cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN STARTER EXPERIMENT APPROACH DAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Suwama, I Nengah
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) apakah terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer, (2) apakah terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer; (3) apakah terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Denpasar tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas XI IPA 5, XI IPA 6, XI IPA 7, dan XI IPA 8. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis  pada pokok bahasan sistem pencernaan dan sistem pernapasan. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif dan MANOVA. Uji komparasi rata-rata hasil penelitian diuji dengan LSD pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis diperoleh : (1) terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer (F hitung sebesar 58,398 pada taraf signifikansi 5%), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer (F hitung sebesar 61, 762 pada taraf signifikansi 5%); dan (3) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer (F hitung sebesar 52,142 pada taraf signifikansi 5%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan SEA lebih baik dari pada AO dalam meningkatkan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis siswa. Sehingga disarankan agar para guru menerapkan model pembelajaran tersebut dalam upaya meningkatkan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis siswa.   Kata Kunci : Starter Experiment Approach, Advance Organizer, Hasil Belajar Biologi, Keterampilan Berpikir Kritis   ABSTRACT   This research aimed to find out : (1) is there any difference of biology learning outcomes and critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer; (2) is there any difference of biology learning outcomes among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer; (3) is there any difference of critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer. This research was kind of quasi experiment with pretest-posttest control group design program. The population of this research were students of XI IPA class SMA Negeri 8 Denpasar in the academic year 2011/2012 with nine classes in total, while the sample were students of XI IPA 5, XI IPA 6, XI IPA 7, and XI IPA 8 class. The data which collected from the research were the result of biology learning outcomes and the result of critical thinking skill in digestion system and respiration system. The research data was analyzed by descriptive analysis and MANOVA.  The average of comparative test was tested by LSD at 5% significant level. Based on the result of the analysis, obtained: (1) there was a difference biology learning outcomes and critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer (F count was 58,398 at 5% significant level); (2) there was a difference biology learning outcomes among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer (F count was 61.762 at 5% significant level); (3) there was a difference critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer (F count was 52.142 at 5% significant level). Therefore, it can be concluded that learning by SEA is better than AO in increasing biology learning outcomes and critical thinking skill of students.  Thus, it is suggested for the teachers to apply that kind of learning model in increasing concept understanding of biology and critical thinking skill of students.   Key Words : Starter Experiment Approach, Advance Organizer, biology learning outcomes, critical thinking skill.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KINERJA ILMIAH SISWA MARLINDA, NI LUH PUTU MERY
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Marlinda, Ni Luh Putu Mery Marlinda. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kinerja Ilmiah Siswa. Tesis. Program Studi Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.   Tesis ini sudah dikoreksi dan disetujui oleh Pembimbing I:  Prof. Dr. I Wayan Sadia, M. Pd., dan Pembimbing II: Prof. Dr. I Wayan Suastra, M. Pd.   Kata kunci: model pembelajaran berbasis proyek (MPjBL), model pembelajaran konvensional (MPK), kemampuan berpikir kreatif, dan kinerja ilmiah.   Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan: (1) kemampuan berpikir kreatif dan kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK, (2) kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK, dan (3) kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK. Fokus masalah penelitian ini adalah pengaruh model pembelajaran pembelajaran berbasis proyyek terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa pada kelas VII SMP Dwijendara Denpasar tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri atas 225 siswa. Pengambilan sampel penelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA one-way. Sebagai tindak lanjut dari MANOVA one-way, maka digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 21,68; p<0,05). Secara deskriptif, kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelompok MPjBL memperoleh skor rata-rata sebesar 28,86, sedangkan pada kelompok MPK memperoleh skor rata-rata sebesar 26,73. Kemudian, skor rata-rata kinerja ilmiah yang diperoleh siswa pada kelompok MPjBL adalah 21,96, sedangkan siswa pada kelompok MPK memperoleh skor rata-rata sebesar 19,49. Kedua, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 16,58; p<0,05) dengan LSD = 0,519; Δμ = 2,128. Ketiga, terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPjBL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 28,87; p<0,05) dengan LSD = 0,897; Δμ = 2,475.   