cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2018)" : 7 Documents clear
PENGARUH MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK N 1 SINGARAJA ., PUTU AYU PARYAWATI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.153 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2261

Abstract

ABSTRAK Paryawati, P A. (2016). Pengaruh Model Think Pair Share berbantuan Multimedia Interaktif terhadap Motivasi Belajar IPA dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMK N 1 Singaraja. Tesis. Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan: 1) motivasi belajar IPA dan keterampilan berpikir kritis siswa secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share berbantuan Multimedia Interaktif (TPSMI), Think Pair Share (TPS) dan Pembelajaran Langsung (PL). 2) motivasi belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPSMI, TPS dan PL, 3keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPSMI, TPS dan PL. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah empat jurusan siswa kelas X SMK N 1 Singaraja. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik ClusterRandom Sampling dan terpilih satu jurusan dengan tiga kelas sebagai sampel. Sampel yang terpilih adalah kelas X A UPW sebagai kelompok kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung, X B UPW sebagai kelompok eksperimen yang belajar menggunakan model TPSMI, dan X C UPW sebagai kelompok eksperimen yang belajar dengan model TPS. Pengumpulan data menggunakan 2 jenis tes, yaitu tes motivasi belajar IPA dikumpulkan dengan kuisioner motivasi belajar IPA yang sudah divalidasi dan tes keterampilan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis yang telah divalidasi. Data dikumpulkan pada akhir perlakuan untuk selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif dan Uji MANCOVA dengan skor pre-tes motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis awal sebagai kovariat kemudian dilanjutan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan motivasi belajar IPA dan keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif TPSMI, TPS dan PL. (2) terdapat perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model TPSMI, TPS dan PL. (3) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TPSMI, TPS dan PL.Kata Kunci : model think pair share ,motivasi belajar IPA, keterampilan berpikir kritis. ABSTRACT Paryawati, P A. (2016). The Effect of Model Think pair Share aided Interactive Mulltimedia on Motivation Science and the Critical Thinking Skill to the Ten Grade Students of SMK N 1 Singaraja.. Thesis. Learning Technology, Post-Graduate , Ganesha University of Education keyword : think pair share model, learning motivation science, critical thinking skill
Pengembangan modul pendidikan agama islam berbasis multikultural di SMA ., SYAMSUHARI; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.096 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2265

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa modul pendidikan agama islam berbasis multikultural untuk siswa kelas X di SMA yang sudah teruji kelayakannya untuk memasukan nilai-nilai multikultural pada setiap pokok bahasannya. Modul ini dikembangkan dengan mengadaptasi model pengembangan Dick dan Carey, dengan langkah-langkah pengembangannya yaitu, menganalisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, menganalisis pembelajaran, menganalisis pembelajaran dan konteknya, menuliskan tujuan untuk kerja, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, merancang dan melaksanakan Evaluasi Formatif dan merevisi pembelajaran. Validasi draf mencakup (1) uji ahli isi; (2) uji ahli media; (3) uji ahli desain pembelajaran; (4) uji siswa perorangan; (5) uji kelompok kecil; dan (6) uji lapangan. Hasil review uji ahli isi, ahli media dan ahli desain menyatakan bahwa modul pendidikan agama islam berbasis multikultural yang dikembangkan sudah layak. Prosentase keseluruhan subyek pada ahli isi dan ahli desain sebesar 91,67% dan 90,63% yang terletak pada kategori sangat baik, sedangkan ahli media memberikan tanggapan disetiap subyeknya adalah sesuai antara gambar dengan sasaran yang ada disetiap modulnya. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada uji perorangan yaitu sebesar 89,55% terletak pada kualifikasi baik. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada uji kelompok kecil yaitu sebesar 87,53% dengan kualifikasi baik. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada uji lapangan untuk pendidik yaitu sebesar 90,13% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil prosentase keseluruhan subyek pada peserta didik dalam uji lapangan yaitu sebesar 88,07% dengan kualifikasi baik. Hasil prosentase keseluruhan peserta didik dalam uji lapangan sebesar 88,07% terletak pada kualifikasi baik.Kata Kunci : pengembangan modul, model Dick dan Carey, nilai-nilai multikultural, pendidikan agama islam This delopment reaserch is aimed to produce a product of multiculture based of islam education module for x grade of SMA students, of which proper has been evaluated to insert the multicultural values in each subtitle of islamic education. The module is developed by adapting Dick and Carey developing model with the following steps: analysing requirements to identify the goals (instructional goals), analysing the learning process, analysing the learning process and its contexts, writing the goals of performance, developing evaluation instruments, developing teaching strategy, developing and selecting teaching materials, constructing and conducting formative evaluation, revising the learning process. Draft validation involves (1) Judge of content expert; (2) Judge of media expert; (3) Judge of teaching design; (4) Test of students individually; (5) Test of small groups; and (6) test of field. The result of expert content judge, media expert and design expert stated that the multiculture based module is already proper. Percentage of the whole subject of design and content experts is 91,67% and 90,63% catagorized as good furthermore media expert responded that in each module pictures and targets are already appropriate. Percentage of the whole subjects on individual test that is 89,55% and qualified as good. Percentage of the whole subjects on test of small groups is 87,53% and qualified as good. Percentage of subjects on field test is 90,13%, qualified good. Percentage of the whole subjects on filed test is 88,07% and qualified good. Percentage of field test for all students is 88,07% qualified as good.keyword : developing module of teaching learning, Dick and Carey model, multicultural values of islamic education.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Motivasi Berpretasi Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Kubu ., NI KETUT SURIANI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. NI NYOMAN PARWATI, M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.289 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2254

