cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 259, Jurusan Teknik Pengairan,Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Hidro
ISSN : 19799764     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Hidro (p-ISSN : 1979 9764) adalah media publikasi ilmiah peer-reviewed yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Teknik Pengairan, diantaranya : Sungai, Irigasi, Pantai, Bendungan, Kualitas air. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun. Tim Editor mengundang kepada ahli dan praktisi di bidang Teknik Pengairan untuk berpartisipasi mengirimkan hasil penelitian terbaru untuk dimuat dalam jurnal ini.
Articles 95 Documents
STUDI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR AKTUAL DI SUNGAI MAMUJU
TEKNIK HIDRO Vol. 19 No. 2 (2026): Teknik Hidro Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/d24vw957

Abstract

Permasalahan pada Sungai Mamuju, yaitu meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan di sekitar sungai, tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air semakin tinggi. Penggunaan air oleh berbagai pihak yang ada di suatu daerah berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air. Karena itu, diperlukan neraca keseimbangan antara pasokan air dan kebutuhan air diharapkan bisa digunakan untuk menganalisis serta merencanakan pemenuhan kebutuhan air di suatu daerah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis neraca air sungai berdasarkan perbandingan antara ketersediaan berdasarkan kondisi hidrologi aktual dengan kebutuhan air berdasarkan penggunaan air aktual di sekitar sungai dan kondisi surplus atau defisit yang terjadi. Penelitian ini dilakukan Sungai Mamuju. Sumber data primer berupa ketersediaan air Sungai Mamuju dan kebutuhan air penggunaan air aktual dan sumber data skunder berupa data curah hujan dan data klimatologi Tahun 2019 – 2025. Adapun kesimpulan yang diperoleh, antara lain: ketersediaan air di Sungai Mamuju tergolong cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air aktual dan kebutuhan air aktual masih relatif kecil dibandingkan dengan ketersediaan air sungai. Hasil analisis neraca air menunjukkan bahwa kondisi sungai berada dalam keadaan surplus sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan air masih mampu memenuhi seluruh kebutuhan air, termasuk kebutuhan domestik, non domestik, debit pemeliharaan, dan penggunaan air aktual.
STUDI GERUSAN LOKAL PADA PILAR JEMBATAN SUNGAI BATU NIPA Arfa; Arif Prasetia; Nenny; Kasmawati
TEKNIK HIDRO Vol. 19 No. 2 (2026): Teknik Hidro Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kky2ey23

Abstract

Abstrak Salah satu struktur utama bagian bawah adalah pilar jembatan yang secara  langsung berhubungan dengan aliran air. Adanya pilar jembatan pada ruas sungai  menyebabkan perubahan pola aliran yang menimbulkan gerusan lokal di sekitar pilar  sehingga mengakibatkan penurunan elevasi dasar sungai. Tujuan Penelitian ini untuk  menganalisis hubungan kecepatan aliran terhadap kedalaman aliran Jembatan Sungai Batu  Nipa dan menganalisis kedalaman gerusan di sekitar pilar Jembatan Sungai Batu Nipa. Dalam  penelitian ini menggunakan metode studi lapangan. Adapun data yang digunakan yakni data  primer dan sekunder serta menggunakan variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa 1) Hasil perhitungan dengan menggunakan 2 (dua) metode yaitu  Laursen dan Touch, dan Colorado State University (CSU) hal ini dapat dilihat bahwa  kecepatan aliran berbanding lurus dengan kedalaman gerusan, Semakin besar nilai kecepatan  aliran maka gerusan lokal yang terjadi juga akan semakin besar. 2) Hasil perhitungan  kedalaman gerusan di sekitar pilar didapatkan besaran kedalaman gerusan maksimum yang  terjadi pada titik 1 sebesar 1,27 m dan kedalaman gerusan minimum terjadi pada titik 7  sebesar 0,80 m dari hasil perhitungan Metode Loursen dan Toch, serta titik 4 sebesar 1,49 m  dan kedalaman gerusan minimum terjadi pada titik 8 sebesar 0,97 m. dari hasil perhitungan  Metode Colorade University (CSU). Kata kunci: Gerusan, Jembatan, Sungai   Abstract One of the main structures at the bottom is the bridge pillar, which is directly  connected to the water flow. The presence of bridge pillars on the river section causes changes in  the flow pattern, resulting in local scouring around the pillars and causing a decrease in the  riverbed elevation. The purpose of this study is to analyze the relationship between flow velocity  and flow depth of the Batu Nipa River Bridge and to analyze the erosion depth around the pillars  of the Batu Nipa River Bridge. This study uses a field study method. The data used are primary  and secondary data, as well as independent and dependent variables. The results of this study  show that 1) The results of calculations using two methods, namely Laursen and Touch, and  Colorado State University (CSU), show that flow velocity is directly proportional to scour depth.  The greater the flow velocity, the greater the local scouring that occurs. 2) The results of the  erosion depth calculation around the pillars show that the maximum erosion depth occurs at  point 1 at 1.27 m and the minimum erosion depth occurs at point 7 at 0.80 m from the results of  the Loursen and Toch Method calculation, while at point 4 the maximum erosion depth is 1.49 m  and the minimum erosion depth occurs at point 8 at 0.97 m. from the Colorado State University  (CSU) method calculations. Keywords: Erosion, Bridge, River
ANALISIS MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR RUAS JALAN NASIONAL SULAWESI SELATAN KM 242 Doni Reza Safutra; Ahmad Irghie Alfarizy M; Hamzah Al Imran; Fatriady MR
TEKNIK HIDRO Vol. 19 No. 2 (2026): Teknik Hidro Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/q1r5x733