ABSTRACT Marlinda, Ni Luh Putu Marlinda Mery. 2012. The Effect of Project-based Learning Model on Creative Thinking Ability and Students’ Scientific Performance. Thesis. Science Education Study Program, Post-graduate Program of Ganesha University of Education.   This thesis has been corrected and approved by the Supervisor I: Prof. Dr. I Wayan Sadia, M. Pd., and Supervisor II: Prof. Dr. I Wayan Suastra, M. Pd. Keywords: project-based learning model (MPjBL), conventional learning model (MPK), the ability to think creatively, and scientific performance. The purpose of this study was to analyze the differences of: (1) creative thinking skills and scientific performance between groups of students who studied using MPjBL and groups of students who learnt using MPK, (2) the ability of creative thinking among the students who studied using MPjBL and groups of students who studied using MPK, and (3) scientific performance between groups of students who studied using MPjBL and groups of students who learnt using MPK. The focus of this research problem is the influence of the learning model of learning based on the ability to think creatively and the science performance of students. This study uses experimental design of non-equivalent post-test only control group design. The population in this study were seventh grade students of Dwijendra Junior High School, Denpasar in the academic year 2011/2012 consisting of 225 students. The sample was taken using random sampling techniques. The data obtained were then analyzed using descriptive statistics and one-way MANOVA. As the follow-up of one-way MANOVA, Least Significant Difference (LSD) was used to test the significance of differences of the average scores of each treatment group. The result of the analyses shows that: there are differences in the ability to think creatively and science performance among groups of students who studied with MPjBL and groups of students who studied with the MPK (F = 21.68, p <0.05). Descriptively, the creative thinking of students in the group of MPjBL obtain the average score of 28.86, while, the creative thinking of students in the group of MPK obtain the average score of 26.73. Further, the scientific performance of students in the group of MPjBL obtain the average score of 21.96, while, the scientific performance of students in the group of MPK obtain the average score of 19.49. Second, there is a difference in creative thinking between groups of students who studied with MPjBL and groups of students who learnt using MPK (F = 16.58, p <0.05) by LSD = 0.519; Δμ = 2.128. Third, there is a difference in scientific performance between groups of students who studied using MPjBL and groups of students who learnt using MPK (F = 28.87, p <0.05) by LSD = 0.897; Δμ = 2.475.
KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN 5E DENGAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMA Suryaningsih, Ni Made Ayu
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran 5E dengan Model pengajaran langsung terhadap (1) hasil belajar biologi dan kinerja ilmiah siswa, (2) hasil belajar biologi, dan (3) kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kuta Utara pada siswa kelas XI IPA semester II tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan non equivalent pretest-posttest  control group design.  Pengambilan sampel (n=134) pada populasi (N=271) dilakukan dengan metode group random sampling. Data berupa gain skor ternormalisasi hasil belajar dan kinerja ilmiah yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,845 dengan taraf signifikansi 0,001, P<0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,819 dengan taraf signifikansi 0,010, p<0,05), dan (3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=9,001 dengan taraf signifikansi 0,003, p<0,05). Kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran 5E menunjukan hasil hasil belajar (LSD=0,04< µij=0,054) dan kinerja ilmiah (LSD=0,063< µij=0,097) yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan model pengajaran langsung. Kata Kunci: model pembelajaran 5E, model pengajaran langsung, hasil belajar biologi, dan kinerja ilmiah
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD DOREMI EXCELLENT SCHOOL suneli, Ni Made Yethi
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan 1) macam-macam alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School; (2) faktor-faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School; (3) fungsi-fungsi alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang digunakan guru maupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan dua bahasa yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi  dan metode wawancara.   Kata kunci: Alih kode, campur kode, pembelajaran sains
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL DAN SIKAP ILMIAH SISWA Rupilu, Ni Putu Erni Maryati
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan: (1) KBF dan SI  antara kelompok siswa yang belajar dengan MPGI dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK, (2) KBF antara kelompok siswa yang belajar dengan MPGI dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK, dan (3) SI antara kelompok siswa yang belajar dengan MPGI dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK. Fokus masalah penelitian ini adalah pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap KBF dan SI siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa pada kelas VIII SMP Negeri 3 Abiansemal tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri atas 560 siswa. Pengambilan sampel penelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA one-way. Sebagai tindaklanjut dari MANOVA one-way, maka digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan KBF dan SI antara kelompok siswa yang belajar dengan MPGI dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 