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan Anacova dua jalan. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 286 orang. Teknik Group Random Sampling digunakan untuk menetapkan 4 kelas sebagai sampel, kemudian disampling kembali untuk menentukan 2 kelas sebagai kelompok eksperiman 2 kelas yang lain sebagai kelompok kontrol. Data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan angket, sedangkan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan tes. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik Anacova dua jalan Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel hasil belajar awal terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Skor hasil belajar yang diperoleh oleh siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) Setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel hasil belajar awal terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Hasil belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (3) Setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel hasil belajar awal terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, motivasi berprestasi, dan hasil belajar IPA This research aimed at describing the effect of problem based learning model and achievement motivation on the students’ achievement science. This is a quasi-experimental research with two way anacova designed. The population in this study were the IX grade of SMP Negeri 1 Kubu in the academic year of 2016/2017 consisting of 286 students. The selection of the samples for this study were based on group random sampling technique, four classes were selected as the samples, two classes as the experimental group and the others are the control group. The data of learning achievement motivation were collected by questionnaire while the data of students’ achievement in science were collected by achievement test. The data obtained then were analyzed by using Anacova statistic two way anacova. The results of this study were: (1) after treatment was controlled by prior achievement of students as covariable there was a significant difference of students’ achievement in scince between the students learn in the guided problem based learning model and conventional model.Students’ achievent which learned in the problem based learning model model was higher than them in conventional model, (2) after treatment was controlled by prior achievement of students as covariable there was a significant difference of the students’ achievement in science between students with high Achievement Motivation and the students with low achievement motivation. Students’ achievent which had high achievement motivation was higher than them low achievement motivation, (3) after treatment was controlled by prior achievement of students as covariable there was interaction effect between the learning model and the achievement motivation on the students’ achievement in science. keyword : problem based learning model, achievement motivation, and science achievement result students.
PENGARUH MEDIA GEOGEBRA TERHADAP MOTIVASI DAN KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., NI MADE PUSPITAWATI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., Dr. KETUT AGUSTINI, S.Si, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.433 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2286

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar dan kreativitas siswa setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel motivasi awal dan prakreativitas awal. Penelitian eksperimen semu menggunakan rancangan Pre-testPosttest Non-Equivalent Control Group Design. Media pembelajaran memiliki dua dimensi, yaitu media geogegra dan konvensional. Populasi penelitian adalah 10 kelas siswa kelasX SMK Negeri 1 pada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang terdiri dari 410 siswa. Sampelnya adalah 2 kelas yaitu kelas X UPWA dan X UPWB dengan jumlah siswa sebanyak 84 orang, dipilih dengan teknik simple random sampling. Data motivasi belajar dan kreativitas dikumpulkan dengan kuisioner motivasi belajar dan kreativitas. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji MANCOVA yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabeel motivasi dan kreativitas awal, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar dan kreativitas antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media berbasiskan geogebra dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media konvensional (F=141,405; p
PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS VIII DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., NI WAYAN WINASIH; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.255 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2575