Abstract

  Abstrak Tanah longsor sering terjadi di wilayah pegunungan dengan curah hujan  tinggi, termasuk pada ruas Jalan Nasional Km 242 di Kabupaten Enrekang, Sulawesi  Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab longsor serta  merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Data diperoleh melalui boring test, SPT, sondir,  analisis curah hujan, dan pemodelan lereng dengan PLAXIS (Finite Element Method).  Hasil analisis menunjukkan longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi, kondisi tanah  lempung jenuh air, geometri lereng curam, dan drainase yang tidak memadai, dengan  nilai faktor keamanan (SF) 0,99. Mitigasi dilakukan menggunakan geotekstil non woven, sistem subdrain, dan perkuatan perkerasan jalan, yang meningkatkan SF menjadi  1,57. Kesimpulannya, kombinasi rekayasa geotekstil dan drainase efektif meningkatkan  stabilitas lereng dan dapat dijadikan acuan mitigasi pada lokasi rawan longsor. Kata kunci: tanah longsor, stabilitas lereng, geotekstil non woven, subdrain, faktor keamanan (SF), PLAXIS.   Abstract  Landslides often occur in mountainous areas with high rainfall, including on the Km 242 National Road in Enrekang Regency, South Sulawesi. This study aims to identify the factors that cause landslides and formulate appropriate mitigation strategies. Data was obtained through boring tests, tax returns, sondirs, rainfall analysis, and slope modeling with PLAXIS (Finite Element Method).  The results of the analysis showed that landslides were triggered by high-intensity rain, water-saturated clay soil conditions, steep slope geometry, and inadequate drainage, with a safety factor (SF) value of 0.99. Mitigation was carried out using non-woven geotextiles, subdrain systems, and road pavement reinforcement, which increased the SF to 1.57. In conclusion, the combination of geotextile engineering and drainage is effective in increasing slope stability and can be used as a reference for mitigation in landslide-prone locations. Keywords: landslide, slope stability, non woven geotextiles, subdrain, safety factor (SF), PLAXIS
ANALISIS DEBIT RENCANA SUNGAI WALANAE DESA BARANG KABUPATEN SOPPENG Dzur Jais Syam; Taufik Hidayat; Muh Yunus Ali; Kasmawati; Andi Rahmat
TEKNIK HIDRO Vol. 19 No. 2 (2026): Teknik Hidro Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4fv1dz98

