cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2013)" : 23 Documents clear
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PENGETAHUAN AWAL UNTUK MATA PELAJARAN FOTOGRAFI BAGI SISWA KELAS X SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA Brahmantara, I B. G.; Santyasa, I W.; Tegeh, I M.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.988 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.719

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis pengetahuan awal di SMK TI Global Singaraja.mengetahui bagaimana tanggapan dari uji ahli dan megetahui bagaimana pengaruh terhadap pembelajaran fotografi di SMK TI Global Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajar menggunakan model Dick dan Carey yang memiliki delapan tahap yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi prilaku awal, menulis tujuan pembelajaran khusus, mengembangkan butir-butir tes acuan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, mendesain dan memilih evaluasi formatif. Jumlah responden yang me-review bahan ajar adalah satu orang ahli isi sekaligus ahli media isi, satu orang ahli media komputer, satu orang ahli desain pembelajaran, tiga siswa dalam uji perorangan, 12  siswa dalam uji kelompok kecil, 20 siswa dalam uji lapangan, dan 1 guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian the one group , pretest-posttest design. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan Uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas multimedia ditinjau dari: (1) aspek isi adalah sangat baik dengan persentase 100%. (2) Aspek media isi sangat baik dengan persentase 100%. (3) Aspek media komputer baik dengan persentase 83%. (4) Aspek desain pembelajaran baik dengan persentase 86%. (5) Aspek uji perorangan sangat baik dengan persentase 100%. (6)  Aspek uji kelompok kecil baik dengan persentase 89%. (7) Aspek uji guru mata pelajaran sangat baik dengan persentase 91,66%. (8). Aspek uji lapangan baik dengan persentase 87,47%.Berdasarkan hasil uji-t menunjukkan bahwa signifikansi yang diperoleh 0,001 kurang dari signifikansi yang ditetapkan 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum belajar dengan multimedia pembelajaran dan setelah belajar dengan  multimedia pembelajaran.   Kata kunci: multimedia pembelajaran, pengetahuan awal, mata pelajaran fotografi   Abstract This study aimed at developing prior knowledge based multimedia learning on photography lesson in SMK TI Global Singaraja. The design of the study was in the form of research and development. Dick and Carey model was used in multimedia learning development which had eight stages, namely: 1) identify instructional goals, 2) conduct instructional analysis, 3) identify entry behavior, 4) write performance objective, 5) develop criterion reference tests, 6) develop instructional strategy, 7) develop and select instructional material, 8) develop and conduct formative evaluation. The number of multimedia learning reviewer were  a content expert as well as media content expert, a computer media expert, a learning design expert, 3 students in individual test, 12 students in small group test, 20 students in field test and a teacher. The pretest and posttest data were analyzed using t-test. The result of the study showed that the validity of teaching material in terms of; (1). Content aspect was very good with 100 % (2). Content media aspect was very good with 100 % (3). Computer media aspect was good with 83%. (4) Learning design aspect was good with 86% (5). Individual test aspect was very good with 100% (6). Small group test was very good with 89% . (7). Teacher test aspect was very good with 91.66%. (8). Field test aspect was very good with 87.47%.  The result of t-test showed the significance value obtained was 0.001 which was less than standard significance value 0.05. It meant there was a significant difference between students achievement before multimedia learning given and after multimedia learning given.   Keywords : multimedia learning, prior knowledge, photography lesson
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA I W. I, Adrianus; Candiasa, I Made; Kirna, Made
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.958 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.744