44,46; p<0,05). Secara deskriptif, KBF siswa pada kelompok MPGI memperoleh skor rata-rata sebesar 27,21; sedangkan KBF siswa pada kelompok MPK memperoleh skor rata-rata sebesar 24,38. Kemudian, skor rata-rata SI yang diperoleh siswa pada kelompok MPGI adalah 218,65, sedangkan siswa pada kelompok MPK memperoleh skor rata-rata SI sebesar 197,95. Kedua, terdapat perbedaan KBF antara kelompok siswa yang belajar dengan MPGI dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 32,14; p<0,05). Uji LSD menunjukkan bahwa MPGI memberikan hasil KBF yang lebih baik daripada MPK (Δµ = 2,83 > LSD = 0,99). Ketiga, terdapat perbedaan SI antara kelompok siswa yang belajar dengan MPGI dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 56,23; p<0,05). Uji LSD menunjukkan bahwa MPGI memberikan hasil SI yang lebih baik daripada MPK (Δµ = 20,70  > LSD = 5,50). Oleh sebab itu, disarankan kepada para guru sains maupun guru bidang studi lain untuk menggunakan MPGI dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan KBF dan SI siswa. Kata Kunci: Model pembelajaran Guided Inquiry (MPGI), Model Pembelajaran Konvensional (MPK), KBF (KBF), dan SI (SI).
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA SMA NEGERI 1 SAWAN DEWI, NI PUTU SRI RATNA
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan: (1) pemahaman konsep dan keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (2) pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan The pretest-posttest  NonequivalentControl Group Design.Populasi penelitian berjumlah 192 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 130 orang. Dua instrumen pokok penelitian yaitu tes pemahaman konsep dan tes keterampilan proses (tes kinerja). Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.Untuk menguji hipotesis digunakan analisis MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut.Pertama, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep dan keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=2,99; p<0,05). Kedua, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=132,516; p<0,05). Ketiga, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=303,612; p<0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa model siklus belajar 7E dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa.   Kata kunci:    siklus belajar, 7E,  pemahaman konsep, dan keterampilan proses. ABSTRACT   The aims of this study was to analyze the differences between: (1) conceptual understanding and process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model, (2) conceptual understanding between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model, (3) process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model. This study was an quasy experimental study using the pretest-posttest nonequivalent control group design. The population of this study was 192 students and sample of this study who participated was 130 students. Two main instruments were students concept understanding test and process skill test. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and inferential statistics analysis. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with MANOVA one way was used. The result of study was stated below. First, there were significantly differences conceptual understanding and process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model (F=2,99; p<0,05). Second, there were the differences between conceptual understanding significantly between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model (F=132,516; p<0,05). Third, there were the differences between process skill significantly between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model (F=303,612; p<0,05). Based on the result of study, it can be recommended that 7E learning cycle model can be applied as an alternative learning model in order to improve the students concept understanding and process skill.   Keywords: learning cycle, 7E, conseptual understanding, proses skill.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA HERMAWATI, NI WAYAN MANIK
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung ( direct instruction), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan minat belajar biologi siswa terhadap penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa, (3) perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya tinggi, (4) perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya rendah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental semu(Quasi Experimental) dengan rancangan The Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Lab Undiksha  semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Penentuan sampel dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes penguasaan konsep biologi, angket minat belajar dan sikap ilmiah siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan Multivariat Analyze of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung ( F= 9,264, p= 0,001 < 0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan minat belajar biologi siswa terhadap penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa ( F = 14,428, p = 0,001 < 0,05 ), (3) Terdapat perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya tinggi ( F = 25,652,  p = 0,001 < 0,05 ), (4) Tidak terdapat perbedaan penguasaan konsep biologi dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran langsung, pada siswa yang  minat belajarnya rendah ( F = 0,650,  p = 0,526 > 0,05 ). Kata-kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Minat Belajar, Penguasaan Konsep Biologi dan Sikap Ilmiah. ABSTRACT The study was aimed at finding out: (1) the difference in biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were treated using inquiry strategy and the students who were treated using direct instruction, (2) the effect of interaction between learning instruction and students’ biology learning interest toward biological concepts mastery and students’ scientific attitude, (3) the difference of biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had high learning interest, (4) the difference of biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had low learning interest. The study was designed in Quasi Experimental study using Posttest Only Control Group Design. The population of the study was grade X students of SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in the second semester year 2010/2011. The sample was chosen by simple random sampling method.  