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rencana pada  Sungai Walannae yang terletak di Desa Barang, Kabupaten Soppeng. Analisis dilakukan  dengan menggunakan data curah hujan harian maksimum dari stasiun terdekat, yang  kemudian diolah menggunakan metode analisis frekuensi hujan. Debit banjir rencana  dihitung dengan metode rasional dan metode hidrograf satuan sintetik sesuai dengan  kondisi daerah aliran sungai. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rencana  meningkat seiring dengan periode ulang yang digunakan. Informasi ini diharapkan dapat  menjadi acuan dalam perencanaan pengendalian banjir serta perlindungan tebing sungai di  wilayah penelitian.  Kata kunci: Debit Banjir, Sungai Walanae, Frekuensi Hujan, DAS, Kabupaten Soppeng    Abstract This study aims to analyze the planned flood discharge on the Walannae  River, located in Barang Village, Soppeng Regency. The analysis was conducted using  maximum daily rainfall data from the nearest station, which was then processed using the  rainfall frequency analysis method. The planned flood discharge was calculated using the  rational method and the synthetic unit hydrograph method according to the conditions of  the river basin. The analysis results show that the planned flood discharge increases with  the return period used. This information is expected to serve as a reference in flood control  planning and riverbank protection in the study area  Keywords: Flood Discharge, Walannae River, Rainfall Frequency, Watershed, Soppeng Regency
PERENCANAAN SALURAN SEKUNDER IRIGASI PADANG LEMPE DAERAH IRIGASI PANGKEP Devi Arfanita; Putri Anwar; Mahmuddin; Asnita Virlayani
TEKNIK HIDRO Vol. 19 No. 2 (2026): Teknik Hidro Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/t65scn98

Abstract

Abstrak Irigasi merupakan bagian penting dalam mendukung produktivitas pertanian melalui penyediaan dan pengaturan air sesuai kebutuhan tanaman. Kinerja sistem irigasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan saluran dalam mengalirkan debit secara efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran irigasi berdasarkan kriteria hidraulika serta menentukan alternatif penanganan yang sesuai pada Daerah Irigasi Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep. Penelitian dilakukan selama dua bulan dengan menggunakan metode analisis hidrologi, analisis hidraulika, dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis hidrologi digunakan untuk menentukan debit rencana, sedangkan analisis hidraulika digunakan untuk mengevaluasi kapasitas dan dimensi saluran berdasarkan kondisi aliran. Metode AHP digunakan untuk menentukan alternatif berdasarkan beberapa kriteria yang dipertimbangkan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit rencana banjir sebesar 0,302 m³/det, sedangkan kapasitas debit saluran hasil perencanaan sebesar 0,797 m³/det. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kapasitas saluran mampu menampung debit rencana dengan baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan, evaluasi, dan peningkatan kinerja sistem irigasi di Daerah Irigasi Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep.  Kata kunci: irigasi, saluran irigasi, analisis hidraulika, debit rencana, AHP, Tabo-Tabo.   Abstract  Irrigation is an important part of supporting agricultural productivity through the provision and regulation of water according to the needs of plants. The performance of the irrigation system is greatly influenced by the ability of the channel to drain the discharge effectively and safely. This study aims to analyze irrigation canals based on hydraulic criteria and determine appropriate handling alternatives in the Tabo-Tabo Irrigation Area, Pangkep Regency. The research was conducted for two months using hydrological analysis, hydraulic analysis, and Analytic Hierarchy Process (AHP) methods. Hydrological analysis is used to determine the discharge plan, while hydraulic analysis is used to evaluate the capacity and dimensions of the channel based on flow conditions. The AHP method is used to determine alternatives based on several criteria that are considered systematically. The results showed that the discharge of the flood plan was 0.302 m³/sec, while the discharge capacity of the planned channel was 0.797 m³/sec. This value indicates that the capacity of the channel is able to accommodate the plan's discharge well. The results of this study are expected to be the basis for planning, evaluating, and improving the performance of the irrigation system in the Tabo-Tabo Irrigation Area, Pangkep Regency.  Keywords: irrigation, irrigation canals, hydraulic analysis, plan discharge, AHP, Tabo-Tabo.

Page 10 of 10 | Total Record : 95