning (F= 228,82; p>0,05). (5) There are significant differences of creative thinking skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model (F=801,01; p>0,05). (6) There are significant differences of science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model (F=335,98; p>0,05). Key words: inquirylaboratory learning, self-direction in learning, creative thinking skills and science process skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 GIANYAR DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH Mudalara, I Putu
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri bebas terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI IPA ditinjau dari sikap ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Gianyar. Subjek penelitian berjumlah 240 orang siswa. Sebagai sampel diambil sebanyak 88 orang siswa dengan teknik random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan experiment the  equivalent posttest only control group design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar dan kuesioner sikap ilmiah. Data yang diperoleh dan dianalisis berupa nilai hasil post tes yang dilaksanakan setelah pemberian perlakuan (treatment) sedangkan pemberian kuesioner sikap ilmiah dilaksanakan sebelum pemberian perlakuan (treatment). Data hasil penelitian dianalisis dengan ANAVA dua jalur, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas lebih tinggi dari hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional;  (2) Hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas lebih tinggi dari hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional untuk siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi; (3) Hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional lebih tinggi dari hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas untuk siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah; (4) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan sikap ilmiah siswa. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri bebas berpengaruh terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari sikap ilmiah.   Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri bebas, hasil belajar kimia, sikap ilmiah.   Abstract The study aimed describing the contribution of free inquiry instructional model towards chemistry learning achievement of the students Class XI IPA viewed from their scientific attitude. The study was conducted at class XI IPA SMA Negeri 1 Gianyar by utilizing an equivalent post-test only control group design and involving a total number of 240 students. There were about 88 students selected as the samples based by using a quasi experiment technique. The data were collected by using a post test (achievement test) which was administered after the treatment had been conducted, while questionnaires was administered prior to the treatment. The analysis was made by using two-tailed ANAVA, followed by Tukey-test with 0.05 significant level. The results indicated that: (1) the chemistry learning achievement of the students joining free inquiry instructional model was found higher than that of the students joining a conventional model; (2) the chemistry learning achievement of the students having high level of scientific attitude joining free inquiry instructional model was found higher than that of the students joining a conventional model; (3) the chemistry learning achievement of the students having higher than that of the students joining a conventional model; there was an interacting models of instruction with the students’ scientific attitudes. Based on the findings it could be concluded that the free inquiry instructional model contribute towards the students’ chemistry learning achievement viewed from their scientific attitudes.   Key-words: free inquiry instructional model, chemistry learning achievement, scientific attitude.  
PENGARUH STRATEGI KONFLIK KOGNITIF DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS VII SMP NEGERI 1 NUSA PENIDA Wiradana, I Wayan Gde
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini berjutuan untuk (1) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti strategi konflik kognitif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. (3) mendeskripsikan pengaruh interaktif antara strategi pembelajaran konflik kognitif dengan pembelajaran konvensional dan  kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar fisika siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini dirancang menggunakan kuasi eksperimen dengan desain faktorial   2 × 2, di mana strategi pembelajaran konflik kognitif sebagai variabel independen sedangkan kemampuan berpikir kritis sebagai variabel moderator atau variabel psikologi, prestasi belajar sebagai variabel dependen dengan desain ”Posttest only Control Group Design”. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur berbantuan SPSS 13.0  for windows. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti strategi konflik kognitif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dengan nilai F=20,882 dengan taraf signifikan 0,001 (p<0,05), (2) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dengan yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah dengan nilai F= 1,437 dengan angka signifikansi 0,234 (p>0,05), (3) terdapat pengaruh interaktif antara strategi pembelajaran konflik kognitif dengan pembelajaran konvensional dan kemampuan berpikir kritis tehadap prestasi belajar fisika dengan nilai F=19,631 dengan taraf signifikansi 0,001 (p<0,05). Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada para guru hendaknya menggunakan model pembelajaran ini yang berlandaskan pada filosofi konstruktivisme sebagai alternatif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Walaupun dalam penelitian ini keterampilan berpikir kritis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar, para guru hendaknya para guru memperhatikan kondisi pembelajaran seperti minat, bakat kemampuan awal, motivasi, intelegensi dan lain-lain. Kata kunci: konstruktivisme, strategi konflik kognitif, prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis.   ABSTRACT The study aimed at describing: (1) the differences of physics learning achievement of the students learnt by cognitive conflict strategy and those learnt by conventional model, (2) differences of physics learning achievement of the students having higher critical thinking from those having lower critical thinking, (3) interactive effect between cognitive conflict strategy and conventional instructional model and ability of critical thinking towards physics learning achievement. The study was conducted at SMP Negeri 2 Nusa Penida in 2011/2012, by utilizing quasi-experimental method, with 2x2 factorial and post-test only control group design , involving the population of the students class VII. The samples were determined by using simple random sampling. Cognitive Conflict strategy was considered as an independent variable, while ability of critical thinking was considered as moderator independent variable or psychological variable, learning achievement was considered as dependent variable. The data were analysed by using two-tailed ANAVA supported by SPSS 13.00 for windows. The results indicated that (1) there was a different physics learning achievement of the students learnt by cognitive conflict strategy and those learnt by conventional model with F=20.882 with signification figure of 0.001 (p<0.05), (2) there was no different physics learning achievement of the students having higher level of critical thinking from those having lower level of critical thinking with F=1.437 with significant figure 0.234 (p<0.05)  (3) there was an interactive effect between cognitive conflict strategy and conventional model of instruction and critical thinking ability towards physics learning achievement with F=19.631 with significant figure 0.001 (p<0.05). Based on the findings, the teachers were recommended to use this instructional model based on the philosophical of constructivism as an alternative to improve the students learning achievement. Even in this study critical thinking skills did not prove to give significant effect towards learning achievement, the teachers should provide greater attention to the students’ interest, initial aptitude, motivation, intelligence, and so on. Key-words: constructivism, cognitive conflict strategy, learning achievement and critical thinking skills. Key-words: constructivism, cognitive conflict strategy, learning achievement and critical thinking skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DAN KONSEP DIRI SISWA SMA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Madiya, I Wayan
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa: (1) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran eksplorasi, elaborasi, konfirmasi (EEK), (2) terhadap pengaruh interaksi model pembelajaran dengan gaya kognitif, (3) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran EEK pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, dan (4) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan EEK pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik intake kelas. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan signifikan model pembelajaran terhadap variabel prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa secara bersama-sama (F=2,944; p<0,05). Artinya, prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa secara bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antara model pembelajaran; (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif secara bersama sama terhadap prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa (F=47,456; p<0,05); (3) terdapat perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (F=34,337; p<0,05); (4) terdapat perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap prestasi belajar kimia dan konsep diri siswa untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (F=17,912; p<0,05). Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah, gaya kognitif, prestasi belajar kimia, konsep diri siswa   ABSTRACT The aims of this study were to analyze differences in (1) chemistry study achievement and students self-concept between students who studied through problem based learning (PBL) model and their counterparts who studied through exploration, elaboration, confirmation (EEC) learning model, (2) the interaction effect between the learning influence and cognitive styles, (3) chemistry study achievement and student’s self-concept between students who studied through PBL model and their counterparts who studied through EEC learning model on students who have field independent cognitive style, and (4) chemistry study achievement and student’s self-concept between students who studied through PBL model and their counterparts who studied through direct instruction learning model on students who have field dependent cognitive style.  