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena permasalahan keterbatasan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan konten e-learning kontekstual, (2) menguji validitas hasil pengembangan konten e-learning kontekstual PKn untuk siswa kelas VIII, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan konten e-learning kontekstual terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah model pengembangan AM3PU3 (Santyasa, 2015) yang terdiri dari lima tahapan, yaitu (1) menentukan mata pelajaran yang menjadi objek pengembangan, (2) melakukan analisis kebutuhan, (3) mengembangkan draft (analisis tujuan dan karakteristik isi bidang studi, analisis sumber belajar, analisis karakteristik pebelajar, menetapkan indikator dan isi pembelajaran, menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran, menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran), (4) menyusun draft penegmbangan konten e-learning kontekstual, (5) melakukan uji ahli dan uji coba pengguna. Uji coba pengguna dalam penelitian pengembangan ini meliputi: 1) uji coba perorangan yang terdiri dari 3 (tiga) orang siswa, 2) uji coba kelompok kecil terdiri dari 9 (sembilan) orang, dan uji coba lapangan yang terdiri dari 30 (tiga puluh) siswa dan 1 (satu) orang pendidik. Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa konten e-learning kontekstual yang dikembangkan sudah sesuai. Kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan konten e-learning kontekstual terdiri dari: ahli isi mata pelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95,17%), ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (90,76%), ahli media pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (91,11%), uji perorangan dengan kualifikasi sangat baik (91,54%), uji kelompok kecil dengan kualifikasi baik (94.05%), dan uji coba lapangan dengan kualifikasi sangat baik (98,11%) dilihat dari guru mata pelajaran dan predikat baik (88,83%) dilihat dari 30 (tiga puluh) siswa. Efektivitas penggunaan konten e-learning kontekstual menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam penerapan konten e-learning kontekstual terhadap hasil belajar PKn. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik sebelum belajar dengan bahan ajar konten e-learning kontekstual dan setelah belajar dengan bahan ajar konten e-learning kontekstual. Hasil belajar berdasarkan pencapaian nilai rata-rata posttest (M= 89,2000) (SD=5.67147) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest kategori rendah (M=43,0667) (SD=9,28823). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten e-learning kontekstual mampu meningkatkan hasil belajar siswaKata Kunci : pengembangan, konten e-learning, kontekstual, mata pelajaran PKn This research is done because of the problem of media limitations used in the learning process. This study aims to (1) describe the design of content contextual e-learning development, (2) to examine the validity of the content development of the contextual e-learning content of VIII students, and (3) to know the effectiveness of the use of contextual e-learning content development on the results learn PKN students of class VIII. This type of research is development research. The model used is a model of development AM3PU3 (Santyasa, 2015) which consists of five stages, namely (1) determine the subjects that become the object of development, (2) conduct a needs analysis, (3) develop draft (analysis of the purpose and characteristics of the contents of a field of study , analysis of learning resources, analysis of the characteristics of learners, establish indicators and learning content, define the strategy of organizing learning content, define the strategy of delivering learning content), (4) drafting penegmbangan e-learning content contextual, (5) perform expert testing and trial users . The user trials in this development study include: 1) individual trials of 3 (three) students, 2) small group trials consisting of 9 (nine) persons, and field trials of 30 (thirty) students and 1 (one) educator. The results of a review of content experts and media experts stated that content of contextual e-learning developed is appropriate. The quality of validation result of contextual e-learning content development consists of: highly qualified subject matter expert (95.17%), highly qualified learning design expert (90.76%), highly qualified instructional media ( 91,11%), individual test with excellent qualification (91,54%), small group test with good qualification (94.05%), and very good qualified field trial (98,11%) seen from subject teacher and good predicate (88.83%) seen from 30 (thirty) students. The effectiveness of the use of contextual e-learning content indicates that there is a significant difference in the application of contextual e-learning content to the learning outcomes of the PKn. The result of calculation by using t-test gives result of significance equal to 0,001 less than 0,05. This means that there is a significant difference between the learners' learning outcomes before learning with the content of contextual e-learning content and after learning with the content of contextual e-learning content. The learning outcomes based on the achievement of posttest mean (M = 89,2000) (SD = 5.67147) were higher than the low average pretest category (M = 43,0667) (SD = 9.28823). The results show that contextual e-learning content can improve student learning outcomes.keyword : development, e-learning content, contextual, subjects PKn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING SEPAK BOLA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI ., MADE ARDY KUSUMA WARDANA; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.382 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2255