Abstract

Abstrak   Penelitian ini adalah Penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual yang dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Singaraja dengan melibatkan siswa kelas VIII sebagai subyek penelitian. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual, mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli desain, ahli media pembelajaran, user/guru pengajar mata pelajaran matematika, dan siswa  dalam bentuk uji coba perseorangan, uji coba siswa kelompok terbatas terhadap produk pengembangan serta menganalisis efektifitas produk pengembangan ini. Dari hasil uji ahli isi pembelajaran menunjukan bahwa produk berkualifikasi baik ditinjau dari kelayakan isi, kebahasaan serta sajian materi yang ada di dalamnya. Berdasarkan penilaian dari ahli media pembelajaran, produk multimedia ini berada pada kualifikasi sangat baik ditinjau dari aspek elemen tampilan, grafis, animasi, suara/audio, dan kualitas fisik.  Penilaian dari ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa dari segi desain pembelajaran, maupun desain antar muka dan interaktivitas media, multimedia ini sendiri sudah sangat baik dan sudah dapat digunakan oleh siswa. User/guru pengajar memberikan respon baik pada multimedia pemelajaran ini. Pada uji coba perseorangan, produk multimedia ini mendapat respon sangat baik. Uji coba kelompok siswa terbatas pada tahap I dan II memperoleh persentase tingkat pencapaian masing-masing sebesar 93,7% dan 90,92% yang kesemuanya berada pada kualifikasi sangat baik. Hal ini menunjukkan dari segi kepraktisan produk multimedia ini layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji-t memperoleh hasil sig sebesar 0,001 (lebih kecil dari 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum dan setelah pembelajaran dengan menggunakan multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual.   Kata kunci: Multimedia pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Matematika. Abstract This research is development research to produce a mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached whish is developed by using ADDIE Model. The research was conducted at SMP Negeri 4 Singaraja involving eighth grade students as research subjects. Purpose of this study is to describe the design of a mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached, describing the content experts responses, design expert, instructional media expert, user / mathematics teacher educators, and students in the form of individual test, limited group of students responses and  analyze the effectiveness of developments product. From the test results show that the learning content experts qualified products both in terms of the feasibility of content, language and presentation of the material in it. Based on the assessment of learning media experts, multimedia products are at excellent qualifications in terms of aspects of the display elements, graphics, animation, sound / audio, and physical qualities. Assessment of instructional design experts suggest that in terms of instructional design, and interface design and media interactivity, multimedia itself is very good and it can be used by students. User / teacher educators got a great respond to this learning multimedia. In the individual test, multimedia products got  a great response. Limited group of students test  phase I and phase II obtain the percentage of each achievement level by 93.7% and 90.92% which are located in a very good qualification. This shows that in terms of the practicality, multimedia learning product is fit for use in. T-test results obtained sig results of 0.001 (less than 0.05). This shows that H0 is rejected and H1 is accepted. It could be argued that there are differences in the average value of learning of students before and after mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached. Keywords: Multimedia learning, contextual teaching and learning approach, Mathematics learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif TGT terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013 ., PUTU ENNY RUSMAWATI; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Drs. I Made Kirna,M.Si
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.945 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif TGT terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Semarapura. Penelitian ini melibatkan 119 orang siswa sebagai subyek penelitian yang diambil dengan teknik random kelompok atau kelas. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes prestasi belajar, sedangkan data motivasi berprestasi dikumpulkan melalui kuisioner motivasi berprestasi. Kedua instrumen telah divalidasi sebelum diberikan pada sampel penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA Dua Jalur. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Kedua, terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran kooperatif TGT dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika. Ketiga, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi. Keempat, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Perbedaan prestasi belajar yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif TGT lebih unggul daripada model pembelajaran langsung.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, model pembelajaran kooperatif TGT, motivasi berprestasi This study aimed to determine the effect of cooperative learning TGT model on mathematics achievement of students in terms of achievement motivation. This research was conducted at SMP Negeri 2 Semarapura. The study involved 119 students as subjects taken by random grup technique. Data obtained through the achievement ability by achievement test, while data achievement motivation collected through questionnaires achievement motivation. Both instruments have been validated before it is given in the study sample. Furthermore, the data obtained were analyzed using ANOVA two lines. The results of this study are showed: First, there are differences in mathematics achievement between groups of students whose learning with cooperative learning TGT model and groups of students who are learning to direct instructional model. Second, there is an interactive effect between the cooperative learning TGT model and achievement motivation mathematics achievement. Third, there are differences in mathematics achievement between groups of students learning with cooperative learning TGT model and groups of students who are learning to direct instructional model on students with high achievement motivation. Fourth, there are differences in mathematics achievement between groups of students who learning with cooperative learning model TGT and groups of students who study with direct instructional model on students with low achievement motivation. From these results it can be concluded that the learning model is very influential on mathematics achievement. The resulting difference in mathematics achievement in this study indicate that cooperative learning TGT model is superior to direct instructional model.keyword : mathematics achievement, cooperative learning TGT model, motivation achievement.
PENGARUH PEMBELAJARAN SCAFFOLDING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS RECOUNT BERBAHASA INGGRIS DAN KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MANGGIS ., NI WAYAN SUTARMI; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.609 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.897