The data were obtained using biological concepts mastery test, learning interest and scientific attitudes questioner. The data being obtained were analyzed using Multivariate Analyze of Variance (MANOVA). The analysis resulted that (1) There was a significant difference of biological concepts mastery and students’ scientific attitude between were treated using inquiry strategy and the students who were treated using direct instruction (F = 9, 246, p = 0,001 < 0,05); (2) There was an interaction effect between learning strategy and students’ Biology learning interest toward biological concepts mastery and students’ scientific attitudes (F = 14,428, p = 0,001 < 0,05); (3) There was a difference in biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had high learning interest (F = 14, 428, p = 0,001 < 0,05); (4) There was no significance difference in biological concepts mastery and scientific attitudes between the students who were taught using inquiry strategy and the students who were taught using direct instructions to the students who had low learning interest (F = 0,650, p = 0,526 > 0,05). Keywords: Inquiry Strategy, Learning Interest, Biological Concepts Mastery, and Teacher’s Professional Competency.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR (PTD) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SUPARTINI, NI WAYAN NADI
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini  untuk) menganalisis :1 Perbedaan hasil belajar PTD antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Langsung (MPL),2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan Motivasi belajar terhadap hasil belajar PTD, 3)  Perbedaan hasil belajar PTD siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan  siswa yang belajar dengan Model pembelajaran Langsung (MPL) pada siswa yang memiliki motivasi tinggi, dan 4) Perbedaan hasil belajar PTD siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan  siswa yang belajar dengan Model pembelajaran Langsung (MPL) pada siswa yang memiliki motivasi rendah. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian The pretest - posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 6 kelas dengan jumlah siswa 255 orang siswa. Sampel penelitian sebanyak 4 kelas diambil dengan cara group random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data motivasi belajar siswa dan data hasil belajar PTD. Data dianalisis dengan gain skor dan analisis varian (anava) dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar PTD yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F = 10,608 dan p<0,05), 2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar PTD (F = 85,471 dan p<0,05), 3) Terdapat perbedaan hasil belajar PTD yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan model pembelajaran Langsung pada kelompok siswa dengan motivasi belajar tinggi (F = 124,816 dan p<0,05), dan 4) Terdapat perbedaan hasil belajar PTD yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan model pembelajaran Langsung pada kelompok siswa dengan motivasi belajar rendah (F = 13,050 dan p<0,05).   Kata kunci :       Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat, Motivasi Belajar, Hasil  bebelajar PTD
PENGARUH VIRTUAL EXPERIMENT TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 SINGARAJA. ., Putri Sarini
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional; (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar fisika siswa terhadap hasil belajar fisika siswa; (3) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi; dan (4) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X regular  SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2011/2012. Penetapan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner motivasi belajar dan tes hasil belajar fisika berbentuk obyektif diperluas. Untuk uji hipotesis, data dianalisis dengan analisis varians (Anava) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional; (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar fisika siswa; (3) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan  virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi;  dan (4) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara  siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Oleh karena itu,dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dengan virtual experiment dan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa.  