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan aktivitas belajar dan prestasi belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pretest- posttest control group design. Penelitian ini menggunakan teknik group random sampling serta teknik analisis deskriptif dan analisis multivariat MANCOVA. Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan aktivitas belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok NHT Kooperatif dapat dikategorikan tinggi. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok control dapat dikategorikan cukup. Terdapat perbedaan prestasi belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok NHT kooperatif dapat dikategorikan tinggi. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok konvensional dapat dikategorikan cukup.Kata Kunci : model pembelajarankooperatif tipeNHT, aktivitas belajar, prestasi belajar, teknik dasar passing sepak bola. The purpose of this study is to describe differences in learning activities and achievements learned the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. This research uses experimental design pretest-posttest control group design. This research uses random sampling techniques and engineering group descriptive analysis and multivariate analysis MANCOVA. The results were obtained there are differences in activity and learning achievement together between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. There are differences in the activity of learning the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. The tendency of students' learning activities NHT cooperative group can be categorized as high. The tendency of student learning activities can be categorized enough control group. There are differences in learning achievement of the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. The tendency of student achievement NHT cooperative groups can be categorized as high. The tendency of student achievement can be considered quite conventional group.keyword : cooperative learning model NHT, the basic techniques of passing football.
Pengembangan konten Dynamic E-Learning berstrategi Flipped Classroom pada mata pelajaran Simulasi Digital Kelas X di SMKN 2 Singaraja. ., I PUTU DALBO MANIK KRISHNA; ., Dr. KETUT AGUSTINI, S.Si, M.Si.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.682 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2607

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya prestasi belajar yang disebabkan oleh terbatasnya waktu belajar yang dimiliki disekolah terutama pada saat praktik. Maka dari itu, pada penelitian ini dikembangkan e-learning sebagai solusi untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan e-learning, 2) mendeskripsikan hasil validasi e-learning yang dikembangkan berdasarkan review para ahli dan uji coba produk, 3) menguji efektivitas e-learning yang dikembangkan terhadap hasil belajar simulasi digital siswa kelas X di SMK Negeri 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Hanafin & Peck dengan strategi pembelajaran Flipped Classroom. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, kuesioner/angket, dan tes objektif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) terdapat tiga fase rancang bangun konten Dynamic e-learning berstrategi Flipped Classroom a) fase analisis kebutuhan, mata pelajaran yang dipilih adalah mata pelajaran simulasi digital, masalah dapat diidentifikasi yaitu rendahnya prestasi belajar simulasi digital terutama dalam nilai praktik. b) fase desain, dokumen yang dihasilkan dalam tahap ini ialah dokumen flow chart dan story board c) fase pengembangan dan implementasi, penentuan konsep e-learning dan melakukan uji ahli dan uji coba pengguna; 2) validitas e-learning menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh 93% dengan kualifikasi sangat baik, review ahli e-learning diperoleh 83% dengan kualifikasi baik, review ahli desain pembelajaran diperoleh 86% dengan kualifikasi baik, uji coba perorangan diperoleh 88,66% dengan kualifikasi baik, uji coba kelompok kecil diperoleh 89,5% dengan kualifikasi baik, dan uji coba lapangan diperoleh 86,1% dengan kualifikasi baik; 3) efektivitas e-learning menunjukan nilai rata-rata skor pretest didapatkan sebesar 55,83 posttest sebesar 89,17 dan nilai sig=0,001. Dengan demikian nilai sig 0,001< 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum menggunakan konten Dynamic e-learning berstrategi Flipped Classroom dan setelah menggunakan konten Dynamic e-learning berstrategi Flipped Classroom pada mata pelajaran simulasi digital siswa kelas X di SMKN 2 Singaraja.Kata Kunci : pengembangan, e-learning, flipped classroom This research was conducted because of the low learning achievement caused by the limited time of study which is owned in school especially at the time of practice. Therefore, in this study developed e-learning as a solution to the problem. This research aimed to : 1. Describe the design of e-learning development, 2. Describe The results of e-learning validation developed based on expert reviews and product exsperiment, 3. Tested the effectiveness of e-learning developed against the digital student simulation learning result of class X SMKN Negeri 2 Singaraja. This type of research is a development research using the model of developing hanafin & peck with flipped classroom learning strategy. The development procedure refers to the selected model. The data were collected by interview method, questionnaire and test. The data collection instrument uses interview guides, questionnaires, and objective tests. The data analysis used is descriptive qualitative, descriptive quantitative, and inferential statistics. The results of this study are 1) there are three phases of dynamic e-learning content design with flipped classroom strategy a) Needs analysis phase, selected subjects are digital simulation subjects, the problem can be identified that is the low learning achievement of digital simulation especially in practice value, b) design phase, the documents generated in this phase are the flow chart and story board documents, c) the development and implementation phases, the determination of e-learning concepts and expert test and user trials; 2) the validity of e-learning according to expert review of the content of subjects obtained 93% with excellent qualification, review of e-learning expert obtained 83% with good qualification, review of learning design expert obtained 86% with good qualification, individual test obtained 88,66% with good qualification, small group trials obtained 89.5% with good qualifications, and field trials obtained 86.1% with good qualifications; 3) e-learning effectiveness shows the average score of pretest score is 55,83 posttest equal to 89,71 and value of sig = 0,001. Thus sig value 0.001

Page 1 of 1 | Total Record : 7