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar pembelajaran konvensional, (2) perbedaan keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan kemampuan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan the posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Manggis pada tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 160 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas siswa yang dikumpulkan dengan lembar unjuk kerja keterampilan menulis dan kuisioner. Pengujian hipotesis menggunakan uji MANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris dan kreativitas antara siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan siswa yang belajar pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis teks recount berbahasa Inggris antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan pada kreativitas antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran scaffolding dan kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : pembelajaran scaffolding, keterampilan menulis, dan kreativitas siswa This study aimed at analyzing: (1) the differences between English writing skills of recount text and students’ creativity among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, (2) the differences of English writing skills of recount text between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, and (3) the differences of students’ creativity between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional. The study used a quasi-experimental research design with only the posttest nonequivalent control group design. The population was eighth grade students of SMP Negeri 3 Manggis in the academic year of 2012/2013, consisting of 160 students. The number of samples in this study were 120 students selected by using simple random sampling technique. The data in this research were English writing skills of recount text and the students’creativity who were collected through the pieces of writing skills performance and questionnaire. Hypothesis testing using MANOVA, followed by LSD test to test the comparative value pairs on average each treatment group. The results showed: (1) there is a significant differences between English writing skills of recount text and the students’ creativity among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, (2) there is a significant differences of English writing skills of recount text among the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional, and (3) there is a significant differences in creativity between the students who learned with scaffolding instructional and the students who learned with conventional instructional.keyword : scaffolding, writing skill, creativity
PENGARUH MODEL E-LEARNING BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KKPI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Partha Sindu, I G.; Santyasa, I W.; Sukra Warpala, I W.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.745 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.617

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model direct instructions, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, dan (3) mendeskripsikan pengaruh interaktif antara model pembelajaran (e-learning berbasis masalah dan direct instructions) dengan motivasi belajar siswa (motivasi tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar KKPI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 5 kelas yang terdiri dari 178 siswa. Sampel diambil 4 kelas dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan dianalisis dengan ANACOVA faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dan siswa yang belajar dengan model direct instructions, (2) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (3) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar KKPI yang dicapai siswa.   Kata kunci: model e-learning berbasis masalah, motivasi belajar, hasil belajar   Abstract This study was aimed at (1) describing the differences in learning outcomes of Computer Skills and Information Management (KKPI) between the students who learned through problem-based e-learning model with students who learned through direct instructional model, (2) describing the differences in learning outcomes of KKPI between the students with high learning motivation with those with low learning motivation, and (3) describing the interactive effect between the model of learning (problem-based e-learning model and direct instructional model) with student’s motivation (high and low motivation) towards learning outcomes of KKPI. This study is a quasi-experimental study using a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population of this study consist of 5 classes consisting of 178 students. Samples were taken 4 classes with simple random sampling. Data was collected using achievement test and analyzed using ANACOVA factorial 2×2. The result showed that (1) there was difference in learning outcomes of KKPI between the students who learned through the problem-based e-learning model and the students who learned through the direct instructional model; (2) there was difference in learning outcomes of KKPI between students who have high learning motivation and students who have low learning motivation; (3) there was an interactive influence between the model of learning with learning motivation towards the student’s achievement in the learning outcomes of KKPI.   Keywords : problem-based e-learning model, learning motivation, learning outcomes
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN SERVER JARINGAN DI SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA K.W, Astawan,; I. W, Santyasa,; I. M, Tegeh.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.074 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.728