This study was an experimental and  using the  2x2 factorial posttest-only control group design. The subject of this study were the student of the class X SMAN 1 Singaraja academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on class intake technique. The data were analyzed by descriptive statistics and two way MANOVA. The results showed that (1) there are significant differences in learning model of chemistry study achievement and student’s self-concept together (F=2.944, p<0.05), in which, chemistry study achievement and student’s self-concept together showed significant differences between the learning model, (2) there are interaction between learning model and cognitive style and collectively equal to chemistry study achievement and self-concept students (F=47.456, p<0.05), (3) there are significant differences variable chemistry study achievement and student’s self-concept for students who have field independent cognitive style (F=34.337, p<0.05), (4) there are significant differences variable in chemistry study achievement and student’s self-concept for students who have field dependent cognitive style (F=17.912, p<0.05).   Key Words: problem based learning, cognitive style, chemistry study achievement, students self-concept
STUDI KOMPARATIF MODEL PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAJUAN MASALAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA SMA WIDIARTINI, IDA AYU PUTU
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan pengajuan masalah, (2) perbedaan motivasi belajar dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajuan masalah, (3) perbedaan pemahaman konsep dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan  kelompok siswa yang belajar dengan pengajuan masalah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “posttest only control design”. Populasi penelitian berjumlah 150 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 99 orang.Dua instrumen pokok penelitian yaitu motivasi belajar dan pemahaman konsep siswa.Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistic inferensial.Untuk menguji hipotesis digunakan analisis multivariate dengan varians (MANOVA) satu jalur.Hasil penelitian adalah sebagai berikut.Pertama, terdapat perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dan siswa yang belajar dengan model pemecahan masalah.Ini didasarkan pada hasil uji multivariat masing-masing dengan F = 129,5 dengan signifikansi = 0,000. Kedua, terdapat perbedaan motivasi belajarantara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah.Ini didasarkan pada nilai Fhitung =  211,392. Ketigaterdapat perbedaan pemahaman konsep kimiaantara siswayang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dansiswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah. Rata-rata pemahaman konsep kimia siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah sebesar 85,182 lebih besar dari rata-rata pemahaman konsep kimiakelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah sebesar 77,842.Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran pengajuan masalah dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep kimia siswa.   Kata-kata kunci: model pembelajaran pemecahan masalah, model pembelajaran pengajuan masalah, motivasi belajar, pemahaman konsep. ABSTRACT The purpose of this study is analyze: (1) the differences of learning motivation and concept understanding in chemistry at the topic of acid-based solution between group of student who study with problem posing and solving learning model, (2) the differences of learning motivation in chemistry at the topic of acid-based between group of student who study with problem posing and solving learning model, (3) the differences of concept understanding in chemistry at the topic of acid-based between group of student who study with problem solving learning model and group of student who study with posing learning model. This study was queasy experiment by using posttest only control design. The population of this study was 150 students and sample of this study who participated was 99 students. Two main instruments were students’ learning motivation and concept understanding. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and inferential statistics analysis. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with MANOVA one way was used. The result of study was stated below. First, there were the differences between learning motivation and chemistry concept understanding significantly between group of student who study with problem posing and solving learning model (F = 129.5 dan p<0.05). Second, there werelearning motivation diffrences  between group of student who study with problem leading and solving learning model Fhitung = 211.392 dan p<0.05), Third, there was the chemistry concept understanding differences between group of student who study with problem posing and solving learning model Fhitung = 36.015 dan p<0.05). Based on the result of study, it can be recommended that learning model of problem posing can be applied as an alternative learning model in order to improve the students’ learning motivation and chemistry concept understanding.   Keywords: problem solving model, problem posing model, learning motivation, concept understanding.