ABSTRACT   This research aims at:(1) understanding the examination outcomes of students who study Physics through virtual experiment and those who study using conventional method; (2) understanding the effect of interaction between learning method and students’ motivation on the Physics examination outcomes; (3) understanding the difference between students who study Physics through virtual experiment  and students who study Physics through conventional method, at students whose high motivation in learning; and (4) understanding the difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose low motivation in learning. The type of research is quasi experimental research by employing post test only control group design. The populations were all students in regular class X of SMA Negeri 1 Singaraja, year 2011/2012. In this research, random sampling technique is adopted. The data is gathered from questionnaires regarding students’ motivation in learning and Physics examination in the form of extended objectives. For hypothesis evaluation, data is analyzed using two-way Analysis of Variance (Anova) and Tukey’s test at level of significance of 5%. Results show that: (1) in terms of Physics examination outcomes, there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and those who study Physics through conventional method, (2) learning method and motivation affect the student’s Physics examination outcomes, (3) there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose high motivation in learning; dan  (4) there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose low motivation in learning. Thus, it is concluded that learning Physics through virtual experiment and students’ motivation  affect the Physics examination outcomes.   Keywords:    Physics examination outcomes, motivation in learning, virtual experiment
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS, TEKNOLOGI, MASYARAKAT, DAN LINGKUNGAN (STML) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN SIKAP ILMIAH SISWA Raharjo, Yanto Budhi
Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model STML dengan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model konvensional, (2) perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model STML dengan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model konvensional, dan (3) perbedaan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model STML dengan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only non-equivalen control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Rendang  Kabupaten Karangasem dan sampelnya ditetapkan dengan teknik group random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran STML yang dikenakan pada  kelompok eksperimen dan sebagai variabel terikat adalah keterampilan berpikir kreatif dan sikap ilmiah siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Multivariate Analysis of Varian’s (MANOVA). Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model STML dengan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model konvensional, (2) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model STML dengan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model konvensional, dan (3) terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model STML dengan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka  terdapat pengaruh model pembelajaran sains, teknologi, masyarakat, dan lingkungan (STML) terhadap keterampilan berpikir kreatif dan sikap ilmiah siswa. Implikasi penelitian ini adalah: (1) guru dituntut untuk lebih sering menggali sumber-sumber isu/informasi agar pengetahuannya selalu up to date dan tidak ketinggalan isu/informasi, (2) sarana dan prasarana untuk keperluan praktikum siswa baik itu laboratorium IPA maupun alat dan bahan harus dipersiapkan lebih matang, (3) guru lebih kreatif memanfaatkan alam sekitar sebagai sasaran, sumber dan sarana belajar, dan (4) diperlukan asesmen yang lebih memadai. Kata-kata kunci: model pembelajaran STML, keterampilan berpikir kreatif, dan sikap ilmiah  ABSTRACT The aims of this study was to analyzed: (1) the differences of creative thinking skills and scientific attitudes of students who have learning STML model with students who learning conventional model, (2) the differences of creative thinking skills of students who have learning STML model with students who learning conventional model, and (3) the differences of scientific attitudes of students who have learning STML model with students who learning conventional model. This study used a post test only design of non-equivalent control group design. Population of this study was all students of grade VIII in SMP Negeri 2 Rendang Karangasem district and the sample group determined by random sampling technique. Independent variable in this study was STML learning model that applied to the experimental group and the dependent variable was creative thinking skills and scientific attitude of students. The data were analyzed by descriptive statistics and Multivariate Analysis of Varian’s (MANOVA). The result of data analysis showed that: (1) there were differences of creative thinking skills and scientific attitudes of students who have learning STML model with students who learning conventional model, (2) there were differences of creative thinking skills of students who have learning STML model with students who learning conventional model, and (3) there were differences of scientific attitudes of students who have learning STML model with students who learning conventional model. Based on the findings of this research, there was the influence of the STML learning model on creative thinking skills and scientific attitudes of students. The implication of this research was: (1) teachers are required to explore the resources of issue/information so that knowledge is always up to date and no lag issues/information, (2) facilities and infrastructure for purposes practical students either for IPA laboratory as well as tools and materials should be prepared more mature, (3) teachers are more creative to use environment as a target, resource and learning tool, and (4) required a more adequate assessment, which is authentic assessment. Keywords: STML learning model, creative thinking skills, and scientific attitudes.

Page 5 of 40 | Total Record : 400