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sumber belajar berupa modul teks yang dapat digunakan sebagai sumber belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar. Modul yang dikembangkan berbasis model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Penelitian pengembangan ini dilakukan pada mata pelajaran server jaringan di kelas XI program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan pada SMK TI Bali Global Singaraja. Model pengembangan yang digunakan adalah Model Dick & Carey. Untuk mengetahui manfaat modul dalam proses pembelajaran, dilakukan pre-eksperimen yang hanya melibatkan satu kelompok peserta didik. Kelompok tersebut diberikan pretest dan posttest. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-post test design. Pretest diberikan sebelum pembelajaran dengan modul dan posttest diberikan kepada peserta didik setelah pembelajaran dengan modul selesai diberikan. Berdasarkan hasil tes tersebut, hipotesis penelitian diuji dengan uji-t dan dibantu dengan menggunakan perangkat lunak SPSS.   Hasil pengujian menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah 0,001. Nilai tersebut lebih rendah dari signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Ini berarti bahwa terjadi peningkatan hasil belajar setelah modul berbasis group investigation diterapkan dalam pembelajaran. Nilai rata-rata posttest yang dicapai 8,68 berada pada kategori sangat baik. Tingginya efektifitas yang dicapai karena modul ajar yang dikembangkan sesuai dengan kurikulum, karakteristik siswa dan lingkungan belajar. Hal tersebut juga didukung oleh penerapan modul ajar yang diintegrasikan dengan pembelajaran kooperatif tipe group investigation.   Kata kunci: modul ajar, kooperatif, group investigation   Abstract The research development was conducted on the subjects in Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan at SMK TI Bali Global Singaraja, by adopting Dick & Carey research design. To find outthe benefits ofthe modulein the learning process, it was conductedpre-experiments involving onlyone groupof learners. The group is given a pre-test and post-test. The study design used was a group pre post-test design. Pre-test was given before the learning with modules and post-test was given to the students after learning with modules completed. Based on these test results, the research hypotheses were tested by t-test and assisted by using SPSS software. T-test results indicate significances which means that  increased in results after the learning module based network servers implemented in the learning group investigation.   The test results indicate significance obtained was 0.001. This value is lower than the specified significance of 0.05. This means that an increase in learning results after the  module based-group-investigation is applied in the learning. Posttest mean value reached 8.68 in the category very well. Achieved due to the high effectiveness of teaching modules are developed in accordance with the curriculum, student characteristics and learning environment. This is also supported by the implementation of teaching modules that are integrated with cooperative learning group investigation.   Keywords : modules, cooperative, group investigation
PENGEMBANGAN MEDIA WEBSITE STUDENT COMMUNITY MATA PELAJARAN JARINGAN KOMPUTER PADA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Wardhana, G.W.; Suharsono, N.; Tegeh, I.M.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.534 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.762