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) Putera, Ida Bgs Nym Semara
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semara Putera, Ida. Bagus Nyoman, 2012. Implementasi Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Biologi SMA Ditinjau dari Intelligence Quotien ( IQ) . Tesis Program Studi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh: Pembimbing     : ( I )  Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si ( II )  Dr. I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si   Kata-kata kunci : Problem Based Learning, , IQ hasil belajar Biologi   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi problem based learning terhadap hasil belajar biologi SMA ditinjau dari IQ. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ubud dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 84 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya adalah : (1) secara keseluruhan, hasil belajar Biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran  problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (FA = 4,36 dengan p < 0,05), (2) untuk siswa yang memiliki IQ tinggi, hasil belajar Biologi  siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F = 25,96 dengan p < 0,05), (3) untuk siswa yang memiliki IQ rendah, hasil belajar Biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning (F = 24,72 dengan p < 0,05), dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan IQ terhadap hasil belajar Biologi siswa (FAB = 4,35 dengan p < 0,05). Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa implementasi problem based learning berpengaruh terhadap hasil belajar Biologi ditinjau dari IQ pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ubud. Penelitian ini memberikan implikasi antara lain : 1) model pembelajaran problem based learning merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran Biologi, dan 2) penerapan model pembelajaran problem based learnin hendaknya mempertimbangkan tingkat keterampilan IQ siswa.   ABSTRACT   Semara Putera, Ida Bagus Nyoman, the Implementation of Problem Based Learning (PBL)   toward Biology Learning Achievement viewed from Intelligence Quotien (IQ). Thesis of Science Educational Study Program, Post Graduate Program, Ganesha Educational University, Singaraja.   Councilors       : ( I )  Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si ( II )  Dr. I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si   Key words       : Problem Based Learning, IQ Biology Learning Achievement This study is aimed at finding out and analyzing the implementation of Problem Based Learning toward Biology Learning Achievement of high school students viewed from IQ. This research was conducted in science class XI of SMA Negeri 1 Ubud using Post Test Only Control Group Design. The research samples were 84 students selected using Random Sampling Technique. The data obtained was processed by using Two Path Varians Analysis (ANAVA) and followed up by Tukey test. The result of the study shows the followings : (1) On the whole, Biology Learning Achievements of students studying using Problem Based learning Instructional model is higher than those of students studying using direct instructional model(FA = 4,36  at p <0,05), (2) For students with high IQ, Biology Learning Achievements of students studying using Problem Based learning Instructional model is higher than those of students studying using direct instructional model (F = 25,96 at p<0,05, (3) For students with low IQ, Biology Learning Achievements of students studying using direct Instructional model is higher than those of students studying using problem based learning instructional model (F = 24,72 at p<0,05). And (4) There is an interaction effect between instructional model and IQ toward Biology Learning Achievements of students (FAB = 4,35 at p<0,05) From the study findings, it is concluded that the implementation of Problem Based learning affects Biology Learning Achievement viewed from IQ on science class XI students of SMA Negeri 1 Ubud. This study contributes implication such as : 1) Problem Based learning Instructional model is an instructional model which should be taken into account to be applied within Biology Learning process, and 2) The application of Problem Based learning Instructional model should consider student IQ skill level.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP ILMIAH SISWA ., Jumantoro .
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (3) perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Patas tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri atas 4 kelas dengan jumlah siswa 127 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan kuesioner sikap ilmiah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (3) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung. Kondisi dan jumlah fasilitas penunjang berupa alat dan bahan percobaan yang tersedia di laboratorium sekolah kurang memadai, sehingga sulit untuk mengoptimalkan kinerja masing-masing individu siswa. Hal tersebut mengakibatkan beberapa siswa cenderung pasif dan bahkan ada yang mengganggu teman-temannya. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak sekolah agar lebih mengoptimalkan fasilitas laboratorium, agar dapat mendukung proses pembelajaran dengan kegiatan eksperimen secara optimal. Guru disarankan mengoptimalkan penggunaan fasilitas laboratorium yang ada untuk mendukung proses pembelajaran. Kata kunci:  model pembelajaran STML, hasil belajar, sikap ilmiah ABSTRACT   The study was aim to analyze: (1) the difference of student’s learning outcomes and scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (2) the difference of student’s learning outcomes between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (3) the difference of student’s scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model. This research was quasi experiments with non equivalent post-test only control group design. The samples of this experiment were students of X class of SMA Negeri Patas from academic year of 2010/2011 that was covered by 127 students. Samples were take by using simple random sampling technique. Data were collect by using learning outcomes test and scientific attitude questioner. Data were analyze by using one way MANOVA. Based on the research, it was found that: (1) there was significant difference of student’s learning outcomes and scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (2) there was significant difference of student’s learning outcomes between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (3) student’s scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model. The conditions and amount of support facilities in the form of tools and materials available in the laboratory experiments that inadequate schools, making it difficult to optimize the performance of each individual student. This resulted in some students tend to be passive and there was a disturbing and even his friends. Therefore, recommended to the school in order to further optimize laboratory facilities, in order to support the learning process with activities in an optimal experiment. Teachers were advise to optimize the use of existing laboratory facilities to support the learning process.   Keywords: Science Technology Society and Environment Learning Model, Learning Outcomes, and Scientific Attitude

Page 4 of 40 | Total Record : 400