Abstract

Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat media pembelajaran jaringan kompter yang dapat diimplementasikan di sekolah memengah kejuruan (SMK). Secara operasional, kegiatan dilakukan mulai dari tahapan mendeskripsikan proses rancang bangun website kolaboratif TKJ Student Communty, dilanjutkan dengan pembuatan protitipa dan pemaparan tanggapan ahli terhadap komponen prototipa. Tahapan selanjutnya adalah melakukan uji coba kelompok kecil dan uji lapangan, serta penjaringan tanggapan subjek uji coba, dan perbaikan kinerja website kolaboratif yang dikembangkan. Prosedur pengembangannya menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk mendapatkan data uji ahli isi, ahli desain pembelajaran dan ahli media, data dari uji perseorangan, uji kelompok kecil, uji guru mata pelajaran dan uji lapangan dengan desain pretest dan posttest. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, penyebaran angket dan tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis deskriptif dan uji-t. Hasil uji ahli menunjukkan bahwa tanggapan uji ahli media sangat baik, tanggapan ahli desain pembelajaran berkategori sangat baik, dan tanggapan ahli isi berkategori baik . Adapun tanggapan siswa atas website ini adalah berkategori baik dengan persentase 80,48% dan tanggapan guru mata pelajaran berkategori sangat baik dengan persentase 87,79%. Analisis data hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa setelah dilakukan proses pembelajaran menggunakan media website TKJ Student Communt.   Kata Kunci : website TKJ student community, pembelajaran kolaboratif, hasil belajar. Abstract The purposed of this research of development is to build a learning media of computer network that could be implemented at vocational high school. Operationaly, the activity start from describes the process of development of TKJ Student Community collaborative website, followed by making the prototype and exposure of expert reponse to prototype component. The next activity is small group test, field test, gathering the test subject respons and improve the perfomence of the website. The development procedure use ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model to obtain the data from content, learning design, and media expert, data from the teacher, small group, and field test by pretest-postest design. The data collection are analyzed by descriptive analysis and t-test. The result of media expert test shows that the response is very good, the response of content expert is good and the response of learning design is very good. The student response are include of good category by percentage at 80,48% and the teacher response are include of good category by percentage at 87,97%. The analysis of student learning outcomes shows that the enchancment of learning outcomes averages after learning process with TKJ Student Community website.   Keyword : TKJ student communty collaborative website, collaborative learning, learning outcome.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Keterampilan Menari Ditinjau Dari Minat Menari Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013 ., NI GUSTI AYU MADE MURNI MAHERDI; ., Prof. Dr. Sukadi, M.Pd, M.Ed.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.583 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis; (1) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan minat menari terhadap keterampilan menari siswa, (2) perbedaan keterampilan menari antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional, (3) perbedaan keterampilan menari keterampilan menari antara siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki minat menari tinggi, dan (4) perbedaan keterampilan menari keterampilan menari antara siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang difasilitasi dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki minat menari rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan the posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Semarapura pada tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 177 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan menari siswa yang dikumpulkan dengan lembar observasi unjuk kerja keterampilan menari. Pengujian hipotesis menggunakan uji ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap keterampilan menari siswa , (2) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional, (3) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki minat menari tinggi, dan (4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan menari kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD dan model Konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki minat menari rendah. Kata Kunci : Model Pembelajaran kooperatif STAD, Keterampilan Menari, Minat Menari This study is aimed at analyzing ; (1) the effect of the interaction between the model of learning and the dancing interest toward dancing sill of the students, (2) the differences of dancing skills between groups of students who study with STAD cooperative learning model and conventional models, (3) the differences in dancing skills between students who are facilitated by STAD cooperative learning model and the students who were facilitated by conventional learning model in the group of students who have a high interest in dancing, and (4) the differences in dancing skills between students who are facilitated by STAD cooperative learning model and the students who were facilitated by conventional learning model in the group of students who have a lower interest in dancing. The study belongs to quasi-experimental research design with the posttest only nonequivalent control group design. The population of this study was the tenth grade students of SMA Negeri 2 Semarapura in the academic year 2012/2013, consisted of 177 students. The number of samples in this study were 64 students who were selected by simple random sampling technique. The data in this study are dancing skills of students who are gathered with observation sheet performance dancing skills. Hypothesis were analyzed by using two-ay ANOVA and followed by Tukey's test to test the comparative value pairs on average each treatment group. Results showed (1) there was interaction between the model of learning and interest in learning the dancing skills of students, (2) there was a significant difference between the group of dancing skills students who were facilitated by STAD cooperative learning model and the model conventional, (3) there were significant differences in dancing skills between the group of students who were facilitated with cooperative learning STAD model and conventional models for groups of students who have a high interest in dancing, and (4) there was no significant differences in dancing skills between the group of students who were facilitated with cooperative learning STAD model and conventional models for groups of students who have a lower interest in dancing.keyword : STAD Cooperative Learning Model, Dancing Skills, Interest Dancing
PENGEMBANGAN MODUL IPA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK KELAS V SD NEGERI 2 SEMARAPURA TENGAH ., I GUSTI AYU RUSMIATI; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.19 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.899

Abstract

Penelitian Pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa modul IPA dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas V semester 2 di SD Negeri 2 Semarapura Tengah yang teruji kelayakan dan keunggulannya untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA. Metoda penelitian yang digunakan adalah metoda penelitian pengembangan(research and development), dengan desain pengembangan yang dipilih adalah menggunakan model pengembangan Santyasa. Hasil review dari ahli isi, media dan ahli desain menyatakan bahwa modul IPA kontekstual yang dikembangkan sudah valid. Sebanyak 30 siswa klas V SD N 2 Semarapura Tengah dijadikan sampel penelitian dalam uji lapangan terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar sebagai produk pengembangan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil t hitung (13,3718) lebih besar dari nilai t tabel (1,899) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest peserta didik. Nilai rata-rata posttest (81,67) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest (52,33).Kata Kunci : pengembangan, santyasa model, pendekatan kontekstual. This development research aimed at producing a science module using contextual approach for class V in semester 2 students of SD N 2 Semarapura Tengah in which the feasibility and advantages had been tested to improve learning achievements in learning Science. The research method used was the research and development method. The chosen of the design development was Santyasa model. The results of the expert review of content, media and design stated that science module using contextual approach had been developed accordingly. Thirty student cllas V of SD N 2 Semarapura Tengah be participated as samples in restricted field test. The results of research was shown that learning material product could improvement of student’s achievement.The results of calculations using the t-test, this shows that H0 is rejected and H1 accepted. It can be said that there were differences in the average value of study of students before and after learning. The average value after learning (mean) = 81,67, was higher than before the study (mean) = 52,33.keyword : development, santyasa model, contextual approach.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MIKROKONTROLER BERBASIS ADVANCE VIRTUAL RISC (AVR) DALAM MATA PELAJARAN TEKNIK MIKROKONTROLER Ekayana, A. A. Gde.; Suharsono, Naswan; Tegeh, I Made
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.049 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.622

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran mikrokontroler melalui proses pengembangan prototipa, mendeskripsikan tanggapan hasil uji coba dan menguji efektivitas perangkat pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari ahli isi, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta para partisipan uji coba. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan tahapan pengembangan model Borg dan Gall. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket untuk mendapatkan tanggapan dari para ahli dan peserta uji coba produk, sedangkan tes digunakan untuk melihat hasil uji-coba pada mata pelajaran mikrokontroler. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Borg dan Gall telah berhasil dilaksanakan. Hasil uji coba perorangan oleh para ahli memberikan tanggapan yang positif terhadap produk pengembangan awal, demikian juga halnya hasil uji kelompok kecil dan uji lapangan oleh guru dan siswa. Hasil efektivitas perangkat pembelajaran mikrokontroler dalam proses pembelajaran yang dicari melalui uji pretest posttest dan dianalisis dengan uji t menunjukkan bahwa penerapan produk perangkat pembelajaran mikrokontroler dalam proses pembelajaran teknik mikrokontroler terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan perangkat pembelajaran mikrokontroler. Kata kunci: perangkat pembelajaran, mikrokontroler, advance virtual risc, hasil belajar Abstract This study was conducted to generate learning device microcontroller through prototype development process, describing the response test results and test the effectiveness of the learning. Study subjects comprised of content experts, media specialists and instructional design experts and trial participants. To achieve these objectives the development stages of the model used Borg and Gall. Data were collected using a questionnaire to get feedback from the experts and participants of product trials, while the test is used to see the results of a trial in subjects microcontroller. Data were analyzed with descriptive analysis and inferential statistics. The results showed that the process of developing a model of learning by Borg and Gall has been successfully implemented. The results of individual trials by the experts give a positive response to the initial development of the product, as well as a small group of test results and field tests by teachers and students. Effectiveness of learning outcomes microcontroller devices are searched in the learning process through test pretest and posttest were analyzed by t-test showed that the application of the product in the process of learning microcontroller microcontroller learning techniques proven successful in improving student learning outcomes, in other words there are significant differences between students' learning outcomes before and after using the device microcontroller learning. Keywords : instruction devices, microcontroller, advance virtual risc, and learning  achievement

Page 1 of 3 | Total Record : 23